Pilot Vs Teacher

Pilot Vs Teacher
56.


__ADS_3

" This is one of the best schools here and the security is very tight. The young mistress chose it ( Ini adalah salah satu sekolah terbaik di sini dan pengamanan yang sangat ketat. Nyonya muda yang memilihnya)" ucap Farhan.


" Benarkah Farhan? Ayden apakah tahu tentang ini?" tanya Irfan.


" Ah, Bos besar bisa bahasa negara saya? Mengejutkan! Oh.. ya Bos hanya menyetujui pilihan Nyonya. Karena bos belum tahu tentang sekolah disini. Nyonya tahu kalau sekolah ini salah satu yang terbaik" ucap Farhan.


" Do you know Farhan? Menantuku dulu adalah seorang Guru. So, pasti dia tahu pilihan yang tepat seperti apa" terang Irfan.


" Waow... benarkah Bos? Pantas saja... Bos, sebentar saya scanning mobil dan diri saya dahulu" jawab Farhan kikuk yang tidak melanjutkan kalimatnya yang menggantung.


' Dia akan mengatakan sesuatu yang penting. Okay Farhan, saya tunggu selanjutnya' batin Irfan.


'Huuuft.. untujng saja tidak lolos kalimatku. Memang ini mulut' batin Farhan.


Selanjutnya Farhan scanning mobil dan wajahnya. Karena peraturan sekolah Ben adalah siapa yang mengantar dan menjemputnya uang sudah terdaftar.


Penjagaan super ketat seperti ini yang Rayina butuhkan saat jauh dari anaknya. Tidak ada yang bisa mnegantar jemput anak seenaknya, tanpa ada yang di dalam daftar.


" Stop!! Who is he Mr. Farhan?" tanya penjaga pintu masuk.


" He is my Atuk, Grandpa" jawab Ben cepat.


Irfan hanya menampakkan wajahnya dan tersenyum.


" Oh, I think Mr Ayden. It was Mr. Ayden senior ( Saya kira Pak Ayden. Ternyata Pak Ayden senior)" ucap Penjaga.


Irfan hanya menjawab dengan tersenyum ramah dan mengangguk. Farhan segera masuk melajukan mobilnya.


" My little bos, Let me take you inside. Looks like Big Boss can't enter ( Mari saya antar ke dalam. Sepertinya Bos besar tidak boleh masuk)" ucap Farhan.


" Atuk sorry ya, you can't enter to my class room" ucap Ben.


" It's okay baby.. Good luck. Good job ya. I love you" ucap Irfan.


" I love you too" jawab Ben.


" My little bos, Activate the identity card first and other security ( Aktifkan dulu kartu identitasnya, dan keamanan yang lainnya) " ucap Farhan kepada Ben.


Ketika Ben mengaktifkan segala yang dibutuhkannya dalam sekolah dan peralatan canggih yang diberikan Rayina kepada Ben tanpa sepengetahuan Ayden atau Farhan.


Sebuah jam tangan di design sedemikian rupa yang terhubung dengan ponsel canggih keluaran terbaru Rayina. Semua kegiatan Ben sudah terlacak di ponsel Rayina.


Farhan tidak menaruh curiga, karena hanya sebuah jam tangan anak - anak yang dipakai dan tidak tahu iso dari jam tangan itu. Ben yang sudah tahu penggunaannya segera memakai dan segera mengaktifkannya.

__ADS_1


Irfan yang memperhatikan ada yang dilakukan cucuny sangat detil memperhatikan jam tangan itu kemudian bertanya.


" Boy,Where did you get that watch?" ( Boy, Dari mana kamu mendapatkan jam tangan itu?" tanya Irfan.


" From Bunda, Atuk" jawab Ben singkat.


" Can Atuk see?" pinta Irfan.


" Of course" jawab Ben seraya menengadahkan tangan yang sudah terlingkar jam tangannya.


'Menantuku selalu mengejutkan. Memang benar yang dikatakan Ayden. Kamu lemited edition' batin Irfan seraya tersenyum memperhatikan jam tangan khusus itu.


" Waoww... keren" ucap Irfan seraya mengacungkan jempol tangannya.


" Bye Atuk, Bye Abang Farhan" seraya mencium tangan Irfan dan mengecup pipinya.


Ben juga mencium tangan Farhan. Farhan yang merasa terkejutpun hanya terdiam terpaku. Sedangkan Irfan tersenyum penuh arti.


" Assalamualaikum " salam Ben.


" Waalaikumsalam" jawab Irfan.


Farhan segera mengantarkan ke dalam kelas dan segera kembali ke mobil.


" Rayina... " ucap Irfan dengan menghembuskan nafas lirih.


" Menantuku selalu mengejutkan. Dia memang selangkah lebih maju dalam melindungi anak - anaknya. Pemikirannya jauh menerawang kedepan. Dan yang paling saya suka, dia tidak pernah membedakan status sosial seseorang" papar Irfan seraya berkaca - kaca.


Farhan yang mendengarkan hanya manggut - manggut. Seperti membenarkan perkataan Bos besarnya itu.


" Dia memang lemited edition. Kenapa baru sekarang. Saat aku sudah sangat tua untuk melihat kebahagiaan anakku. Disaat senja datang menyapa nyawaku. Semoga anakku selalu dalam kebahagiaan" ucap Irfan dengan menitikkan air mata.


Farhan sangat tahu perasaan bos besarnya. Dia sudah bekerja dengan bos besar selama hampir 20 tahun. Sebelum dia menjadi ajudan Tuan muda, dia adalah orang kepercayaan Bos besar. Dan mereka tumbuh besar bersama.


" Semua akan indah pada waktunya Bos" ucap Farhan yang terus melajukan mobilnya.


Sesampainya dirumah, riuh rendah suara cicit anak kecil yang memberi suasana gempita. Anak dua tahun itu selalu menebarkan senyuman cerianya. Sang empunya rumah nampak sudah bercahaya. Mereka bercanda tawa dengan sangat bahagia.


" Papa, how are you? Thank you pa, you can take to school your little boy" ucap Ayden seraya memeluk Irfan.


" Youre welcome boy. You okay?" tanya Irfan kembali.


" Of course Pa. Ohh come on.. Sayang tolong buatkan kopi untuk Papa. Mama sit down please. Biarkan Rayina" pinta Ayden.

__ADS_1


" Siap sayang" jawab Rayina.


" Baiklah Boy" jawab Mama dan Papa.


" Haaaa" ucap Ayden spontan.


Ayden merasa surprise dengan jawaban kedua orang tuanya. Bahasa yang mereka gunakan sangat membuatnya terkejut. Seumur hidupnya dia tidak pernah sama sekali mendengar mereka menggunakan bahasa melayu sekalipun.


" Papa, you can it?" tanya Ayden.


" Ya, tentu saja. Papa belajar keras supaya bisa Bahasa Istri kamu. Dan bisa lebih dekat dengannya" ucap Papa meyakinkan.


" Oh.. Papa.. " ucap Ayden seraya memeluk Irfan.


Mama yang menyaksikan hanya bisa tersenyum. Melihat pemandangan pagi ini. Seperti berada di kebun bunga yang tumbuh dan bermekaran bermacam bunga. Semerbak nan wangi menyambut pagi. Seakan semua akan selalu menyapanya.


" Oase di gurun sahara mulai nampak bukan?" celetuk Mama.


Ayden dan Irfan hanya memandang wanita yang mereka cintai bersama. Saling tatap dan saling mengernyit. Tak biasanya wanita itu berkolase sedemikan lembutnya.


" Oase yang menghapus dahagaku, terimakasih sayang. Sudah menghadirkan oase yang ku harapkan. Bahkan banyak oase yang akan selalu mengapus dahagaku kelak" jawab Irfan seraya mencium kening istrinya itu.


Rayina yang menyaksikan pemandangan antara anak, Ayah, dan Ibu yang saling mengisi. Mengisi kekosongan yang selama ini tiada arti. Mengunggulkan ego masing - masing hati. Sehingga cinta tak nampak kembali. Kini cinta mulai bermekaran kembali dan hadirnya oase di gurun itu memang benar adanya.


" Papa, Mama terimakasih sudah melahirkan oase yang sangat berharga ini" ucap Rayina menimpali.


" Dan terimakasih Pa, Ma. Kalian sudah merestui hubungan kami. Menghadiri pernikahan kami. Bahkan jauh - jauh berkunjung kemari. Di gubuk kami yang tak seberapa ini" ucap Ayden.


" Ssstttt... No...stop boy. Kamu, Rayina, anak - anak kalian adalah hartaku. Dan untukku menantu tersayang. Selamat datang di keluarga cemara ini. Semoga kebahagiaan selalu menyelimuti keluarga kecil ini" ucap Irfan.


" Oh ya, Rayina... Papa mau tanya soal Jam tangan Ben. Itu..." tanya Irfan menggantung.


*


*


*


Eitssss jangan kemana - mana ya zeyenk - zeyenkku....


Tunggu cerita selanjutnya...


Jangan lupa like, komen dan vote nya ya...

__ADS_1


Thank you...


Big love for all 💕💕💕💕


__ADS_2