
" Devran!!" geram Rayina.
" Kakak.. sakit... " rengek Devran manja.
" Kamu tidak berpikir jauh kedepan. Kamu tidak akan melihat kesedihan di hati Mama. Dan kamu... tidak mau mengejar cintamu??" ucap Rayina meninggi.
" Cinta??" ucap Devran.
" Hm..." jawab Rayina.
" Tuuu" ucap Rayina kemudian memonyongkan dagunya.
" Hehe..." cengenges Devran dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Sedangkan gadis manis yang duduk di tempat duduknya merasa kikuk dengan pernyataan Rayina. Gadis itu merona merah, terlihat cinta di matanya. Entah cinta atau hanya obsesinya.
" Apakah gadis itu mau dengan sang cassanova gadungan sepertiku kak?" tanya Devran.
" Entahlah" jawab Rayina dengan mencebik.
" Eh...singa kecil... kamu mau tidak dengan pangeran tampan ini?" tanya Devran kepada Liona.
Sedangkan Liona hanya diam tanpa menjawab. Liona masih menatap layar lapotopnya itu. Dia juga seolah - olah tidak mendengar peryataan Devran baru saja.
Di seberang meja sudah ada seseorang yang merekam setiap kejadian dua insan itu. Ya,mereka pikir tidak ada makhluk lainnya yang berada di ruangan itu.
" Hihihi" Rayina terkikik geli melihatnya.
Bak kucing dengan anjing yang tak pernah akur. Devran yang katanya seorang cassanova menyatakan cinta kepada gadis tidaklah seelok dilihat di dalam cerita.
" Hey... kau tuli? Kenapa kau tak menjawab?" tanya Devran kembali.
" Siapa yang kau ajak bicara?" tanya Liona ketus.
" Kamu lah !!! siapa lagi !! " jawab Devran.
" Ada kakak di sana. Kaupun melupakannya !" jawab Liona santai.
" Ah... Kakak" pekik Devran.
" Kak, kakak dengar sesuatu?" tanya Devran memastikannya.
Devran merasa ucapannya tidaklah terlalu keras. Kemungkinan kakak iparnya tidak mendengarkannya.
__ADS_1
" Dengar apa Dev?" jawab Rayina yang mendongak dari layar laptopnya menatap Devran.
" Oh.. okey lah.. aman" gumam Devran.
"Semoga kakak ipar tidak mendengarnya apalagi melihat" batin Devran.
" Kak, sepertinya Xano akan melakukan sesuatu. Tangan kanannya seperti membeli sebuah tiket perjalanan kelas bisnis" ucap Liona secara tiba - tiba.
" Cari tahu kemana dia akan pergi !" perintah Rayina.
Sementara dia mengaktifkan mode search alat yang sudah dipasangnya. Dia melihat pergerakan Xano dengan ponsel canggihnya.
Sementara Devran merasa tercengang dengan apa yang di lihatnya. Pernyataan cintanya dengan Liona seolah mengepul menjadi asap. Tidak ada yang menghiraukannya. Bahkan Liona sendiri merasa acuh kepadanya.
Devran masih mengamati kedua wanita itu. Dengan sangat serius masing - masing berkutat dengan laptop dan alat - alat tempurnya itu.
" Ke Malaysia kak" ucap Liona dengan keras.
" Dev, giliranmu bekerja sekarang! Proteksi perusahaan Papa jangan sampai lengah. Kamu sudah memasangkan proteksi bukan?" tanya Rayina.
" Sudah kak, tapi aku tidak bawa laptop untuk melakukannya. Dan lagi pula ponselku belum aku seting dengan perfkma mumpuni like you lah" ucap Devran.
Pak Jo, kemarilah.. tolong bawa juga laptop Pak Jo sekarang !
Titah Rayina kepada Pak Jo melalui telpon.
" Berikan itu kepada Devran!" perintah Rayina.
Tanpa berkata Pak Jo memberikannya. Dan segera Devran melakukan pekerjaannya. Sedangkan Pak Jo masih banyak pekerjaab menantinya diruangannya. Jadi dia pamit kembali keruangannya.
" Kak, sebenarnya inikah misi Xano? Menghancurkan semuanya? Aku rasa apa yang kalian kerjakan dan kalian lakukan adalah proteksi dari apapun. Terutama sari jajahan Xano" ucap Devran.
" Kau sudah paham sekarang bukan? Dalam keadaan kritis begini baru berpikir. Devran.. Devran... Hanya wanita saja yang kau pikirkan?" ucap Rayina.
" Jadi biang keladi semua ini adalah Xano kak? Tujuan dia sebenarnya apa kak?" tanya Devran.
" Banyak sekali dengan keterkaitan Papa dan Abangmu. Sedangkan sekarang sepertinya mulai merambah ke kehidupanku. Karena dia sudah mulai curiga denganmu" ucap Rayina.
" Curiga?" tanya Devran.
" Ya, perusahaan ini bukankah karena jual beli denganku? Sedangkan aku sudah menolak dua kali kerja sama yang dia tawarkan" ucap Rayina.
" Bukankah kerja sama dengannya mendapatkan untung yang begitu besar? Dan tentu saja nama perusahaan juga akan naik levelnya?" jawab Devran.
__ADS_1
" Itu kalau pekerjaannya secara legal Dev. dia melakukan secara ilegal. Dan kakak tidak mau mengambil resiko yang begitu besar" terang Rayina menjalaskan.
" Sepertinya dia merasa geram dengan aksimu kak. Menolaknya dengan mentah - mentah" ucap Devran kembali dengan mata masih berada di layar laptop.
" Ya, sepertinya begitu. Tapi dia baru tadi pagi menawarkan kerja sama lagi. Dan dia juga mengatakan kerja samanya legal dimata hukum" ucap Rayina kembali.
" Dan kakak menolaknya lagi?" tanya Devran kembali.
" Ya begitulah.. tawarannya bikin erosi menguras hati Dev.." keluh Rayina.
" Hahaha.. erosi menguras hati... kakak lucu sekali.." gelak tawa Devran.
" Memang apa tawaran bisnis itu kak?" tanya Devran kembali.
" Dia akan membangun sebuah mall di tengah kota. Tapi dia menginginkan lahan real estate yang kita punya. Dia akan membelinya. Dan aku sudah menawarkan real estate milik om Rony dia tidak mau. Dia tetap menginginkan milik kita.Aku tolak mentah - mentah. Dan sepertinya dia marah " cerita Rayina.
" Kenapa tidak kakak berikan saja? Dia pasti akan membayar lima kali lipat dan bahkan dia mau membeli lebih dari itu. Lagian kak, real estate itu sangat mahal. Karena tanah itu terlalu mahal. Dan peminatnya sedikit" terang Devran.
" Beri akau waktu Dev, jika twins lahir itu akan menjadi rejekinya. Insyaallah" ucap Rayina yakin.
" Aku tahu sepertinya rencana kakak" terka Devran.
" Sotoy ih.." jawab Rayina.
" Sotoy? apa itu kak?" tanya Devran penasaran.
" Sok tahu" jawab Rayina singkat.
Rayina dengan usilnya mengirim video itu ke Papa Irfan dan Ayden suaminya. Dia memberikan caption " Cassanova gadungan menyatakan cinta" ditambah emoticon ðŸ¤.
Sedangkan di sebuah kantor seorang lelaki menahan keringat dinginnya yang sudah entah berapa kali bolak balik ke kamar mandi karena maboknya. Ya, Ayden siapa lagi. Masih dengan mabok karena kehamilan istrinya.
Alhasil seluruh anak buah yang ada di dalam ruangan harus menuruti semua maunya. Semuanya tidak boleh memakai parfum. Dan jika perlu memakai minyak telon bayi atau minyak kayu putih yang berbau bayi.
Itu dirasakan sangat nyaman di hidungnya saat ini. Dan tidak terlalu membuatnya mual kembali selain parfun aroma vanila milil istrinya.
" Maaf, sudah merepotkan semuanya" ucap Ayden dengan salah satu anak buahnya.
" No problem Mr. Kita juga tidak tahu jika kita menikah besok dan saat istri kita hamil akan terjadi seperti yang Mr alami atau tidak. Jadi kita sudah bisa memahaminya Mr. " jawab anak buahnya.
" Thank you ya.." ucap Ayden.
" Besok aku akan membelikan kalian parfum yang mungkin aku tidak mual saat kalian memakainya. Dan... kalian juga bisa setidaknya wangi menghadapi orang lain dan berinteraksi dengan percaya diri" terang Ayden.
__ADS_1
" Tidak perlu Mr. Kami memakai minyak bayi juga suka.. Karena memang membuat nyaman. Banyak yang bilang juga, jadi kangen anak - anaknya dirumah" ucap salah satu anak buahnya.
Ayden memerintahkan di bagian kerjanya dengan tanpa parfum saat bekerja dengannya. Dan itu tidaklah membuat anak buahnya menjadi marah atau berat hati. Semua dapat memakluminya. Bahkan mereka juga mulai menyukai aroma bayi yang mereka pakai, minyak telon bayi.