
Rayina yang masih terdiam tanpa kata terkaget - kaget ketika Ayden mendaratkan jentikan ke kepala Rayina.
" Aduh... Ay..." keluh Rayina dengan memegangi jidatnya.
"Don't ever grumble when I'm begging. Just do according to my orders. Because it's best for you too. I just want to protect you from other men ( Jangan pernah menggerutu saat aku meminta. Lakukan saja sesuai perintahku. Karena itu juga terbaik untukmu. Aku hanya ingin melindungi dirimu dari lelaki lain)" terang Ayden.
" Okay.. Okay sayangku" ucap Rayina.
Baru sekali ini Rayina mengatakan sayangku kepada Ayden. Ayden seketika berhenti menyendok makanan yang akan masuk ke mulutnya. Kata - kata itu membuat hatinua sangat bahagia. Bunga - bunga hatinya mulai bermekaran.
" Ulangi !!" pinta Ayden.
Rayi kaget karena nada bicara Ayden agak meninggi kesannya seperti membentaknya.
" Ooo...kay saa.. yang" dengan terbata - bata Rayina menjawabnya.
" Thank you sayangku. My queen. Aku mau kamu setiap hari memanggilku begitu" jawab Ayden dengan mengusap pipi Rayina.
Rayina merasa lega, karena ternyata Ayden tidak marah. Melainkan ingin mendengar kata itu setiap hari.
Setelah semua selesai makan dan beberapa insiden di meja makan. Perdebatan antara tuan dan nyonya itu akhirnya menuju titik temu. Mbak dan Rayina segera membereskan meja makan. Sementara Ben dan Ganesha sudah menuju kamar.
Ben merasa sangat bahagia mendapatkan seorang adik lelaki yang selama ini dia inginkan. Karena dia merasa kesepian tidak mempunyai teman di rumah. Bahkan dia adalah cucu satu - satunya dari orang tua Ayden.
Mbak yang sudah merasa capek kemudian segera ijin istirahat dulu dan mengecek anak - anak. Rayina yang belum merasa ngantuk dia pergi ke ruang keluarga dan menonton serial drama kesukaannya, drakor.
Ayden yang baru saja dari kamar keluar dan menghampiri Rayina.
" Sayang, tomorrow you resign ya?" ucap Ayden mengulangi dengan lembut.
" Ya sayang.. don't worry lah" jawab Rayina.
Ayden kemudian duduk di kursi seberang Rayina dengan membawa laptop dan gadgednya.
Dia kemudian sibuk dengan dunianya, sedangkan Rayina sibuk dengan drakornya. Ayden yang sesekali melihat ekspresi Rayina merasa heran. Kenapa banyak wanita yang berekspresi seperti itu ketika melihat drakor.
" Korban drakor " gerutu lirih Ayden dengan menepuk kepalanya sendiri.
__ADS_1
Ayden selalu mengecek semua pergerakan anak buahnya yang bekerja. Dan tentu saja gerak gerik dari anak buah Rizky.
" Sayang, looks like your resign must be via email ( Sayang, sepertinya resignmu harus melalui email)" ucap Ayden.
" Why Ay?" tanya Rayina cepat.
" See" dengan menunjukkan beberapa foto kiriman anak buahnya.
" Dia senekat itu??" ucap Rayina tidak percaya.
" You should have new email now and then share your resign ( Kamu harus membuat emai baru dan segera kirimkan resignmu)" usul Ayden.
" Okay, pinjam laptopmu" pinta Rayina cepat.
Rayina bergerak cepat dengan membuat email baru. Karena email lamanya berhubungan semua dengan data - data pribadinya. Jadi Rayina segera membuat email baru dan email lama segera di bekukan. Agar data dirinya tidak bocor.
" Okay.. sekarang tinggal mengirimkan surat pengunduran diriku" ucap Rayina.
Karena Rayina menangani tentang surat - surat dan dokumen sekolah. Dia sudah punya file kosong yang bisa langsung diisi. Dengan cepat dia segera mengirim.
" Tenang sayang. Anak buahku sudah membekukan. Aku akan membelikan ponsel yang baru. Aku minta ponselmu untuk melacak Rizky" pinta Ayden.
" Dia sengaja menaruh anak buahnya berjaga di depan rumahmu" ucap Ayden.
" Oh My God... Crazy man!" teriak Rayina.
" Calm down sayang, we finish this game together ( Tenang sayang, kita selesaikan permainan ini)" jawab Ayden santai.
" Send email now " ucap Rayina lirih.
Rayina dan Ayden berbincang melanjutkan rencana kedepannya. Mereka berharap masalah terselesaikan sebelum akad nikah terlaksana. Tiba - tiba ponsel Rayina berdering. Ayden hanya mengamati ponsel itu.
" Rizky" ucap Ayden lirih.
Seperti biasa, Rayina mengangkat dan meloudspeaker panggilan Rizky.
" Rayi, lihat apa yang aku lakukan terhadap perusahaannya. Hahaha" ucap Rizky penuh percaya diri.
__ADS_1
" Hm, menurutmu itu penting untukku? " jawab Rayina ketus.
" Tentu. Dia tidak akan mempunyai kuasa apapun lagi. Dan lagi dia tidak akan mempunyai kekayaan apapun lagi. Kamu tidak akan memilihnya bukan? Karena dia sudah jatuh miskin, hahaha" sombongnya Rizky.
" Buang - buang waktu saja. Tidak penting" jawab sewot Rayina dan menutup teleponnya.
Ayden yang mendengar percakapan itu hanya tersenyum senang. Ternyata wanitanya sangat bijak dan tidak terpancing saat menjawab telepon itu.
Rayina berpikir dengan ucapan Rizky tentang perusahaan. Ayden seorang pilot and flight engineer bukan seorang pengusaha. Tetapi Rizky mengatakan perusahaan.
" Ay... Perusahaan?" tanya Rayina penuh selidik dengan meminta penjelasan dari Ayden.
" Hahaha... His a great author. Don't hear to that okay? So... Apa yang akan kita lakukan selanjutnya Sayang?" tanya Ayden.
" Ikuti permainannya sampai mana, buat dia semarah mungkin. I just to know. how does it feel if he gets angry when he finds out when we have become husband and wife ( bagaimana rasanya jika dia marah ketika mengetahui saat kita sudah menjadi suami istri)" ucap Rayina.
" Okay sayang.. let's do it lah" jawab Ayden dengan senang hati.
Ponsel Ayden berbunyi tanda notifikasi masuk.
" Ayden, cecurut tengik sedikit menggoncang cabang perusahaan kita di Indonesia. What do you think about it?" tanya Irfan.
Irfan hanya meminta pendapat Ayden mengenai masalah ini. Karena dia sebenarnya dengan mudah menghancurkan perusahaan orang tua Rizky. Tetapi dia meminta pendapat anaknya. Apakah ingin melanjutkan atau masih ingin bermain - main.
" Papa, help me please.. panjangkanlah waktu. Bermain sebentar saja. Papa jangan lupa secepatnya kesini. Waktunya sudah sangat berkurang" pinta Ayden.
" Okay son.. don't worry okay" ucap Irfan.
Irfan segera mengabari istrinya untuk segera berkemas. Mereka berencana petang ini akan ke Indonesia. Karena ingin tahu seberapa besar cinta anaknya kepada wanita pilihannya itu. Dan bagaimana perlakuannya.
Mereka akan ke Indonesia tanpa sepengetahuan Ayden. Mereka juga bernecana akan menginap di hotel dekat dengan Ayden tinggal. Sebenarnya Irfan sudah memata - matai anaknya sendiri dengan bantuan anak buahnya yang berada di Indonesia.
" Ay, when your parent come in Indonesia" tanya Rayina yang memecahkan kesunyian.
" I don't know sayang. Be patient. Pasti akan aku kenalkan kepada mereka" ucap Ayden.
Ayden kemudian mengetik pesan kepada anak buahnya. Papanya sebenarnya sudah menyerahkan perusahaan di Indonesia jauh sebelum mengenal Rayina. Jadi bukan karena Rayina juga dia mau masuk ke perusahaan itu. Ayden masih kekeh dengan pekerjaannya saat ini.
__ADS_1