Pilot Vs Teacher

Pilot Vs Teacher
38. Akad


__ADS_3

Setelah selesai menjalan kewajibannya, semua anggota bersiap - siap untuk pergi makan malan sesuai yang dijanjikan Ayden.


Karena pergi makan malam di restoran dan dengan keluarga, Rayina memakai pakaian casual santai. Menurutnya tidaklah buruk. Bukan makan malam yang harus menggunakan pakaian formal. Dan benar, mama dan papa mertuanya malah lebih santai. Mereka menggunakan pakaian casual. Ketika Ayde keluar dan hanya memakai celana jeans dan kaos. Mereka semua nampak santai.


Ternyata pilihan pakaian Rayina tidaklah salah. Ganesha dan Ben tak kalah ganteng. Semua sudah siap dan segera menuju restoran yang sudah dipilih.


Sesampainya di restoran mata Rayina berbinar - binar. Ayden memilih restoran memang khusus untuk acara keluarga. Dan ada permainan untuk anak. Dan tak lain menu makanan khas Indonesia yang sangat disukai Rayina.


Ayden memilih itu karena ingin mengenalkan kepada orang tuanya berbagai macam makanan khas Indonesia yang menurut lidahnya enak. Dan ketika mereka sudah berada di meja makan. Semua menikmati makanan yang sudah tersaji di meja makan.


Mama dan Papa Ayden sunggug menikmati makanan itu. Lidah mereka tidak protes sama sekali ketika merasakannya. Setelah mereka selesai makan malam, segera mereka kembali ke mansion.


Saat perjalanan menuju pulang, mobil yang mereka kendarai sangat tidak nyaman. Ayden merasa janggal dengan keadaan mobilnya itu. Dia kemudian menepikan mobilnya.


" Sepertinya ada yang akan mengerjai kita. Untung saja aku tidak membawa dengan kecepatan yang lebih. Alhamdulillah" gumam Ayden.


" Kesini, ke lokasi yang sudah saya share. Bawa mobil. Saya dalam masalah" perintah Papa Ayden kepada anak buahnya.


" Papa merasa janggal" ucap Papa.


" Of course Pa, tadi mobil kita nyaman bukan? sepertinya ada yang tidak beres. Semua masuk mobil jangan ada yang keluar" perintah Ayden.


Benar dugaannya, ada sekelompok orang yang tidak mereka kenal segera menghampiri dan menyerang Ayden membabi buta. Irfan merasa ini adalah suruhan rival Ayden.


Papa Ayden yang melawan dengab sekuat tenaga nampaknya mulai kelelahan. Karena faktor usia dan Irfan memang mempunyai penyakit jantung. Seketika Rayina melihat orang yang akan menusuk Ayden. Rayina berteriak sekencangnya tetapi Irfan yang menghadang orang tersebut.


" Crassss"


Lengan kanan Irfan terkena tancapan pisau. Rayina yang melihat segera mendekat.


" Jangan kemari sayang, go away.. Bawa papa!" perintah Ayden.


Ayden seketika terkena bogeman dari lawannya itu. Rayina segera membawa Irfan masuk ke mobil.


" Papa... wait in here. Mama tolong obati luka papa. Kotak P3 K ada di dashboard" ucap Rayina.


" No. sayang.. masuk lah.. jangan kesana. bahaya" ucap mama ketakutan.


Rayina segera menghampiri Ayden dan membantunya.

__ADS_1


Rayina kemudian menggulung lengan baju dan langsung memasang kuda - kuda. Untung saja dia memakai pakaian casual, jadi mudah untuk bergerak. Rayina sudah melihat kekuatan lawannya tadi saat di dalam mobil. Seketika Rayina menghajar dengan hujaman bogem mentahnya dan tendangan yang membabi buta membuat lawannya langsung mudah di lumpuhkan. Berbekal bela diri dengan gelar sabuk hitam. Tidaklah sulit baginya untuk menghadapi musuh dengan tangan kosong.


" Ciah,, hap,, hap.. "


brug.. brug.. brug..


Rayina dan Ayden beradu punggung dikepung para penjahat. Rayina dan Ayden seakan mempunyai kode sendiri untuk bekerja sama. Seketika mereka berbalik, rayina di gendong Ayden dan dia melakukan tendangan mautnya secara cepat untuk menumbangkan lawan. Setelah lawan tumbang mereka membagi tugas untuk segera menghabisi sebelum lawan bersiap kembali. Tidak ada maaf untuk lawannya itu. Mereka melumpuhkan dengan cepat.


Semua lawan sudah tumbang dibuatnya. Ayden yang hanya melongo melihat pemandangan itu. Tidak disangka wanita yang dipikirnya lemah lembut dan keibuan ternyata mempunyao jiwa pendekar.


Mama dan Papa Ayden pun ikut tertegun. Ternyata calon menantunya tidak bisa diragukan lagi. Semua berdecak heran dan kagum. Semua mata menyaksikan Rayina menghabisi para penjahat itu.


" Itu belum seberapa. Coba saja buat Ibu mengeluarkan amarahnya" celetuk Mbak.


Seketika Papa dan Mama Ayden hanya memandang kompak ke arah Mbak.


" Yee.. nda.. top" ucap Ganesha.


Semua sudah lumpuh dan benar- benar tidak berdaya. Mungkin tulang - tulang penjahat itu sudah patah semua terkena bogeman dari Rayina. Dan orang suruhan Papa Ayden sudah sampai. Mereka membawa polisi untuk meringkus penjahat itu.


" Come on sayang" ajak Rayina renyah.


" Are you okay?" tanya Rayina dengan melebarkan senyumannya.


" My wonder woman.. Tidak pernah ada di otakku. Ternyata wanitaku punya bakat yang lain. Kereeennn" gumam Ayden.


Mereka segera kembali ke dalam mobil yang dibawa anak buah Irfan. Semua sudah berada di dalam mobil. Mereka kemudian segera menuju rumah sakit untuk mengobati Irfan.


Mobil yang bermasalah sudah diserahkan kepada anak buah dan pastinya seorang bos terima beres saja. Sepanjang jalan Ben hanya bercerita apa yang dia lihat. Dia sangat bangga dengan Rayina. Dan mencemooh Ayahnya. Ayden yang mendengar cemoohan anaknya memanyunkan bibir.


Rayina hanya bisa menghiburnya dan meminta maaf. Karena terlalu dominan mengeluarkan keahliannya.


Insiden bahaya sudah terlewati dengan baik. Semua sudah harus bersiap untuk persiapan pernikahan.


Tempat akad sudah disiapkan. Kebaya dan tuxedo sudah dikirim. Semua seragam keluarga sudah ada. Pihak keluarga Rayina ternyata sudah diamankan oleh Ayden di sebuah hotel. Mengingat kejadian yang menimpa.


Padahal surprise akan du berikan ketika mereka sampai rumah sudah ada keluarga Rayina, tetapi nasib berkata lain. Untung saja masih bisa terkendali.


Akad..

__ADS_1


Rayina memakai kebaya berwana putih yang sangat cantik. MUA suruhan Ayden juga merasa takjub. Hanya dengan sedikit sekali make up yang mereka gunakan, bahkan sangat tipis. Rayina bak bidadari, sangat cantik. Sempurna.


Di meja akad..


Ijab :


"Ankahtuka wazawwajtuka makhtubataka binti Rayina Salsabilla alal mahri majmueat min 'adwat alsala hallan”


Artinya:


“Aku nikahkan engkau, dan aku kawinkan engkau dengan pinanganmu, puteriku Rayina Salsabilla dengan mahar seperangkat alat sholat dibayar tunai.”


Qabul :


“Qabiltu nikahaha wa tazwijaha alal mahril madzkur wa radhiitu bihi, wallahu waliyu taufiq.”


“Saya terima nikah dan kawinnya putri anda dengan maskawinnya yang tersebut dibayar tunai.”


"Saksi?"


" Sah... sah ... sah... ".


" Alhamdulillah".


Semua yang hadir sangat bahagia dan senang. Tak luput kedua orang tua masing - masing pengantin. Terharu? tentu saja. Semua sangat terharu.


Doa mereka hanya satu, semoga untuk terakhir dan sampai akhir hayatnya. Ben merasa sangat puas dan sangat bahagia. Dia langsung saja menghampiri Rayina dan mengecup pipi mulusnya.


" Yeay.. finally my Bunda now" teriak Ben yang di ikuti gelak tawa para undangan.


" You should not jealouse with yaa, Ayah" ucap Ben penuh penekanan.


" Oh.. no boy. She is my love, my sweatheart, and My queen" jawab Ayden menggoda.


" Oh.. This man is Baper yes kan Bunda?" tanya Ben kepada Rayina.


Rayina hanya menjawab dengan menaikkan alisnya dan tersenyum seraya memeluk Ben.


Semua yang hadir tertawa mendengar pernyataan Ben yang begitu polosnya. Ayden dan Rayina saling menatap dan tersenyum. Senyuman yang penuh tanda tanya dan penuh arti.

__ADS_1


__ADS_2