
Penerbangan tujuan mereka telah sampai. Selama perjalanan Rayina merasa ketakutan, karena selama hidupnya dia belum pernah sama sekali naik pesawat. Hehehe, maklum orang kampung. Bahkan untuk pulang kampung dia selalu menggunakan bus umum, kereta atau dengan mobilnya yang dahulu bersama almarhum suaminya.
Sesampainya di bandara, Ayden segera membangunkannya. Karena selama perjalanan Ayden membuat nyaman Rayina sehingga dia tertidur.
" Sayang, Let's go. Sudah sampai" ucap Ayden.
" Oh.. okay. Anak - anak dimana?" tanya Rayina mencari keberadaan anak - anaknya.
" Sudah keluar bersama Mbak" jawab Ayden.
Mereka kemudian mengambil barang bawaan yang memang tidak banyak, dan tidak terlalu berat. Setelah turun dari pesawat, Ayden mengajak mereka menunggu mobil jemputannya.
"Ryan, you ready?" tanya Ayden di teleponnya.
Setelah mendapat jawaban dari seseorang itu, kemudian mereka segera bergegas keluar dan mencari sang empunya. Ternyata belum mencari, sebuah mobil mewah sudah berada tepat di depan mereka. Sang pengemudi kemudian menyuruh masuk.
" Common Ay" ucap sang pengemudi.
" Okay, thanks. Sayang kamu di belakang sama anak - anak dan mbak ya?" perintah Ayden.
" Okay" jawab Rayina singkat.
Saat ini Rayina hanya ingin segera merebahkan badannya. Karena badannya terasa pegal - pegal selama berada di dalam pesawat. Walaupun pesawat itu menggunakan fasilitas yang cukup. Dia merasa kurang nyaman. Ditambah dia takut selama perjalanan. Membuatnya makin capek.
Ayden dengan si supir masih bercengkrama, terlihat akrab bahkan sangat dekat. Rayina berpikir kalau ini bukan taksi melainkan mobil milik temannya. Ayden meminta tolong kepada temannya untuk menjemput mereka.
" Sayang, ini temanku. Selama di London kami bekerja bersama dalam satu maskapai. Dan dia juga sama sepertiku Pilot and flight engineer" terang Ayden dan mengenalkan kepada istrinya.
" Oh.. ya? Hay, my name is Rayina. Nice too meet you Mr ? ( Oh.. ya? Hai, nama saya Rayina. Senang bertemu dengan anda Pak? " ucap Rayina menggantung dengan menekan tanya.
" Ryan. But you call me just Ryan. Okay?. Cause, Ayden I have considered it like my family here ( Ryan. Tetapi anda hanya memanggi saya Ryan. Oke? Karena, Ayden sudah saya anggap sebagai keluarga saya disini)" terang Ryan.
__ADS_1
" Okay Ryan" jawab Rayina singkat.
" Okay, Finished. Wellcome to home" teriak Ayden.
Tidak terasa sudah sampai. Karena memang antara mansionnya dan bandara sangatlah dekat. Perjalanan cukup 10 menit saja.
Mereka semua segera bergegas untuk mengambil barang bawannya. Dua jagoan kecilnya pun sudah terlelap. Ayden hanya tersenyum menyaksikan pemandangan ini.
" Farhan, take please" perintah Ayden.
" Let Farhan bring the goods sayang" perintah Ayden.
Mbak sudah menggendong Ganesha, sedangkan Ben terbangun karena merasa berhenti.
" Is this our home Ayah?" tanya Ben dengan mata berbinar.
" Yes, of course boy. This your home. Your dad buy special to all of you " ucap Ryan dengan cepat.
" Do you like this home boy?" tanya Ayden.
" I like it Ayah, but how with bunda? Is there a special room for Bunda in this house Ayah?" tanya Ben.
" Of course boy, don't worry. You can see it. For you and your brother also" terang Ayden.
" Come on in" perintah Ayden.
Rayina yang menyaksikan anaknya banyak bertanya kepada Ayahnya itu hanya tersenyum dan memberikan kecupan di pipi gembulnya itu. Ryan yang menyaksikan itu, hanya tersenyum senang. Pilihan sahabatnya memang tidak salah. Rayina memang wanita yang berbeda. Bisa menerima semuanya tentang Ayden.
Semua orang pun masuk. Barang bawaan sudah di bawa masuk ke dalam rumah. Ternyata Ayden sudah memperkerjakan seorang menjadi supir dan seorang yang mengurus rumah.
Ternyata Ayden merekrut pekerja itu dari agen pekerja. Dan dia memilih orang Indonesia untuk bekerja dirumahnya. Supaya istrinya merasa nyaman dan tidak sendirian di negeri orang. Ayden menciptakan sebuah rumahnya adalah keluarganya.
__ADS_1
" Farhan, this is my wife and this is Farhan. Sayang he's the driver. And aa.. she is Siti. She's the housekeeper here" jelas Ayden.
"So whatever you want you can arrange in this house. All I have fully entrusted to you. Because you are the queen of this house ( Jadi apapun yang kamu mau bisa kamu atur dirumah ini. Semua sudah saya percayakan sepenuhnya kepadamu. Karena kamu ratu rumah ini)" ucap Ayden lagi.
" Okay. Where is our bedroom? I want to pee (Okay. Dimana kamar tidur kita? Saya mau buang air kecil)" tanya Rayina.
" Is there a bathroom in our bedroom? Apakah ada kamar mandi di kamar todur kita?" tanya Rayina kembali.
" Yes, sayang. Of course. Go away" ucap Ayden.
" Mbak, disana kamarnya bersama Siti ya. Anak - anak ada di kamar atas" terang Ayden.
" Baik tuan" ucap Siti dan Mbak singkat.
" Oh ya, Mbak. Mbak tugasnya hanya mengurus anak - anak. Tetapi jika Siti merasa kerepotan bisa minta tolong. Saya memberikan kepercayaan kepada kalian. Silahkan kalian atur. Jika ada yang perlu di tanyakan atau hal apapun beri tahu Nyonya kalian. Dan satu hal lagi jangan panggil tuan dan nyonya. Panggil bapak dan ibu saja. Seperti biasa" terang Ayden.
" Okay Mr. Nanti saya akan diskusi dengan Ibu. Seperti biasanya. Dan Mbak Siti nanti kita bisa bekerja sama" papar Mbak.
" Good job mbak. Thank you lah" jawab Ayden.
Mereka segera masuk ke kamar masing - masing untuk membersihkan diri. Sedangkan Ryan segera pulang dan mengembalikan mobil Ayden yang sudah dia pinjam untuk pergi mengunjungi mertuanya. Karena mobilnya tidak muat untuk membawa seluruh keluarganya.
Rumah Ryan tidak jauh dari rumah Ayden. Karena itu Ryan pulang jalan kaki. Tak terasa hujan telah turun menyambut kedatangan mereka.
Siti sudah nampak sibuk di dapur untuk memasak. Siti segera meracik semua bahan makanan. Kali ini Siti memasak menu makanan Indonesia. Dia sangat antusias. Karena nyonyanya berasal dari tanah air yang sama.
Siti membuat soto lamongan, ayam goreng, sambal dan lalapan. Tak lupa dessertnya dia membuat bubur kacang ijo. Menu sederhana yamg sangat menggugah selera.
Rayina yang sudah selesai membersihkan diri, dia bingung katanya tidak boleh mrmbawa baju. Tapi ketika membuka lemari tidak ada satupun baju untuknya. Bahkan dalaman pun tidak ada. Dia melihat ada kemeja suaminya yang kebesaran di badannya. Sementara dia akan memakainya. Nanti jika suaminya masuk dia akan bertanya dimana letak bajunya.
Ketika Rayina sudah memakai kemeja itu, Ayden masuk ke kamar. Dannnn.....
__ADS_1
Ayden melihat istri cantiknya itu sangay seksi dengan kemeja putihnya itu. Kemeja yang kebesaran, dengan panjang sepaha. Dan dengan dua kancing atasnya terbuka. Sungguh Rayina yang berbeda.