Pilot Vs Teacher

Pilot Vs Teacher
84.


__ADS_3

" Kalian bisa kembali ke mansion dulu, aku akan memberi kejutan untuk istriku. Bolehkah?" tanya Ayden kepada semua orang.


" Of course Ayah, lagi pula aku sudah sangat ngantuk" jawab Ben cuek.


" Baiklah, hati - hati. Cepatlah pulang" jawab Mama.


Ayden kemudian membawa tangan mungil istrinya untuk dia gandeng. Setelah itu tak lama sebuah helicopter datang tepat di landasan.


Ayden segera membawa istrinya untuk pergi ke suatu tempat dengan helicopter itu.


" Akan kemana kita?" tanya Rayina.


" Sabarlah sayang, kamu pasti akan tahu nanti" jawab Ayden.


Setelah dirasa cukup, Ayden kemudian memberikan kode kepada istrinya.


" Lihatlah kebawah" perintah Ayden.


" Happy Birthday my wife" baca Rayina dengan terbata - bata.


Bak ukiran di luasnya samudera. Tulisan itu terukir jelas di bawah sana. Hati Rayina bahagia sekali. Setelah makan malam romantis, sekarang ucapan romantis.


" Sayang, bolehkah malam ini kita tidak pulang? Kita menginap di hotel saja" pinta Ayden.


" No, mas... pulanglah. Orang dirumah sudah menunggu. Dan terimakasih atas hadiah terindahnya" ucap Rayina berbinar.


Mereka kemudian langsung pulang ke mansion. Helicopter sudah berada di landasan atap rumahnya. Selama ini Rayina tidak mengetahui adanya landasan di atap rumahnya. Karena Ayden mendesign agar tidak terlihat.


" Woww.. surprise lagi dari mu mas... " teriak Rayina.


" Hehehe, sorry sayang.. muahh" ucap Ayden dengan mengecup pipi istrinya yang mulai nampak sedikit berisi.


Mereka ternyata sampai rumah bersamaan dengan yang lain. Irfan sang Papa tak merasa kaget dengan suara helicopter. Kelakuan anaknya bahkan terasa sama dengan dirinya saat muda dulu kala.


" Pa... itu??" tanya Mama penasaran.


" Iya.. anakmu... dasar anak nakal!!" canda Irfan.


" Baiklah semua bisa kembali beristirahat. Dan, yang bertugas malam selamat bertugas. Jagalah dengan baik dan benar jika masih ingin bekerja disini!" perintah Irfan.


" Baik Tuan besar " jawab perkerja dengan serempak.


Sementara di atap rumah, Ayden segera menekan tombol buka dan bisa kembali ke kamarnya dengan segera.

__ADS_1


Ya, atap rumahnya di design agar bisa langsung terhubung dengan kamarnya. Melalui balkon kemudian dia bisa masuk ke dalam kamar.


" Hmmm I see sayang, rahasia lagi" teriak girang Rayina.


" Baiklah... sekarang bersih - bersihlah. Aku juga akan bersih - bersih. Kita bertemu di ranjang ya..ingat mas.. mas hutang penjelasan kepadaku" pinta Rayina.


" Laksanakan my queen" jawab Ayden dengan mencium pucuk kepala istrinya.


Mereka segera membereskan diri masing - masing. Kali ini mereka masuk ke dalam ruang ganti sendiri - sendiri. Ruang gantinya pun juga dilengkapi fasilitas kamar mandi.


Rayina kemudian sudah beres, dia segera memakai pakaian kesukaan suaminya. Dia selalu memperhatikan dengan keinginan suaminya tanpa di suruh.


" Sayang, sudah belum?" teriak Ayden.


Rayina keluar dari ruang ganti dan ruang make up nya. Dia memakao lingerie merah maroon yang sangat kontras dengan kulit mulusnya.


" Oh.. sayang... honey... kamu selalu yang terbaik" teriak Ayden girang.


" Em... tapi kenapa tanganmu? Ada yang disembunyikan dariku?" tanya Ayden.


Rayina kemudian mendekat ke samping ranjang. Ayden menangkup wajah istrinya yang mulai sendu. Kini Rayina berakting untuk mendapatkan hasil maksimal.


" Why sayang? Don't cry okay? Maaf ya jika membuatmu sedih" hibur Ayden dengan sangat lembut.


" Aku mau mas pejamkan mata mas sebentar saja... Kita lihat apakah ada magic yang dapat kita lihat dalam bukaan mata kita" pinta Rayina.


" Bisa lakukan untukku mas?" tanya Rayina.


" Okay tuan putri" jawab Ayden dengan senyuman.


One... Two... Three...


Rayina menghitung, dalam hitungan ke tiga Ayden membuka matanya. Didapatinya sebuah kotak merah berpita.


" Apa ini sayang?" tanya Ayden penasaran.


" Kamu kan yang ulang tahun, bukan aku" hela Ayden.


" Bukalah mas" pinta Rayina lembut.


Ayden kemudian membukanya dengan sangat hati - hati dan perlahan. Detak jantungnya juga kenapa ikut seperti genderang.


" Whatt???? Hiks... Hiks... Alhamdulillah" ucap Ayden.

__ADS_1


" Are you seriously sayang?" tanya Ayden memastikan.


" Muah.. muah.. muah" tak henti - hentinya Ayden mencium istrinya.


Istrinya memberikan kebahagiaan yang luar biasa. Hadiah terindah yang diinginkannya. Allah juga mengijabah doanya dengan sangat cepat. Bahkan rencana untuk promil anak kembar pun belum terlaksana.


" Sayang, si boy hebat ya?" puji diri sendiri.


" Kuasa Allah yang maha dahsyat mas.." Jawab Rayina.


" Besok kita akan periksa ke dokter. Dan kamu jaga kesehatan, jaga diri, jangan bekerja terlalu capek. Jaga anak kita. Dann... satu lagi... Taraaaaa" ucap Ayden dengan mengeluarkan kotak merah berpita.


" Apa ini mas?" tanya Rayina.


" Bukalah!" pinta Ayden.


Rayina segera membuka hadiah dari suaminya. Satu set perhiasan lengkap. Bukan lagi emas yang diberikan suaminya melainkan berlian. Dengan harga yang fantastis tentunya.


" Mas, maaf ini terlalu mahal untukku" tolak Rayina.


" Membahagiakan seorang istri apa salahnya. Rejeki kita juga akan bertambah jika istri bahagia. Dan itu juga bisa kamu jadikan investasi jangka panjang. Mas tau, kamu tidak terlalu suka dengab perhiasan mencolok. Mungkin lain waktu jika ada acara yang penting. Kamu bisa memakainya" terang Ayden.


"Terima kasih mas, mas berada di sisiku saja sudah cukup. Kebahagiaanku hanya keluarga kecil kita" jawab Rayina dengan menangis.


" Kapan kamu tahu kalau hamil?" tanya Ayden penasaran.


" Tadi sewaktu mendengar kabar berita kecelakaan pesawat, aku pingsan. Dan Papa menelpon Kevin. Dan kata Kevin aku dalam kondisi hamil. Selama tadi kita melalui acara aku masih diam saja. Aku ingin mencoba test pack dulu. Alhamdulillah hasilnya memang benar" terang Rayina.


" Bagaimana dengan mas sendiri?" tanya Rayina penasaran.


" Oh.. itu.. Saat aku sudah sampai bandara, tiba - tiba kepala perusahaan menelponku. Saat itu terjad banyak masalah di sistem yang berada di kantor. Sedangkan semua bawahanku belum bisa mencapai tahap itu. Dan aku harus menyelesaikannya. Sedangkan pesawat yang akan terbang ke UEA itu sudah menunggu. Alhasil, anak buahku yang paling hebat yang ikut dalam penerbangan itu" cerita Ayden.


" Jadi selama berita berlangsung aku masih mengerjakan sistem di kantor. Dan saat kejadian itu, aku disibukkan dengan pesan yang silih berganti. Engineer sebelumnya tidak mengecek kekurangan yang ada. Dia lalai dalam menjalankan tugas. Sepertinya besok kena sanksi sayang" cerita Ayden.


" Mas, bagaimana korban jiwa dan yang lainnya?" tanya Rayina.


" Seperti yang di beritakan. Masih belum ada perkembangan. Semoga segera terselesaikan" terang Ayden.


" Amin.. " jawab bersamaan.


" Intinya adalah doa istri adalah yang utama saat akan pergi bekerja. Ridhlo istri adalah yang paling penting agar rezeki mengalir. Amin" ucap Ayden.


" Hmm.. bagaimana dengan PT. Rayiden mas?" tanya Rayina dengan wajah datarnya.

__ADS_1


" PT. Rayiden? Rayina tau? dari siapa? pasti si brengsek mulut comel itu" batin Ayden.


Ayden tidak mampu berkata apapun saat ini. Dia hanya bisa gugup untuk menjelaskan semuanya.


__ADS_2