
Tidak pernah istrinya bersikap seperti ini. Membuat hati Ayden membuncah bak laksana air yang tumpah. Ayden begitu malu, malu dengan perlakuan mesra istrinya. Jika saja tidak dihadapan banyak orang, sesuatu yang diingan pasti terjadi.
" Ah... sayang, kamu membuatku merona" ucap Ayden berbisik ditelinga Rayina.
Rayina hanya menanggapinya dengan senyuman termanisnya. Mukanya menyembulkan semburat merah, membuat dirinya tersipu malu. Baru sada,perlakuannya membuat kelelakian suaminya terbangun.
" Upsss... sorry sayang. Itu hanya ucapan terima kasih untukmu" ucap Rayina.
Semua orang yang masih sibuk memperhatikan layar proyektor tidak memperhatikan kedua insan yang tengah bermesraan. Tapi, sepasang mata tersenyum merekah melihat keintiman dua sejoli ini.
Wanita itu sangat bahagia melihat kemesraan Rayina dan Ayden. Di dalam hatinya hanya doa yang terbaik untuk mereka. Terselip harapan dan asa agar rumah tangganya selalu dalam kebahagaiaan.
Ya, tentu saja Aruni yang sedari tadi memperhatikan mereka. Dan itu membuat hatinya sedikit terbuka untuk kedatangan Farhan dalam hidupnya. Tetapi apakah dia pantas untuk Farhan? Sedangkan dia beranggapan bahwa dia adalah wanita hina yang berlumuran banyak dosa.
Wanita kotor yang terjerumus kedalam lembah hitam yang sangat kelam. Dia terus saja memantaskan diri untuk membuka kembali hati yang baru. Dia sudah terlahir menjadi Arunu yang baru. Aruni yang sudah taubat dengan taubatan nasuha.
" Mama, I miss you so much... Andai Mama masih ada, aku bisa berkeluh kesah kepada Mama. Dan aku tidak akan terjerembab kedalam jurang kehidupan yang kelam" batin Aruni.
" Liona, Xano sepertinya mempunyai rencana baru. Dia membuat strategi penyerangan ke perusahaan bukan?" tabya Rayina.
" Pak Jo kak!!" teriak Liona.
" Mas, tolong hubungi Pak Jo untuk bersiap. Sementara waspada level satu. Karena Xano akan menuju rumahnya" terang Rayina.
" Okey" jawab Ayden singkat.
Dengan pasti Ayden mendial nomor yang sudah pasti dihubungi. Dia mengatan semuanya dan menjelaskan secara rinci dan singkat. Pak Jo, sudah tahu dengan semua itu. Karena resiko bekerja dengan orang besar tentu akan menemukan masalah yang besar pula.
Dia sudah terlatih sejak dulu masih muda saat masih bekerja dibawah naungan orang tuanya. Dia bekerja dengan sangat baik dan profesional.
" Papa, apakah perusahaan Papa sudah terproteksi semua data dan segala macamnya?" tanya Liona.
__ADS_1
" Sepertinya sudah sayang. Tolong kamu cek kembali. Itu adalah tugasmu. Perusahaan itu adalah milikmu. Dan satu lagi tolong cek juga Mall Aruniqueen. Tolong proteksi juga nak. Karena itu peninggalan Papa Aruni untuk Aruni" ucap Rony.
" Jadi Mall itu milik Papa kak Aruni? Waow... temuan baru. Kak bukankah itu akan dirambah Xano? Bukankah itu dekat denga wilayah yang tadi dia tawarkan bisnis dengan kita?" tanya Liona semangat.
" Ya Liona !! tentu kamu sangat benar. Aruni kamu harus semangat. Masih ada peninggalan Papamu yang tersisa. Dan kamu bukanlah orang kecil. Aruniqueen merupakan salah satu Mall terbesar di negara ini" ucap Rayina.
Aruni masih diam terpaku dengan pernyataan semua itu. Benarkan itu milik Papanya. Bagaimana jika itu hanya milik Om Rony yang dilimpahkan kepadanya. Tapi Mall itu mempunyai nama seperti namanya.
" Ya Aruni, Papamu tidak pernah menunjukkan berapa banyak uang dan kekayaannya. Setelah ditipu Xano, dia langsung memintaku untuk menyelamatkan salah satu asetnya yang tersisa. Dan satu lagi dia juga mempunyai sebuah mansion di daerah dekat pantai. Walau tidak besar, tapi menurutku itu mansion tercantik yang pernah aku lihat. Bahkan aku sangat ingin membuatkan Liona seperti itu!" terang Rony.
Air mata Aruni tumpah begitu saja. Aruni tidak menyangka, dibalik kesederhanaan Papanya dulu, dia merupakan seorang pekerja keras. Dia juga sudah menyisihkan hartanya untuk masa depannya.
" Untuk itu semangat Aruni!!" ucap Rayina.
Dan banyak orang diruangan itu menyemangatinya. Hatinya kini semakin yakin dengan tekat bulatnya. Dia akn terus berlatih untuk membangunkan sel saraf ditubuhnya agar berfungsi kembali seperti sedia kala.
" Kak, sepertinya kakak harus istirahat. Karena besok kakak akan mendapatkan tamu yang besar. Besar dalam menghadapinya dan akan menguras emosi dan pikiran kakak. So, istirahatlah kak! Bang bujuk kakak untuk istirahat. Kakak bisa memantau dari ponselnya bukan?" pinta Liona dengan lembut.
Dia kemudian membujuk istrinya dengan lembut. Dia tahu kekhawatiran istrinya terhadap keluarganya. Ya, bukan hanya satu nyawa. Melainkan banyak nyawa berada di bawah kendalinya.
" Ayo sayang..." ucap Ayden dengan mengulurkan tangannya.
Rayina segera meraih uluran tangan Ayden dan memasuki lift yang menuju kekamar pribadinya itu. Mereka sudah sampai di kamar dan segera merebahkan diri.
Semua yang berada di ruangan bawah tanah masih sibuk dengan pergerakan Xano. Irfan juga memantau anak buahnya dalam penjemputan Devran. Rony pun tak kalah sibuknya dengan Irfan. Sementara Mama Dan Farhan, sesekali membantu Aruni melatih otot tangannya.
Smeua bekerja denga porsinya masing - masing. Liona memproteksi semua kemungkinan yang akan ditembus oleh Xano. Dia menperhatikan Xano yang membuka ponselnya.
" Untuk apa dia memfoto kakak ya?" tanya Liona lirih.
" Bukankah kemarin sudah aku hapus di file memorinya?" gumam Liona lagi.
__ADS_1
" Hm.. dia mendapatkan dari mana?" pikir Liona.
" Aunty, apakah Aleena pernah bertemu dengan kakak sebelumnya?" tanya Liona menyelidik.
" Embb.. sebenranya yang bertemu dengan Aleena Ben, waktu disekolahnya. Aleena katanya bekerja di sekolah Ben. Entah benar atau tidaknya. Kenapa Liona?" tanya Mama.
" Tak apa Aunty, hanya ingin tahu. Nanti akan aku tanyakan kepada Kakak" jawab Liona.
Singkat cerita, semua masih dalam pekerjaannya dan masih menunggu kepulangan Devran sampai di mansion. Sedangkan Xano terlelap dalam lamunannya sendiri. Untuk itu Liona memutuskan menyelesaikan pantauannya.
Sedangkan semua rekaman sudah dia simpan kedalam filenya. Dia juga kemudian mencari tahu tentang Aleena. Dia meminta bantuan Rony.
" Pa, tolong pinjam paparazi Papa ya.. Aku ingin menyelidiki Aleena" pinta Liona.
" Tentang Aleena? Sepertinya kamu ada benarnya juga. Okay, kapan kamu akan menggunakannya?" tanya Rony.
" Segera Pa!! Saat ini pun jadi" jawab Liona tegas.
" Baiklah. Papa akan menyuruh mereka" ucap Rony.
Rony segera menelpon pentolan grup paparazinya untuk mencari tahu tentang Aleena. Mereka segera menjalankan misinya yang baru.
" Om, bagaimana dengan Devran?" tanya Liona.
" Tenanglah sayang. Dia akan segera sampai. Apakah kamu sudah sangat rindu dengan si brengsekku?" ledek Irfan.
" Ooom..." ucap Liona malu.
Sementara dikamar pasangan itu, Rayina sudah tertidur lelap. Ayden yang menemaninyapun ikut tertidur dengan lelapnya.
Esok paginya Ayden akan berangkat ke bandara tempat dia bekerja. Ayden merasa berat meninggalkan istrinya. Tetapi sesuai dengan rencana dan misi mereka. Semua butuh pengorbanan.
__ADS_1
" Mas, hati - hati, jaga diri, jaga kesehatan, jangan lupa makan. I Love you mas" ucap Rayina lembut.