Pilot Vs Teacher

Pilot Vs Teacher
186.


__ADS_3

" Mas.. bagaimana dengan rencana besok? Apakah sudah siap semuanya?" tanya Rayina kepada Ayden.


" Of course sayang. Tenanglah, semua sudah tertata rapi. Kamu tidak perlu mencemaskan semua itu. Istirahatlah. Nanti aku akan menyusul. Aku masih berdiskusi banyak hal dengan Bapak" jawab Ayden santai.


" Baiklah Mas.. Pak, jangan terlalu malam. Sebaiknya beristirahat dengan cepat. Jagan kesehatannya Pak, tidah hanya untuk Bapak. Tapi anak cucu Bapak juga ingin Bapak selalu sehat" ucap rayina menegaskan.


" Ya.. iya... Titah sang putri, sendiko dawuh cah ayu" ledek Bapak.


" Ya wes, istirahatlah. Besok kita lanjut kembali di Villa. Jangan lupa tutup semua pintu dan jendela" pesan Bapak.


" Ya Pak. Selamat malam Pak. Selamat beristirahat" ucap Ayden.


" Ya.. kamu juga" jawab Bapak santai.


Kini Ayden membawa secangkir wedang jahenya untuk dibawa ke kamarnya. Sang istri telah menunggu diatas pambaringannya.


" Mas... kenapa sudah masuk? Sudah selesai ngobrol santai sama Bapak?" tanya rayina yang masih santai rebahan.


" Hmm... Sudah malam juga sayang. Bapak juga harus istirahat. Esok kita bisa lanjut kembali" jawab Ayden santai.


" Ohhh" jawab Rayina singkat sembari memainkan ponsel canggihnya.


Ayden yang merasa cukup risih dengan sikap istrinya dan mungkin bisa dikatakan jika sedikit cemburu dengan ponsel yang ada dalam genggaman istrinya itu.


" Apa yang kamu lihat?" tanya Ayden menelisik.


Rayina masih sibuk mengotak - atik ponsel canggihnya itu tanpa memperdulikan pertanyaan yang terlontar dari bibir suaminya.


" Huff" lenguhan kasar mulai keluar dari mulut Ayden.


Rayina langsung meletakkan ponselnya dan memindai matanya menyusuri lekuk wajah suaminya. Bak kertas yang mulai kusut. Muka yang awalnya berseri kini mulai tak nampai seri indahnya.


" Sorry Sayang... Come here!!" ucap Rayina dengan sesekali tersenyum manja.


" Hmmm.. kenapa?" jawab Ayden yang sedikit cuek.

__ADS_1


" Kemarilah sayang.. lihatlah" ucap Rayina kembali.


Ayden memang sedikit penasaran dengan bujukan istrinya. Sebenarnya apa yang ada di ponsel itu. Hingga istrinya tak lagi menghiraukan pertanyaan bahkan dirinya.


" Lihatlah!!" pinta Rayina dengan melihatkan layar ponselnya.


" Ahhhhhh shitt !!" umpat Ayden spontan.


" Mas !!" ucap Rayina sedikit meninggi untuk mengingatkan.


" Sorry sayang, kelepasan" jawab Ayden nyengir.


" Ini??? Apa mereka akan menyusul kita?" tanya Ayden penasaran.


" Sepertinya begitu. Dev, kemarin menelpon Mama. Dan... Mama juga sudah memberitahukan hal itu kepadaku" jawab Rayina.


" Tentang??" tanya Ayden yang masih penasaran.


" Mereka akan melanjutkan liburan ke Villa puncak Mas. Dan dia meminta ijin kepadaku. Dan aku rasa itu tidaklqh buruk bukan?" ucap Rayina.


" But... sayang, Bagaimana dengan pekerjaan yang ditinggalkannya? Itu benar - benar merusak jadwal kerja sayang" ucap Ayden sedikit cemas.


" Ahhh... kenapa selalu begitu!!" ucap Ayden sedikit sebal.


Ya, Ayden tidak mampu menolak permintaan istrinya itu. Jika itu bisa membuat istrinya bahagia dia akan memberikan bahkan melakukan apapun untuk itu.


" Lalu, bagaimana solusinya?" tanya Ayden meminta pendapat.


" Lihatlah!! Aku sudah membuat trading pekerjaan. Semua sistem analisis data sudah masuk ke sini. Jadi kita bisa memantau pergerakan dari sini. Tapi, kelemahan kita tidak bisa melihat bagaimana karyawan bekerja. Hanya dapat melihat input data yang ada" terang Rayina.


" Hmmm not bad!! Bisa dicoba?" tanya Ayden.


" Sudah dari kemarin sayang" jawab Rayina santai.


" Hmmm nakal yaa !!" ucap Ayden dengan menggelitik pinggang Rayina lembut.

__ADS_1


" Mas!! Ingat... bahaya" ucap Rayina mengingatkan.


" Ouuchhh maaf sayang. Lupa!!" jawab Ayden.


Ayden kemudian bangkit dan mengambil tas yang berisi laptopnya. Dibukanya laptop itu kemudian dia mendial beberapa kode dan membuak data yang dibutuhkan.


" Sayang, tolong koneksikan ke laptopku" pinta Ayden.


" Okay!!" jawab Rayina.


Ayden membuka beberapa file kerjanya yang sudah ditinggalkannya beberapa hari. Dia juga meneliti setiap laporan ataupun email yang masuk.


Sedangkan Rayina juga melihat perkembangan perusahaan dan pekerjaan yang lain.


Sesekali dia membuka laporan tentang pabrik yang dia punya dan yang Ganesha miliki. Memang hanya pabrik kecil di desa. Tetapi, cukup untuk menghidupi sebagian warga yang bekerja.


Sesekali Rayina mengernyit dan sesekali pula Rayina tersenyum. Ayden merasa aneh dengan ekspresi wajah istrinya.


Penasaran dengan apa yang dilihat istrinya di ponselnya. Ayden sedikit mengkoding ponsel istrinya.


Ternyata, hal itu sia - sia. Dia lupa bahwa istrinya mafia IT. Password yang di tembusnya tidak bisa di jebol oleh Ayden.


Rayina tersenyum bahagia. Dia tahu suaminya sedikit mencurigainya.


" Besok Mas akan tahu jawabannya!! So, jangan macam- macam dengan batasan yang aku buat Mas" ucap rayina sedikit memperingatkan.


" Jadi, ada rahasia diantara kita sayang?" ucap Ayden.


" Besok Mas akan tahu jawabannya. Bersabarlah sedikit saja" ucapnya kemudian.


Hai... hai... maaf ya sudah lama tidak corat coret. Author masih dalam semedi yang tak kunjung usai.


Jadi jangan kemana - mana ya.. Author akan kembali...


Happy reading ya...

__ADS_1


Jangan lupa komen, like dan vote ya...


Thank you...


__ADS_2