
Pagi ini Rayina merasa deg - deg an. Entah kenapa hatinya selalu mendesir. Apakah akan terjadi sesuatu? Kita lihat nanti ya gaes...
Jangan lupa kritik dan saran untuk karyaku ini ya readers.
Jangan lupa like dan vote juga ya.. Terima kasih 😘
**************************************************
Rayina berangkat ke sekolah tempat dia mengajar. Hatinya selalu mendesir dengan tiba - tiba. Dia merasa akan ada sesuatu yang terjadi. Gelisah terpancar di matanya. Tak lupa dia selalu beristighfar agar merasa lebih tenang.
Jam pelajaran akan segera dimulai. Dia sudah mempersiapkan materi seperti biasanya. Rani yang sedari tadi berbicara panjang lebar tidak digubrisnya. Rani merasa heran dengan sikap Rayina yang tiba - tiba diam seribu bahasa.
"Kenapa dengan Rayina ya? Apa ada sesuatu yang terjadi?" gumam Rani sembari berjalan menuju kelas.
Rayina sudah berada di dalam kelas. Dia berusaha fokus mengajar. Berharap jam mengajar segera usai. Dia ingin sekali mengambil air wudhlu dan sholat dhuha agar suasana hatinya kembali tenang.
Jam mengajar sudah menunjukkan waktu istirahat telah tiba. Rayina mengakhiri jam mengajarnya. Dia kemudian meletakkan semua buku materi mengajarnya di meja kantor.
Segera dia menuju Musholla sekolah. Mengambil air wudhlu dan segera melaksanakan sholat dhuha. Dia sangat khusyu' menjalankan sholat sunnahnya. Tak lupa dia mengaduh kepada Sang Khaliq tentang suasana hatinya.
Di sebuah hotel mewah di daerah Jakarta. Dua lelaki handsome berjalan keluar dari sebuah kamar VIP. Mereka sangat keren dengan penampilan casualnya. Bak pinang di belah kampak, eh salah.. bak pinang di belah dua.
Ayden menjalankan rencananya yang sudah disiapka tadi malam bersama Ben. Mereka sudah menyewa sebuah mobil untuk menuju ke rumah Rayina. Tetapi sebelum itu mereka akan berjalan - jalan membelikan sesuatu untuk Rayina dan Ganesha.
Mereka kemudian menuju mall Indonesia untuk melihat barang yang sekiranya cocok untuk Rayina dan Ganesha. Ben berinisiatif membelikan mainan untuk Ganesha. Sebuah mobil remote control keluaran terbaru yang sangat keren.
Ben yang selalu mendapatkan apapun yang dia mau. Dia tidak pernah menginginkan apapun jika tidak diperlukan. Sekalipun mainan keluaran terbaru yang Ayahnya mampu membelikan.
Sedangkan Ayden membelikan sebuah sepatu dan tas untuk Rayina. Mereka masuk ke Galeri He***s untuk membelinya.
" Ayah, I think this is beautiful " usul Ben.
" Ohh Realy?" Jawab ayden.
" Mrs. I want to this and this" Ben menunjukkan sebuah tas dan sebuah sepatu yang sangat serasi dan cantik untuk diambilkan oleh pelayan toko.
"How ayah? " tanya Ben.
" Beautiful. Good job boy. Oh.. ya Mrs. shoes size .." belum Aydeb selesai bicara, Ben sudah menjawabnya.
" 36 " Jawab Ben cepat.
" Ah.. Good. 36 " Jawab Ayden.
__ADS_1
Pelayan toko segera mengambilkan ukuran sepatu yang diminta oleh Ayden. Sekiranya semua sudah terbeli, mereka segera bergegas pergi dari mall.
Sebelum mereka melanjutkan perjalanan mereka makan di sebuah restoran cepat saji. Mereka melanjutkan makan terlebih dahulu. Ben sangay antusias jika diajak pergi kemanapun. Tidak pernah menyusahkan orang lain dan sangat mandiri.
Selesai mereka makan, mereka berjalan ke parkiran mobil dan segera melajukan kendaraan menuju sebuah alamat. Alamat yang dituju tentu saja rumah seseorang yang akan diberikan hadiah tadi.
Ya.. Rayina, wanita yang sedang mereka cari. Mereka kemudian melihat jam. Kemungkinan sampai di rumah Rayina jam 1 siang. Dan itu sangat bagus. Karena Rayina mengatakan pulang jam 12 siang.
Ayden menggunakan GPS untuk menyusuri alamat yang sudah dikantonginya. Dia mendapatkan saat akan mengirim paket untuk Rayina. Ben yang sudah merasa kelelahan sudah mulai menguap.
Ayden yang tidak tega dengan anaknya itu kemudian menyuruhnya untuk tidur. Jika sudah sampai dia akan membangunkannya.
Ayden semangat mencari alamat Rayina. Dia juga bertanya - tanya kepada orang. Tapi karena kendala bahasa jadi sangat sulit.
" Ternyata di Indonesia masih banyak orang yang tidak paham dengan Basaha Inggris" gumam Ayden.
Dia kemudian bertanya di sebuah kantor polisi yang kemungkinan dekat dengan lokasi rumah Rayina. Dan seorang polisi mengetahui alamt rumah yang dituju.
Polisi tersebut dengan baik hati mengantarkan. Karena dia juga mau pulang dan kebetulan itu adalah komplek perumahannya juga.
Ayden kemudian mengikuti kemana arah polisi itu pergi. Ayden sangat deg - deg an akan bertemu dengan Rayina. Gugupnya sudah mulai menyerang. Panas, dingin menjadi satu.
Saat memasuki area komplek ada sebuah danau yang sangat indah dengan taman dan beberapa stand makanan. Ada cafe, ada banyak hal keindahan di dalam komplek ini. Ayden nampak tercengang dengan pemandangan komplek ini. Begitu asri dan nyaman, terasa pulang kerumah sendiri.
Polisi tersebut kemudian berhenti tepat di depan sebuah rumah dengan cat pink dan hijau tosca dengan taman mini yang memeperindah halaman kecilnya. Sebuah rumah sederhana yang sangat cantik, tertata rapih dan sangat family.
" Okay.. thank you Mr. Nothing again. And thank you once again ya" ucap Ayden.
" Youre welcom Mr " jawab polisi.
Ayden kemudian masuk kembali ke mobil dan membangunkan Ben.
" Boy.. wake up now" Ayden membangunkan Ben dengan mengelus kepalanya.
Ben yang merasa di usap kepalanya segera menggeliat dan bangun dengan mengucek matanya.
" Ayah.. this bunda's home?" tanya Ben.
" Ya.. come on " Ucap Ayden datar.
" Relax Ayah.. hahaha" ledek Ben
Ayden hanya bisa mengambil nafas dalam - dalam agar memberi kekuatan kepadanya. Ayden segera memarkirkan mobil tepat di depan rumah Rayina dan tidak menghalangi jalan.
__ADS_1
Ayden kemudian menggandeng Ben untuk masuk ke rumah Rayina.
Rumah terasa sepi, seperti tidak ada sang empunya rumah. Ayden merasa agak bingung karena rumah sangat sepi. Tetapi Ben, dengan antusias menggandeng Ayahnya.
Dengab semangat Ben mengetuk pintu rumah tersebut.
Tok
Tok
Tok
" Assalamualaikum" salam Ben.
Sayup - sayup terdengar jawaban dari dalam rumah. Seperti seorang wanita yang menjawabnya. Ayden dan Ben saling menatap dan tersenyum.
Seorang wanita di balik pintu membuka pintu dan menjawab salamnya.
" Maaf, anda mencari siapa?" Mbak bertanya kepada Ben dan Ayden.
" Sorry Mrs. I can speak Indonesia. Can help me, I want to meet house owner now please?" jawab Ayden.
Mbak yang tidak paham bahasa inggris sangat bingung dengan omongan Ayden. Kemudian dia berinisiatif untuk bertanya.
" Name you what?" tanya Mbak dengan bahasa medok nya.
" Ayden" jawab Ayden.
" Ooohhh ya.. masuk please" jawab Mbak.
" Wait ya.. sit down " jawab Mbak lagi.
Ben yang melihat Mbak bicara merasa geli. Mereka kemudian saling pandang dan duduk seperti perintah Mbak tadi.
Mbak kemudian masuk dan memanggilkan Rayina.
" Bu, ada tamu. Ganteng banget bu. Pak Ayden didepan menunggu Ibu" ucap Mbak ke Rayina.
" Ayden?? Jangan bercanda Mbak. Mana mungkin?" jawab Rayina.
" Coba Ibu temui dulu" ucap Mbak.
Rayina kemudian keluar kamar saat Ganesha tudur siang. Kemudian dia keluar menuju ruang tamu.
__ADS_1
Jangan lupa like dan vote ya.. please...
Love you readers... 😍😘