
" Iiiissshhh... Mas... biasa aja lah" ucap Rayina.
" Winda? Winda yang mukanya culun? Yang pakai kacamata?" tanya Ayden meyakinkan.
" Yes !" jawab Rayina yakin.
" Tidak ku sangka, dia begitu polosnya sayang. Apa dia bersekongkol dengan Xano?" tanya Ayden polos.
" Yes !" jawab Rayina singkat.
" Whattt???" pekik Ayden kembali.
" Bagaimana mungkin Devran seceroboh itu?" tanya Ayden keheranan.
" Papa, lihatlah... Anakmu begitu menyebalkan. Merugikan perusahaanku. Dia sangat ceroboh" keluh Ayden.
" Mas, bukan salah Devran juga. Devran kan sudah membantu mas. Kalau mas masih saja begitu, urus saja perusahaan mas sendiri. Mas bisa mengatur sesuka hati mas. Bukan begitu Pa?" tegur Rayina.
" That' s right baby" jawab Papa menekankan.
" Ohhh sayang.. kenapa kamu membelanya?" keluh Ayden.
" Pertama, Devran sudah membantu banyak dikeluarga kita. Kedua, dia tidak mencampur adukkan antara pekerjaan dengan kesenangannya. Dia juga serius dalam bekerja. Ketiga, dia bertanggung jawab atas itu" tegas Rayina.
" Bertanggung jawab? Maksudmu?" tanya Ayden.
" Ya, dia pasti sekarang adalah target Xano. Xano akan mencarinya dan Devran akan dijadikan tuas penumpunya. Dia bahkan akan dijadikan umpan agar bosnya keluar " ucap Rayina.
" Siapa bosnya?" tanya Ayden bingung.
" Pa, kenapa sekarang suamiku menjadi lemah dalam pemikiran..." keluh Rayina.
" Hahaha" seloroh Mama dan Papa.
" Ya kamu mas bosnya. Xano mencarimu. Bukankah aku sudah mengatakan pasti ada hubungannya anatara Aleena dengan Xano. Mereka memounyai tujuan yang sama tetapi mereka mempunyai dendam yang berbeda" terang Rayina.
" Hahaha, Aleena... Sebenarnya apa mau dia? Apakah kekayaanku? Ataukah diriku?" ucap Ayden santai.
" Keduanya mas" jawab Rayina.
" Bagaimana kamu tahu sayang?" tanya Ayden penasaran.
" Logikanya saja mas. Kamu pria mapan dengan banyak kekayaan. Siapa yang tidak mau dengan mas?" ucap Rayina.
" Sekarang kamu bisa berkata demikian. Dulu apakah kamu mencintaiku tanpa adanya ini semua?" tanya Ayden menggoda.
__ADS_1
" Buktinya?" ucap Rayina santai.
" Iya sayang... Aku percaya padamu... sangat" ucap Ayden.
" So, Papa ingin tahu bagaimana kamu bisa mengetahui ini semua?" tanya Papa.
" Oh.. ya, Liona meretas dan menyadap semua ponsel dan data yang meeka bawa. Dan sampai sekarang dia masih menyadapnya" terang Rayina.
" Apakah Liona secanggih itu sayang?" tanya Papa.
" Tentu saja... iiya(tidak)" Rayina dan Liona mengatakan secara bersamaan.
Semua mata tertuju kepada sumber suara yang baru saja terdengar. Sanggahan yang dilontarkan membuat orang menunggu penjelasan dari keduanya. Liona paham akan situasi seperti ini.
" Tidak Om, Kakak yang sudah meretas data Xano. Karena aku tidak bisa menembusnya. Sedangkan kakak dengan sepelenya bisa meretasnya. Xano mempunyai kode pasword yang tidak pasti. Tetapi kakak punya kode mata tersendiri setiap kalimat yang diucapkan Xano" ucap Liona.
" Bukan begitu kakak?" tanya Liona.
" Bukan.." ucap Rayina tersenyum.
" Paswordnya bisa aku baca dari tatto kecil di telunjukknya" ucap Rayina dengan santainya.
" Whatt? Are you seriously kak?" tanya Liona.
" Ya, lihat saja cara dia berbicara dan menopang dagunya saat berbicara. telunjukknya selalu mempose tatto yang ada. Untuk itu aku coba itu. Dan... tarrraaaa...." ucap Rayina konyol.
" Aruni, apakah kamu tahu akan hal ini? apakah terkaanku salah?" tanya Rayina kepada Aruni.
Aruni hanya menjawab dengan kedipan mata. Tandanya semua terkaanku benar. Dan setiap yang aku lakukan benar adanya.
" Aleena ada dalam misi ini bukan?" tanya Rayina kepada Aruni.
Aruni menjawab dengan anggukan.
" Ohhh.. shitt.." jawab Ayden.
" Kak, coba kita play yang sadapan sekarang. Apa misi mereka selanjutnya. So, kita bisa menangkis serangan yang akan terjadi" ucap Rayina.
" Ah baiklah.. kamu makanlah.. kakak tadi masak nasi lemak, ayam pop dan sambal" ucap Rayina.
" Waoww... nasi lemak.. Makcik... aku mau disuapi" rengek Liona.
Liona memang selalu manja denga Mama mertua Rayina. Karena Liona tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari Mamanya selama dia ada didunia ini.
" Liona, kamu sudah menghubungi Devran?" tanya Rayina.
__ADS_1
" Ya, dan dia mengatakan akan waspada dan lebih hati - hati. Dan soal Winda dia sudah tahu. Dan ternyata Winda tergila - gila dengan Xano. Dan dia simpanan Xano. Termasuk dia" ucap Liona lirih denga ngejungkan dagunya.
" Liona!!" teriak Rayina.
Aruni yang mendengar pernyataan Liona langsung menunduk dan menitikkan air mata. Aruni sangat malu dan sangat menyesal akan hal itu. Dia sudah sangat kotor dengan keadaannya dan ditambah dengan perilakunya.
" Aruni, are you okay?" tanya Rayina lembut.
" Aruni, sorry. But is true. Right?" ucap Liona santai.
Liona memang gadis frontal. Dia memang selalu berkata dengan apa adanya. Tanpa dipikir apakah seseorang itu akan terluka hatinya atau tidak. Untuk di dalam bisnis ucapannya sangat bagus. Tapi untuk keseharian dengan sosial, itu sangat tidak pas.
" Liona..." tegur Papa.
" That's true Om.." ucap Liona kembali.
Rayina mencari kebohongan di dalam mata Aruni. Tetapi hal itu tidak ada. Dipandanginya wajah cantik itu. Aruni hanya menitikkan air mata dan berkedip serta menganggukkan kepalanya. Bahwa yang dikatakan Liona memang benar adanya.
" Aruni... okay.. tidak apa.. sabar ya.. Liona sebenarnya gadis baik. Dia memang selalu mengatakan apapun denga mulut polosnya itu. Semua akan selesai. Semua akan baik - baik saja. Okay?" ucap Rayina agar Aruni tenang.
" Aruni... Sorry.. dab saya harap kamu tidak mengulanginya lagi. Karena itu sama saja kamu yang menjual dirimu sendiri dengan orang salah. Lihatlah Farhan, yang begitu mencintaimu. Jangan karena obesesi akal dan pikiran kamu tertutupi" saran Liona.
" Hmm.. singa kecilku mulai dewasa sayang" ucap Ayden.
" Abanggg!!" teriak Liona dengan cemberut.
" Hahaha" tawa semua orang.
Kini Rayina tahu semua wanita yang berhubungan dengan Xano akan melakukan hal demikian. Rayina emrasa jijik dengan lelaki itu. Apa yang ada dipikirannya. Apakah Xano hanya memanfaatkan mereka ini?
Lalu Thomas apa hubungannya dengan Xano? Pertanyaan itu sekarang muncul dan timbul dengan sendirinya. Entah kenapa kriminalitas yang dilakukan Xano emmang sangat banyak. Pantas saja dia menjadi mafia dunia hitam.
Liona sudah menikmati suapan demi suapan dari Mama mertua Rayina. Dan Liona juga masih memantai video sadapan dari ponsel Xano.
" Kak, dia menghubungi seseorang?" tanya Rayina.
" Liona, siapa dia? Apakah tadi orang itu berada dalam forum pertemuan?" tanya Rayina.
" Tidak seingatku kak. Apakah itu orang baru? Orang suruhannya?" gumam Liona.
Rayina melihat mimik wajah Aruni. Aruni terus memandangi layar itu dengan seksama. Dahinya berkerut tanda dia masih berpikir tentang orang tersebut. Mengingatnya kembali siapa saja yang hadir di situ.
"Aruni kamu mengingatnya? Siapa dia?" tanya Rayina.
Aruni masih mengernyitkan dahinya tanda berpikir. Tetapi kemudian dia menggeleng menjawab pertanyaan itu. Berarti Aruni tidak mengenalnya.
__ADS_1
" Apakah orang baru?" tanya Rayina.
Aruni kemudian mengangguk dan dia kemudian membelalakkan matanya. Apa yang terjadi di layar? Tampilan apa yang membuatnya terkaget - kaget seperti itu. Dan, Rayina meninggalkan itu terlewat.