Pilot Vs Teacher

Pilot Vs Teacher
46.


__ADS_3

' Oh.. God.. so sexy ... ' batin Ayden.


Ayden terpana melihat istri cantiknya dengan berpakaian seperti itu. Dia kemudian mendekati istrinya dan meraih pinggangnya.


" Kamu menggodaku sayang.. hmm?" ucap Ayden lirih.


" No.. dimana bajuku?" tanya Rayina.


" Hahaa.. kenapa kamu bertanya baju? Kamu terlihat sexy dengan seperti ini sayang" ucap Ayden dengan meletakkan dagu ke bahu istrinya dan memeluk dari belakang.


" Ohhh sayang.. please" rengek Rayina dengan nada menggoda.


Dia tahu kelemahan suaminya itu. Rayuan.. ya tentu Rayina menggunakan itu untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Hihihi licik bukan. Eits... tapi bukan licik untuk keburukan ya...


" Okay sayang.. come on.." ucap Ayden.


Ayden lalu berjalan menuju sebuah pintu lemari. Pintu lemari kecil, yang mungkin hanya muat beberapa lembar baju saja. Bagi Rayina tidak masalah untuk saat ini. Besok - besok dia bisa membeli baju yang lainnya.


' Mungkin dia tidak tahu seleraku. Dan mungkin dia hanya tidak ingin mengecewakan aku. Tetapi kenapa pelit sekali? Lemari dia sangat besar dan panjang. Wardropnya sangat luas. Semua bisa masuk. Tetapi kenapa untukku saja dia hanya menyisakan lemari sekecil ini' bathin Rayina.


Ayden kemudian melirik lemari dan menyuruh istrinya membuka sendiri.


"Open the door please sayang" perintah Ayden.


" Hmm" jawab Rayina singkat.


Rayina kemudian membuka perlahan. Dia ragu dengan tatapan suaminya yang dilayangkan untuknya.


" Why Ay? Ada sesuatu ?"tanya Rayina.


" No.. why you should ask?" tanya Ayden balik.


Seketika Rayina membuka pintu lemari itu, binar matanya terpancar sangat berseri. Dia merasa terkejut dengan semua yang ada di depan matanya.


" Are you sure Ay?" tanya Rayina.


" Ya.. of course. Special for you sayang. How? You like it?" tanya Ayden.


" I like it very much. Thank you Ay" ucap Rayina.


" Emb.. Em em.. You always call me sayang or another, The most important thing is my favorite call" ucap Ayden dengan menggunakan jari telunjukknya dan menggoyangkan kekanan dan kekiri.


" Embb.. oke.. Mas " ucap Rayina dengan berbinar.

__ADS_1


"Mas?" tanya Ayden heran.


" Iya, Mas itu panggilan kesayanganku untuk kamu. Deal?" ucap Rayina.


" Okay sayang" jawab Ayden.


Rayina kemudian masuk kedalam pintu lemari itu. Ternyata Ayden sudah mendesign sedemikian rupa. Di dalam pintu lemari kecil itu ternyata ada sebuah wardrobe khusus untuk Rayina.


Rayina kemudian masuk dan membuka semua lemari yang ada. Banyak sekali pakaian yang di berikan kepadanya. Semua model dan jenis pakaian ada. Semua barang brandeed. Tas, sepatu dan aksesoris lainnya yang tak kalah trendy dari beberapa brand ternama di dunia. Ada yang beberapa lemited edition ada yang tidak.


Semua Ayden membeli dan memilihnya sendiri. Menurutnya itu adalah pilihan yang terbaik. Sesuai karakter Rayina.


" How sayang? like it?" tanya Ayden lagi.


" Very very like it. Makasih mas, Mas juga paham dengan seleraku dalam berpakaian" ucap Rayina memuji.


" Ya.. of course sayang.. Ganti lah bajumu. Kemudian kita makan malam. Siti sudah masak untuk kita semua" terang Ayden.


" Ya Allah, benarkah? Kasihan dia, tidak ada yang membantunya memasak. Aku langsung masuk kamar saja. Dan maaf mas, aku belum bisa memasak untukmu kali ini" sesal Rayina.


" Hey sayang, calm down. Aku memang mempekerjakaan Siti untuk urusan rumah tangga. So, kamu tidak akan kelelahan untuk mengurus semuanya" terang Ayden.


" Iya mas, sekali lagi terimakasih" ucap Rayina dan langsung mengecup kilat pipi Ayden.


' Kalau diminta selalu tidak mau. Tetapi dia suka mencurinya dariku. Thanks sayang' batin Ayden dengan mengelus pipinya yang merona.


" Aku akan mandi, nikmatilah ini semua sayang. Tunggu aku jika mau keluar untuk makan malam" pinta Ayden.


" Baiklah mas. Air sudah aku siapkan. Jika terlalu panas, takarlah sesuai keinginan. Baju sudah aku siapkan juga tadi" terang Rayina.


" Thank you sayang" ucap Ayden.


Rayina berjalan mendekati lemari. Memakai piyama lengan panjang. Dan tentu saja dia selalu menggunakan hijabnya jika keluar kamar. Dia ingin hanya suaminya yang melihat auratnya itu.


Ayden yang sudah selesai mandi langsung berganti pakaian yang sudah disiapkan istrinya. Dia kemudian menyusul di ruang wardrobe istri cantiknya itu. Dia melihat istrinya sedang mengeringkan rambutnya yang basah. Dia pun berinisiatif meminta hairdryer dan segera membantu mengeringkan rambut istrinya yang panjang hitam dan lebat.


" Sayang, tomorrow saya akan menyuruh hairstylish ke rumah. Kamu mau kan?" tanya Ayden.


" Untuk apa mas?" tanya balik Rayina.


" Maukah kamu memotong sedikit rambut kamu dan mengecatnya? please. Just for me" pinta Ayden.


" Bolehkah begitu? Sebenarnya akupun ingin seperti itu. Tetapi takut suamiku tidak mengizinkanku ke salon" papar Rayina.

__ADS_1


" Untuk apa ke salon? Percuma aku memberikan ruangan ini untukmu" ucap Ayden.


Dia kemudian berjalan dan mendorong sebuah tembok dan taraaa... Terbukalah. Sebuah mini salon dengan perlengkapan super canggih dan sangat lengkap.


Rayina yang menyaksikan itu semua sangat takjub. suaminya memberikan banyak surprise. Dari sebuah kamar yang sederhana ternyata didalamnya berlapis ruangan yang sangat tersembunyi.


" Besok akan ada hair stylish ke rumah. Besok bukalah pintu itu. Pintu itu terhubung dari pintu luar. Paswordnya adalah tanggal pernikahan kita. Jadi hanya kita berdua yang tahu. Dan hanya dari ijin kita orang bisa masuk ke kamar ataupun wardorbe" terang Ayden dengan menunjuk sebuah pintu.


" Terimakasih banyak mas" ucap Rayina.


" Ya sudah, ayok kita keluar. Kasihan anak - anak menunggu kita. Nanti kelaparan" ucap Ayden dengan menoel hidung Rayina yang mancung.


" Baiklah mas, tunggu sebentar. Aku akan memakai hijab dulu" jawab Rayina.


" Terima kasih sayang kamu sudah menjaga auratmu hanya untuk mahrammu" papar Ayden.


Rayina menjawab dengan senuman termanisnya. Dan dia langsung menggunakan hijabnya dan segera keluar dari kamar. Mereka segera menuju ruang makan.


" Siti, kemana semua orang? Anak - anak?" tanya Ayden.


" Sebentar tuan, saya panggilkan" ucap Siti.


" Mbak Siti, mari saya bantu. Mbak Siti tolong panggil anak - anak dan Mbak juga ya. Jangan lupa Farhan. Panggil semuanya. Kita makan bersama - sama" terang Rayina.


" Ba.. ba.. baik Bu" jawab gugup Siti.


Siti segera berlalu pergi meninggalkan meja makan. Dia kemudian menuju kamar anak - anak dan ternyata ada Mbak juga. Siti kemudian masuk setelah mengetuk pintu dan si empunya kamar menyuruh masuk.


" Mbak, disuruh Ibu segera makan. Segera mbak. Bapak sudah menunggu juga" ucap Siti.


" Baiklah Siti. Terimakasih ya. Saya mau mengganti pampers Ganesh dulu" jawab Mbak.


" Mbak, bolehkah saya bertanya?" tiba - tiba Siti berbicara lagi.


" Boleh. Sebisa mungkin akan saya jawab siti. Apa?" tanya Mbak.


Siti masih ragu ingin bertanya tentang nyonyanya itu. Dia takut akan di laporkan nyonya jika salah berbicara. Sedangkan Mbak sepertinya orang kepercayaan nyonyanya.


Haiii readers... mohon like dan comennya ya...


Maaf juga jika banyak typonya...


Selamat membaca readers ku..

__ADS_1


💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕


__ADS_2