
Ayden kemudian duduk dengan menyeka dahinya yang berkeringat. Dia juga menyeruput teh hangatnya yang dirasa akan membuat perutnya sedikit nyaman.
Dia juga kemudian membuka ponselnya. Dia tadi mendengar sebuah notifikasi dari ponselnya. Karena masih dalam mode mual dan akan memuntahkan isi perutnya, dia jadi belum sempat membukanya.
Dia kemudian membuka pesan dari istri tercintanya. Dibukanya pesan yang berupa vidio dan kemudian diputar dengan volume agak sedikit keras.
" Hahahaha" Gelak tawa dari seluruh ruangan yang mendengarkan vidio itu.
Ayden kaget, semua orang tertawa. Apa yang terjadi sebenarnya. Apa yang ditertawakan semua orang, itu yang ada dalam pikirannya. Seketika dia menoleh dan mendapati seluruh anak buahnya tertawa dengan menggelengkan kepala.
" Why?" tanya Ayden.
" Siapa itu Mr?" tanya anak buahnya.
" Hah.. ini adik saya" jawab Ayden jujur.
" Lelakinya atau perempuannya?" tanya anak buah itu.
" Lelakinya " jawab Ayden santai.
" Benar saja wanita itu mengacuhkannya. Tidak romantis dan sangat lucu. Seperti anak High school saja" terang anak buahnya.
" Ya begitulah si bodoh! Dia selalu begitu. Hahaha" jawab Ayden tertawa.
" Ini bisa jadi bahan candaan di keluarga kami. Biasanya istriku akan menjahilinya. Aku akan melihat permajnan istriku" ucap Ayden.
" Sepertinya Nyonya lebih dekat dengan keluarga anda Mr? Apakah dia sebagai bintang di rumah anda?" tanya anak buahnya.
Ternyata ada sepasang mata yang sudah mendengarkan percakapan itu dari awal. Saat akan masuk ruangan dia lupa bahwa Ayden sangat sensitif dengan bau parfum Jadi dia membuka bajunya dan mengoles seluruh tubuhnya dengan minyak telon.
" Ya, aku rasa istrimu sangat berbeda. Dia sangat jauh dari sebelumnya bukan?" tanya Ryan tiba - tiba.
Semua mata tergelak mendengar pertanyaan yang tiba - tiba. Tak terkecuali Ayden. Dia melihat Ryan sahabatnya yang selalu mendengar keluh kesahnya selama ini. Semua beban yang dia pikul selama inipun Ryan tahu akan hal itu. Dan perlakuan mendiang istrinya dulupun Ryan juga sudah tahu.
Skandal yang dibuat istrinyapun dia tahu, bukan dari Ayden, melainkan dia melihat sendiri kejadian itu. Saat dia akan mengembalikan mobil milik Ayden, ketika selesai meminjamnya saat itu.
" Ya, seperti yang kamu tahu bro. Rayina memang istimewa!" ucap Ayden bangga.
" Dan, kalian patut belajar dari bos kalian ini. Dia mendapatkan seorang wanita yang cantik luar dan dalam. Dia bahkan bisa mengalihkan dunia bos kalian. Memporak porandakan hatinya pun sudah dilakukan wanita itu. Dan, lihatlah... sekarang dia harus menanggung morning sickness istrinya yang hamil muda" ejek Ryan bercanda.
__ADS_1
" Ya, begitulah Ryan... aku begitu mencintainya. Hingga lupa bahwa aku sudah tua untuk itu" jawab Ayden.
" Tentu saja cinta menjadi muda kembali Mr" jawab anak buahnya.
" Hahaha... ya kamu benar. Jika kamu mendapatkan pasangan yang tepat. Hidupmu jauh akan lebih muda dan lebih berwarna. So, temukan pasangan kalian yang tepat. Jangan terburu - buru memilih pasangan" saran Ayden.
" So, what do you want bro?" tanya Ayden kepada Ryan.
" Emb.. ini laporan dari pesawat yang kemarin jatuh. Ternyata ada kesalahan di setingan awal. Sepertinya, itu ada yang usil. Dan sepertinya dia akan menjatuhkan namamu dalam kinerja ini" terang Ryan.
" Kami sudah menduganya Pak. Kemarin kami sempat mengira seperti itu. Soalnya, Mr dalam bekerja selalu teliti bahkan hal yang sangat detil. Beliau juga selalu mengingatkan kami, jika pekerjaan kita taruhannya banyak nyawa. Jadi beliau selalu berpesan bekerjalah dengan baik dan jujur" ucap salah satu anak buahnya.
" Ya, tapi Tuhan berkata lain. Saat itu Mr. tidak menyeting pesawat itu. Jadi ada engineer yang menggantinya" ucap salah satu anak buahnya lagi.
" Hmm.. ya itu sudah naik ke atasan. Tentang siapa orangnya juga sudah ditemukan bro. Kamu pasti tidak menyangka jika yang melakukannya seorang perempuan" ucap Ryan.
" Perempuan??" tanya Ayden penasaran.
" Bukannya saat itu yang mengerjakan..." ucap Ayden kembali.
" Lihatlah... kamu pasti tahu" ucap Ryan dengan memberikan vidio.
Terlihat orang yang mengganti tugas Ayden adalah engginer kelompok B dengan tugas yang sangat baik dan melaksanakan dengan jujur. Menyeting dengan teliti juga.
Tapi.....
Ada sosok perempuan yang menggagalkan itu. Dan.. lagi - lagi senam jantung yang dirasakan Ayden. Setelah melihat rekaman vidio itu hingga selesai dia kembali sepertu diaduk- aduk perutnya.
Rasanya sangat mustahil, kenapa wanita itu tahu berbagai mesin dan setingan pesawat. Ayden kembali lari ke kamar mandi dan menumpahkan seluruh isinya yang sudah terkuras habis. Alhasil hanya air kuning yang keluar.
Hal itu membuatnya semakin lemas dan sangat tidak bertenaga. Ryan segera menyusul Ayden dan mengurut punggungnya. Badan Ayden sudah bau minyak kayu putih dan minyak telon. Bak bayi besar yang selesai mandi.
" Thank you bro" ucap Ayden terengah.
" Ya.. ya.. kemarilah... akan aku pijat jemari tanganmu. Setidaknya mengurangi lemas dan mual" ucap Ryan.
Ayden kemudian keluar dan mengikuti apa yang di sarankan Ryan. Ryan mengurut tangan Ayden dengan sangat lembut dan memberinya sedikit minyak kayu putih.
Ayden merasa agak sedikit lega. Anak buah Ayden juga memperhatikan bagaimana mengurut tangan itu. Agar bisa belajar jika bosnya mengalami hal yang sama lagi.
__ADS_1
" Ryan, bagaimana bisa?" tanya Ayden penasaran.
" Sudahlah, jangan kamu pikirkan. Sepertinya jam kerja kita juga akan usai. Cepatlah berkemas. Pekerjaan akan dilanjutkan kelompok lanjutan" ucap Ryan.
" Semua juga sudah diurus oleh atasan" ucap Ryan kembali.
" Ya sudah, ayo selesaikan tugas kita. Semua sudah dalam kondisi maksimal bukan?" tanya Ayden kepada anak buahnya.
" Sudah Mr" jawab anak buahnya serempak.
" Buehhh... anak buahmu kompak" ucap Ryan.
" Hehe" jawab Ayden dengan senyuman.
Sementara di sebuah kantor nan megah. Gedung tinggi dengan fasilitas yang sangat keren. Devran dengan setia menunggu kakak iparnya di kantor itu.
Sementara Rayina begitu risih, Devran tidak segera pulang kerumah. Liona pun juga nampak malas dengan adanya Devran. Benar saja Devran tidak mengganggu diapun juga bekerja dengan laptop pinjaman dari Pak Jo.
" Dev, pulanglah dulu. Kakak akan menyelesaikan beberapa laporan" perintah Ayden.
"Lagian, dia juga bisa bekerja di rumah bukan ? Kenapa harus disini juga?" tanya Liona ketus.
" Hmmm... " jawab Rayina malas.
" Aku menunggu gadisku kak" ucap Devran santai.
" Liona cek cctv depan kantor. Semua akses diluar kantor. Jangan lupa perhatikan orang asing yang mencurigakan" perintah Rayina.
" Siap kak" jawab Liona cepat.
" Sedetil itu kak?" tanya Devran.
" Jika tidak ada kamu, kakak tidak akan melakukan hal ini. Aku yakin Xano memerintahkan anak buahnya" terang Rayina.
" Hm.. benar juga" jawab Devran.
Devran berdiri dan berjalan menuju meja kerja Liona. Dengan yakin dia melihat apa yang dikerjakan Liona. Dengan teliti Liona memeriksa semuanya.
Liona tidak menyadari keberadaan Devran yang mendekat. Seketika, Devran melihat ada fotonya menjadi wallpaper ponsel Liona.
__ADS_1
" Waow.... " ucap Devran teriak.