Pilot Vs Teacher

Pilot Vs Teacher
48.


__ADS_3

*


*


*


" Mmmm... belum pak. Maaf ada apa ya pak?" tanya Siti kembali.


" Farhan, segera lamar Siti. Jangan kamu pendam" ucap Ayden dengan entengnya.


Selama ini Ayden dikenal oleh pekerjanya seorang Tuan cuek. Karena Ayden tidak suka mengurusi kehidupan orang lain. Dan dia sangat dingin kepada orang. Tetapi tidak dengan keluarga dan ornaf terdekatnya.


Farhan yang mendapat teguran seperti itu merasa kikuk. Dia hanya memegang tengkuknya yang tidak pegal. Ternyata selama ini tuannya mengetahui perihal tambatan hatinya. Walaupun tidak ada ucapan ataupun perbuatan dari Farhan, Ayden sudah tahu bahwa itu tanda tertariknya.


Siti tak kalah kaget dengan pernyataan tuannya itu. Ini sangat aneh menurutnya.


'Mas Farhan suka sama aku? Padahal dia tidak pernah mengatakan apapun kepadaku bahkan untuk menegurku. Sesekali dia bertanya ketika butuh' batin Siti dengan memandang Farhan.


" Saya sudah selesai. Silahkan dilanjutkan" ucap Ayden.


" Come on sayang, back to room" ajak Ayden.


Rayina hanya mengikuti perintah suaminya itu. Dia kemudian segera beranjak dan kembali ke kamarnya. Anak - anak dan Mbak Rum sudah kembali. Tinggal Siti dan Farhan.


Siti kemudian segera memberesi meja makan. Karena sudah selesai. Farhan pun juga tak kalah kikuknya.


" Siti, teleponlah keluargamu. Saya akan melamar lewat Video Call" ucap Farhan tiba- tiba.


Siti hanya terbengong saat Farhan mengtakan hal demikian. Sedangkan Fathan memberanikan diri dan segera mengatan kepada Siti niatan untuk segera kejenjang yang serius.


" Mmm.. maaf mas, apa yang mas katakan? Apakah saya tidak salah dengar?" tanya Siti.


" Ya Siti, segeralah telepon keluargamu. Sementara kita akan menikah Siri. Nanti saya akan meminta bantuan Bapak untuk hal ini. Karena saya tidak main - main dengan hal ini" ucap Farhan.


" Maaf mas, beri saya waktu" ucap Siti tegas.


" Baiklah" jawab Farhan dan segera berlalu.

__ADS_1


Drama Farhan dan Siti telah berlalu. Mereka hanya berpikir dalam diam. Farhan yang notabennya adalah seorang yang pendiam dan tidak banyak tingkah. Dia juga orang yang tidak suka basa basi.


Farhan sudah dibantu untuk membuka jalan mendekat kepada Siti oleh tuannya. Dan itu sangat berarti untuk Farhan.


' Bapak memang paling mengerti. Terima kasih pak' batin Farhan.


Di dalam kamar megah nan mewah sepasang suami istri. Mereka sedang membahas dua karyawannya yang masing - masing tidak bertegur sapa tetapi ada hati yang tertambat.


Rayina yang baru saja dari kamar mandi membersihkan diri dan akan berganti pakaian tidurnya. Tak lupa dengan rutinitasnya merawat wajah dan kulitnya dengan skincarenya. Setelah selesai dia menghampiri suaminya yang sudah duduk bersandar diatas ranjang dengan memangku sebuah laptop.


" Are you busy Mas? ini sudah larut malam. Segera tutup laptopnya dan beristirahatlah" ucap Rayina.


"Hm" jawab Ayden dengan singkat.


" Saking seriusnya tidak menggubris. Sudahlah. Selamat malam" ucap Rayina ketus dengan menarik selimut.


Rayina segera menenggelamkan badannya ke ranjang dn segera berselancar ke dunia mimpinya. Ayden yang masih berkutat dengan laptopnya belum menyadari jika istrinya sudah tidur terlelap. Dia kemudian melirik kesamping.


" Ternyata sudah tidur" gumam Ayden lirih .


Keesokan paginya, Rayina terlebih dahulu bangun. Dia segera masuk ke kamar mandi untuk cuci muka, gosok gigi dan mengambil air wudlu. Setelah itu dia segera menunaikan kewajibannya sebagai umat islam. Selesai sholat dia segera membuka Al qur'an dan membacanya.


Disamping itu, sayu - sayu terdengar lantunan ayat suci Al qur'an yang membuat semakin tentram. Ayden segera mencari sumber suara. Karena selama dia tinggal di london jarang sekali mendengar orang membaca Al qur'an.


Ternyata istrinya yang melantunkannya. Dia memandang betapa beruntungnya bisa memiliki bidadari ini. Rayina merasa ada seseorang yang mengawasinya. Dia segera menyelesaikan dan menoleh.


" Mas, Segera wudlu dan sholat ya. Aku akan persiapakan semua kebutuhanmu. Kamu berangkat kerja pagi ini bukan?" tanya Rayina.


" Iya sayang. Okey" jawab Ayden.


" Wait sayang.. Morning kiss for me please" pinta Ayden.


Rayina segera merapihkan peralatan sholatnya dan menghampiri suaminya. Ketika akan memberikan sebuah ciuman. Muncul ide jahil Rayina. Dia kemudian tidak segera menciumnya tetapi tangannya memebentuk lancip seolah yang mencium pipinya.


" Muaaahhh" hanya sebuah kalimat dari mulut Rayina.


Ayden yang mendapatkan kejahilan istrinya sangat jengkel. Dia kemudian mencengkeram tangan Rayina.

__ADS_1


" Lakukan dengan benar sayang" ucap Ayden.


" Sholat dulu mas.. nanti aku berikan" ucap Rayina lembut.


" Ah... baiklah" jawab Ayden tak bersemangat.


Rayina tahu kalau suaminya sangat jengkel dengan keusilannya. Dia hanya menerbitkan sebuah senyuman yang penuh arti. Rayina kemudian segera mencium suaminya sekilas dan setengah berlari menuju kamar mandi.


Ayden yang masih kaget dengan tingkah istrinya itu hanya bisa terdiam dan mengerjapkan mata.


" Ternyata kamu nakal sayang" ucap Ayden dengan mengelus pipinya.


Ayden hanya menerbitkan senyumannya. Seolah tenaganya bertambah berkali lipat dengan sebuah kecupan dari istrinya itu. Dia segera mengambil wudlu dan sholat.


Sedangkan Rayina menyiapkan baju kerja suami dan segala perlengkapannya. Baru kali ini dia bingung mempersiapkan baju kerja suaminya. Dulu semasa dengan almarhum suaminya dia hanya menyiapkan setelan kemeja dan jas serta dasi yang sepadan dan serasi. Tapi sekarang?


" Mas, hari ini mas pakai seragam apa ?" tanya Rayina.


" Seragamku ada di lemari paling ujung. Itu semua seragamku. Karena setiap hari aku memakai kemeja putih dan celana bahan. Atribut kelengkapan ada di lemari aksesoris. Jadi tidak perlu bingung" jawab Ayden setelah selesai mengambil wudlu.


Rayina kemudian menyiapkannya, tetapi dia bingung dengan atribut yang akan dikenakan. Segera dia beranjak untuk mengambil ponselnya dan searching tentang atribut itu.


Sebelum dia searching ternyata dia melihat foto suaminya dengan seragam lengkap dan atribut yang menempel. Dan dia tersenyum mendapatkan pencerahan.


Rayina segera memasangkan atribut di seragamnya dan meletakkannya. Setelah itu dia menyiapkan air hangat untuk mandi suaminya. Karena di london pagi ini turun hujan dan suhunya sangat dingin.


Dia kemudian keluar kamar untuk memastikan dua jagoannya sudah bangun atau belum. Dan ternyata Ben sudah bangun dan sedang melaksankan sholat. Sedangkan Ganesha masih dengan gulingnya.


Mbak Rum dan Mbak Siti sudah berkutat di dapur. Semua makanan sudah tersedia dengan rapi. Rayina kemudian menghampiri mereka.


" Mbak, ada yang bisa saya bantu?" tanya Rayina.


" Ndak usah Bu, sudah selesai" jawab Mbak Rum.


" Oke. Baiklah. Kalau sudah selesai gantian dengan saya ya. Saya akan menyiapakan sarapan suami saya" ucap Rayina.


" Silahkan bu, ini sudah kami bereskan" ucap Mbak Siti.

__ADS_1


__ADS_2