Pilot Vs Teacher

Pilot Vs Teacher
175.


__ADS_3

Ayden mendengar itu dan tak menghiraukannya. Dia sengaja ingin istrinya bangun dan mengimbangi permainannya.


Dia tidak suka bermain seperti ini. Tidak ada perlawanan sama sekali. Tapi seperti tertantang, karena seperti pencuri yang sedang mencuri dari orang.


Kemudian bergantilah posisi kini dia menyesap sumber penghidupannya yang sebelah kiri. Dan tangan kanannya bermain memilin permennya di sebelah kanan.


" Essssshhhh" desis lirih dengan sedikit geliatan.


" Oh.. sayang... ini sangat nikmat. Bangunlah" ucap lirih Ayden.


Kini tangannya mulai bergerilyq membuka seluruh kancing baju milih istrinya. Membuka semuanya dan kini tubuh atas terbuka sempurna. Menampilkan bukit nan indah.


" Pantas saja sedikit berbeda. Memang sedikit besar. Dan itu aku sukaaaa" gumam Ayden sendiri.


Dia melanjutkan pekerjaannya, tangannya sibuk membuka celana hamil milik istrinya. Seperti mendapatkan lampu hijau. Tubuh istrinya seperti bergerak sedikit mengangkat pantatnya.


" Kamu tidak nyaman hmm??" tanya Ayden.


Tentu saja tidak ada jawaban karena memang masih tertidur dalam lelapnya.


Sementara di dalam mimpi Rayina. Rayina akan pergi mandi. Dia akan membuka bajunya. Tetapi ternyata tangan kekar di belakangnya telah mendahuluinya. Membant untuk membuka kancing bajunya dengan cepat.


Rayina hanya diam saja menerima perlakuan suaminya itu. Diapun juga sebenarnya merindukan belaian lembut suaminya itu.


Sementara terus Ayden bergerak membuka celana luar istrinya. Setelah sedikit terbuka tertampaklah segitiga bermuda yang sangat menggelora.


Membuat jiwa petualang berkelana. Ingin segera menjajahnya tanpa jeda. Segitiga bermuda berwara merah maroon. Sangat kontras dengan kulit istrinya.


Tetapi terkesan sangat seksi menurut Ayden. Segitiga bermuda dengan tali di pinggirnya. Membuat Ayden tersenyum bahagia.


" Emmmhh... kamu sudah menyiapkannya hmm?? Kamu nakal sayang. Ini sangat menggoda untukku!" gumam Ayden kembali.


Ditariknya tali segitiga bermuda dengan giginya. Kemudian bergantian satu persatu. Kanan dan kiri dengan sedikit jilatan di kulit mulus tubuh itu.


Si pemilik hanya diam saja. Karena di dalam mimpinya hanya dalam dekapan dan memejamkan mata dengan setiap sentuhan yang diberikan.


Diraihnya kembali sumber penghidupannya. Dipilinnya kecil dan sangat lembut. Kemudian sedikit meremat dengan sedikit pijatan lembut. Membuat pemilik sangat resah.


Kini Ayden berads di atas tubuh nan polos itu. Diraihnya selimut untuk menutupi tubuh polos istrinya. Kemudian dia menyalakan AC dengan suhu sangat dingin.


Kemudian dia masuk dan bergelung di dalam selimut berdua. Kini Ayden segera menanggalkan bajunya. Dan dua orang kepongpong berada dalam gulungan selimut itu.

__ADS_1


Dijilatinya telinga istrinya yang sudah terekspos dengan leher jenjangnya yang membuatnya semakin ingin menyesapnya lama.


" Sayang, bangunlah... aku merindukanmu. Layani aku.. " ucapnya lirih ditelinga istrinya.


Sementara di dalam mimpinya ucapan itu sama persis dengan kenyataan yang diucap.


Rayina hanya menganggukkan kepalanya dengan kondisi mata yang masih terpejam.


" Baiklah sayang, jika kamu mau bermain dalam memejamkan matamu. Maka aku yang akan bekerja. Jangan salahkan aku jika membuatmu candu" ucap Ayden kembali.


Dan seakan terhipnotis. Kalimat itu juga sampai di dalam mimpi Rayina.


" Sayang, aku mau mimik susu. Susumu sangat.. sangat enak.. dan aku rindu" gumamnya lirih.


Disesapnya kembali sumber penghidupannya itu di dalam selimut. Ayden dengan bebas bermain di dalamnya.


Berada di atas, dengan mulut mengulum penghidupan sebelah kiri sedangkan tangan kanan memilin penghidupan sebelah kanan bak remote control. Sedangkan tangan kiri kini bergerilya.


Bergerilnya menyusuri setiap lekuk tubuh itu. Mengusap lembut perut nan bucit itu. Kemudian kebawah dengan mengusap sedikit rimbunnya rumput.


Tidak lebat, tetapi sedikit dan itu membuat sangat merangsang. Ayden yang merabanya sedikit tersenyum. Istrinya memang tahu seleranya. Bahkan sangat paham bagaimana memuaskan suaminya kecuali saat ini.


Mungkin karena efek obat yang begitu dahsyat. Membuat matanya susah terbua.


Ayden semakin gencar untuk melancarkan aksinya. Sedangkan si pemilik mulai menggeliat dan bereaksi.


" Emmmhhh masss" lenguha yang cukup terdengar keras.


" Ya sayang... berteriaklah. Aku menunggu itu" ucap Ayden dengan tersenyum.


Ayden terus mengusap, memilin dan menghisap lembut. Hisapannya kini mulai menuntut sedikit kuat dan membuat pemilik terus menggeliat dan melenguh.


Di dalam mimpinya Rayina masih dalam mode menerima perlakuan suaminya. Lama - lama gairahnya muncul untuk ikut membalas. Saat diperlakukan oleh suaminya dia memejamkan mata dan begitu menikmati.


Kini mata itu mulai terbuka, pelan dan sangat pelan. Rayina membuka mata dengan sangat bingung.


Antara merasakan kenikmatan dan dalam posisi dan keadaan yang bingung. Bingung bukan karena aksi suaminya, dia merasa asing di tempat itu. Tapi sedikit familiar selama di benaknya.


Tak kuasa menerima perlakuan suaminya kini dia membalasnya dengan kecupan mesra untuk suaminya.


Ditengadahkanlah wajah rupawan itu. Kemudian dikecupnya bibir sensual milik suaminya. Dengn sedikit kecupan dan berlanjut dengan ******* yang kemudian ******* menjadi tuntutan.

__ADS_1


Dikalungkannya tangan Rayina ke leher Ayden dan Ayden segera menancapkan 'si pickonya' dengan perlahan. Dia masih waras dengan kondisi istrinya saat ini. Ada dua nyawa di dalam perut istrinya.


Ditakutkan akan mengenainya dan melukainya sehingga pickonya bermain dengan lembut.


Pelan dan perlahan masuk menembus jalanan yang semakin lama semakin sempit.


" Sepertinya picko sudah press body sayang. Dan ini sangat nikmat. Aku rindu ini!!" ucapnya diteling istrinya dengan nada yang sedikit serak.


Rayina hanya memejamkan mata menikmati setiap gerakan maju mundur syantik... syantik... yang dirasanya sangat nikmat.


Sesak tapi membuatnya nikmat. Dia juga tidak menampik bahwa dia juga merindukan hal ini. Berdua tanpa gangguan, menikmati waktu tanpa ada jeda.


" Mas... " rengeknya lembut.


" Ayo sayang... keluarkan. Mas rindu itu!!" pinta Ayden.


Ayden semakin gencar memaju mundurkan badannya. Dan segera meraih dua tombol yang begitu menggoda.


Sedikit berguncang stick PSnya. Kemudiam dirainya dan kemudian dipilin lembut.


Semakin lama gerakan Ayden sedikit kencang dan Rayina makin menikmati dan mendesah sedikit keras. Bagi Ayden suara itu sangat seksi dan terkesan menantangnya untuk terus menghujamnya.


Bak stik PS, dua tombol itu sudah mencuat tinggi. Dengan masih memompa Ayden meraih dan menyesapnya. Walaupun sedikit susah karena terhalang perut Rayina yang mulai membuncit.


" Masss aku pegang kendali. Aku mau main diatas!!" rengek Rayina.


" Are you sure? Kamu yakin dengan kondisimu?" tanya Ayden ragu.


" Ya.. tentu !! Cepatlah!!" rengek Rayina dengan wajah yang sudah memerah.


Kini berubah posisi, Rayina berada di atas bak naik kuda yang akan berpacu. Di masukkannua si picko dengan hati - hati dan itu sangat nikmat.


Ayden meringis menikmati perlakuan istrinya. Kini Rayina yang memegang kendali. Dia meliukkan badannya dan terus bergoyang.


Diraihnya sumber penghidupan dan dirabanya sendiri dan itu membuat Ayden semakin menggelora. Di raihnya dua stik Ps dan di pilinnya.


Rayina terus berhoyang dan berkelok. Memutar, maju mundur dan mendesah.


" Ah... akh.. aku..." racau Rayina.


" Tunggu sayang, bersama.. kita bersama sampainya.. Ayo sedikit lagi" ucapnya..

__ADS_1


dan....


" Ahhhh....." bersama...


__ADS_2