
Suasana malam BBQ berlangsung kondusif. Tidak ada kegelisahan atau kegaduhan yang menimbulkan kegelisahan seluruh tamu kerabat dan saudara. Papa memang menjamu seluruh saudara dan kerabat dengan sangat baik.
Sedangkan Mama masih gelisah dengan apa yang terjadi. Memang meresahkan tikus kecil itu. Sementara Rayina sudah gatal ingin melihat kegiatan selanjutnya.
Anak - anak pun tidak rewel atau merepotkan. Mereka anak - anak yang cukup dewasa dan mandiri untuk ukuran seusianya. Bukan berarti mereka di tuntut untuk dewasa lebih awal. Tetapi memang mereka secara langsung bisa mandiri sendiri.
Di ruang bawah tanah...
Liona merasa jengah dengan Devran. Tidak ada tindakan selanjutnya. Hanya melihay dan mengamati yang terjadi. Tidak ada peningkatan yang signifikan untuk mengungkap motifnya.
" Farhan, panggil kakak dan abang" pinta Liona.
" Iya non" jawab Farhan cepat.
Mungkin pemikiran Farhan dengan Liona sama. Farhan merasa jengah dengan kelakuan Devran. Karena tidak ada tindak lanjut yang dilakukan.
Ketika Farhan akan beranjak, Nyonya dan bos nya sudah nampak di depan pintu liftnya. Dengan pakaian cassual mereka memasuki ruang bawah tanah. Seketika Rayina sudah berpikir.
" Mas, lihatlah! Si brengsekmu belum melakukan apapun" ucap Rayina kepada suaminya.
" Benar - benar... Devraaannn" gelegar Ayden.
" Ab...ang.." Devran tercekat.
" Kenapa masih sama?" tanya Ayden tanpa basa -basi.
" Aku bingung bang. Mulai dari mana. Kasihan" Devran lemah.
" Kalau kamu setiap menghadapi musuhmu begini, bagaimana bisa kamu dapat memenangkan permainan. Stupid" ucap Ayden.
" Dia bekerja sama dengan Mafia X, bosnya X- one corps, dia asalah Xano, Pacar gelap Aleena" ucap Devran lirih.
" Xano???" pekik Ayden.
" Xano mafia?" tanya Ayden membenarkan.
" Iya bang, dia yang mengincar seluruh proyek properti yang kita buat. Mereka selalu memaksa untuk bekerja sama. Karena aku tidak pernah mau bekerja sama dengan mereka bang" ucap Devran.
" Aruni sudah masuk kelubang gelap terlalu dalam bang. Dia sudah menjadi j**ang yang diperbudak oleh Xano" cerita Devran.
Liona tercekat, dia belum memberikan informasi apapun kepada Devran tentang kebenaran Xano, tetapi kenapa Devran sudah mengetahui banyak tentang itu.
__ADS_1
Ternyata dia tidak sebodoh yang kita umpatkan. Rayina tersenyum merekah. Dia tahu, sebenarnya Devran sudah banyak mengetahui tentang X- corps karena dia pernah menceritakan itu sedikit naik intonasi suaranya.
" So... Dev, kamu punya pilihan. Habisi atau siksa perlahan. Hanya itu!" nego Rayina.
" Jika tidak kita dalam bahaya" ucap Rayina.
" Aku tidak tega kakak ipar. Abang... bagaimana? tanya Ayden.
" Aku sebenarnya bisa saja menghabisi dia. Tetapi saat ini istriku hamil. Aku takut terjadi sesuatu kepada anak dan istriku" teranf Ayden.
" Lihatlah Dev!!" ucap Rayina.
Rayina mengarahkan alat yang dia buat untuk menyensor tubuh seseorang, agar terlihat ada alat atau benda yang berbahaya atau tidak.
" Chips yang di pasang di tubuhnya adalah pengendali dirinya dari Xano. Dia gagal menyadap. Tetapi alat ini akan melacak bak GPS sesuai target" terang Rayina.
" Oh.. semakin dalam" sesal Devran.
" Apakah kamu punya hutang atau tanggung jawab yang lalu terhadapnya?" tanya Rayina serius.
" Sepertinya tidak. Cuma hati ini sakit kak. Seperti dicubit" tunduk Devran.
" Farhan suntikkan obat itu, agar syarafnya terhenti. Sehingga kalau syaraf di lemahkan. Alat itu akan melemah. Memang menyakitkan. Dan itu menyiksanya dalan waktu yang lama. Nanti dia akan mati"terang Rayina.
" Ya Dev, dia berbahaya. Dia sudah tidak mempunyai hati sebagai manusia. Dia sudah seperti robot untuk Xano"ucap Rayina.
" Tunggu kakak" ucap Liona.
Semua pandangan mata ke arah suara yang baru saja keluar. Sepertinya ada sesuatu yang akan di sampaikan.
" Ya, Liona... Ada apa?" tanya Rayina lembut.
" Jangan... jangan disuntik kak. Tunggu. ." jawab Liona menggantung.
Liona mendekat kepada Rayina. Rayina paham dan tersenyum dengan penuh arti. Sedangkan Ayden hanya diam menunngu apa rencana dua wanuta yang menurutnya bak kelinci.
" Dev, tanyai dia korek semua informasinya" pinta Rayina berbisik.
" Mas, aku meminta bantuanmu. Dia kan begitu mencintai mas, tolong pancing dia agar berbicara. Sementara kami akan melumpuhkan chips yang sudah ditanam itu" pinta Rayina berbisik.
Devran dan Ayden mendekat kepada Aruni dan dia segera bergerak cepat. Menurut Liona jika ada sumber suara yang kekuar dari tubuh yang di tanam chips tersebut dia akan bisa melacak dengan cepat.
__ADS_1
" Kakak, keluar disini kak" binar bahagia Liona.
" Dia dikendalikan sistem dan seseorang Liona. Mr.X alias Xano. Kodenya tiap chips pasti beda Liona" terang Rayina.
" Sebentar kak, aku masih mencari sesuatu yang dapat menangkap sinyal chips" ucap Liona.
" Liona itu" ucap Rayina dan segera menekan X.
" Kak, sensornya sudah lumpuh" ucao Liona.
" Hancurkan semya frekuensi yang menjangkaunya" pinta Rayina.
Sementara di depan mata dua orang lrlaki berusaha sekali untuk mengorek informasi. Dan dua wanita sibuk membekukan alat kecil yang sangat berbahaya.
" Okay Liona... enter X" pinta Rayina.
Mereka cemas menunggu untuk melihat hasil yang terjadi.
"*#*$,$&\=;#&&÷,$€\=*?÷(#¥×(@,*" scan....
" Alhamdulillah" ucap Liona dan Rayina bebarengan.
" Mas cukup" pinta Rayina.
" Farhan siapkan peralatan P3K dan alat bedah yang ada. Kemudian panggil Kevin " perintah Rayina.
" Mas, apa yang kamu dapat?" tanya Rayina.
Ayden menjelaskan bahwa dia bergabung dengan komplotan mafia hanya karena dia ingin melindungi diri. Sebenarnya dia tidak ingin membalas dendam kepada siapapun Karena dia merasa kesalahan dan dosanya itu melebihi dendam itu. Jadi dia tidak berhak atas dendam.
Tetapi karena syarat masuk komplotan mafia itu mempunyai misi. Yaitu semacam dendam dan lain sebagainya.
Dan dia menjadikan alasan keluarga ini sebagai dendam. Tanpa disadari tujuan Xano sama dengan apa yang diucapkan oleh Aruni.
Selanjutnya dia ditanami chips. Dan kemudian dia juga dibebaskan menjadi j**ang. Tetapi tugasnya sekarang menjadi penyusup. Untuk memasang penyadap dan apapun itu yang menguntungkan untuk Xano. Dan sekarang dia malah tertangkap. Tetapi dia menyesal sebelum melakukannya. Ternyata Devran pernah mencintainya. Dan tindakannya salah. Tujuan dan misinya sangat bertentangan untuk dirinya.
Sekarang chips yang ditanam sudah mati dan sudah dihancurkan. Rayina akan melanjutkan langkah berikutnya.
" Aruni..." ucap Rayina dan mendekat.
" Aku tidak pernah mengenalmu dulu ataupun saat ini. Tapi aku sudah mengetehui sepak terjangmu di dunia hitam. Dan dulu kamu mencintai suamiku. Sedangkan adik iparku mencintaimu setelah lama hubungan kamu dan suamiku kandas dulu" cerocos Rayina.
__ADS_1
" Aku tahu, kamu punya alasan untuk semua ini. Aku yakin dari lubuk hatimu paling dalam, kamu menyesal dengan tindakanmu saat ini" ucap Rayina.
" Aruni, aku tidak mau kamu melangkah lebih jauh lagi. Terjerumus di dunia hitam. Jika kamu mengijinkan aku untuk mengambil chips itu. Maka aku akan mengambilnya. Tapi..." ucap Rayina menggantung