Pilot Vs Teacher

Pilot Vs Teacher
20. Galau


__ADS_3

Rasa tidak nyaman saat menerima pesan dari si empunya nomor tersebut. Rayina hanya bisa menghela nafas dalam - dalam agar bisa melegakan perasaannya itu.


Rayina :" Huuuuuuuffffftttt. Kenapa lagi si dia. Sepertinya memang aku harus segera mengambil keputusan".


Rayina akan segera memilih bersikap dengan bijak. Saat ini Rayina ingin memastikan diri dan memantaskan diri membuka hatinya untuk Ayden. Tetapi apakah cinta Ayden hanya untuk dia? Sedangkan jarak memisahkan mereka. Waktu pun juga sangat berbeda.


Rayina menunggu balasan pesan dari Ayden. Tetapi pesan itu belum dibalas oleh Ayden. Sementara itu dia masih berkirim pesan dengan Mama Ayden. Hanya dengan pesan dan video yang bisa menyambung silaturahmi kedua belah pihak.


Ben yang merasa akan mengikuti permainan Ayahnya mulai menunjukkan sikap jahilnya. Dia seolah ketus untuk menjawab pertanyaan Rayina. Rayina hanya bisa bersabar, karena memang mungkin Ben belum bisa menerima Rayina sepenuhnya.


'Kenapa sikapnya berbeda ya? Apakah ada kata - kataku yang menyinggung atau tidak ia sukai ya? Semoga saja dia bisa memahamiku' batin Rayina.


'Sorry Bunda hehehe' batin Ben.


Saat itu Mama Ayden tidak mengetahui perihal rencana Anaknya dan cucunya itu. Mama Ayden merasa tidak enak hati dengan Rayina. Karena sikap Ben berubah secepat itu. Apa karena jarangnya komunikasi antara mereka ataukah karena belum bertemu. Mama Ayden hanya minta Rayina untuk bersabar dalam menyikapi Ben.


Mama Ay :"what happened dear? why did your attitude change with Mrs. Rayina?"


Ben :" Playing the old man game is really weird opah. Ayah asked for it. Just follow the game".


Mama Ay :" You are ignorant and nosy".


Ben :" Hahahaha... calm down Opah".


Mama Ay :" Okay lah".


Ternyata hanya keusilan dan kejahilan anak dan cucunya. Yang membuatnya harus mengikuti permainan didalamnya juga. Mama Ayden hanya bisa tersenyum - senyum.


'Apa lagi surprise yang kamu siapkan Ayden?' batin Mama Ayden.


Di suatu sisi....

__ADS_1


Rayina hanya bisa merenungkan setiap kata yang keluar dari mulutnya saat berbicara dengan keluarga Ayden. Dia mencerna semuanya, karena ketakutannya akan kesalahan dalam ucapannya dia lupa bahwa harus ada yang ia selesaikan secepatnya.


Rayina segera membalas pesan dari Rizky.


Rayina :" Oke. Cafe dekat danau. setelah maghrib".


Segera dia kirim ke Rizky. Rizky yang menerima itu sangatlah senang. Karena respon Rayina. Rayina sudah menyiapkan kalimat dan keputusannya itu. Saat memikirkan apa saja yang akan dia bicarakan dengan Rizky, Poselnya berbunyi.


Ayden :" Hm.. "


Rayina sangat aneh dengan jawaban pesan dari Ayden. Tidak seperti biasanya yang selalu care dan hangat saat membalas pesan Rayina. Apa yang terjadi?


Rayina :" Are you angry with me? "


Ayden :" Thinking again with your chat".


Rayina :" I'm so sorry Ay if I wrong".


' Maaf sayang saya tidak bermaksud untuk melukai hatimu. Hanya saja saat ini aku ingin menguji kesabaranmu dan tunggu waktunya ya.. Wait and see' gumam Ayden.


Saat ini Reyna sangat galau mengingat kesalahannya yang membalas pesan Ayden terlalu lama. Dan juga harus menyelesaikan masalahnya dengan Rizky.


Dia harus bisa menghadapi setiap masalah. Dia adalah orang yang bertanggung jawab. Reyna masih mempelajari sikap Ayden.


'Ay, ternyata kamu adalah tipikal orang yang tidak sabaran, dan kamu selalu tepat waktu, maafkan kesalahanku Ay. Aku memang lamban dalam mencerna setiap masalah. Dan aku kurang peka' gumam Rayina.


Dia merasa tidak enak hati dengan Ayden. Sementara Ayden bersenang- senang dengan kejahilannya. Ternnyata Ben juga sudah menghubungi Ayden dengan sikapnya terhadap Rayina.


Ayden sudah sangat tidak sabar untuk segera selesai jam kerjanya hari ini. Dia ingin segera kembali ke mansionnya dan berkemas. Ayden juga sudah sangat rindu terhadap anak semata wayangnya dan juga orang tuanya itu. Ayde juga sudah tidak sabaran untu bertemu dengan Rayina.


Ayden selalu menggambarkan sosok Rayina yang keibuan dan sangat cantik. Rayina yang lemah lembut dan masih banyak lagi angan Ayden terhadap Rayina.

__ADS_1


Sementara disatu sisi, Rayina terasa sangat malas untuk menemui Rizky. Tetapi dia sudah berjanji akan menemui dan menyelesaikan masalahnya dengan dewasa.


Waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore hari, waktu Maghrib pun tiba. Adzan berkumandag memanggil hamba Allah yang akan bersujud kepadaNya.


Rayina segera mandi dan segera untuk beribadah menjalankan kewajibannya. Setelah itu dia segera berkemas untuk segera menemui Rizky.


Rayina :" Mbak, nanti saya mau ke cafe seberang danau ya. Setelah maghrib ini. Kamu jaga Ganesh ya sebentar. Karena saya akan menyelesaikan urusan saya dengan mas Rizky. Kamu bisa paham kan mbak?".


Mbak :" Baik bu, siap laksanakan. Lagian jagoan kita sudah mulai ngantuk. Sebentar lagi juga tidur. Ibu bisa menunggu sebentar tidak, kalau saya sholat dulu. Ganesh juga sudah ngantuk itu bu".


Rayin : "Okay. Ya udah cepetan sana. Ganesh ud mulai merem- merem juga nih".


Mbak :" Ahhh siap nya".


Rayina segera menidurkan Ganesha yang sudah mulai terpejam. Sedangkan Mbak sudah beranjak beribadah. Rayina melihat Ganesha sudah sangat terlelap. Dia segera berganti pakaian dan bersiap diri, sembari menunggu mbak selesai sholat.


Rayina memakai long sweater dengan celana panjang yang sangat simpel. Sepatu kets yang dia kenakan saat ini sagat mendukung penampilannya yang santai. Tujuan dia menghilangkan kesan anggun yang selama ini Rizky terkagum dengannya.


Dengan begitu Rizky akan merasa ilfeel terhdapnya. Dia berdandan asal dan sagat jauh dari sosok Rayina. Tak lupa dia berfoto untuk dia post ke sosmednya. Rizky pasti sudah melihat postingannya. Supaya Rizky sebel dengan penampilan Rayina.


Rayina segera melajukan motornya menuju cafe. Ternyata Mobil Rizky sudah berada di cafe. Tandanya dia sudah datang.


Saat itu Rayina turun dari motor dan akan masuk ke cafe. Ternyata banyak mata yang memperhatikan Rayina dengan tatapan yang sangat aneh. Rayina menjadi kikuk dengan dirinya sendiri. Niat akan membuat ilfeel seseorang malah dia yang keki sendiri ketika dilihat orang.


'Aduh kenapa aku jadi tidak pede begini ya, semua mata tertuju padaku. Apakah ada yang tidak pantas ya?" gumam Rayina.


Sebelum duduk menemui Rizky, Rayina pergi ke toilet sebentar untuk memastikan pakaiannya layak di pandang atau tidak. Takutnya ada yang sobek atau kurang pas.


Rayina kemudian mengecek semuanya. Mulai dari baju, celana, sepatu, hingga make up. Semua biasa saja tidak ada yang aneh. Hijabnya pun tidak ada keanehan. Tetapi kenapa semua mata tertuju padanya, itu yang membuat Rayina berpikir.


Rayina kemudian menyudahi pikirannya dan segera keluar toilet untuk menemui Rizky yang lumayan sudah lama menunggu.

__ADS_1


Rayina berjalan dengan sangat santai. Rayina segera bertanya kepada pelayan dimana ruangan VIP. Karena sebelum Rayina berangkat, Rizky mengirimkan pesan agar dia ke ruangan VIP. Rizky sudah membooking ruangan tersebut.


__ADS_2