Pilot Vs Teacher

Pilot Vs Teacher
74.


__ADS_3

Rayina meminta dan merengek untuk diturunkan dari gendongan. Sedangkan Ayden masih tetap menggendong. Teriakan Rayina tak berarti bagi Ayden dan juga dinding ruangannya. Karena kamar mereka di design kedap suara. Sekeras apapun teriakan tidak akan terdengar sampai keluar.


" Mas, turunkan. Aku bisa sendiri" pinta Rayina manja.


" Baiklah nyonya..." jawab Ayden dengan menurunkan tubuh langsing yang membuatnya candu.


" Mas, tunggulah aku siapkan air hangatnya. Rasanya badan ini terasa letih bukan?" ucap Rayina.


Rayina segera menyiapkan air hangat di bathup dan sedikit aromatherapy untuk merak berendam melepas lelah.


Setelah siap air yang disediakan. Rayina meminta Ayeden masuk ke dalam bathup. Dengan telatennya Rayina menggosok seluruh tubuh suaminya dan terakhir membuat pijatan lembut di kepalanya. Setelah selesai, Rayina kemudian mengambilkan handuk untuk suaminya itu.


Belum akan beranjak tiba- tiba tangan kekar itu menarik jemari lentik yang sudah memanjakannya. Alhasil tubuh langsing yang hanya berbalut lingerie tipis basah kuyub.


Dan akhirnya mereka berendam bersama dan saling pijat. Upss.... tentunyaaa dong pastilah terjadi hal - hal yang diinginkan.


Ayden memang lelaki romantis. Mungkin dulu dia bersikap dingin kepada wanita dikarenakan belum bisa melupakan masa lalunya. Tambatan hatinya kini sudah berada dalam pelukannya.


" Mas, aku pasti akan merindukanmu. Aku ingin masa - masa seperti ini tidak akan pernah hilang dalam hidup kita. Aku juga ingin Mama Papa tinggal bersama kita" ungkap Rayina.


" Are you seriously baby? Baiklah nanti kita bicarakan dengan mereka. Apakah mereka mau tinggal bersama kita disini. Terima kasih sayang sebelum aku meminta itu kamu sudah menerima bahkan memintanya sendiri. Dari dulu aku sangat ingin orang tuaku tinggal bersamaku. Tetapi Ibu Ben tidak mau" jawab Ayden dengan menarik tubuh langsing istrinya tepat di depannya.


Posisi mereka saat ini sangat romantis. Ayden memeluk Rayina dari belakang dan mereka saling bersandar di bathup.


"Sayang, kapan akan ada kecebong didalam sini?" ucap Ayden seraya memutar- mutar telunjuk di perut langsing istrinya.


" Insyaallah mas, semoga dan segera disemogakan. Amin" jawab Rayina.


" Amin " jawab Ayden.


Mereka saling memejamkan mata dan menikmati wangi aromatherapy yang sangat menenangkan. Sembari berbincang - bincang. Setelah dirasa cukup mereka kemudian membasuh diri.


Setelah selesai, Rayina maupun Ayden sudah memakai baju tidur masing- masing. Semua baju tidur yang Rayina punya adalah pilihan suaminya. Hal itu membuat Ayden makin mengagumi istrinya. Bukan karena bentuk tubuh istrinya yang sangat menggoda. Tetapi Rayina selalu menghargai orang yang memberinya. Dia selalu memakainya tanpa mengecewakannya.


" Sayang.... pakai yang warna ungu ya" request Ayden.


Tanpa ada jawaban atau bantahan Rayina sudah memakai warna ungu sesuai permintaan suaminya. Malam ini Rayina ingin manja dengan suaminya karena kemungkinan dua hari kedepan suaminya akan bertugas keluar negeri.


Rayina kemudian memakai skincare yang sudah suaminya siapkan. Semua kebutuhan Rayina sudah terpenuhi. Dia tidak pernah memikirkan kapan akan membelinya.


" Mas, minuman sudah sampai?" tanya Rayina.

__ADS_1


" Yes, why?" tanya Ayden.


" Mas mau wedang jahe atau orange jus?" tawar Rayina.


" Menurutmu bagusnya mas yang mana sayang?" tanya Ayden balik.


" Lebih baik mas minum wedang jahe. Selain membuat badan kita hangat Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa kandungan antioksidan, mineral, dan asam amino dalam minuman jahe dapat membantu mencegah penyakit jantung. Mengonsumsi minuman ini juga dapat meningkatkan sirkulasi darah, menurunkan kolesterol, meredakan nyeri ulu hati, mencegah serangan jantung, dan menurunkan tekanan darah. Dan yang terpenting adalah agar kita terhindar dari masuk angin" Rayina menerangkan manfaatnya secara detil.


"Baunya gak enak banget sayang.. " ucap Ayden dengan bergidig


" Wangi kok sayang. Cobain sedikit" paksa Rayina.


Ayden kemudian meminum wedang jahe yang sudah disiapkan. Rasa takut dan ragu - ragu akan bau dan rasanya menjadi satu. Antara tidak dan iya, tetapi mendengar penjelasan sang istri bahwa wedang jahe sangat banyak khasiatnya untuk tubuh.


" Srrruuuuuttttt" suara sruputan minum.


" Bagaimana rasanya mas?" tanya Rayina penasaran.


" Agak pedas sedikit dan ternyata manis ya sayang... Sepertinya lidahku cocok. Dan langsung terasa, diperut terasa hangat" ucap Ayden.


" Sayang, apakah ini minuman populer di negaramu?" tanya Ayden penasaran.


" Bolehkah?" tanya Ayden kembali.


" Yes, sure sayang. Mas, kalau sudah habid marilah kita mengistirahatkan badan. Aku sangat capek mas" titah nyonya rumah.


" Baik nyonya.. haha" jawab Ayden menggoda.


Temeram lampu sudah di pasang. Dua pasang mata beradu dalam temeramnya malam. Singga sana yang nyaman membuat dua orang terlelap sangat nyaman.


Tak lupa Rayina mengecek cctv seluruh ruangan. Kepala pengawal di perintahkan menjaga rumah dengan sangat intens. Ayden yang kala itu melihat tingkah istrinya yang bermain ponsel langsung merebut.


Sebenarnya apa yang dilihat istrinya. Hingga sangat serius dan seperti fokus dengan tampilan ponsel.


" Sayang, sudahlah. Sudah malam. Istirahatlah. Pengawal sudah siaga dengan tugasnya masing- masing" pinta Ayden.


"Baiklah sayang. Mas besok berangkat kerja jam berapa? Mas penerbangan jam berapa?" tanya Rayina.


" Besok siang, setelah dhuhur sayang. Why?" tanya Ayden balik.


" Baiklah. Masih ada waktu besok. Aku siapin semuanya besok pagi saja ya mas?" pinta Rayina.

__ADS_1


" Ya sayang. Kemarilah" pinta Ayden dengan merentangkan tangannya.


Rayina menyambut pelukan suaminya. Tidur dalam pelukan suami adalah hal yang paling indah. Bahunya yang menopang adalah bahu ternyaman. Mereja terlelap dalam suasana yang sangat nyaman.


@@@@@@


Pagi harinya...


" Sayang... sayang..." teriak Mama.


Rayina terkaget ada ketukan pintu yang sangat kencang. Rayina bergegas untuk membuka pintu.


" Mama. Ada apa Ma?" tanya Rayina penasaran.


" Papa... Papa sayang..." ucap Mama bingung.


" Kenapa Ma? " tanya Rayina.


Mama belum sempat menjelaskan dia sudah lari menuju kamar mertuanya. Rayina sangat mengkhawatirkan mertuanya itu.


" Pa, papa kenapa? Ada yang sakit? Apa yang Papa rasakan?" pertanyan bertubi - tubi.


Irfan belum bisa menjawabnya karena masih merasakan sakit.


" Tadi Papa ke kamar mandi. Dan terplesrt Karena keteledoran Papa sendiri. Papa lupa menyiram bekas sabun yang licin itu Akhirnya Papa terkilir kakinya" terang Mama.


" Papa tadi jatuh tidak Pa? tanya Rayina.


Hanya gelengan kepala yang dilakukan Papa.


" Coba luruskan kakinya Pa? Coba Rayi lihat" pinta Rayina.


" Yang sakit sebelah mana Pa?" tanya Rayina dengan melihat kaki Papa.


" Pangkal kaki sakit sekali sayang, tadi terkilir. Sepertinya kesleo. dan di lutut sepertinya agak memar" ucap Papa.


" Papa jatuh kan pasti? " selidik Rayina.


" Hampir. Lutut papa yang menopang" terang Papa.


" Baiklah, Papa tunggu sebentar. Rayi ambilkan obat buat Papa" ucap Rayina.

__ADS_1


__ADS_2