Pilot Vs Teacher

Pilot Vs Teacher
95.


__ADS_3

" Kalian siap?" tanya Rayina kepada Liona dan Farhan.


" Siap!!" jawab mereka kompak.


" Bismillahhirrohmannirrohiim " ucap Rayina.


Tiga pasang mata di belakang menyaksikan dengan kekhawatiran. Cemas, tentu saja. Karena itu bisa diartika melakukan tindakan malpraktik. Kevin sang dokter akhirnya mau bertanggung jawab atas tindakan bedah operasi yang di lakukan oleh Rayina.


Ayden sedikit lega, karena Kevin akhirnya dengan sendirinya mempertaruhkan profesinya sebagai dokter. Dia memang bukan dokter bedah dan untuk membedag seseorang dia tidak berani. Disamping ijin praktek dan prosedural dokter. Dia memang tidak begitu paham pembedahan.


Rayina mulai mengiris bagian yang sudah ditandai oleh Farhan. Sayatan pisau bedah mulai tergores nyata di kulit mulus itu. Dentingan alat bedah mulai terdengar. Perintah dari komando bedah juga terdengar sangat nyata.


Rayina melakukannua bak dokter bedah yang sudah ahli. Seperti sudah melakukan tindakan operasi berulang kali. Ayden sampai lemas melihatnya.


You know what?? Rayina sebenarnya sangat gugup. Tetapi dia sangat ingin segera menolong nyawa Aruni. Kalau tidak racun itu akan segera menyebar.


Lembar demi lembar kulit sudah disayatnya. Sekarang sudah berada tepat didepan chips itu. Rayina dengan sangat perlahan mengambilnya tanpa melukai bagian manapun. Karena sayatan demi sayatannya itu sudah sangat sakit.


" Liona suntikkan lagi pereda rasa sakit" ucap Rayina.


" Kakak ipar, jangan... karena obat bius sudah cukup" ucap Kevin.


" Liona, aku disini komandonya. Suntikkan seperempat ampul di bagian sisi chips" perintah Rayina dengan melirik tajam Kevin.


Rayina memberi kode kepada suaminya untuk mengurus Kevin. Ayden pun segera memukul perut Kevin untuk membuatnya diam dan jera.


Debuuuugghhh...


" awwww... sakit abang" teriak Kevin.


" Diam atau kau mati!" hardik Devran.


Ayden hanya tersenyum miring dengan semua itu. Devran sudah tahu sepak terjang kakak iparnya sekarang. Dia sangat kagum dengan Rayina. Apa yang tidak bisa dilakukan dengan wanita ini?


" Abang, kau beruntung mendapatkan berlian ini" batin Devran.


Kevin yang sedang mengelus perutnya karena bogeman mentah dari Ayden sekarang sudah diam dan hanya memperhatikan tiap tahapan yang dilakukan Rayina.


"Wanita ini sungguh diluar dugaan. Pantaslah jika bersama singa jantan ini. Sama - sama mafia. Tetapi cara kerja pembedahannya sangat tepat. Dia dengan cekatan dan terampil menggunakan alat bedah itu. Bahkan dia banyak melakukan langkah yang menurutnya tidak menyakiti pasien" batin Kevin.

__ADS_1


" Bang, taruhan yuk... Kakak ipar berhasil atau tidak?" ucap Devran lirih.


Cethaaaakkkk


Sentilan mendarat di jidat Devran.


" Aaauuuchhhh abaanggg" teriak Devran.


" Stupid.. Disana istriku sedang berjuang menyelamatkan nyawa seseorang. Kamu dengan bodohnya mengajakku taruhan! Dimana otakmu brengsek??" teriak Ayden.


" Sorry bang, sebenarnya aku hanya bercanda untuk menghilangkan kegugupan dan rasa takut ini" ucap Devran.


" Berdoalah Dev" teriak Rayina yang sedikit terganggu.


" See??" ucap Ayden.


Rayina masih dengan alat bedahnya keringatnya mulai bercucuran. Liona segera mengusap keringat Rayina. Rayinya hanya tersenyum dengan perlakuan Liona.


Liona masih dalam mode ketakutan dan gemetar. Sedangkan Farhan terus berdoa untuk keselamatan Aruni. Sampai hal terburuk pun dia sudah siap.


" Farhan... Liona... Siap? Aku akan memotongnya dengan cepat" ucap Rayina.


" Mafia itu memang benar - benar brengsek. Dia menanamkannya di dekat area vital seseorang" ucap Rayina.


Dalam sekejap chips yanf sudah terangkat diletakkan pada wadah yang sudah disiapkan. Dan dengan cepat mengeluarkan seperti cairan berwana hitam pekat yang mencair memenuhi wadah itu.


" Awas, jangan sampai terkena tangan atau apapun itu. Dan jangan dekati. Farhan, masukkan ke box itu" suruh Rayina.


" Baik nyonya" ucap Farhan dengan cekatan.


Rayina segera menghentikan pendarahan di bagian yang sudah di guntingnya. Dan segera menjahitnya. Kemudia dia juga merapihkan bagian - bagian yang lain.


" Farhan, alat pacu jantungnya benar tidak? Kenapa melemah? Mas, mendekatlah.. Ajaklah berbicara. Farhan ajaklah berbicara" perintah Rayina.


" Selesaikan masa lalu kalian dengan baik" perintah Rayina.


Rayina masih dengan tangannya yang bekerja cepat merapikan sayatan - sayatan yang sudah dia buat sedemikian rupa. Tidak membutuhkan waktu lama proses operasi berlangsung selama empat puluh menit.


Kevin terpana melihat jam tangannya. Dia tidak menyangka seorang yang bukan ahli dibidangnya bahkan lebih canggih melakukannya dari pada ahlinya.

__ADS_1


" PERFECT!!" teriak Kevin.


" Kevin, tugasmu selanjutnya. Pantau terus setiap jamnya. Bius itu akan hilang setelah satu jam dari sekarang. Dan setelah dia sadar berikan obat ini" perintah Rayina.


Sebelum Rayina selesai melakukan kerjanya dia mengoles bekas operasinya dengan obat merah china yang dia punya. Dan dia juga memberika obat shinsei kepada Aruni.


" Alhamdulillah..." ucap Rayina.


" Liona ikut kakak" pinta Rayina.


Lionapun mengekori Rayina di belakangnya. Entah apa yang sekarang ada di pikirannya. Lega? tentu saja. Hal yang paling menyeramkan dan beresiko baru saja terlewati.


Entah kenapa sisi hatinya merasa tertantang dan ingin lebih mengenal Rayina. Ya, Rayina dengan segala tingkah laku, tindakan, sorot mata yang tajam dan perubahan kelembutan, sisi keibuannya semua komplit.


Benar yang dikatakan Kevin, Perfect. Mungkin hanya satu kata, tapi itu menyangkut keseluruhan Rayina.


" Liona, buatkan teh ini setelah dia sadar. Berikan tiga kali sehari. Ini teh yang aku beli dari china. Teh ini bagus untuk pasca operasi. Jadi dia sangat bagus untuk mengembalikan sel syaraf yang rusak karena operasi" ucap Rayina.


" Sayang.. apakah kamu lelah?" tanya Ayden.


" Alhamdulillah mas, semua sudah terselesaikan" ucap Rayina.


" Kamu pucat sayang" ucap Ayden.


" Ya, bang. Karena kami di meja operasi merasakan detak jantung ini mau melompat saja. Kakak iparku orang antim. Jagalah dia bang" cerocos Rayina.


" Hey, singa kecil. Lihat cassanovamu bagai sayur kemarin sore. Lemas!! peluklah dia berilah kenyamanan" ucap Ayden.


" Ogah!!!" teriak Liona dan Devran.


" Lihat sayang, sangat cocok bukan?" ucap Ayden.


" Ya mas, sayangnya masing - masing hatinya masih ada ego yang besar. Mereka belum menyadarinya" jawab Rayina dengan lembut seraya mengusap pucuk kepala Liona.


" Devran, jagalah kelinci kecilku ini. Dia sangat langka. Kakak sangat suka dengannya. Bahkan jika untuk memilih. Kakak memilih dia sebagai partner kakak dari pada kamu. Untungnya kamu adalah adik dari suamiku" terang Rayina panjang lebar.


Rayina melihat sikap Farhan yang begitu cemas dengan keadaab Aruni. Dia selalu disamping Aruni.


" Farhan, istirahatlah. Semua akan baik - baik saja. Kamu tahu? Suntikan, obat dan lain sebagainya yang aku berikan untuknya itu bukanlah obat sembarangan. Aku memberikan itu agar dia cepat pulih. Harga dari obat itu bahkan bisa untuk membeli sepatu branded suamiku" kekeh Rayina.

__ADS_1


Semua orang terpana dengan penuturan Rayina. Bahkan Ayden tidak percaya denga perkataan istrinya. Dia selalu membanggakan kotak obat itu. Dan Rayina yakin segalanya bisa terselesaikan.


__ADS_2