Pilot Vs Teacher

Pilot Vs Teacher
149.


__ADS_3

" Kembalilah mas, akan aku doakan semoga mas mendapatkan jodoh yang terbaik. Kita mungkin tidak berjodoh. Mas dan Liona pun juga. Tapi kita bisa berteman. Ikhlaskanlah..Aku yakin jika mas ikhlas semua akan jauh lebih baik" terang Rayina.


" Hiks... kenapa harus seperti ini lagi. Sebenarnya aku tidak mau berebut wanita. Tapi kenapa wanitanya selalu sudah akan bersama lelaki lain" keluh Rizky.


Sementara dua lelaki dibelakang Rayina sedang berdiskusi serius.


" Devran, bagaimana kamu mendapatkannya?" tanya Ayden dengan serius.


" Saat kita ketemu dikantor dan membahas rencana Om Rony. Saat itu ponsel Liona dan kakak ipar masih terkoneksi. Saat itu Liona sedang menyadap pergerakan Xano. Tetapi aplikasi itu entah kenapa juga menyadap ponsel kakak ipar. Jadi, Liona tidak sengaja melihat beberapa pesan dan pembicaraan kakak kepada Rizky. Dan kami menjadi waspada. Saat rencana dimulai ketika dibandara, aku melihat pria ini bersama beberapa orang. Sepertinya anak buahnya. Seketika orang suruhanku ku kerahkan untuk melibasnya juga" terang Devran.


" Hehehe, aku keren bukan bang?" tanya Devran.


Pletak


" Ouchhh!!! Sakit abang" keluh Devran.


Tentu saja sakit, ternyata Devran terkena sentilan yang sangat keras di jidatnya.


" Itu akibatnya jika kamu tidak serius saat aku ingin mendapatkan jawaban yang serius!! " ucap Ayden.


" Baiklah abangku sayang... Semua sudah aku katakan bukan??" bantah Devran.


" Hmmm. Tapi jika tidak kamu tangkap dia akan selalu mengganggu istriku. Benar juga tindakanmu! " jawab Ayden.


Ayden segera mengeluarkan ponselnya. Dia mencari nomor seseorang kemudian mendialnya.


" Hallo.. Segera siapkan semuanya !! Dan jemput di sini. Aku kirim alamatnya !!" ucap Ayden.


Rayina yang mengetahui apa yang akan dilakukan suaminya segera berlari menuju suaminya.


" Mas, please... beri kesempatan" pinta Rayina memelas.


" Cihhhh !!! kenapa hatimu begitu lemah sayang. Ini yang terkadang aku tidak suka darimu" ucap Ayden lirih.


" Aku mendengarnya mas " jawab Rayina keras.


" Bagaimana mas Rizky? Suamiku sudah menelepon seseorang untuk menjemputmu dan segera mengembalikan kamu ke Indonesia. Keputusan ada di tanganmu. Jika kamu akan disini silahkan saja. Tapi akan banyak orang yang mengincarmu dan mengawasimu" ucap Rayina sedikit menekankan.


" Hmmm oke juga sayang !!" gumam Ayden lirih.


" Tentu saja, kakak ipar memang the best " sahut Devran pula.


" Diam kau !! Kamu masih ada urusan denganku. Lihat saja" ancam Ayden dengan tersenyum licik.


" Ah... mulai deh !!" keluh Devran.


" Ayden, bolehkah aku meminta bantuanmu sekali ini saja?" pinta Rizky.


Ayden tidak segera menjawabnya. Dia hanya memutarkan bola matanya karena jengah.

__ADS_1


" Laki - laki ini selalu bertele - tele jika denganku!! Shitt " umpatnya dalam hati.


Dilihatnya wajah wanita yang dia cintai. Dilihatnya raut wajah itu dengan senyuman dan anggukan. Itu menandakan Ayden harus memberikan kesempatan kepada Rizky.


" Apa ??" jawab ketus Ayden.


" Bolehkah aku beberapa hari di negara ini? Sebagai keluarga kalian? " pinta Rizky lemah.


" Apa maksudmu?" hardik Devran.


Rayina hanya diam dan menggelengkan kepala kepada adik iparnya itu. Devran melihat itu hanya diam dan segera melihat jawaban dari Rizky.


" Aku akan menyaksikan sendiri kalian bahagia. Dan aku disini ingin menyelidiki seseorang yang sudah menghancurkan sayap kiriku" ucap Rizky.


" Sayap kiri? Maksudmu apa mas?" tanya Rayina.


" Ya, Rayi. Bisnisku didunia kuliner di hancurkan seseorang. Dengan berawalan bekerja sama. Akhirnya dia merebut bisnisku secara sepihak. Dan aku sedikit terguncang akan hal itu" terang Rizky.


" Siapa???" tanya Ayden tanpa basa- basi.


" Xano " jawab Rizky singkat.


Seketika empat pasang bola mata melotot sempurna. Ternyata musuh mereka sama. Orang yang sama.


" Tapi mas, bukankah masih ada perusahaan lainnya? Dan bukankah mas masih menjadi Masinis kereta api di Indonesia?" tanya Rayina penasaran.


" Okey. Semua selesai. Drama berlalu. Mari kita pulang. Jelaskan dirumah. Dev... papah dia. Kamu sudah melumpuhkannya bukan? Jadi kamu yang bertanggung jawab" perintah Ayden.


" Mas, kamu terkadang misterius. Tapi terkadang pula sikapmu sangat baik. Dibalik sikap dinginmu dengan orang lain menyimpan simpati yang begitu besar. Terimakasih sudah menjadi yang terbaik. Walaupun terkadang dengan caramu sendiri " batin Rayina dengan tersenyum.


Mereka segera pulang kerumah. Drama yang diperankan beberapa pemain dengan skenario yang dibuat Devran telah berakhir.


Semua tampak lega. Tidak ada tindak kejahatan yang berarti. Semua dalam keadaan yang baik.


" Ah... untung saja aku tidak menembak mati anak buahmu Dev!!" ucap Rayina.


" Jika ditembak matipun mereka sudah siap kakak ipar. Memang pekerjaan mereka resikonya itu. Dan didunia kami sudah terbiasa" jawab Devran santai.


Rayina langsung melirik ke arah ayden.


" Oh... tidak sayang. Berbeda denganku. Aku masih mempunyai hati akan hal itu. Aku tidak sejahat seperti dia" ucap Ayden dengan menunjuk Devran.


" Tentu tidak lah !! Semua asetmu aku yang menjalankan. Abangkan tinggal terima beres " sindir Devran.


" Jadi.. kamu tidak ikhlas melakukan semua itu?" tanya Ayden penuh penekanan.


" Aishhh sudahlah. Kalian selalu begitu. Wajar jika semua itu terjadi. Terkadang bisnis juga terhubung dengan sindikat legal ataupun ilegal. Dan tidak menutup kemungkinan berhubungan dengan mafia dan penjahat kelas kakap. Karena bisnis itu kejam" terang Rayina menengahi.


" Hmmm betul juga sayang. Apa kamu siap?" tanya Ayden serius.

__ADS_1


" Kali ini siap. Untuk kedepannya aku tidak tahu. Lihatlah perutku akan semakin membuncit bukan?" keluh Rayina manja.


" Rayi, kamu hamil?" celetuk Rizky.


" Ya. kenapa?" jawab Ayden ketus.


" Mas... sudahlah" ucap Ryaina halus.


" Selamat Rayi, aku akan tambah keponakan baru. Semoga kehamilanmu diberikan kelancaran serta kesehatan. Semoga Ibu dan debay sehat selalu hingga persalinan tiba" doa dan harapan Rizky untuk Rayina.


" Aminn" jawab serempak.


" Debay? What this?" tanya Ayden bingung.


" Dede bayi sayang. Artinya anak bayi, anak kecil yang di perutku" terang Rayina.


" Oh" semua bersama menjawab serempak ber 'oh'ria.


Setelah sampai di tempat parkir mobil. Segera mereka masuk ke dalam mobil Rizky satu mobil dengan Devran dan Liona. Sementara Ayden bersama dengan Rayina.


" Mas, bersiap rencana selanjutnya" peritnah Rayina.


" Kamu siap sayang?" tanya Ayden meyakinkan.


" Tentu..." jawab Rayina yakin.


Ayden segera mengirim pesan kepada Papa dan Om Rony untuk bersiap. Sedangkan Devran masih dalam mode muka kusut.


" Kenapa Dev?" tanya Liona.


" Tidak. Aku rasanya ingin segera sampai rumah. Perasaanku mulai tidak karuan" ucap Devran.


" Mungkin karena kecapekan saja Dev. Beristighfarlah yang banyak Dev" Rizky memberikan saran.


" Hmm" jawab Devran dingin.


Tetapi saran yang diberikan oleh Rizky tetap Devran lakukan. Sepanjang perjalanan Devran selalu beristighfar dan bermunajat kepada Sang Khaliq.


" Astaghfirullahhaladzim waatubu ilaih" batin Devran.


Liona menggenggam tangan kiri Devran untuk menenangkan. Sementara ponsel Liona bergetar dan berdering. Liona segera melihat siapa yang menelponnya.


" Papa" ucap Liona.


Liona segera mengangkatnya.


" Assalamualaikum Pa.... " ucap Liona.


" Astaghfirullahhaladzim " ucap Liona kembali.

__ADS_1


" Papa... hiks. Baiklah aku akan segera kesana" jawab Liona.


__ADS_2