Pilot Vs Teacher

Pilot Vs Teacher
82.


__ADS_3

Rayina masih dalam mode waspada. Dia takut hal - hal yang tidak diinginkan terjadi. Prioritas utamanya adalah menjaga janin yang ada dalam rahimnya saat ini.


Mobil melaju begitu cepat. Netra indah nan mempesona dipaksa oleh penculik ditutup oleh sehelai kain yang sangat tebal. Untuk melihat pun tidam akan mampu.


Sementara tangan dan kaki juga dalam keadaan diikat dengan tali. Mulut dilakban dengan sangat rapat.


" Hahaha... kita dapat mangsa bagus... kelas kakap" ucap preman A.


" Iya, kulitnya halus bagai sutra. Tiap hari perawatan pastinya. Hahahah" jawab preman B.


" Bagaimana kalau kita bermain - main sebentar saja nona manis" ucap preman C.


Rayina mulai berusaha membuka tali yang menjerat tangan dan kakinya. Sehingga dia mampu menghajar preman - preman itu. Mendengar para preman mengucapkan kalimat - kalimat yang sangat menjijikkan membuat Rayina semakin marah.


Seonggok tangan sudah mulai menjalar di permukaan kulit tangan Rayina. Meraba mulai bawah ke atas dan balik lagi ke bawah.


Rayina semakin meronta - ronta tidak karuan. Dia mulai ketakutan, karena di negara ini dia hanya memiliki keluarga dari suaminya.


Ponsel yang dia bawa sudah disita oleh para penjahat itu. Rayina semakin gemetar. Keringat dingin menjalar membasahi keningnya.


" Sebenarnya, apa mau mereka? Kenapa menculikku? Dan kenapa saya tidak dibiarkan untuk mengatakan sesuatu. Apa maksudnya? Siapa orang yang menyuruhnya? "batin Rayina.


Ponsel Rayina yang disita sudah di nonaktifkan. Sehingga tidak ada satupun orang yang dapat menghubunginya. Bahkan untuk melacak keberadaannya.


Sementara di mansion...


" Pa, Rayi kemana? " tanya Mama.


" Loh.. tidak ada? coba cari di dapur atau di kamar. Mungkin dia lelah dan haus" jawab Papa.


Mama kemudian menuju dapur dan tidak ada Rayina di sana. Mama melanjutkan langkahnya menuju kamar utama rumah ini. Kamar yang selama ini ditempatioleh si empunya rumah.


Dengan sangat hati - hati Mama mengetuk pintunya. Sudah tiga kalo tidak ada jawaban, dengan sangat pelan Mama membuka gagang pintu itu.


" Sayang, adakah di dalam? Kamu dimana nak?" panggil Mama lembut.


Karena kamar dalam keadaan gelap gulita tidak melihat apapun. Maka Mama berinisiatif menyalakan semua lampu. Ternyata tidak ada di kamarnya.


Mama kemudian menyeka air mata yang sudah mulai jatuh saat netra tuanya melihat foto anak kesayangannya itu. Mama terus menyusuri setiap kamar. Bahkan di dalam kamar mandipun tidak ada orang yang di carinya.

__ADS_1


Mama kemudian memutuskan keluar. Kamar yang didominasi dengan warna hitam putih. Kamar dengan aroma ocean yang sangat relax. Kamar yang sangat intim dan meninggalkan kenangan bagi anak dan menantunya itu.


" Rayi... sayang... dimana kamu nak..." Mama terus mencari dan berteriak.


Kemudian para pekerja mendengar teriakan nyonya besar. Para pekerja kemudian tahu yang dicari nyonya besarnya.


" Maaf nyonya besar. Tadi saya melihat nyonya muda keluar dari mansion" jawab salah satu pekerja.


" Keluar kemana?" tanya Mama penasaran.


" Keluar kedepan nyonya besar" jawab pekerja.


" Baiklah. Saya coba lihat" jawab Mama.


Mama kemudian keluar ke mansion. Dengan memberitahu Farhan yang saat itu sedang mengambil minum di dapur.


" Farhan, buka pintu dan saya mau keluar ! Ada salah satu pekerja melihat nyonyamu keluar mansion" titah Mama.


" Baik nyonya besar. Tetapi maaf nyonya di layar monitor tidak ada nyonya muda di luar mansion" ucap Farhan yang dengan cekatan mengecek semua cctv.


Mama semakin cemas dan khawatir. Dengan sangat cekatan dengan kaki tuanya dia melangkah keluar. Untung saja ponsel masih dalam genggamannya.


" Pa, Rayina keluar mansion" telepon Mama.


" Farhan coba cek ulang. Apakah terjadi sesuatu?" perintah Irfan.


" Baik tuan besar" jawab Farhan dengan patuh.


Segera dia mereplay ukang tayangan rekaman cctv yang ada. Dan sangat jelas tahap demi tahap nyonya keluar rumah. Dan berada di depan pagar. Dan tidak ada kecurigaan apapun tentang itu.


Tidak ada seseorang yang mencurigakan atau apapun yang mencurigakan. Tetapi kemana penginnya nyonyanya itu?


" Kenapa terasa janggal ya? " pikir Irfan.


Irfan kemudian mendial nomor yang diinginkannya.


" Datang ke mansion sekarang juga. Saat ini aku di London di mansion anakku" peri tah Irfan dengan nada menggelegar.


Baru saja mendengar berita tentang anak lelakinya, kini harus menelan pahit hilangnya anak menantunya. Disaat kesedihan melanda datang kebahagiaan dan kini datang lagi berita yang sangat tidak baik.

__ADS_1


" Ya Allah..." ucap Mama.


" Kenapa masalah bertubi - tubi datang silih berganti. Kapan semua ini berlalu. Baru saja mereguk kebahagiaan kini sudah hilang kembali" Mama mengeluh.


" Jangan pernah mengeluh Ma, bersyukurlah. Mungkin ini cobaan dari Allah untuk kita agar kita lebuh tawadu' kepadaNya" hibur Papa.


Mama tahu apapun akan dilakukannya untuk anak- anak dan cucunya. Rayina sudah bukan menantunya lagi. Dari dulu memang mereka menginginkan anak perempuan. Tetapi karena satu dan lain hal rahim Mama diangkat dan tidak bisa mempunyai anak kembali.


Hati kedua orang tua itu begitu rapuh. Ingin rasanya menjerit dengan semua hal yang terjadi. Tetapi mereka harus kuat dan bertahan. Ada dua malaikat kecil yang tidak tahu menahu perihal ini. Semoga Rayina dalam keadaan yang baik - baik saja.


Rayina yang menyadari mobil terlah berhenti. Dia kemudian di bopong bak kantong beras ke dalam sebuah rumah. Terdengar suara pintu terbuka.


Rayina kemudian di masukkan kedalam sebuah ruangan yang sangat gelap. Tanpa ada pencahayaan. Pengap, lembab dan tentu tidak ada bau kehidupan manusia.


Bulu kuduknya mulai berdiri, ketakutan terhadap tiga orang tak dikenalnya semakin menjadi. Seseorang bertubuh tinggi besar membuka ikatan kain yang menutupi matanya.


Tidak nampak siapapun, hanya suara yang dia dengar. Dan tidak ada yang bisa dia lakukan selain hanya bisa mengamati sekitar.


Mengamatipun tidak mampu karena gelapnya ruangan ini. Rayina hanya mampu menitikkan air mata yang sudah tak terbendung lagi. Wajah pucatnya kini sudah mendominasi. Bagaimana ini? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Hai... hai.. readers... maaf ya jika dalam penulisannya banyak kesalahan.


Jika untuk penulisan saya masih banyak typo, kalimat yang tidak benar, dan banyak kata yang salah. Saya mohon maaf yang sebesar- besarnya.


Untuk itu dapat author jadikan pembelajaran kedepannya. Moho bimbingannya dari para readers yang sudah sangat berpengalaman dan mumpuni dalam pembuatan setiap karyanya.


Kritik dan saran masih author buka dan itu hal yang sangat author tunggu - tunggu.


Thank you ya.. sudah sudi mampir membaca karya author yang tidak seberapa ini.


Thank you juga buat like, komen, dan vote nya.


Saling dukung, saling promosi monggo dipersilahkan...


Jangan bosen ya.. untuk tetap setia kepada karya author...


Happy reading ya..

__ADS_1


love you all..


💕💕💕💕💕💕💕💕💕


__ADS_2