
Setelah akad nikah selesai, semua tamu undangan di persilahkan mencicipi hidangan. Karena undangan hanya keluarga dari pihak kedua mempelai dan hanya beberapa tetangga dekat yang menghadiri maka, acara tidak berlangsung lama.
" Ay.. why my parents already in here? ohh God, you always make my surprise" ucap Rayina.
" Hehe" kekeh Ayden.
" All of you sayang . I love you unconditional" ucap Ayden penuh mesra.
" I love you too ay, thanks for a lot of" balas Rayina.
Mama dan Papa Ayden masih bercengkrama dengan Bapak dan Ibu Rayina. Karena kendala dalam bahasa Ayden memang menyediakan translator untuk mereka agar tidak miss komunikasi.
Ayden sudah memperhitungkan kemungkinan yang terjadi. Dia sudah memiliki beberapa lapis pengawalan ketatdi mansionnya. Semua tamu undangan tak luput dalam pengawasan orang suruhannya.
Acara ramah tamah dengan tamu undangan usai sudah. Pengantin sudah kembali ke kamarnya dan semua sudah dibereskan oleh WO yang sudah ditunjuk. Semua anggota keluarga sudah kembali masuk kekamar masing- masing untuk membersihkan badannya dan istirahat sejenak.
Acara selanjutnya adalah makan malam bersama keluarga. Jadi hanya anggota keluarga yang menghadirinya. Ayden memang sengaja mengumpulkan keluarga mereka agar lebih akrab dan saling mengenal. Tentu saja ada hal yang akan dia sampaikan kepada semuanya.
Setalah berada di kamar, Rayina yang sudah tidak tahan karena seharian mengenakan kostum yang menurutnya sangat menyiksa. Dengan make up yang menurutnya agak ketebalan. Yang membuat mukanya menjadi berat. Dia segera ingin mandi lalu berendam dengan air hangat. Di dalam angannya pasti akan terasa nyaman setelah seharian urat syarafnya menegang.
Ketika Rayina sudah melepaskan hijabnua dan akan membuka kebayanya, tiba - tiba ada seseorang yang nyelonong masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Kaget bukan main dibuatnya. Rayina segera berjongkok dan bersembunyi di samping tempat tidur.
Rayina hanya menongolkan kepalanya. Ternyata Ayden yang masuk. Rayina merasa lega. Tetapi seketika merasa bingung dan kaget. Dia merasa masih canggung. Walaupun sudah menjadi pasangan halal.
" Tolong berbalik. Jangan mengintip" perintah Rayina.
"Why sayang? Alrady halal right?" tanya Ayden.
" Please sayang" permintaan Rayina dengan sangat memohon dan menurut Ayden sangat cute membuat muka Rayina makin manis.
" Okay" jawab Ayden dengan tersenyum nakal.
Seketika Rayina berdiri dan bangun akan menuju kamar mandi. Segera Ayden berbalik dan sangat cepat memeluk Rayina dari belakang.
" Ay.. please.. I shower first lah... it's smel now" rengek Rayina.
__ADS_1
" Okay sayang. I'm waiting" jawab Ayden dan mengecup bahu Rayina.
Bulu kuduk yang tertidur mulai berdiri. Terasa sengatan listrik sampai ujung kepalanya. Rayina segera masuk kamar mandi dan membersihkan badannya. Seketika terdengar kegaduhan dari luar kamarnya.
Ternyata seorang pelayan yang ingin melaporkan kepadanya tentang kegaduhan diluar mansion. Anak buah Ayden masih menghadang orang itu.
" Ayden keluar kamu!! Breng**k kamu!!" umpat orang itu.
Ayden yang mendengar dengan cepat keluar dan menghampiri pembuat onar. Dengan cepat dia melangkah.
" Stop!! lepaskan" Ayden segera menghampiri si empunya onar.
" What do you want?" tanya Ayden lagi.
" Apa yang kamu lakukan dengan perusahaan ayahku? Dan bagaimana kamu bisa menghancurkan bisnisku? Bre****k!!" teriaknya di depan muka Ayden.
" Hahaha. Itu hanya sebagai peringatan kepadamu. Jika kami bermain - main denganku" ingat Ayden kepadanya.
" Aku akan membalasnya. Ingat itu" teriak si empunya.
Semua anak buah Ayden langsung mendekat dan memegang Rizky. Tetapi Ayden meminta melepaskan. Membiarkan Rizky mengeluarkan amarahnya.
Rayina yang saat itu sudah selesai mandi, mendengar keributan di luar rumah. Dia segera turun dan menuju sumber suara. Rayina melihat kejadian saat suaminya terkena bogeman mentah Rizky.
Rayina merasa ada yang aneh dalam masalah ini. Hingga rizky menyambangi mansion Ayden.
" Stop!!" teriak Rayina.
Seketika semua orang menoleh ke sumber suara.
" Rayi??? kamu??" Rizky terkaget dengan teriakan Rayina.
" Sayang, go a way now" perintah Ayden.
Rayina terus maju mendekat dan segera berada di tengah - tengah antara Ayden dan Rizky.
__ADS_1
" Mas, kenapa kamu kemari? Apa kesalahan suamiku kepadamu?" tanya Rayina.
" Suami???? Rayi?? Benarkah?? Kapan??" tanya Rizky bertubi - tubi.
" Tidak perlu tahu. Aku dan Rayina sudah sah di mata hukum dan agama. Kami sudah menjadi suami istri" terang Ayden cepat.
" Jadi tidak ada lagi yang perlu dijalaskan lagi kan mas? Semua sudah sangat jelas. Silahkan pulang. Jalannya disebelah sana" ucap tegas Rayina dan menunjuk jalannya.
" Kamu!!" dengan menunjuk muka Ayden.
Ayden hanya tersenyum penuh kemenangan.
" Itu akibatnya jika berani menyentuh milikku" ucap Ayden.
" Ay, aku butuh penjelasanmu setelah ini" cecar Rayina.
" Silahkan mas Rizky. Saya tidak akan mengulangi kalimat menyakitkan lagi jika didengarkan. Tolong kerja samanya. Dan maafkan kesalahanku dan suamiku" tukas Rayina.
Rizky hanya pasrah mendengar penuturan Rayina. Cinta yang selama ini dinperjuangkan ternyata sudah kandas. Semuanya hancur, tidak ada yang tersisa. Perusahaan orang tuanya pun terkena imbasnya.
Rizky hanya menggerutuki nasibnya kedepan. Usaha yang dia rintis dari kecil sudah porak poranda akibat Ayden. Dia sekarang hanya bekerja di sebuah badan usaha milik negara, KAI.
Rizky segera kembali ke rumah sakit di tempat papanya dirawat dan meminta maaf kepada Papanya. Karena hal itu membuat papanya terkena serangan jantung dan segera dilarikan ke rumah sakit.
Rayina segera menggandeng mesra suaminya kembali ke kamarnya. Karena tadi terburu - buru Rayina hanya memakai hijab besarnya dengan keadaan rambut masih basah.
" Masuklah, aku buatkan teh hangat untukmu sayang. Dan segera mandilah. Aku akan mengobatimi setelah ini" perintah Rayina lembut.
Irfan yang hanya menyaksikan di balik jendela kamarnya yang berada diatas hanya tersenyum melihat kejadian diluar mansion. Dia hanya berpikir bahwa anak laki - lakinya itu cerminan dirinya. Dan dia bernasib sama ketika memperebutkan wanita yang dicintainya.
Seolah kembali kemasa muda, mama dan papa Ayden hanya berpelukan dan tersenyum melihat itu semua tanpa melerai sama sekali.
" Pa, kenapa kejadian itu menurun kepada anak kita? Dan Rayina kenapa seperti denganku? Dulu bahkan Ayden tidak pernah memperjuangkan serumit ini dengan Ibunya Ben?" ucap Mama Ayden.
" Kita hanya penonton Ma, lohat saja apa yang akan dilakukan my boy. Dia sepertiku. Dan dia telah menemukan wanitanya" ucap Papa Ayden bangga.
__ADS_1
Rayina yang kala itu membuatkan teh chamomile segera masuk ke dalam kamar. Terdengar suara gemericik air. Ayden masih mandi. Setelah selesai dia keluar kamar mandi hanya memakai handuk yang melingkar di perutnya. Seketika Rayina tertegun melihat pemandangan roti sobek itu.