Pilot Vs Teacher

Pilot Vs Teacher
141.


__ADS_3

" Hmmmm tidurlah sayang, aku ingin mencicipi ini sebelum ini akan menjadi milik twins hihihi" bisik Ayden.


Segera disesapnya dengan lembut hingga sang pemilik tidak merasakan sesapannya. Sesekali melenguh lirih dan itu membuat si jahil semakin membuatnya melenguh.


" Maass" suara parau mengundangnya.


Ayden tak memperdulikan panggilan itu. Terus saja dia merasakan kenikmatan itu dan sang pemilik masih meronta lirih dengan diikuti desahan - desahan manja.


Tapi ternyata si jahil sudah tidak dapat menahan kantuknya. Akhirnya mata terlelap dengan posisi masih menyesap penghidupannya itu.


Dalam mimpi si pemilik ada dua bocah kecil yang menyesap penghidupan itu. Hingga terasa sedotannya. Makannya dia melenguh. Karena saat itu dia merasa agak ngilu dan geli. Dia memanggil suaminya karena ada disampingnya. Hingga dia terlelap dan tidak terasa.


Pagi menjelang, suara adzan mendayu - dayu. Walaupun di negara ini agamanya adalah minoritas tapi masih ada adzan yang terdegar. Walaupun lirih, tetapi masih bisa terdengar dengan mudah. Bahkan jika subuh, itu sangat terdengar jelas karena belum ada orang berkegiatan.


Rayina segera membuka matanya karena panggilan Sang Khaliq sudah memanggilnya. Di gerakkan pula badannya dan dia merasa ada yang...


" Ahhh !!!" pekik Rayina.


Dejentikkan antara ibu jari dan telunjuknua hingga nyala sudah lampu kamar tersebut Dia kemudian melihat apa yang dilakukan suaminya.


" Nakall !!" ucap Rayina sembari mengusap wajah tampan suaminya.


" Masss" panggil Rayina lembut.


" Hmm" jawab Aydrn dengan menggeliat.


" Subuh?" tanya Ayden.


" Iya. Ayo cepetan bangun. Kita sholat subuh" ucap Rayina.


" Sekali yuk?? boleh ya?" rayu Ayden.


" Mass..." jawab Rayina penuh penekanan.


" Cepet deh... nggak lama sayang. Please??" pinta Ayden memelas.


" Ayo.. kamar mandi" jawab Rayina dan memberi kode.


Akhirnya mereka melanjutkan aktifitas enyak - enyak di kamar mandi. Dengan waktu singkat segera menyelesaikan aktifitasnya. Segera mandi junub dan segera mengambil wudhlu untuk segera melaksanakan sholat subuh.


Seelsai menjalankan kewajibannya, Rayina segera menuju ke dapur. Dia sudah sangat rindu dengan dapurnya. Rasanya ingin bereksperimen di dapurnya itu.


" Emmm masak apa ya pagi ini ??" gumam Rayina sendiri.

__ADS_1


Tiba - tiba ada tangan kekar melingkar di perutnya yang mulai membuncit. Rayina terperanjat kaget karena secara tiba - tiba suaminya memeluknya dari belakang.


" Emm mas !!" pekiknya.


" Ada ide buat sarapan pagi ini?" tanya Rayina.


" Sandwich? Nasi goreng?" jawab Ayden dengan mengecup kepala istrinya terus menerus.


" Okay, ready !! Mas mau minum apa?" tanya Rayina.


" Susu hangat, sayang boleh aku minta telur setengah matang dengan sedikit lada?" pinta Ayden.


" Nanti aku sajikan bersama sandwich. Okay??" jawab Rayina.


" Baiklah, sementara aku akan menikmati udara pagi di pinggir kolam renang, sayang. Nanti jika sudah selesai call my phone okay?" pinta Ayden.


" Okay" jawab Rayina dengan menyatukan jari telunjuk dengan ibu jarinya membentuk huruf o.


Ayden segera menuju ke kolam renang. Disamping kolam renang ada lahan sedikit taman kesukaan istrinya. Area ternyaman istrinya jika sedang senggang atau libur. Biasanya bersama Mamanya mereka berkebun. Ya, udara pagi itu sangat segar dan sepertinya cuaca mendukung hari ini.


Rayina dengan cepat membuat sarapan pagi. Semua sudah terhidang di meja makan. Biasanya orang dirumah ini akan melakukan aktifitas masing - masing jika sudah menjalankan kewajibannya sebagai hamba yang tawaduk.


Rayina segera memanggil suaminya dengan menggunakan ponselnya. Dia juga memencet tombol berkumpul semua anggota rumah.


" Ya sayang" suara bariton mengagetkannya.


" Astaghfirullahhaladzim" Rayina terkaget


" Why? Kaget?" tanya Ayden kembali.


" Tentu saja, mas tidak menjawab panggilanku tiba- tiba sudah sampai sini saja" jawab Rayina.


" Ouuch... Sorry. Ready?" tanya Ayden.


" Ya, tentu.Lihatlah. Semua berjajar rapi. Semua segera akan berkumpul. Duduklah, aku siapkan untuk mas" pinta Rayuna lembut.


" Baiklah. Sayang, anak - anak ready?" tanya Ayden memastikan.


" Morning Ayah, Bunda" sapa Ben.


" Mowning yah, nda" sapa Ganesha.


" Ohhh... Morning sayang" jawab Ayden dengan memeluk mereka dan mengecup pipi mereka masing- masing.

__ADS_1


Rayina segera menyiapkan piring untuk dua jagoan kecilnya. Sedangkan Ayden sudah menerima jatah makan paginya. Sementara anak - anaknya akan dia hidangkan.


" Ibu, duduklah. Saya yang akan menyiapkan untuk dua jagoan kita. Right boys?" tanya Mbak.


" Okay lah... Boleh lah" jawab Ben dan Ganesha bebarengan.


Semua tertawa mendrngar jawaban dari dua bocah itu. Ganesha sekarang sudah sedikit lancar berbicara. Karena Ben selalu mengajaknya berbicara.


" Bagaimana mas?" tiba - tiba pertanyaan keluar dari mulut Rayina.


" Bagaimana?" tanya Ayden bingung.


" Oh.. rasanya?" tanya Ayden kembali.


" Seperti biasa sayang, tanpa diragukan lagi. Masakanmu nomero uno. Thank you sayang. Dan telurnya sesuai dengan seleraku, ladanya juga pas. Perfect" jawab Ayden panjang lebar.


" Tentu saja, aku tidak mengenal mas kan satu atau dua hari. Tapi sudah lama. Tentu saja masakanku enak. Bolehlah sombong sedikit. Hehehe" canda Rayina.


" Bukan itu yang aku maksud mas. Ini tentang acara itu. Semua ready?" tanya Rayina menegaskan.


" Oh... itu? Ya, kita akan ketemu vendor nanti siang. Sekalian makan siang. Tapi tidak di restoran. Mereka langsung mengundang kita di officenya. Kamu bersedia?" ucap Ayden.


" Emb...acara itu sebenarnya akan diadakan dimana mas?" tanya Rayina.


" Aku mau acara dirumah ini. Acara tertutup. Hanya saudara dan kerabat saja. Karena kolega jika mengetahui pasti akan menyebar. Ditakutkan hal- hal yang tidak diinginkan terjadi. Bagaimana menurutmu sayang?" tanya Ayden meminta pertimbangan.


" Embbb... kalau dirumah, bolehkah aku memberi saran?" pinta Rayina.


" Apa itu?" tanya Ayden singkat drngan memasukkan sandwich ke dalam mulutnya.


Sesekali Rayina mengelap mukut suaminya karena makan dengan lahap sehingga banyak bercecer di pinggir - pinggir mulutnya.


" Bagaimana kalau ketemu vendor dirumah saja. Biarkan vendor juga melihat tempat yang akan digunakan untuk acara. Dan untuk penjamuan tenang saja mas. Semua mbak dirumah ini sudah pintar memasak dan bisa membantu kita. Dan, aku setuju jika acara dirumah ini" jawab Rayina menenangkan.


" Mas, apakah Om Rony sudah diberitahu masalah ini?" tanya Rayina kembali.


" Ya, tentu saja sayang. Dan om Rony juga yang mengusulkan hanya saudara dan kerabat saja yang diundang. Mengingat adanya masalah yang belum terselesaikan bukan? Jadi, Om Rony setuju saja.Malah dia juga yang mendukung acara surprisenya" terang Ayden.


" Apakah cassanova lemited editionmu sudah menemui Om Rony? Sehingga Om Rony dengan mudahnya menerima persiapan acara kita?" tanya Rayina.


" Tidak sayang. Mama dan Papa yang menemui Om Rony. Meminta putrinya untuk menjadi menantunya. Karena anaknya yang di kata cassanova sudah pensiun?" ucap Ayden.


" Kapan? Aku tidak tahu itu mas?" tanya Rayina penasaran.

__ADS_1


__ADS_2