
Pagi itu Rayina tengah sibuk mempersiapkan diri untuk segera bergegas pergi kerja. Kesibukan pagi hari seperti biasanya. Anak lelaki semata wayangnya tengah sibuk mengganggunya. Seperti biasa Ganesha tidak membolehkan Bundanya pergi bekerja. Padahal ada pengaduh yang menjaganya.
Tetapi Rayina dengan sabar menghadapi anaknya itu. Karena prioritas utamanya adalah Ganesha. Tiba - tiba ponsel Rayina berdering.
kring
kring
kring
" Ya Hallo" Rayina.
" Oh.. Okay.. Thank you" Rayina.
Kemudian Rayina menutup telepon tersebut. Dan dia segera mengirimkan pesan kepada Ayden .
Rayina : " Assalamualaikum... Ay... just now the parcelman contacted me, you sent the package for me. Really?".
Rayina tahu perbedaan waktunya sangat berbeda. Dia sengaja mengirimkan pesan. Biar saja Ayden memvalasnya nanti.
Rayina tidak habis pikir apa yang ayden kirimkan untuknya. Sepertinya akan ada sesuatu yang terjadi. Rayina hanya bisa menerka- nerka yang akan terjadi dan apa isi paket itu.
Rayina segera berangkat kerja karena waktu sudah menunjukkan pukul 06. 30 WIB.
Rayina : " Mbak.. saya berangkat dulu ya, Ganesha.. Bunda berangkat dulu ya. Jangan nakal ya sayang".
Mbak : " Iya Bun. Hati - hati ya Bun".
Rayina : " Iya.. Assalamualaikum.. Mbak juga hati - hati ya".
Mbak : " Waalaokumsalam. Iya Bun ".
Rayina segera melajukan motornya menuju ke tempat kerja. Rayina selalu berpikir posotif dengan segala hal. Rayina selalu semangat menjalani kehidupannya. Setiba Rayina di Sekolah tempat dia mengajar, satpam ganteng nan menawan menyapanya.
Satpam : " Pagi bu Rayina".
Rayina : " Iya pak, selamat pagi".
Rayina menjawab dengan senyuman dan sangat ramah. Karena Rayina memang seperti itu orangnya. Selalu ramah dan baik kepada siapapun tanpa membedakan status orang.
Rayina segera bergegas ke kantor ruangan guru. Dia segera menuju ke meja kerjanya. Debelumnya seperti biasa dia menyalami dan menyapa teman kantornya yang sudah hadir dalam ruangan itu terlebih dahulu. Karena memang sudah kebiasaannya seperti itu.
__ADS_1
Rayina kemudian duduk di meja kerjanya dan segera membuka materi yang akan diajarkan. Sesekali mendengarkan dan menyimak Bapak dan Ibu guru lainnya yang sedang bercengkrama dan bersenda gurau.
Bu Wati : " Bu Rayina bagaimana kabar Ganesha?"
Rayina : " Alhamdulillah bu Wati " menjawab dengab senyum termanis.
Bu Wati : " Duh.. senyumnya. Pantas saja anak lelaki saya menanyakannya. Semanis itu rupanya".
Rayina : " ????".
Rayina bingung denga pernyataan dari Bu Wati. Bu Wati adalah kepala sekolah di tempat Rayina mengajar. Beliau juga seorang kepala sekolah yang sangat mengayomi dan sangat dihormati. Karena sifat keibuan dan bijaksana beliau yang sangat di acungi jempol.
Rayina masih bertanya - tanya apa maksud dari perkataan Bu Wati. Anak lelakinya siapa yang beliau maksud. Rayina hanya bisa memendam dalam hatinya saja.
Jam pelajaran segera di mulai. Rayina segera memasuki kelas dan memberikan pelajaran kepada murid - muridnya yang sudah menunggu kedatangannya.
Bu Wati yang berada di kantor menerima pesan dari anaknya. Anaknya meminta segera menanyakan kepada Rayina. Bu Wati sangat menyetujui permintaan anaknya yang akan meminang Rayina.
Bu Wati sudah mengetahui bibit, bebet, bobot Rayina. Rayina seorang janda muda, cantik, sholehah, berprestasi dan seorang guru yang sangat lembut baik perlakuan dan tutur katanya. Seorang Ibu muda tangguh pantang menyerah. Dia juga seorang yang berbakti kepada kedua orang tuanya. Tanpa sedikitpun dia menyakiti hati orang tuanya.
Rayina yang sedang dalam ruang kelas menunggu muridnya mengerjakan tugas yang ia berikan. Tiba - tiba ada pesan masuk ke ponselnya.
Rayina : " Ah.. apakah darinya".
Mama Ay :" Assalamualaikum sayang.. How are you lah?".
Rayina : " Alhamdulillah ma.. I' m fine.. Mama How are you?".
Mama Ay :" Alhamdulillah sayang. Are you okay with Ayden?".
Rayina : " Yes mama. Of course. Why mama?"
Mama Ay :" I Missed you so much sayang. Do you working today sayang? "
Rayina :" Yes mama. Now in class room".
Mama Ay :" Oh.. sorry sayang. Mama Don't know. Okaylah.. happy working today. Love you sayang".
Rayina :" I do Love you mama".
Seperti itulah kira - kira percakapan antara Rayina dengan Mama ayden. Rayina menyimpan dengan nama Mama Ay. Rayina memanggil Ayden dengan sebutan Ay. Tiba - tiba ada yang mengirim pesan kepadanya.
__ADS_1
Bu Wati :" Bu Rayina, saya ingin meminta waktu anda. Nanti istirahat temuilah saya di ruang kepala sekolah".
Rayina :" Baik bu ".
Rayina masih berpikir.Apa yang akan di obrolkan kali ini. Apakah ada kesalahan dalam melakukan tugasnya atau apa lagi masalahnya.
Rayina segera menepis pikiran itu. Dia segera kembali menetralkan pikirannya dan berpikir positif kembali. Selama ini sepertinya dia merasa tidak melakukan kesalahan dalam pekerjaan dan tugasnya.
Rayina mengajar kembali hingga waktu istirahat tiba. Rayine kembali ke meja kerja di kantor guru. Rayine mencuci tangan seperti biasa. Dan kembali duduk di meja. Biasanya di meja kerja masing - masing guru sudah disediakan minuman. Setiap hari penjaga sekolah menyiapkan minuman untuk guru - guru.
Rayina kemudian meminum minuman yang sudah disediakan di atas meja kerjanya. Karena selama di kelas dia berbicara lantang mengajarkan materi untuk murid- muridnya.
Rayina mengingat kembali pesan dari Bu Wati. Segera dia pergi ke ruang Kepala Sekolah untuk menemui Bu Wati.
Tok
Tok
Tok
Rayina :" Permisi bu, saya menghadap".
Bu Wati :" Ohh.. Bu Rayina. Silahkan bu. Duduklah sebentar bu. Saya akan membereskan berkas. Setelah ini apakah Bu Rayina ada kelas?".
Rayina :" Terima kasih bu. Alhamdulillah saya kosong bu".
Bu Wati :" Ah.. baiklah. Tunggu sebentar Bu".
Rayina : " Iya Bu. Silahkan".
Rayina menunggu di sofa tamu di ruang kepala sekolah. Dengan memainkan ponselnya. Dia berharap akan menerima pesan dari Ayden. Tetapi dia lupa sekarang di London masih pukul 02.00 dini hari. Rayina kemudia membuka sosmednya.
Tudak sengaja dia melihat postingan Ayden. Ayden memposting dirinya. Rayina tampak menyunggingkan bibirnya. Dan dia sudah mulai tertarik. Tetapi Rayuna tidak menyadari akan hal itu. Rasa jaimnya terlalu tinggi menjulang.
Bu Wati :" Maaf Bu Rayina, lama menunggu. Dari tadi saya perhatikan Ibu sangat bahagia. Terlihat disenyuman manis Bu Rayina".
Rayina : " Tidak apa Ibu. Alhamdulillah. Insyaallah saya akan selalu dalam lindunganNya. Semoga selalu diberikan rahmat dan hidayah yang tak terbendung. Oh .. Iya. Kenapa Ibu memanggil saya keruangan Ibu. Apakah saya sudah melakukan kesalahan dalam bekerja Bu?".
Bu Wati :" Amin.. Ohh.. iya. Maaf Bu Rayina. Ibu tidak ada kesalahan sedikitpun dalam menjalankan tugas Ibu. Bahkan saya pribadi merasa bangga bisa mempunyai seorang Guru seperti Bu Rayina. Begini Bu, sebenarnya saya ingin menanyakan sesuatu yang sangat penting kepada Ibu. Tapi sebelumnya saya mohon ijin dan meminta maaf kepada Ibu. Apakah Ibu sudah siap membuka hati Ibu untuk orang lain?".
Rayina mulai mengerti arah pembicaraan Bu Wati. Tetapi saat ia akan menjawab Bu Wati tiba - tiba ada sebuah telepon. Rayina kemudian meminta ijin kepada Bu Wati untuk menerima panggilan sebentar.
__ADS_1
Rayina : " Maaf Bu, saya ijin sebentar menerima panggilan. Takunya penting".
Bu Wati : " Silahkan Bu ".