
Ayden dan Rayina segera melanjutkan perjalananya. Ayden menikmati semua tampilan epik yang memanjakan matanya. Dia sedikit gatal dengan teknologi dan alat yang digunakan di pabrik ini. Maklum saja dia sedikit tahu tentang mesin - mesin seperti ini, karena memang bidangnya.
" Bagaimana kalau kita ganti mesin yang ada di sini dengan yang lebih canggih lagi?" tawar Ayden tiba - tiba.
Rayina segera menghentikan langkahnya dan mengernyit tanda berfikir. Segera dia mencerna kalimat yang baru saja di lontarkan suaminya itu. Sedangkan Ayden mengikuti gerakan istrinya dengan cepat. Diam dan hanya akan menyimak jawaban apq yang akan diucapkan olrh istrinya.
" Hmmm .... No no mas..." jawab Rayina dengan menggelengkan kepalanya.
" Ada alasan yang perlu aku ketahui sayang?" tanya Ayden.
Ayden paham betul dengan istrinya. Segala tindak tanduk dan segala yang dia lakukan pasti ada sebab dan akibatnya. Ada tujuan dan maksud tertentu. Dan itu tidak serta merta hanya berkata demikian. Rayina selalu memikirkan hal sekecil apapun untuk jangka panjang kedepannya.
" Jika kita mengganti mesin itu maka kita tentu saja akan mengurangi jumlah pekerja disini bukan? Sedangkan pabrik ini salah satu sumber mata pencaharian mereka di desa ini. Tegakah Mas melakukan demikian. Sehingga akan terjadi banyak pengangguran disini?" ucap Rayina.
" Embbb... begitu. Apakah hanya disini saja mereka bekerja?" tanya Ayden penasaran.
__ADS_1
" Setahu Bapak, sebagian warga desa disini memang bekerja sebagai buruh pabrik disini dan di pabrih teh Danish dan juga perkebunannya. Ada juga yang beekrja di kebun Bapak" jawab Bapak menimpali.
" Ya.." ucap Rayina membenarkan.
" Sayang... ada ide?" tanya Ayden memberi kode.
Rayina sejenak berfikir. Ini yang akan dia bahas setibanya di Villa puncak. Namun, sepertinya suaminya ini tidaklah sabar menunggunya.
" Mas, jika mas mau mengganti mesin pabrik ini. Terus terang aku menolak dengan tegas. Tapi, jika mas mengusahakan membuatkan mesin ini dengan yang sama. Maksudku, hanya memperbarui saja. Namun prinsip kerjanya sama. Itu qkan qku terima dengan senang hati"
" Dan jika Mas, mempunyai ide untuk membuka lahan pekerjaan aku akan selalu mendukung keputusan Mas" ucap Rayina tegas.
" Terbaikkk !!" sorak Ayden gembira.
CUP
__ADS_1
Satu kecupan mendarat sempurna di pipi gembul milik istrinya itu. Ayden sudah mendapatkan jawaban yang pasti. Dia tau maksud ucapan istrinya. Dan pastinya ini akan berdampak besar kedepannya. Untuk itu ucapan istrinya sangat berpengaruh qkan keputusannya itu.
" Hmmmm" dehem Bapak.
" Kacang mahalll Nduk !!" ucap Bapak.
" Hihi.. Bapak kok sekarang jadi muda kembali. Kalimat baru ya Pak? Kulakan dimana ? " cerca Rayina yang menahan malunya.
" Hiiiliiihhh !! Sekarang banyak anak desa ini suka nyeletuk gitu Nduk. Lah yo Bapak jadi banyak sedikitnya tahu bahasa anak jaman now to ya!!" terang Bapak.
" Hahaha" tawa mereka pecah.
" Sayang, sepertinya percakapan kita akan berlanjut nanti malam. Bapak bersedia bukan kita ngopi atau ngeteh nanti malam?" tawar Ayden.
" Dengan senang hati mantu buleku. Hahaha" jawab Bapak receh.
__ADS_1
Rayina segera melangkahkan kakinya menyusuri setiap bagian dan ruang pabriknya itu. Sesekali dia menyapa karyawan yang sedang bekerja. Terlihat sekali mereka dengan giat melakukan pekerjaan ini. walau hanya sekedar pabrik di desa, Rayina menggajinya dengan upah yang semestinya. Terkadang jika pabriknya mendapatkan orderan barang yang lumayan banyak dia selalu mengingatkan Bapak untuk menambahkan sedikit untuk para pekerjanya.