Pilot Vs Teacher

Pilot Vs Teacher
52.


__ADS_3

Mereka segera pulang kembali kerumah. Rayina sudah merasa sangat lelah karena seharian dia antusias untuk berbelanja. Tetapi di dalam hatinya terasa kosong.


'Percuma saja jika pergi kemanapun membawa ponsel tetapi aku tidak bisa hanya sekedar kirim pesan' batin Rayina jengkel.


" Farhan, apakah ada pesan dari Bapak untuk saya?" tanya Rayina.


" Maaf bu, tidak ada" jawab Farhan.


Farhan segera melajukan mobil dengan kecepatan sedang. Anak - anak sudah mulai kecapekan dan mereka sepertinya mulai terlelap. Mbak Rum selalu menjaga penuh kasih sayang kepada kedua anak Rayina.


Di Negara lain nan jauh disana. Sesosok lelaki tegap nan gagah sudah mulai uring - uringan tidak bisa menghubungi wanitanya.


"Kamu sedang apa? Apakah kamu sudah dirumah? Kamu senang atau tidak hari ini? Apakah kamu baik - baik saja?" gumam Ayden dengan selalu memainkan ponselnya.


Bahkan Ayden memberikan tugas khusus kepada Farhan untuk menjadi mata - mata sekaligus pengawal pribadi. Karena Ayden lebih percaya kepada Farhan saat ini untuk menjaga keluarganya.


Farhan sudah mengirimkan semua foto yang dia ambil secara sembunyi - sembunyi. Tetapi sang tuan belum puas dengan semua itu. Rasanya masih ada yang kurang dalam dirinya.


" Stupid.. Arrrgghh" teriak Ayden dengan melempar ponselnya.


" Apa gunanya aku memakai ponsel kemanapun jika aku tidak bisa menghubungi istriku" gumam Ayden kembali.


" What happen Ay? why you angry?" tanya Ryan.


" I'm stupid man. I don't have her ponsel number in this country. I can't send news to my family. She must be worried now" terang Ayden.


" You can't believe Farhan?" tanya Ryan.


" I believe with him. But I miss my wife lah. You know lah" sesal Ayden.


" Ooohhh... newlyweds, already really miss the woman. Hahaha" ejek Ryan.


" Cihhh... " decih Ayden.


" Hahaha" ledek Ryan.


Ayden jengkel dan meninggalkan Ryan sendiri di sana. Ayden kemudian menanyakan kabar kepada Farhan tentang istrinya. Dia melihat laporan tagihan keuangannya. Ternyata kartu yang diberikan Ayden sama sekali belum digunakan Rayina. Selanjutnya dia menanyakan kepada Farhan. Ini bisa dijadikan alasan untuk bertanya kepada Farhan.


Ayden ✉


Farhan, bagaimana disana? Apakah istri saya baik - baik saja? Bagaimana anak saya? Kenapa dia tidak menggunakan kartunya. Apakah dia belanja dengan uangnya sendiri? Apakah dia cukup uang untuk itu semua? Apakah ada masalah?


Untuk beberapa saat Farhan tidak bisa membalas pesan tuannya itu. Dia mendengar ada pesan masuk tetapi dia mengabaikannya. Karena masih dalam perjalanan.

__ADS_1


Dia segera melajukan mobilnya yang akan sampai ke mainson tuannya itu. Setelah sampai dia segera membukakan pintu mobil dan membantu membawa barang belanjaan. Tak luput dia juga menggendong bos - bos kecilnya yang sudah terlelap selama perjalanan.


Setelah semua rapih, dia hanya menunggu tugas selanjutnya untuk menjemput Bos besarnya. Sebelum itu dia teringat ada pesan masuk ke ponselnya dan dia belum memeriksanya.


'Ahh.. bos begitu cerewet kali ini. Berbeda dengan nyonya yang dulu. Dia selalu sibuk bekerja. Tanpa mengkhawatirkan nyonya dulu. Dasar tuan bucin. Hihihi' batin Farhan


Farhan ✉


Iya tuan, semua selamat sampai tujuan. Nyonya juga belanja. Bos kecil juga. Tetapi nyonya ada masalah tuan. Kartunya tidak bosa digunakan. Setiap toko menolaknya. Meminta dengan kartu yang biasa. Karena nyonya belanja bukan di mall.


Begitulah kira- kira pesan yang dikirimkan kepada tuannya. Farhan segera mengambil wudlu untuk melaksanakan ibadahnya.


Rayina yang sudah sampai kamarnya segera membersihkan diri dan berganti pakaian serta melaksanakan kewajiban sebagai umat muslim.


Setelah selesai semua ritualnya dia segera ke dapur untuk merapihkan belanjaannya. Dan dia juga segera menyiapkan semua keperluan yang akan digunakan untuk memasak berbagai menu.


Dia ingin memasak untuk mertuanya masakan Indonesia dan juga masakan dari Malaysia. Kali ini dia akan memasak rendang, nasi lemak, ayam goreng, tumis kangkung, cah brokoli udang wortel kesukaan anak - anak.


Dengan lihai dan cekatan dia memasak semua itu. Siti yang sudah selesai dengan beres - beres diri kemudian menuju dapur, tak luput juga Mbak Rum juga sudah siap.


Mereka melongo menyaksikan nyonyanya yang sudah berkutat di dapur. Sudah berkeringat pula. Mereka jadi tidak enak hati.


" Bu maaf, kita terlambat ke dapur. Kita bantu ya bu" pinta Mbak Rum.


" Siap bu. Kami laksankan" jawab mereka kompak.


Mereka segera melaksanakn tugas masing- masing. Semua disibukkan dengan pekerjaan. Rayina juga nampak selesai berkutat di dapur. Bertempur dengan penggorengan dan bercengkrama dengan bumbu dapur membuatnya agak terhibur. Dia tidak mengetahui ada sepasang mata yang mengutip fotonya.


***********************************************


*Tring


Tring*


Notif berbunyi dari ponsel Ayden.


" Ah... kenapa Farhan mengirimkan foto istriku saat seperti ini?" gerutu Ayden sedih .


" I miss her so much" ucap Ayden kembali.


Ayden 📲 call


Farhan segera mengangkat telepon Bosnya itu.

__ADS_1


" Farhan, tolong berikan ponselmu ke Ibu sebentar. Bolehkah?" Pinta Ayden.


" Tentu Pak, sebentar" jawab Farhan.


" Maaf Bu, mengganggu. Ini Bapak telepon" ucap Farhan seraya memberikan ponselnya.


" Ah, terimakasih Farhan" jawab Rayina.


" Hallo assalamualaikum Mas" ucap Rayina.


" Waalaikumsalam my queen. How is today sayang? Are you happy?" tanya Ayden.


" Sedikit mas, Mas maaf merepotkan mas. Bisakah mas mengganti uang Farhan yang aku pakai belanja hari ini?" pinta Rayina.


"Oh.. ya. Don't worried sayang. Farhan sudah memberi tahuku. Itu urusanku dengannya. Ada masalah lainnya?" tanya Ayden.


" Ada mas" jawab Rayina singkat.


" Apa sayang" tanya Ayden.


" Auuuwwwcccchhh... Jantungku " teriak Rayina.


" Sayang, Are you okay? Kamu kenapa? Ada yang sakit?" khawatir Ayden.


" Hehehe... I Miss you so much Mas. Cepatlah pulang. Jantung ini terus berdetak karena sangat merindukanmu" Rayu Rayina.


" Ohhh.. so sweet... ternyata bisa romantis juga istriku. I miss you too sayang. Tunggu aku ya. Ya sudah selesaikan apa yang kamu lakukan" ucap Ayden.


" Mas cepatlah pulang. Aku masak banyak untuk hari ini. Karena mama dan papa akan kemari bukan? Dan aku memasak kesukaanmu. Nasi lemak dengan ayam goreng" ucap Rayina.


" Ohhh God. Ujian apa ini? Jauh dari istri. Sedangkan istri di rumah masak kesukaanku. Aku jadi tidak sabar pulang sayang" sesal Ayden.


" Hihihi.. Ya sudah.. Take care ya mas. I love you unconditional mas. Assalamualaikum " tutup Rayina.


" I love you too more and more baby. Waalaikumsalam" tutup Ayden dengan dibarengi senyum manisnya.


Ponsel segera diberikan kepada si empunya. Kemudian Rayina melihat pekerjaan para Mbaknya. Bampak semua sudah sangat rapi dan wangi. Sesuai ekspektasi Rayina.


Karena Mbak Rum sudah tahu selera Rayina. Jadi tidaklah sulit untuk menentukan dan mengatur ruangannya. Rayina segera menata makanan yang sudah dia masak sebelumnya. Dan segera menyuruh Farhan ke bandara untuk menjemput Mama mertua dan Papa mertuanya.


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2