Pilot Vs Teacher

Pilot Vs Teacher
85.


__ADS_3

Ayden makin gugup, dia berusaha memalingkan pandangan dari istrinya. Bingung mulai dari mana akan menjelaskan. Dan bingung mulai dari mana dia menceritakan.


" Saa.. yang.. " ucap Ayden terbata.


" Ceritakanlah, aku tidak akan marah" jawab Rayina lembut sembari mengusap tangan suaminya yang mulai seperti es.


" Janji sayang?" tanya Ayden meyakinkan.


" Iya, apakah aku pernah sekalipun dengan mas?" tanya Rayina.


" Hehe.. tidak" jawab Ayden sembari mengusap tengkuknya.


" Perusahaan itu sudah lama aku dirikan sekitar tujuh tahun yang lalu tanpa sepengetahuan Mama dan Papa" jelas Ayden.


" Itu memang salah satu planningku. Setelah aku tidak bekerja di bandara aki akan melanjutkan di perusahaan. Dan tentunya perusahaan ini akan aku serahkan ke anak- anakku kelak" cerita Ayden.


" Kenapa tidak cerita dari awal mas?" tanya Rayina.


" Aku tidak mau mempunyai istri yang hanya memandang hartaku saja. Aku juga tidak pernah menceritakan berapa gajiku bukan? bahkan sampai saat ini. Kamu aku beri uang bulanan yang itu adalah ujian dariku untukmu" terang Ayden.


" Ujian?" tanya Rayina aneh.


" Ya, aku masih mengujimu untuk itu. Ternyata selama sebulan kamu tidak mengeluh dan kamu juga membaginya dengan sangat tepat. Bahkan kamu bisa menyisihkan sisa uang itu ke tabungan" terang Ayden lagi.


" Mas, sebelumnya aku juga menangani masalah keuanganku sendiri. Bahkan dulu dengan almarhum suamikupun aku juga yang mengelolanya" jelas Rayina.


" Tapi kamu tahu berapa gaji almarhum suamimu bukan? Kalau gajiku saat ini kamu tidak tahu kan? Kamu juga tidak pernah bertanya. Bahkan untuk menuntutpun kamu tidak pernah. Meminta saja sepertinya kamu berfikir keras" cerocos Ayden.


" Aku tidak mau tahu berapa pendapatmu mas, kamu sudah menjalankan kewajibanmu saja aku sudah alhamdulillah. Memenuhi kebutuhan anak - anak juga alhamdulillah. Selama ini aku tidak pernah berpikiran buruk tentang itu" terang Rayina.


" Itulah kenapa aku selalu jatuh cinta dengan istriku ini. Hal - hal yang tidak aku duga yang sering membuat ku jatuh cinta" puji Ayden.


Ayden kemudia berjalan, mengambil beberapa laporan yang dia simpan di brangkasnya.

__ADS_1


" Kemarilah sayang, kamu harus tahu berapa kode brangkas ini" Ayden meminta Rayina untuk mendekat.


Dia kemudian memencet kode tersebut. Rayina mengingat kembali kode itu.


" Mas, bukankah itu tanggal pernikahan kita?" tanya Rayina.


" Yups.. right" jawab Ayden.


Kemudian mereka kembali ke ranjang dan membuka map berisi banyak file.


" Sayang, disini adalah harta kekayaanku. Mulai dari saham, real estate, properti, tanah, kebun, perusahaan dan gajiku dari flight engineer" terang Ayden.


" Bacalah pelan - pelan. Sudah waktunya kamu mengetahui siapa suamimu yang sebenarnya" senyum bangga Ayden.


Rayina masih melihat dan membaca semua aset kekayaan suaminya. Bukan lagi orang kaya tetapi suaminya juga seorang pengusaha muda sukses. Dan hal itu membuat Rayina semakin takut.


" Mas, dengar - dengar jika di dunia bisnis saingan akan semakin banyak dan berat. Dan itu bisa juga mengancam keluarga kita. Keluarga kita menjadi taruhannya" tanya Rayina.


" That's right sayang. Tapi untuk keamanan, penjagaan sudah aku perketat. Untuk kenyamanan keluarga kita juga sudah aku lakukan. Tapi selama aku belum kembali ke perusahaan itu tidak akan terjadi. Kamu hanya seorang istri nyonya dari pilot and fligt engineer. Understain?" terang Ayden.


" Kamu sudah mengatakannya kepada mereka?" tanya Ayden.


" Sudah mas. Maaf belum membicarakannya dulu dengan mas" jawab Rayina menunduk.


" Hai.. kenapa? aku tidak marah sayang. No problem, malah aku senang istriku punya inisiatif yang lebih jauh. Sebenarnya ini juga ingin aku sampaikan ke kamu. Aku juga takut kamu tidak bisa menerima mereka dirumah ini. Tetapi malah aku mendengarnya sendiri. Istriku meminta Papa dan Mama tinggal bersama" jawab ayden.


" Kamu tahu, dulu Aleesha tidak pernah mau jika Mama dan Papa tinggal bersama kita. Bahkan untuk menginap saja Alessha begitu membencinya. Untuk menyiapkan secangkir minum untuk kedua orang tuaku saja dia meminta pelayan" cerita Ayden.


" Sudahlah mas, dia juga sudah di surga. Doakan lah yang baik - baik untuknya. Mas, kamu tahu.. aku disini tidak ada siapapun. Aku hanya tinggal dengan suami dan keluarga kecilku. Aku juga jauh dari kedua orang tuaku. Dan mereka pengganti kedua orang tuaku. Bahkan mereka menganggapku anak kandungnya, bukam lagi menantunya. Kepada siapa lagi aku akan berkeluh kesah jika tidak dengan mereka" cerita Rayina.


" Lalu perusahaan Papa bagaimana?" tanya Ayden.


" Devran akan mengurusnya mas. Mas bekerjalah sesuai yang sekarang. Karena itu adalah cita - mas dari dulu. Sedangkan Rayiden, bolehkah aku ikut membantunya?" pinta Rayina.

__ADS_1


" Embb.. bagaimana ya? Tapi kamu masih hamil sayang" sanggah Ayden.


" Aku hanya sebagai Devran. Devran tidak setiap hari bukan di perusahaan? dia juga mempunyai perusahaan sendiri. Dan aku mau melihat apakah benar perkembangan perusahaanmu itu. Jika dilihat apa yang kamu promosikan sangat menjajikan. Tidak dipungkiri perusahaan mas bisa menjadi nomor satu dalam bidang property" terang Rayina yang sudah melihat perusahaan suaminya.


" Embb.. besok aku akan bicarakan dengan Devran dan Pak jo" ucap Ayden.


" Pak Jo?" tanya Rayina mengernyit.


" Orang kepecayaan keluarga kita dari dulu. Dia di pecat Papa karena mendukung keputusanku bekerja dimaskapai penerbangan. Dan dia aku rekrut menjadi tangan kanan perusahaan. Kesetiaannya tidak perlu di ragukan lagi" terang Ayden yang mengetahui istrinya orang yang kritis bertanya.


" Embb baiklah... " jawab Rayina pasrah.


" Sayang, tapi jika keputusanku nanti adalah iya. Maka aku minta jangan terlalu capek ya. Karena kamu sedang hamil anak kita. Apakah abang - abangnya sudah tahu?" tanya Ayden.


" Sepertinya belum mas. Besok kita kasih tahu mereka sambil jalan - jalan" ucap Rayina.


" Okay sayang. Mas besok hanya laporan dan selanjutnya kita bisa jalan - jalan. Besok kalian bisa ikut ke kantor" terang Ayden.


" Benarkah mas. Thank you so much mas" ucap Rayina.


" Sayang... bolehkah??" tanya Ayden dengan menunjukkan bagian favoritnya.


" Biasanya juga tidak pernah ijin. Langsung serang aja mas" ejek Rayina.


" Sebelum diminta my baby. Ayahnya dulu dong yang menikmati. Hehehe" jawab Ayden.


Perlahan Ayden mengecup pucuk lepalanya dengan mesra. Kemudian turun ke kedua matanya, selanjutnya ke pipi istrinya yang mulai berisi.


Dan hap..... bagian kenyal yang sangat dia sukai. Bagai candu yang selalu membuatnya tidak ingin berhenti.


Dia kemudian menjentikkan telunjukknya untuk membuka tali baju yang bertengger di bahu mulusnya.


Meraba dan mencium lembut bahu itu kemudian Ayden membaringkan istrinya untuk tidur relax.

__ADS_1


" Sayang, aku tidak akan melakukannya sebelum kita bertemu dengan dokter bagaimana kondisi kehamilanmu. Tapi aku mau jadi dedek bayi. Bolehkah" pinta Ayden.


Hanya anggukan dan senyuman jawaban dari Rayina.


__ADS_2