
Ayden mulai curiga dengan orang yang memata - matai itu. Dia mengira orang suruhan Papanya untuk mengawasinya selama di Indonesia. Kemudian dia mendial nomor telpon.
"Hallo Papa, don't snoop on me anymore. I know that is Pa. Stop now. Okay" Ayden langsung menutup sambungan teleponnya sebelum Papanya menjawab semua yang Ayden lontarkan.
Sementara Papanya masih berpikir, pengintai? ' Bukankah orang suruhanku sudah melaporkan semuanya kepadaku. Lalu siapa yang mengintai?' batin Irfan.
" Awasi dia sekarang juga. Jangan biarkan orang lain melukai sedikitpun!" perintah Irfan kepada orang suruhannya.
Karena merasa anaknya dalam bahaya. Dia takut akan adanya pesaing bisnisnya yang akan menyerangnya melalui anaknya. Walaupun Irfan tahu, Ayden pasti bisa berjaga sendiri dengan kemampuannya bela diri.
Ayden terus melajukan kendaraannya bersama anaknya, Ben. Ayden segera menghubungi seorang pilot maskapai penerbangan di Indonesia, Doni. Kemudian dia menanyakan tentang pembelian seuah mobil di Indonesia. Agar saat membeli dia dengan cepat dan mudah untuk mengurusnya dan mendapatkannya saat itu juga.
Ternyata Doni bisa membantunya untuk membeli sebuah mobil. Dia membeli sebuah mobil Honda Jazz yang muat untuk keluarga kecilnya itu. Sementara dia membeli mobil itu. Dan menurut Ayden cocok untuk Rayina yang mungil.
Kemudian Ayden segera menemui Doni. Dan mereka segera menuju showroom tersebut. Karena showroom tersebut milik istri Doni, maka dengan mudah mereka memiloh dan memebelinya. Untuk urusan kepemilikan tentu saja atas nama Rayina. Untuk melengkapi datanya Ayden ternyata sudah memikirkannya. Tanpa sepengetahuan Rayina saat menyiapkan sarapan tadi pagi. Ayden meminta bantuan Mbak untuk mengambil KTP milik Rayina.
Flash Back On
Ketika Rayina ke dapur untuk menyiapkan sarapan paginya. Ayden segera mencari keberadaan Mbak.
"Mbak, I want KTP Rayina. Sekarang. Jangan sampai tahu. I want buy a car for her. okay?" pinta Ayden.
" Car? Untuk Ibu?" tanya Mbak.
" Yes Mbak.. Hurry up.. cepatlah" perintah tegas Ayden.
Dan benar saja Mbak dengan mudah mendapatkan KTP nyonyanya itu. Walaupun dengan degupan jantung jang akan meloncat. Takut ketahuan nyonyanya mencuri.
Dengan senyum bahagia, Ayden segera menyimpan KTP tersebut.
Flash Back Off
" Don, please ya secepatnya, saya mau kelengkapan surat itu" pinta Ayden.
" Saya usahakan 3 hari Ay. Okay? Don't worry lah" Ucap Doni.
__ADS_1
" No Don, Now please. Saya bayar lebih. Saya butuh sekarang" memelas Ayden.
" Ah.. baiklah.. untuk temanku yang satu ini aku usahakan hari ini juga" jawab Doni.
" Already payment now ya. Tolong cek dulu Don" ucap Ayden.
" Okay. Thank's lah"
Ayden kemudian sudah menjatuhkan pilihannya di Honda Jazz warna putih sesuai seleranya. Walaupun itu akan digunakan Rayina, sepertinya Rayina juga tidak akan protes dengan warnanya.
Mereka kemudian membawa mobil tersebut dan surat menyurat akan segera dikirimkan kerumah. Ben dan Ayden segera menuju hotel tempat menginapnya untuk check out.
Ketika akan keluar dari hotel tempat menginapnya. Mereka kemudian melajukan mobilnya menuju rumah Rayina sebelum Rayina pulang kerja. Ayden sebelumnya sudah bekerja sama dengan Mbak tentang pembelian rumah itu.
Rumah itu diatas namakan Rayina. Oleh sebab itu orang yang mengurus rumah itu menyerahkan kuncinya ke rumah Rayina. Dan tentu saja Mbak yang menerimanya. Karena mbak sudah diberi tahu oleh Ayden, dia sudah paham dan segera menerimanya.
Setelah sudah sampai di rumah Rayina,mereka berdua segera mengambil kunci rumah dan bergegas masuk menuju rumah yang sudah dibelinya.
Mereka segera menuju kamar pilihannya masing - masing. Ben merasa cocok dengan rumah ini, tetapi belum ada recokan - recokan dari seorang Ibu yang cerewet ketika memarahi anaknya.
Rayina :" Ay.. I'm come back now".
Ayden :" Okay, wait".
Ayden kemudian menghampiri anak lelakinya dan mengajak Ben menjemput Rayina. Tadinya Ben akan ditinggal di rumah Rayina tetapi sepertinya Ben enggan untuk ditinggal. Mereka segera menuju sekolah tempat Rayina mengajar.
Setelah sampai di sekolah Ayden segera mengirim pesan bahwa dia sudah berada di luar sekolah. Tampak sepasang mata mengamati dari luar pagar sekolah dan juga sepasang mata dari dalam ruangan yang tidak disadari oleh mereka.
Rayina seperti biasa berpamitan dengan teman sekantornya dan segera bergegas. Teman kantornya saling bertatapan satu sama lain. Karena tidak biasanya Rayina seceria hari ini. Mereka semua penasaran siapa yang membuat mentari terbit kembali.
Rani sang teman pun tidak mengetahui akan hal itu. Tetapi dia sudah bisa menebak bahwa kebahagiaan Rayina adalah Ayden.
Rayina segera keluar dari halaman sekolah dan segera menuju pintu gerbang sekolah. Rayina tidak melihat mobil yang dikendarai oleh Ayden saat tadi pagi mengantarnya. Rayina bingung dan tiba - tiba ada sebuah mobil Honda Jazz warna putih melaju di depannya.
Seketika itu kaca mobil terbuka dan ada seorang malaikat kecil memanggil dengan penuh kerinduan bak ditinggal Ibunya sangat lama.
__ADS_1
" Bunda... " teriak Ben.
" Ohh... impossible.. Why different this car sayang?" bertanya kepada Ben tetapi Ayden sudah kege er an akan hal itu.
" Heem... masuklah" Ayden sudah turun dari mobil dan membuka pintu mobil depan untuk Rayina. Sedangkan Ben sudah pindah kebelakang dari dalam mobil.
" Sayang, why you not answer bunda?" tanya Rayina kepada Ben.
" Oh.. yes, Bunda.. of course. I think Bunda asked Ayah" jawab Ben santai.
" No sayang.. special for you. Bunda call you sayang. If Ayah.. Bunda call his Ay. Do you understain now?" terang Rayina.
Ayden nampak malu dengan hal itu. Ayden kemudian hanya tersenyum dan menunduk.
" Ay? Why? " tanya Rayina.
Ayden hanya menaikkan bahunya dan segera pulang kerumah. Dia akan memberikan surprise kepada Rayina setelah ini. Tetapi dia mengetahui ada sebuah mobil yang mengikutinya. Ayden semakin curiga dengan mobil itu
" Sayang, Do you know whose car is behind us?" tanya Ayden.
Rayina langsung menengok kebelakang dan melihat mobil tersebut.
" Mas Rizky" gumam Rayina lirih tetapi masih di dengar Ayden.
Ayden nampak berpikir dengan ucapan Rayina.
" Who is Rizky? do you have a relationship?" tanya Ayden santai.
Rayina masih terdiam belum menjawab pertanyaan Ayden. Karena dia masih bingung mau menceritakan dari mana. Ketika Rayina akan berbicara Ayden segera memotongnya.
" Rizky?? So he's the man?" tanya Ayden.
Rayina segera menganggukkan kepalanya. Dan dia nampak bersedih. Takut Ayden marah karena akan hal ini dan tidak nyaman berada di sini.
Ayden hanya tersenyum menyeringai melihat spion mobilnya. Senyum itu nampak mengerikan. Ben yang mengetahui sifat Ayahnya itu mulai diam dan tidak banyak bertanya ataupun melakukan tindakan.
__ADS_1
Hai.. readers.. mohon bantulan like dan vote nya ya... 😘