
Rayina segera menyiapkan sarapan untuk suaminya. Dia membuat sebuah sandwich dan secangkir kopi latte. Dia ingat dulu suaminya pernah cerita jika pagi hari dia tidak suka makanan berat. Dia suka sebuah roti ataupun sandwich dan secangkir kopi latte.
Rayina sudah terampil membuat sarapan untuk suaminya. Siti yang memperhatikan nyonya rumah membuat sarapan sangat terpana. Ternyata istri tuannya itu terampil di dapur.
" Ada apa Siti?" tanya Mbak Rum yang membuyarkan lamunannya.
" Itu lihat Ibu membuat sandwich untuk Bapak. Cepat dan terampil. Ternyata Ibu bisa masak ya?" ucap Siti.
" Hahaha, Siti... Siti... Itu hanya soal masakan. Masakan sesulit apapun Ibu bisa masak. Dan kamu akan terpana dengan bakat terpendam lainnya dari Ibu" terang Mbak Rum.
Rayina segera menata sandwich dengan sangat menarik. Dia membuat sandwich yang tidak biasa. Nampak sangat menarik dan bukan seperti sandwich. Sebuah kopi latte sudah tersedia. Rayina kemudian bergegas menuju kamar.
" Mas, sarapan ready" ucap Rayina.
"What breakfast did you make this morning? ( Sarapan apa yang kamu buat pagi ini?)" tanya Ayden.
" Emmbbb... lihat sendiri lah mas. Are you ready? Ada yang ketinggalan?" tanya Rayina memastikan.
" I think no sayang. Come on.." Ayden mengajak Rayina.
Mereka segera menuju meja makan. Sarapan sudah rapi dan tertata rapi. Rayina kemudian menarik kursi untuk suaminya. Dan dia dudul di samping suaminya menemani sarapan. Dia sudah membuat segelas jus jeruk.
Ayden sangat terpana dengan sandwich buatan istrinya. Sangat menarik dan dengan tampilan yang berbeda. Lidahnya sudah ingin mencicipinya.
" Mbak panggilkan anak - anak untuk sarapan. Dan semuanya suruh kemeja makan segera. Sarapan dulu sebelum melakukan pekerjaan yang lainnya" perintah Rayina.
" Baik bu " jawab Siti.
Mbak Rum yang sudah paham dengan perintah nyonyanya itu. Dia segera bergegas ke kamar untuk membawa dua jagoan sarapan. Ternyata belum di suruh, dua jagoan sudah keluar kamar dengan rapi dan sudah tampan.
" Waow.. my boy very handsome ya" puji Rayina kepada Ben.
" Thank you Bunda " jawab Ben.
" Ayah, when I go to shcool?" tanya Ben.
" Embb.. Ya.. You can go tomorrow boy. And this day, you can go with bunda buy some school needs" ucap Ayden.
" Sayang, you can it?" tanya Ayden.
" Of course mas" jawab Rayina denga menyuapi anak lelakinya sepotong buah.
" Sayang... may I eat this?" ijin Ayden.
" Of course mas" jawab Rayina dengan senyum sangat manis.
" Ohh my sweety" ucap Ayden dengan mengecup kening istrinya.
__ADS_1
Semua orang sudah berada di meja makan. Semua sudah siap. Rayina segera menyuruh semua sarapan. Rayina tidak sarapan hanya minum segelas jus jeruk. Karena dia memang belum ingin sarapan.
" Oh my God... this very delocious sayang. Perfect" puji Ayden.
Ayden kemudian melahap dan sangat menikmati sandwich isi daging asap dan beberapa macam sayuran yang menyehatkan. Dan Ayden segera ingin menyesap segelas kopi latte buatan istrinya.
" Hmmmm.... pass" puji Ayden kembali.
Siti dan Farhan yang melihat tuannya begitu menikmati sarapan buatan istrinya sangat penasaran dengan rasanya. Karena selama ini tuannya jarang makan di rumah. Karena kurang cocok dengan selera lidahnya. Soal makanan Ayden agak cenderung pemilih.
Tapi kali ini dia sangat menikmati. Dan sangat lahap. Bahkan tidak ada sisa sama sekali di piringnya.
" Sayang, tomorrow buat lagi untukku ya? Bisa? Ini sangat enak dan tidak membuat bosan. Kopi latte mu sukses di lidahku. Bahkan kedai kopi langgananku kalah rasanya. Thank you for this morning ya" puji Ayden.
" Iya mas, terima kasih" ucap Rayina.
" Farhan, selesaikan makanmu. Segera keluar dan saya tunggu di mobil jika sudah selesai" perintah Ayden.
Rayina segera mengantar suaminya. Semua keperluan anak - anak sudah di handle oleh Mbak. Jadi Rayina melayani suaminya.
Farhan dengan segera menyelesaikan sarapannya. Dia kemudian keluar untuk mengemudikan dan mengantar tuannya bekerja.
Rayina segera meraih tangan suaminya dan mencium punggung tangannya dengan hikmad.
Degg
Ayden yang mendapatkan perlakuan demikian sangat tersanjung dan terkejut. Karena selama menikah dengan mendiang istrinya dulu dia tidak pernah mendapatkan sebuah ciuman di tangannya. Hanya sebuah kecupan di pipi.
" Mas, take care and take your health ya. Don forget to eat to day" ucap Rayina.
" Iya sayang, kamu tidak berubah. I love you so much" ucap Ayden.
" I do love you " jawab Rayina dengan senyum merona di pipi.
" Farhan, go" perintah Ayden kepada Farhan.
Farhan segera bergegas melajukan kendaraan. Mengantarkan bosnya ke tempat kerja. Dia dengan gesit melajukan mobil mewah bosnya.
' Tidak pernah ada yang dibuat dari dirimu, kamu benar wanita yang berbeda. Kamu begitu menghormati dan menghargai suami. Adat dan budaya kamu mencerminkan diri kamu. Tidak salah aku memilihmu' batin Ayden dengan membayangkan dengan tersenyum- senyum perlakuan Rayina kepadanya pagi ini.
Farhan memandangi tuannya dari sepion mobil. ' Ada apa dengan tuan ya? Tuan nampak begitu bahagia pagi ini' batin Farhan.
" Why Farhan? Any question?" tanya Ayden.
" Tidak Pak. Bapak begitu ceria pagi ini" ucap Farhan.
" Yes, Of course Farhan. I'm very happy this morning" jawab Ayden dengan dibarengi senyuman.
__ADS_1
" Farhan, kamu tahu? Kenapa saya sangat bahagia pagi ini?" tanya Ayden balik.
" Maaf tuan. Saya tidak tahu" jawab Farhan.
" Karena saya sudah mempunya keluarga lengkap. Dan saya mempunyai seorang istri yang bisa menerima saya dengan segala kekurangan saya" terang Ayden.
" Alhamdulillah, saya ikut senang pak" ucap Farhan.
" Segera menikahlah Farhan. Kamu sudah berumur!" perintah Ayden.
" Doakan secepatnya pak" jawab Farhan.
" Always Farhan" jawab Ayden.
Percakapan singkat yang menemani perjalanan pagi ini. Tak terasa sudah sampai di bandara. Ayden segera bergegas keluar dari dalam mobil mewahnya. Nampak Ryan yang sudah diantarkan istrinya. Ryan hanya mempunyai satu mobil saja. Karena itu dia diantar istrinya bekerja dan selanjutnya istrinya mengantarkan anak - anaknya ke sekolah.
" Farhan, jangan lupa antarkan Ibu kemanapun dia mau this day ya?" perintah Ayden.
" Baik pak. Mari pak. Selamat bekerja. Hati - hati pak" ucap Fathan.
" Yes, and you too ya" jawab Ayden.
Ayden kemudian menghampiri Ryan yang sudah menunggunya.
" Ay" teriak Ryan.
" Hay, Ryan.. morning" sapa Ayden.
" Good morning. How about this morning? Are you happy Ay?" tanya Ryan.
" Alhamdulillah, Yes of course. This day we flight in new zeland ya?" tanya Ayden.
" Yes, any problem? " tanya Ryan.
" No, but I should give a massage my wife " ucap Ayden.
" Okay lah, your wife yaa? thanks God, my friend is happy" ucap Ryan.
*
*
*
*
Hay readers... minta like komen dan sarannya ya...
__ADS_1
Happy reading yaa...
Thank you..