Pilot Vs Teacher

Pilot Vs Teacher
108.


__ADS_3

Rayina segera kembali ke ruangannya. Dia segera menerima laporan setiap gerak gerik keseluruhan Xano maupun anak buahnya.


Hasil sadapannya pun tak luput dari pantauannya. Liona segera melihat hasil retasan data itu. Pak Jo juga membereskan data file pertemuan yang sudah terjadi.


" Kak, awalnya mereka akan meretas data perusahaan yang sudah ada sebelumnya. Ternyata Winda juga yang sudah membocorkan semua kode akses" ucap Liona.


" Sudah kakak duga. Kakak sudah merasa ada yang aneh dengannya. Pantas saja, data dimanipulasi dengan epik. Agar tidak nampak" terang Rayina.


" Kakak kapan meminta Doni melakukannya?" tanya Liona penasaran.


" Ah.. itu aku meminta Pak Jo saja. Selanjutnya Pak Jo yang menjalankan aksinya" ucap Rayina.


" Kak, aku yakin mereka marah sekali dengan kita. Karena kita tolak. Dan dia pasti akan mencari sesuatu dari kita" terang Liona.


" Bodohnya dia saja. Dia begitu percaya diri dengan dirinya sendiri. Dia sudah tahu kita tapi dia belum mengetahui kiprah kita yang sebenarnya. Hanya kemungkinan dia akan mencari Devran" terang Rayina.


" Bagaimana mungkin?" Liona terhenyak.


" Ya, karena di media bisnis aku membeli perusahaan ini dari Devran. Dan mereka pasti mencari tahu tentang siapa aku. Dan aku sudah menutup rapat dari media maupun dari dunia bisnis. Tidak akan ada yang bisa menyentuh dataku" ucap Rayina.


" Kak, ini hasil nya. Sepertinya Xano memang serius dengan bisnis yang tadi diajukan. Dan dia juga sudah mempuat sistematis yang ada. Baik buruk dan kemungkinan yang terjadi dari pihak banker ataupun pemerintah saja" terang Liona.


" Tapi dia tidak memikirkan dampak lingkungan yang akan dia rusak untuk masa depan. Itu jangka panjang untuk kehidupan yang akan terus berlanjut. Ada lagi Liona?" tanya Rayina.


" Selain meretas data perusahaan kita, dia hanya ingin tahu CEO ini dan..." ucap Liona menggantung.


" Apa - apaan ini???" ucap Liona.


" Ada apa?" tanya Rayina penasaran.


" Anak buahnya memfoto kakak, setiap detilnya dan ini foto tadi saat kakak berbicara di pertemuan tadi" terang Liona.


" Kamu bisa menghapusnya Liona? dan sisakan hanya satu yang semua sisi tulang rahang mukaku tidak terfokus. Agar tidak bisa digunakan sebagai topeng" ucap Rayina.


" Kamu ingat bukan, bagaimana Aruni menyamar?" ucap Rayina.


" Okay kak. Sudah aku lakukan. Ponsel kakak juga sudah terhubung dengan mereka. Anak buahnya hanya dua yang aktif dengan perintah Xano kak"cerocos Liona.


" Telepon Dev, katakan kalau akan ada yang mencarinya. Berilah keterangan sedetail mungkin kepadanya. Dan kakak harus pulang. Karena abang menunggu. Kasihan dia" ucap Rayina.

__ADS_1


Ketika membereskan semua laporan yang ada di meja dan dia sudah bersiap untuk keluar dari ruangannya. Pak Jo datang dengan seberkas laporan yang sepertinya penting.


" Nyonya, sudah mau pulang?" tanya Pak Jo.


" Ya Pak Jo, suami saya sakit. Saya harus segera pulang. Ada apa?" tanya Rayina.


" Ah ini hanya pengukuhan kuasa saja. Dan ini seperti permintaan bos. Membuat surat jual beli palsu yang seperti nyata. Agar tidak dipertanyakan di kemudian hari. Dan sepertinya sebentar lagi akan ada berita baru" ucap Pak Jo.


" Baik atau buruk?" tanya Liona.


" Keduanya... sepertinya.. So, kita harus bersiap" ucap Pak Jo.


" Baiklah Pak Jo, Liona. Aku percaya kepada kalian. Dan jangan lupa laporkan setiap kejadian dan apapun itu. Kamu paham Liona?" pinta Rayina.


" Siap bosss" jawab Liona semangat dengan hormat.


" Ya sudah supir abangmu sudah siap. Kakak akan pulang duluan. Kakak sudah bilang dengan Papamu. Kamu pulang ke rumah kakak. Paham?" tanya Rayina.


" Ahh.. baiklah... " ucap Liona.


Rayina kemudian berpamitan kepada kedua insan berbeda jenis tersebut. Cahaya matahari mulai mencondongkan arahnya. Teriknya memanasi seluruh jagat. Tetapi kali ini Rayina menikmati panas matahari dengan sangat nikmat.


" Farhan??" Rayina kaget.


Ya ternyata Farhan yang menjemputnya. Karena Ayden mengatakan belum bisa mempercayakan Rayina kepada supir lain. Jika Farhan, dia sudah sangat percaya. Disamping itu Rayina sudah sering berkolaborasi menjalankan aksi bersama.


" Ya, nyonya.. hehe" jawab Farhan cengengesan.


" Bagaimana dengan Aruni?" tanya Rayina.


" Alhamdulillah nyonya. Sudah sangat baik. Tetapi dia hanya merespon dengan senyuman, anggukan dan gelengan saja" ucap Farhan sedih.


" Baguslah dia bisa merespon. Bahkan aku kira hanya bisa berkedip saja. Itu kemajuan yang signifikam bukan?" tanya Rayina kembali.


" Terima kasih nyonya, sudah memberikan obat dan pelayanan yang terbaik untuk Aruni" ucap Farhan lembut.


" Itu tidaklah gratis Farhan. Aruni harus membayarnya. Tidak hanya cuma - cuma" jawab Rayina tegas.


" Membayar??" Farhan kaget.

__ADS_1


" Ternyata nyonya rakus uang. Dan dia mempunyai rencana tertentu dengan Aruni. Bagaimana bisa Aruni membayar semua ini. Bahkan aku yakin, gajiku saja tidak bisa membayarkannya. Nyonya sangat keterlaluan !" batin Farhan.


" Jangan terkejut Farhan. Dia akan aku jadikan petunjuk dari musuh kita. Aku yakin Aruni gadis yang baik. Dia pasti bersedia membantu kita" terang Rayina.


" Perlahan nanti akan aku carikan obat yang terbaik untuknya. Jagalah dia untukku Farhan" pinta Rayina.


" Jadi nyonya hanya memanfaatkannya?" tanya Farhan.


" Selain memanfaatkan semua yang dia tahu tentang Mr. X, aku juga punya rasa manusiawi. Melepaskan dia dari lembah hitam. Dan aku tahu cintamu begitu besar kepadanya. Perjuangkanlah Farhan" ucap Rayina.


" Terima kasih nyonya" ucap Farhan.


" Hm.." jawab Rayina singkat.


Farhan terus melajukan kendaraannya. Jalanan siang ini memang terasa terik. Jalanan juga nampak lenggang. Karena saat ini sudah lewat jam makan siang.


Rayina memang sengaja tidak makan siang. Karena dia sengaja akan makan bersama suaminya dirumah.


" Farhan, apakah suami saya baik - baik saja?" tanya Rayina kemudian.


" Tuan tadi mengalami mual dan muntah kata Nyonya besar. Dokter Kevin sudah memeriksanya. Dan katanya masih istirahat" terang Farhan.


" Apa dia masuk angin? Atau makan yang aneh - aneh?" tanya Rayina.


" Tadi saya mendengar dari para pegawai, tuan mengalami ngidam" ucap Farhan.


" Hihihi" Rayina terkikik geli.


Farhan melihat di spion mobil melihat nyonyanya terkikik ikut tersenyum juga. Nyonyanya memang penuh misteri. Farhan sangat respect terhadap nyonya barunya itu. Sangat jauh berbeda dengan yang dulu.


" Nyonya memang berbeda, mulai dari pola pikirnya, tindakannya, tingkah lahunya semua membuat orang merasa terkejut. Tentunya membuat orang tidak mengira. Tuan memang tidak salah memilih nyonya barunya ini" batin Farhan.


Sesampainya dirumah, Farhan segera memarkirkan sesuai dengan titik parkir. Tidak kurang dan tidak lebih. Sesuai dengan perhitungannya. Farhan segera membukakan pintu nyonyanya itu.


" Silahkan nyonya" ucap Farhan.


" Thank you Farhan. Kembalilah ke tugasmu" perintah Rayina.


" Baik nyonya" jawab Farhan lembut.

__ADS_1


Segera kakinya melangkah menuju ruang dimana sang pujangga sudah menunggunya. Langkah kaki yang pasti membuat semua orang sangat mengaguminya. Senyumnya selalu merekah dan tulus kepada siapapun.


__ADS_2