Pilot Vs Teacher

Pilot Vs Teacher
90.


__ADS_3

" Bagaimana Liona?" tanya Rayina.


" Beress boss" jawab Liona puas.


" Kak, tolong tunjukkan jalan menuju penyadap itu" pinta Liona.


" Embb.. apakah dia menggunakan pasword untuk penyadap itu? " terka Rayina.


" That's right kakak" jawab Liona cepat.


" Baiklah, ayo!" ajak Rayina untuk menuju tempat itu.


Setiap akan menuju sebuah titik ada pintu rahasia dan kode rahasia untuk semua itu Liona begitu takjub dengan kecanggihan yang do rancang di rumah ini. Dia semakin liar berpikir untuk membangun rumahnya dengan fasilitas yang sama. Bahkan melebihi canggihnya dari rumah ini.


" Kak, kenapa selalu diberikan proteksi setiap titik tertentu?" tanya Liona.


" Untuk jaga - jaga Liona cantik. Kau pasti paham guna proteksi keamanan yang aku buat" jawab Rayina.


" Apakah abang Ay tau?" tanya Liona.


" Yes.. tentu saja. Bahkan seluruh akses, sensor, proteksi dan seluruh pengawalan dibawah kendaliku" jawab Rayina santai.


" Waoww.. aku butuh partenr seperti kakak" binar Liona.


" Lebih hebat Devran, Liona. Dari pada aku. Mintalah kepadanya" bujuk Rayina.


" Dev? Devran?? dia itu bukan lagi stupid. but dia sangat bodoh kak. Bisa - bisanya bawa tikus itu kedalam silaturahmi keluaraga. Dia benar - benar bodoh! mencelakai seluruh keluarga. Apakah dia bukan keturunan Om Irfan sehingga terlalu bodoh!" umpat Liona yang sangat marah, dan sepertinya juga sudah terbumbui kecemburuan yang besar.


" Stttsstt... Liona..." hela Rayina lembut.


" Maaf kakak" sesal Liona.


" Dev, hanya tidak tahu. Dia belum mengetahui hal ini. Mungkin saja wanita itu yang memikat Devran" terka Rayina.


" Sudah sampai di titik sensor penyadab" ucap Rayina.


" Mundur kakak. Aku akan melihat dengan kaca mata digitalku" pinta Liona.


" Waoww.. alat baru.." teriak Liona.


Liona segera memakai kaca mata itu dan melihat dengan kacamata itu. Kaca mata yang dilengkapi dengan beberapa fasilitas. Bisa menembus apa yang tidak bisa dilihat. Seperti penyadab yang di kasat matakan oleh penyusup ini.


Dan dia juga bisa sebagai pelindung ketika musuh yang tidak nampak jadi nampak. Kaca mata itu juga berfungsi untuk merekam kejadian dan bahkan menangkap suara yang didapat.


Itu adalah rancangan Liona yang pertama dan sangat diandalkannya di berbagai kesempatan. Rayina sangat terpana, dia tidak menyangka terkaannya terhadap gadis kecil ini memang tepat.


" Cerdas!!"

__ADS_1


Liona segera meraba dan mengeluarkan pistol dengangelombang radiasi tinggi yang dapat melemahkan sinyal yang di pasang. Setelah itu dia dapat membuka kodenya.


" Bagaimana dengan kodenya Liona?" tanya Rayina.


" Sudah aku dapatkan tadi setelah melacak sensornya. Tetapi kita lihat siapa dalangnya dibalik ini semua. Kita bisa lihat dari kode mesinnya" terang Liona.


Setelah semua bisa diatasi dengan cukup pelik. Tetapi mereka sukses menyelesaikannya. Dan Liona menghancurkan dan mengambil chip yang ada di mesin penyadab.


" Kakak , X??" ucap Liona kaget.


" X? X-one corps atau Mr. X?" tanya Rayina penasaran.


" Sepertinya, keduanya saling berhubungan kak" duga Liona.


" Okey. Sekarang kita bereskan tukus kecil itu" ucap Rayina.


" Ayo kak, habisi" jawab Liona.


" No, nona manis. Kita akan bermain - main sedikit" ucap Rayina tersenyum penuh arti.


Sementara mereka berdua kembali ke ruang kerja Rayina. Sebenarnya Ayden yang merancang semua pintu rahasia yang saling terhubung di rumah ini. Rayina hanya melengkapi dengan berbagai fasilitas penjagaan.


Sementara Ayden dan Farhan susah sampai di ruang bawah tanah. Farhan tidak mau terkecoh dia langsung menghubungi nyonyanya.


☎️


☎️


okay Farhan...


Begitulah perkataan singkat keduanya. Mereka sudah bekerja sama satu sama lainnya. Sedangkan Ayden hanya mengikuti alur yang sudah dibuat oleh istrinya.


Mereka sudah sampai di ruang bawag tanah. Ayden kemudian menghubungi Rayina, bahwa mereka sudah sampai di tempat yang ditujukan.


Rayina dan Liona sedang berada di tempat kerja. Liona terperanjat bahwa ruang kerja Rayina sangat keren. Dan dia tidak melihay apapun yang sedang di kerjaan Rayina saat ini di ruangan kerjanya.


Setelah Rayina menerima telepon dari suaminya dia langsung menekan tombol Turn....


Liona hanya menyaksikan apa yang selanjutnya terjadi. Apa lagi kejutab yang akan terjadi selanjutnya. Entah kenapa dia sangat cepat mengenal Rayina.


Dan entah kenapa saat bersama Rayina dia merasa sangat nyaman. Padahal sebenarnya dia sangat susah jika berhubungan dengan orang yang baru dikenalnya.


Setelah tombol turn dipencet, pintu terbuka di ruang bawah tanah. Ayden kemudian mengambil sebuah box besar yang sudah berada di pintu itu.


Rayina segera memasukkan jarinya di sebuah lubang dan terbukalah pintu rahasia dari ruang kerjanya. Dia kemudian membawa Liona dalam genggamannya.


" Ayo.." ajak Rayina.

__ADS_1


" Kita akan kemana kak" tanya Liona.


" Nanti kamu akan tahu" jawab Rayina.


Rayina dan Liona segera menutup pintu yang bisa dikatakan pintu lift yang ada di ruang kerja Rayina. Dalam hitungan 5 detik sudah sampai ruang bawah tanah.


Sementara tikus kecil masih didalam box. Rayina memang sengaja memasukkan perangkap box yang ada di jalan lorong rahasia yang di buat suaminya.


" Buka!" titah sang nyonya.


" Farhan, siapkan tali dan kursi. Kita akan main - main sebentar" pinta Ayden.


" Sudah siap boss" jawab Farhan.


Dibukalah box pembungkus tikis kecil itu Dia sudah sangat lemas karena terkena sengatan listrik yang lumayan tegangannya. Cukup membuat orang menjadi pingsan.


Ayden dan Farhan segera meletakkan ke kursi pesakitan yang sudah disiapkan.


" Sudah??" tanya Rayina singkat.


" Mas... suntikkan" perintah Rayina.


Ayden segera menyuntikkan cairan yang sudah dia siapkan. Cairan perangsang yang akan merangsang sel sarafnya agar segera pulih dan bangun. Agar bisa di korek informasinya


Sementara Irfan sudah menerima sebuah pesan yang sangat membuatnya tersenyum. Kebanggaan tersendiri untuk menantunya yang dengan cepat menangani satu tikus kecil yang tidak seberapa itu.


Irfan kemudian mendekat ke arah Devran. Dia hanya membuka ponselnya dan memberikan sebuah gambar kepada Devran.


" Pa, apa yang kalian lakukan??" pekik Devran.


" Stupid !!!" ucap Irfan.


" Jika kakak iparmu sudab turun tangan. Kau seharusnya tahu kenapa begitu" ucap Irfan santai.


" Brengsek, Ja*ang kecil...." umpat Devran dengan sangat marah.


" Untung saja kakak iparmu orang yang sangat jeli dalam penilaian. Tak percuma Ayden menikah dengannya. Dua anakku ternyata masih bodoh!!" umpat Irfan.


" Sorry Pa, soalnya..." ucap Devran menggantung.


" Otakmu dipenuhi kemesuman dan hanya gairah muda boy!! Berubahlah. Belajarlah dari kesalahanmu kali ini. Setelah selesai ini. Papa minta pertanggung jawabanmu!" tegas Irfan.


" Ah.. okay Pa. Sorry. Aku akan segera menyelesaikannya Pa. Aku permisi" uvap Devran menyesal.


" Cari sampai akarnya Devran!!" teriak Mama.


" Whattt??? Mama tahu?" Devran terkejut.

__ADS_1


Irfan dan istrinya sungguh kecewa dengan semua ini. Irfan hanya ingin membuat Devran jera dengan cara menghukumnua. Tunggu hukuman apa yang akan didapat Devran?


__ADS_2