Pilot Vs Teacher

Pilot Vs Teacher
97.


__ADS_3

Hai... readers... jangan lupa like komen dan votenya dong...


Author tunggu yaa...


Dan... jangan kemana- mana ... Author pasti akan up again...


Mohon sabar ya readers yang masih setia dengan karya Author...


💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕


" Semoga saja mas, kita doakan yang terbaik untuk Aruni. Aku sudah berusaha melakukan yang terbaik untuknya. Semua fasilitas dan obat - obatan kita usahakan juga yang terbaik" ucap Rayina.


" Amin.. semoga saja... Sayang... Terima kasih sudah menjadi wanita terhebatku" ungkap Ayden.


" Love you mas" ucap Rayina.


" Love you more anda Love you uncunditional. Okay?" ucap Ayden.


" Oh.. ya mas.. Mas tolong selidiki X- One corps. Sepertinya akan menjadi saingan utama kita. Baik dari segi bisnis atau probadi" terang Rayina.


" Untuk itu aku setuju sayang. Tapi selama aku berbisnis dan Devran juga selalu melaporkan semua perkembangan bisnis tidak pernah berkendala dengan perusahaan itu. Kemungkinan Papa tahu sayang" ucap Ayden.


" Baiklah nanti kita bahas. Ayo mas, kita mandi" ajak Rayina.


Mereka memang sangat menyukai mandi bersama. Kadang mereka berendam di bath up dengan berbincang - bincang. Entah kenapa untuk hubungan suami istei mereka berdua tidak begitu ngoyo.


Dengan berendam air hangat dan diberi sedikit aromatheraphy membuat badan mereka merileksasi dengan sendirinya.


Bahkan Ayden yang tidak suka berendam, kini menjadi suka berendam dengan istrinya itu. Kebanyakan pasangan pasti akan berkeluh kesah di atas ranjang mereka. Tetapi berbeda dengan kedua insan ini.


Kembali ke Devran, Mama dan Papa ya.. Devran akhirnya menemui Mama dan Papa. Dengab perasaan gundah dan takutnya dia membuka pintu ruang kerja abangnya.


Ceplakkkk


Satu tamparan mendarat di pipinya. Cap tangan di pipinya bukan lagi yang dia pikirkan. Sakit?? tentu saja. Tetapi untuk seorang laki - laki itu tidaklah artinya. Apalagi dengan membawa segunung masalah yang dia hadirkan.


" Papa!!!" teriak Mama.


" Aku pantas mendapatkan ini Ma" ucap Devran lirih.


Dilubuk hati seorang Ibu pasti akan merasakan sakit jika melihat anaknya terkena amarah seseorang. Bahkan di depan mata kepalanya sendiri menyaksikan aksi tersebut.


" Sudah merasa hebat kamu? Bagaimana kamu akan mempertanggung jawabkan semua ini Devran? Kamu mempertaruhkan banyak nyawa disini. Keselamatan keluarga ini menjadi taruhannya. Berpikir tanpa bertindak!!" tegas Papa.


" Maafkan aku Pa, Ma. Aku tidak tahu akan hal itu. Dia menyamar menjadi orang lain. Bagaimana aku mengenalinya dengan baik" ucap Devran lirih.

__ADS_1


" Maksud kamu?" tanya Papa.


Cekleeekk


Suara pintu terbuka, ada dua sosok makhluk yang akan masuk. Ya, tentu saja si pemilik rumah beserta nyonyanya.


" Papa, tenanglah..." ucap Rayina lembut.


" Aduhhh sayang, jangan terlalu lembut dengan orang tua itu. Dia akan menjadi kucing yang sok manis... Hahaha" ledek Ayden.


" Hey, You... shut up now!" teriak Papa dengan nada jengkelnya.


Rayina segera mencubit pinggang kekar suaminya. Ayden hanya meringis merasakan cubitan kecil nan legit di pinggangnya.


" Rasakan !!" ucap Papa.


" Mama, Papa.. duduklah. Kami akan menjelaskan. Mas, beri obat kepada adikmu yang sedikit nakal hari ini" pinta Rayina.


" Huhh.. menyusahkan!" gerutu Ayden karena kesal kepada Devran.


" Sudahlah sayang.. Dapatkah membantuku?" pinta Rayina kembali.


" Okay... tuan putri..." jawab Ayden.


Ayden segera mengambil kotak P3K dan mengambil es batu dari dalam kulkas. Dia kemudian mengobati luka tamparan yang lumayan keras dan akhirnya mengeluarkan sedikit darah di ujung bibirnya.


Rayina kemudian duduk dengan nyaman. sebelum itu dia meminta sebotol air mineral dari dalam kulkas di ruang kerja suaminya itu.


" Mas, bolehkah aku meminta minum?" tanya Rayina.


" Okay sayang. What do you want?" tanya Ayden.


" Air mineral saja" jawab Rayina.


Ayden kemudian memberikan air mineral kepada istrinya. Rayina kemudian meminum air itu dengan sangat rakus. Dia memang saat ini sangat haus. Dare entah kapan dia tidak minum ataupun makan. Dan Rayina lupa bahwa sekarang ada dua nyawa di dalam perutnya.


" Sayang, pelanlah... tidak ada yang meminta air itu" ucap Mama lembut.


" Hehe.. Ma, aku sangat haus. Aku juga lupa kapan terakhir minum. Dan tenggorokanku terasa sangat kering dan dahaga" terang Rayina.


" Kamu pasti juga belum makan sesuap nasi pun bukan? Kamu sekarang tidak sendiri sayang. Ada dua mahkluk kecil yang bergantung padamu" ucap Mama.


" What?? kamu belum makan? " pekik Ayden.


Rayina hanya menggeleng lemah. Sedangkan Ayden segera menghentikan membantu Devran. Dia keluardengan cepat seraya membanting pintu.

__ADS_1


Semua orang yang ada diruangan itu tercekat. Terlebih Rayina, dia tahu suaminya marah karena kelalaiannya untuk urusan kesehatan. Bahkan dia tidak menyadari jika dia masih hamil dan membutuhkan banyak asupan.


" Ayden marah pasti Pa.." ucap Mama lirih.


" Sudahlah, nanti Papa yang akan menghadapi anak itu" ucap Papa menenangkan.


Rayina menjadi takut jika suaminya marah. Dia tidak senang membuat marah orang lain. Tiba - tiba suaminya datang dengan membawa nampan.


" Makanlah sayang, setelah itu kamu bisa menjelaskan semua ini. Makanlah dengan tenang" ucap Ayden.


" Ta.." ucap Rayina yang kemudian terpotong oleh Ayden.


" Tidak ada kata tapi. Makanlah, kamu membawa dua nyawa. Mas tidak mau terjadi sesuatu terhadap kalian" terang Ayden.


" Makanlah sayang..." Mama menyuruh dengan lembut.


" Ya.. makanlah" ucap Papa.


Rayina kemudian melahap makanan yang sudah suaminya bawakan. Sepotong steak, kentang, dan beberapa sayuran. Tak lupa ada jus jambu, air mineral dan buah pisang yang bagus untuk ibu hamil.


Rayina menikmati makanan itu dengan sangat lahap. Dan sangat menikmatinya. Ayden, Mama, dan Papanya tersenyum melihat pemandangan itu. Rayina menyadari banyak mata yang menyaksikan dia makan. Dia menjadi malu dan segera berhenti dari kegiatannya itu.


" He he.. Maaf, saya terlalu lupa dengan semua ini" ucap Rayina malu.


" It's okay sayang... nikmatilah" perintah Ayden.


" Pa, papa tahu tentang X- One Corps? Apa papa pernah bekerja sama dengan perusahaan itu?" tanya Ayden dengab tiba - tiba.


" X -one corps?? Sepertinya tidak asing. Siapa CEO nya?" tanya papa.


" Xano" celetuk Rayiba dengan sibuk mengunyah.


" Sayang.. makanlah dengan nyaman tidak usah menyambung obrolan kita. Dengarkan saja" ucap Ayden.


" Okay" jawab Rayina singkat.


" Pa... Xano? Anaknya Exel bukan?" tanya Mama.


" Exel louis? Lelaki itu?" ucap Papa tercekat.


" Ya, Xano Savano Louis" ucap Mama.


" Mama ingat betul, saat itu mama mengandung Ayden. Exel menikah karena menghamili Rihana" terang Mama.


" Ya, lebih tepatnya memperkosa Rihana Ma. Dan itu menjadi topik terhangat di dunia bisnis. Karena Exel tidak menganut pernikahan. Free sex adalah hidupnya. Dan, dia akan menikah jika dengan Mamamu" terang Irfan sedikit cemburu.

__ADS_1


" Ah.. Papa cemburu menguras bak mandi Pa... Capek - capek amat. Lagian Mama juga sudah mendampingi Papa sampai saat ini. Sudah mempunyai dua anak ganteng macam kita. Dan sebentar lagi ada dua makhluk kecil" terang Ayden.


__ADS_2