Pilot Vs Teacher

Pilot Vs Teacher
47


__ADS_3

Masih dalam mode diam. Siti masih dalam lamunannya dan gerutuannya sendiri. Mbak kemudian menepuk bahunya agar tidak melamun lagi.


" Apa mbak Siti? Mau tanya apa?" tanya Mbak kepada Mbak siti.


Lamunan dan gerutuan seketika membuyar diselingi dengan tepukan dibahunya.


" Emb.. nggak jadi deh Mbak" ucap ragu Siti.


" Oke lah. Kalau begitu" jawab Mbak.


" Eh.. Mbak tunggu" cegah Siti.


" Kenapa Mbak Siti? Jangan ragu bertanya atau butuh apapun" terang Mbak.


" Begini Mbak. Tadi Ibu nyuruh semua anggota makan. Apakah itu makan bersama dalam satu meja? Dan apakah itu biasa terjadi?" tanya Siti dengan pelan.


" O.. alah Mbak Siti. Cuma itu? Sampe takut banget tanya ke saya?" tanya Mbak.


Siti kemudian hanya mengangguk memberi jawaban.


" Begini Mbak Siti. Ibu memang orang yang sangat baik. Beliau memang seperti itu. Selama saya bekerja dengan Beliau, saya selalu makan dalam satu meja. Bahkan kadang tidur juga dalam satu kamar. Ibu juga tidak pernah membedakan status orang. Semua dianggap sama. Ibu menganggap sebagai keluarga bukan pekerja. Jadi apapun masalah kita jika kita jujur dan terbuka, Insyaallah Ibu bantu. Kalau Mr?? Emb.. sepertinya tidak kurang dan tidak lebih seperti Ibu. Cuma Mr lebih tegas. Seperti itu lah kira - kira selama ini saya menilai mbak Siti" terang Mbak panjang lebar.


" Begitu ya Mbak? Alhamdulillah jika begitu saya merasa nyaman. Ibu juga ramah. Bapak juga baik. Mbak juga enak diajak kerja sama" ucap Siti.


" Dan satu lagi Mbak. Jangan panggil Mbak lagi dong. Panggil Siti aja deh. Emang Mbak namanya siapa? Kok Ibu selalu bilang Mbak?" tanya Siti.


" Nama saya sebenarnya Rumana. Tapi Ibu selalu memanggil dengan nama Mbak saja lebih singkat katanya" jelas Mbak Rum.


" Jadi saya panggil Mbak Rum? Bolehkah?" tanya Siti.


" Boleh Siti. Rum boleh Mana juga boleh. Terserah Siti aja deh" papar Mbak Rum.


Setelah percakapan yang lumayan panjang itu. Mereka segera membawa dua bocil keluar kamar dan mendudukkan dua anak tampan dengan rapi dan benar. Setelah itu Siti memanggil Farhan untuk ikut bergabung dengan mereka.


Farhan pun tak kalah kaget. Selama dia bekerja baru sekali ini dia bertemu dengan majikan yang sangat baik seperti Pak Ayden. Dan sepertinya farhan juga menilai nyonyanya oun tak kalah baik.


Semua menu sudah tertata cantik. Hidangan juga sudah diberi garnish dengan sangat menarik. Sehingga semua orang yang melihat pasti tertarik untuk menikmati makannya.


Semua orang sudah berada dalm posisi tempat duduk masing - masing. Semua saling menatap. Ayden hanya tersenyum memandangi istrinya.


" Sudah semua kan? Silahkan nikmati makan malamnya. Makan yang banyak. Jangan sungkan. Kita semua keluarga" ucap Ayden memecah keheningan.

__ADS_1


Rayina yang duduk disamping suaminya segera mengambilkan nasi beserta lauk pauknya. Dan segala yang diinginkan Ayden. Sedangkan Mbak Rum, meladeni dua anak lelaki kesayangannya.


Kali ini Ganesha agak manja dengan Bundanya. Entah kenapa dia sepertinya ingin bergelayut manja.


" No no no, Nda.. nda.. nyam nyam.." ucap Ganesha.


" Oh.. sayang mau sama Bunda?" tanya Rayina.


" Sudah sayang, kamu makan saja. Biar sama aku" perintah Ayden.


" No.. mas.. duduklah. Nikmati makan Mas, sebentar ya" ucap lembut Rayina dan dengan mengelus bahu Ayden.


Semua orang yang melihat kemesraan tuan dan nyonyanya itu merasa ikut bahagia. Bak melihat drama korea.


" Oke sayang.. kemarilah.. Bunda pangku ya? Mau nyam sama Bunda ya?" celoteh Rayina.


" Ye ye.. nyam.. Nda.. Bang.. wleekk " ejek Ganesha kepada Ben.


Ben yang melihat Ganesha mengejek segera melipat tangannya. Dia merasa cemburu. Bundanya dikuasai.


" Ayah... My adek.. " rengek Ben.


" Oh.. My boy jealouse ya? Come here " ucap Ayden.


Seketika Ayden bangun dan menggeser kursi untuk dua anaknya. Agar Rayina berada di tengah, dan anak - anak berada di samping kiro dan kanannya.


Dua laki - laki kecil yang sangat terlihat bahagia di manik matanya. Mereka menikmati setiap suapan makanan yang diberikan Bundanya itu. Dengan sangat lahap dan sesekali canda dan tawa telah nampak.


Tidak ada yang menyela kebahagiaan mereka bertiga. Semua orang yang berada di meja makan hanya bisa menjadi penonton.


' Semoga Ibu selalu bahagia seperti ini' batin Mbak Rum.


'Ya Allah, terimakasih Engkau sudah menghadirkan bidadari cantik di rumah ini dan hamba mohon jangan hilangkan kebahagiaan ini dari keluarga hamba' batin Ayden.


" Okay, Bunda. Finished lah" ucap Ben.


" Nis.. nda.. adek" ucap Ganesha.


" Are you sure? Baiklah. Terima kasih sayang - sayang bunda. Sudah menghabiskan makan malam ini. Dan jangan lupa bersyukur. Ucapkan apa nak? Alhamdulillah "


" Alhamdulillah, aaduiyah" Ben dan Ganesha menirukan Bundanya secara bersamaan.

__ADS_1


Semua orang melihat drama anak - anak ini tersenyum bahagia. Ayden selalu bersyukur dan terus bersyukur melihat apa yang selalu istrinya ajarkan. Sederhana tetapi bermakna.


" Sayang, sekarang makanlah. Apa perlu aku menyuapimu?" perintah Ayden.


" No, mas.. Saya bisa sendiri" ucap Rayina.


Rayina kemudian mengambil makanan yang sekiranya dia mampu makan. Sesuai dengan porsi makannya. Rayina kemudian mengambil perkedel dan kerupuk sebagai lauknya. Dia kemudian menyendokkan makanan kedalam mulutnya.


Siti yang hanya bisa terdiam dan mengamati nyonyanya ketika makan. Dia hanya takut akan rasa masakannya itu.


"Siti, kamu belajar masak dengan siapa?" tanya Rayina.


" Ini resep dari Ibu saya Bu" jawab Siti.


" Pantes. Kalau resep kamu sendiro saya yakin tidak akan seenak ini. Ini resep turun temurun pastinya" terang Rayina.


" I.. iya bu" jawab Siti gugup.


" Siti, jangan pernah malu bertanya tentang resep makanan kepada Ibumu. Beliau sangat pandai meracik makanan. So.. I agree with this Soto. Cocok. Pas" terang Rayina.


" Siti, istri saya adalah pecinta makanan da dia juga pintar memasak. Kamu jangan sungkan bertanya kepadanya tentang masakan. Dan jika dia menginginkan untuk memasak di dapur, biarkan saja" terang Ayden.


" Baik pak" jawab Siti.


"Dan satu lagi Mr, Ibu orang yang sangat sangat pintar dalam masakan apapun" puji Mbak Rum.


" That's Right Mbak" jawab tegas Ayden.


" Terimakasih kalian memuji saya. Dan sekarang nikmatilah makanan lezat ini. Siti, terimakasih ya sudah memasak ini semua" ucap Rayina.


" Sama - sama bu, sudah menjadi tugas saya" jawab Siti.


Mereka kemudian menikmati makan malamnya. Mbak Rum segera beranjak untuk memastikan dua jagoannya berada di mana. Farhan yang dari tadi diam seribu bahasa tanpa komentar apapun kini mendapat berondongan pertanyaan dari tuannya.


" Farhan.. when you married? tanya Ayden.


" Emb.. Hehe.. I don't know Pak" jawab Farhan.


" Siti, Are you single?" tanya Ayden.


" Maksud saya, apakah kamu punya pacar?" tanya Ayden kembali.

__ADS_1


Siti hanya diam mencerna pertanyaan tuannya itu..


__ADS_2