Pilot Vs Teacher

Pilot Vs Teacher
8.Tawaran


__ADS_3

Rayina segera membuka ponselnya. Dia melihat dilayar ponselnya terlihat nama " Ay". Matanya berbinar nampak sumringah. Dia segera mengangkat telpon itu.


Ayden : " Assalamualaikum sayang. Are you busy today?"


Rayina :" No ay. Why you call me?"


Ayden :" Whether the package has arrived sayang?"


Rayina :" Not yet ay. What this package? "


Ayden : " that's part of my propose".


Rayina : " what??"


Ayden :" Yes.. sayang.. I hope you can to receive my propose".


Rayina :" Oh.. God.. you strange ay. But I like it . Okay ay I'll call back later. because I have to face the principal".


Ayden : " Okay sayang.. I love youso much".


Rayina :" Assalamualaikum ay".


Ayden :" Waalaikumsalam ".


Rayina merasa mood bosternya kembali lagi. Bunga - bunga cinta mulai tumbuh kembali di hatinya. Rayina sangat bahagia. Terpancar dari rona wajahnya nan ayu semakin syahdu.


Rayina kembali menghadap Bu Wati, kepala sekolah tempat mengajarnya itu. Rayina sudah siap menjawab pertanyaan dari Bu Wati.


Rayina : " Maaf Bu. Lama menunggu. Baiklah saya akan menjawab pertanyaan Ibu tadi. Sebelumnya saya minta maaf jika saya sudah sangat tidak sopan tadi meninggalkan pembicaran kita. Insyaallah saya akan membuka hati saya kepada calon imam saya kelak. Karena hidup tidak sampai disini saja kan Bu?".


Bu Wati :" Benar Bu Rayina. Jika begitu apakah Ibu sudah ada calon imam yang siap meminang Ibu?".


Rayina : " Maaf Ibu, untuk itu saya belum tahu dan belum bisa menjawab. Karena saya tidak tahu kapan datangnya calon imam saya".


Bu Wati :" Begini maksud saya Bu. Anak saya Rizky akan meminang Ibu. Apakah Ibu bersedia? Saya tidak meminta jawabannya sekarang. Ibu boleh pikirkan setelah ini. Ibu juga bisa memberikan jawaban kepada saya setelahnya. Tapi saya minta pikirkan dengan baik - baik Bu. Saya juga tidak akan memaksa Ibu memilih anak saya".

__ADS_1


Rayina :" Baiklah Ibu. Saya akan pikirkan nanti. Hanya ini saja Ibu yang Ibu sampaikan kepada saya? Jika sudah cukup saya mohon ijin Bu kembali ke meja kerja saya. Karena saya akan menyiapkan materi selanjutnya untuk kelas selanjutnya.


Bu Wati :"Hanya itu saja Rayina. Mungkin nanti malam kami akan berkunjug ke rumah Ibu".


Rayina :" Baiklah Ibu. Saya menunggu kehadirannya. Saya permisi pamit Bu".


Bu Wati :" Iya Bu Rayina. Silahkan. Terima kasih untuk waktunya ".


Rayina kemudian kembali ke meja kerjanya. Dia masih memikirkan apa yang harus ia jawab nanti. Apakah sudah dekat jodohnya? calon imamnya kelak?


Rayina hanya bisa melamun memikirkannya. Kemudian dia hanya bida beristighfar.


" Sebaiknya aku mengambil wudlu dan sholat sunah untuk menenangkan hatiku" Rayina bergumam.


Rayina segera bergegas ke mushalla sekolahan untuk melaksanakan sholat sunnah. Bu Wati dari kejauhan melihat yang akan dilakukan Rayina. Dari ruang kantornya dia melihat gerak gerik Rayina.


" Tidak salah memang pilihan anakku. Semoga Rizky makbul doa dan hajatnya untuk meminang wanita sholehah itu " Bu Wati berbicara pelan.


Rayina mengambil wudhlu kemudian masuk mushalla. Di dalam Mushalla dia melihat Rani yang sedang melaksanakan sholat sunah juga. Rani adalah teman sesama guru yang duduknya bersebelahan dengan Rayina. Rayina tidak pernah terbuka soal hubungan pribadi kepada orang lain. Dia lebih nyaman mengaduh kepada yang diatas. Dan mungkin dia akan bercerita kepada Ibunya. Karena menurut dia kalau curhat dengan Ibunya tidak akan sampai kemana - mana rahasianya. Dan seoeang Ibu akan memberikan wejangan yang terbaik.


Rayina segera melaksanakan sholat. Selesai sholat ternyata Rani masih berada di mushalla dia membaca Al quran. Rayina segera berdzikir dan bermunajat. Rani pun juga sudah selesai membaca Al quran.


Rayina :" Alhamdulillah sudah Ran. Kamu jam kosong?"


Rani :" Iya kosong sampai nanti pulang. Nunggu jam pulang saja. Biar tidak mubadzir. "


Rayina :" Alhamdulillah. Ran, saya mau tanya. Apakah kamu mengenal Rizky? Secara kamu kan tetangga Bu wati, Kepala Sekolah kita".


Rani : " Rizky anak Bu Wati? "


Rayina : " He em".


Rani :" Tau saya. Baik orangnya, sholeh juga, S2 UGM. Sekarang sepertinya bekerja di Kereta Api. Sepertinya engineer deh Ray. Kenapa emangnya?"


Rayina :" Tidak Ran. Saya hanya penasaran sepeti apa orangnya".

__ADS_1


Rani : " Hayo.. jangan.. jangan.. Kamu jatuh cinta sama dia ".


Rayina :" Huss ngawur kamu. Sembarangan kalau ngomong".


Rani :" Terus?"


Rayina :" Cuma pengin tahu aja Rani. Tak ada yang perlu dibahas lagi lah. Cukup tahu saja".


Rani :" Oke lah"


Tiba- tiba ponsel Rayina berdering. Rayina segera membuka ponselnya. Raut wajahnya kembali berseri. Tanpa menyadari Rayina sudah mulai nyaman dengan Ayden.


Rayina :" Assalamualaikum ay.. Why?"


Ayden :" Waalikumsalam sayang.. Package already your home sayang. The packager called me just now" .


Rayina :" Are you sure ay?".


Ayden :" Yes sayang of course".


Rayina : " Okay thak you so much ay".


Ayden :" You're welcom sayang. I Love you so much Rayina ".


Rayina :" ☺😊 Assalamualikum ".


Ayden :" Waalikumsalam sayang".


Rayina kembali tersenyum sendiri. Rani yang menyaksikan merasa heran. Siapa lelaki yang disebut tadi dan lenapa dia berbahasa Inggris. Rani ingin bertanya tapi tidak enak. Karena prinsipnya tidak akan mencampuri urusan pribadi orang.


Rayina langsung menoleh ke Rani dan tersenyum. Rayina paham apa yang ada di pikiran Rani.


Rayina :" Namanya Ayden. Orang Malay. Sekarang kerja di London. Pilot and flight engineer. Duda beranak 1. Kemarilah akan kutunjukkan fotonya. Dan kamu tidak akan penasaran lagi".


Rani :" Ah.. dasar kamu. Tahu saja aku berpikiran seperti itu. Baiklah".

__ADS_1


Rayina kemudian menunjukkan foto Ayden, Ben, dan mamanya. Rani sangat setuju dengan Rayina. Mungkin dia memang calon imam yang terbaik untuk Rayina.


Rani hanya bisa mendoakan untuk Rayina yang terbaik. Karena Rayina behak mendapatkan segala yang terbaik. Karena dia orang yang sangat baik.


__ADS_2