Pilot Vs Teacher

Pilot Vs Teacher
15.Mansion


__ADS_3

Rayina sudah menyelesaikan ibadahnya. Rizky juga sudah selesai dengan kegiatannya dan sudah rapi, wangi. Rayina melihat Rizky sangat jauh berbeda. Dengan menggunakan setelan kaos dan celana jeans belel. Sangat santai dan Rizky juga terlihat tampan. Kesan formilnya pun juga sudah tak nampak.


Mungkin karena sudah melepas atribut pakaian kerjanya jadi terlihat santai. Rizky segera mendekati baby boy Ganesha. Kemudian mencium pipi gembulnya yang menggemaskan.


Seketika Ganesha marah, dia cemberut sudah ada orang yang mencuri ciuman di pipinya itu.


Ganesha :"Oh... no oom.. no ndak au. Kiss nda ajah nana". Sambil mengusap bekas ciuman dan cemberut.


Rizky :" Hahaha, emang boleh kalau oom kiss bunda".


Ganesha :" haduh". Sambil menepuk jidatnya sendiri.


Smeua orang yang ada di saana secara bersamaan tertawa. Tak terkecuali Pak Parmin.


Rizky :" Rayi.. kamu sudah selesai kan sholatnya? Kalau sudah duduklah sebentar disini. Mbak Mirah, Pak Parmin kemarilah sebentar saya mau bicara".


Mereka semua segera mendekat dan duduk di kursi. Sedangkan Mbak Mirah dan Pak Parmin duduk di bawah, di lantai.


Rayina : "Mbak Mirah, Pak Parmin kemarilah. Duduk di sini. Sama dengan kami".


Mbak Mirah dan Pak Parmin terlihat gugup dan takut jika mereka duduk diatas dengan tuan dan nyonyanya itu. Mereka hanya saling melempar pandang.


Rizky :" Duduklah, Nyonya kalian sudah memerintah bukan? Kalian juga keluarga kami. Sama juga status kita. Dihadapan Allah juga sama. Duduklah! Saat ini saya hanya ingin ngobrol santai kok ".


Kemudian mereka segera duduk. Rayina berada di samping Ganesha. Ganesha berada di tengah - tengah antara Rayina dan Rizky. Sedangkan Mbak Mirah dan Pak Parmin berada di sofa sampingnya.

__ADS_1


Rizky :" Rayi, saat ini mungkin sedikit banyak sudah tahu tentang rumah ino dari Mbak Mirah bukan? Mbak Mirah orang yang sangat baik. Tanpa kamu mengorek apapun juga pasti sudah diceritakan banyak oleh beliau".


Mbak Mirah merasa malu dan takut. Tuannya mulai mengintimidasinya. Gemetar tangan dan keringat dingin sudah keluar dari pori - pori kulitnya.


Rizky :" Rayi, saat ini aku seorang teknisi di kereta api. Tetapi suatu saat jika Papa memintaku memimpin perusahaannya, Aku harus bersedia. Karena aku adalah anak satu - satunya. Untuk rumah ini, ini jasil jerih payahku. Aku mempunyai beberapa outlet dan restoran yang sedang aku kembangkan. Bisnis kecil - kecilan. Maka dari itu aku mempunyai semua ini. Kamu bahkan kaget bukan? Gajiku di tempatku bekerja saat ini mungkin akan mustahil membeli semua ini. Tentu saja benar Rayi. Aku ingin menyalurkan ilmuku di bidangku. Dan aku juga merambah bisnis untuk belajar menjadi pengusaha jika Papa sudah meminta suatu saat. Semua ini aku siapkan untuk masa depanku, istri dan anak- anakku kelak. Agar aku bisa membahagiakan mereka".


Rayina hanya diam dan menyimak setiap ucapan yang di keluarkan oleh Rizky. Tentu juga Mbak Mirah dan Pak Parmin mereka mendengarkan tuannya secara seksama.


Rizky :" Mbak Mirah dan Pak Parmin sudah tahu tentang semuanya. Bahkan hal sedetil apapun tentang aku beliau sudah tahu. Tapi mereka sangat bijak, mereka akan membocorkan apapun kepada orang yang tepat. Untuk itu terimakasih sudah menjadi kepercayaanku yang sangat baik. Mbak, Pak. Rayina adalah wanita yang diceritakan Mama dulu. Yang sering kalian dengar apapun yang mama lontarkan. Kalian paham bukan?".


Rayina mulai mengernyitkan dahinya, berpikir keras. Jadi selama ini dia adalah topik utama di dalam keluarga Bu Wati. Apa saja yang mereka bicarakan tentang Rayina?. Itu nanti akan terungkap sendiri ya.


Rayina masih sebagai pendengar sejati. Sebelum Rizky selesai berbicara panjang lebar itu. Mbak Mirah dan Pak Parmin juga mendengarkan seksama. Kemungkinan Rizky akan memberikan tugas kepada mereka.


Rizky :" Untuk itu Mbak Mirah dan Pak Parmin. Kalian orang kepercayaanku. Tolong jika Rayina kemari bukakanlah pintu lebar - lebar. Walaupun tidak ada saya. Daaannn jangan berikan pintu kepada siapapun kecuali Mama dan Papa. Kalian paham? Rayi apa ada yang ingin kamu tanyakan? hemm?".


Rizky :" Baiklah Rayi. Akan ku tunggu pertanyaannmu kedepan. Ohh ya, Mabk Mirah pasti cerita tentang Anggun bukan? Ya, seperti yang kamu dengar. Anggun mantan pacar saya yang meninggalkan saya karena saya kurang kaya. Saya hanya pegawai di BUMN. Dia menginginkan seorang Pengusaha yang sukses yang bisa memanjakannya setiap saat. Saat itu saya masih merintis di dunia bisnis".


Rayina :" Baiklah mas, masa lalu mas adalah milik mas. Tidak perlu mas ceritakan. Yang bail diambil hikmahnya. Dan yang buruk kubur dalam - dalam. Semoga mas selalu dalam lindunganNya".


Rizky :" Amin.. Trimakasih Rayi".


Tiba - tiba ponsel Rayina berdering. Tertera nama 'Ay'. Rizky sempat melirik dan melihat siapa penelon itu. Rayina hanya mengernyit dan meminta ijin mengangkat teleponnya.


Rayina :" Assalamualaikum, Sorry Ay, I am still at my friend's house. I'll let you know when I get home. Okay?".

__ADS_1


Ayden :" Waalaikumsalam, take care sayang".


Hanya telepon singkat dari Ayden karena Ayden merasa Rayina terlalu sibuk atau malas membalas chatnya. Kemungkinan nanti setelah sampai rumah mereka akan melanjutkan chat yang tertunda.


Rizky :" Teman kamu Rayi?".


Rayina :" Saat ini iya mas, Jodoh, rezeki maut sudah ada yang mengatur. Kita selama masih bisa berikhtiar maka akan terua berusaha".


Rizky :" Ah baiklah, hati.. selamat berjuang" sambil menepuk - nepuk dada pelan.


Entah kenapa perasaan sedikit marah kepada Rayina timbul ketika mendaat telepon dari seseorang. Kemunginan laki - laki. Tidak mungkin seorang Rayina tidak didekati banyak lelaki. Entah itu tua, muda, kaya, bujang, duda. Semua berlomba mendekati janda muda satu anak yang sangat pantas direbutkan.


Rayina hanya tersenyum kecut saat Rizky berkata demikian.


Rayina :" Maaf mas ". Dengan menunduk merasa bersalah ksrena tidak cerita dari awal siapa Ayden itu.


Rizky :" Kapan waktu bisa kamu ceritakan. Jika kamu bersedia. Rayi, mas mau kamu tidak menutupi apapun dari mas. Jika mas bisa membantu Insyaallah mas akan usahakan. Kamu paham hmm?".


Rayina :" Baik mas, terimakasih".


Rizky :" Yasudah ayok mas antar kalian pulang. Takut mbak nunggu kelamaan dirumah. Sepertinya jagoanku juga sudah mulai ngantuk deh".


Rayina :" Hihihi, iya nih. Anak bunda udah ngantuk berat. Oke lah ayok oom kita pulang. Mbak Mirah, Pak Parmin Rayina pamit dulu ya. Kapan - kapan mainlah kegubug Rayina".


Mbak Mirah :" Nyonya bisa saja. Insyaallah ya nya. Nyonya, Tuan, Aden hati - hati ya. Jangan ngebut ya Tuan. Jaga bidadari tak bersayap Tuan. Hihi".

__ADS_1


Rizky :" Nggak usah disuruh juga aku akan melakukannya Mbak Mirah. Kalian jaga rumah. Kemungkinan aku akan tidur dirumah Mama. Besok kalau nyonya ini sudah bisa aku bawa kerumah ini, aku akan pulang kesini terus. Hahaha".


Mbak Mirah dan Pak Parmin hanya menjawab dengan tertawa. Sedangkan Rayina hanya menggelengkan kepala dan tersenyum.


__ADS_2