Pilot Vs Teacher

Pilot Vs Teacher
178.


__ADS_3

" Oh... selamat datang Tuan besar, Nyonya besar, Tuan Muda dan Nyonya muda. Saya Mr. Ahmed, saya orang kepercayaan Tuan Besar yang ditugaskan menjaga perusahaan. Mari silahkan duduk" sapa Mr. Ahmed.


" Hmmm... bagaimana Mr. Ahmed?" tanya Irfan.


" Alhamdulillah baik Tuan Besar. Apakah Tuan Muda sudah siap memimpin?" tanya Mr. Ahmed.


" Hmmm tentu tidak Mr. Saya disini hanya beberapa hari. Tidak lama, kemungkinan Papa yang akan mengurusnya" jawab Ayden.


" Oh.. baiklah. Saya merasa sedikit lega. Beban di pundak saya sedikit berkurang" ucap Mr. Ahmed.


" Hahaha...siapa bilang Ahmed. Kau akan mendapatkan pekerjaan lebih banyak lagi" ucap Irfan.


" Hisss kau ini !!" gerutu Ahmed.


" Sayang, Ahmed adalah orang kepercayaanku. Dia temanku dari kecil Ayahny adalah asisten pribadi kakek suamimu" terang Irfan.


Rayina menjawab dengan senyuman. Dan Ahmed merasa sedikit kenal dengan senyuman ini. Dia berpikir dimana dia pernah melihatnya.


" Embbb... Apakah anda dulu pernah bekerja di sebuah sekolah?" tanya Ahmed.


" Embbb" jawab Rayina menimang jawaban.


" Sekolah Dasar?" tanya Ahmed kemudian.


" Iya.." jawab Rayina yakin.


" Hmm... Tuan Muda.. bukankah Nyonya muda ini yang dulu? Yang pernah Tuan Muda perebutkan?" tanya Ahmed.


" Haisshhh... kau!! " ucap Ayden sedikit kesal.


Sedangkan Rayina hanya terkikik geli melihat kejengkelan suaminya.


" Maaf Pak Ahmed, dulu memang banyak persaingan. Dan sekarang dialah pemenangnya. Bahkan sekarang lihatlah, perutku akan membengkak selama enam bulan kedepan" terang Rayina menahan geli.


" Ahhh... sayang. Kamu begitu" rengek Ayden.


" Baiklah, sekarang saya akan menerangkan dan menjelaskan rincian semua tentang perusahaan. Akan saya send ke masing - masing email" jelas Ahmed.


Ahmed segera memberikan beberapa rincian dan laporan tentang perusahaan secara detil. Perusahaan itu cukup maju dan berkembang berkat kepemimpinan Ahmed.


Tak diragukan dalam pekerjaannya cukup diandalkan. Sementara Rayina menyimak laporan tentang apa yang disampaikan Ahmed.


Ketika sepersekian detik Rayina menganggap ada kejanggalan yang ada. Dan itu tidak disadari oleh semua orang.


" Tunggu!!" sergah Rayina.


" Ulangi laporan keuangan yang untuk proyek real estate bulan lalu!" pintanya.


Ahmed kembali mengulang laporan itu.

__ADS_1


" Stop!! Disini ada kejanggalan. Pengeluaran dan pemasukan tidak sinkron. Bahkan dana masuk dari investor lebih dari cukup. Kenapa laporannya seperti ini? Apakah sudah anda cek di bagian lapangan? satu angka mengubah segalanya. Jika anda tidak teliti, sedikit demi sedikit ini akan terkikis!!" ucap Rayina menajam.


Ahmed tidak menyangka dia kecolongan laporan. Bahkan dia tidak seteliti itu. Ahmed sempat terperanjat pikirannya melayang kemanapun. Dia taku jika semua pemilik perusahannya menggelapkan dana perusahaan.


" Panggil bagian keuangan!!" perintah Rayina.


" Ini kenapa malah dia yang bossy? Bukankah ini perusahaan Tuan Irfan sebagai pemilik. Dan akan dilanjutkan oleh Tuan muda. Kenapa wanita ini ikut campur? Apa dia tau tentang perusahaan?" gerutu Ahmed.


" Baik" jawab Ahmed.


Dia segera mendial telepon dan memerintahkan kepala bagian keuangan masuk ke dalan ruangan.


Tok


Tok


Tok


" Masuk!!" perintah Ahmed.


" Mr. Ahmed. Ada yang bisa saya bantu?" ucap kepala keuangan.


" Perbaiki laporanmu!! Jangan pernah mencuri sedikitpun yang bukan hakmu!!" ucap Ahmed meradang.


Ya, secara tidak langsung Ahmed mendapatkan tamparan keras. Karena ada kesalahan yang sangat fatal di perusahaan yang dia pimpin saat ini. Bahkan pemiliknya langsung yang menegurnya saat ini.


" Ya, Nyonya muda" jawab Ahmed.


Dilihatnya dari atas ke bawah, Rayina langsung ingat siapa wanita ini. Wanita yang dulunya selalu menghinanya. Wanita yang selalu mencibirnya.


" Pecat !! ganti yang baru. Ada rekomendasi?" ucap Rayina.


Irfan dan Ayden hanya diam mematung melihat apa yang dilakukan Rayina. Sementara Ahmed tidak percaya akan hal ini.


" Pe.. cat???" ucap kepala bagian keuangan gemetaran.


" Mr. ?? Tolong saya, bagaimana ini? Tolong jangan pecat saya Mr.!!" memelas wanita itu.


" Pemilik perusahan bukan Ahmed!!" terang Rayina ketus.


" Cepat !! tunggu apa lagi??" perintah Rayina yang sudah tidak bisa di ganggu gugat.


" Hmmm apa yang sedang di rencanakan anak mantuku ini??" batin Irfan.


" Pasti dia punya alasan tertentu!! Tunggu saja dan lihat saja!!" ucap Ayden dalam hati.


Ahmed segera menelpon bagian HRD untuk pemecatan kepala bagian keuangan.


" Kau, temui HRD. Surat pemecatanmu segera kau dapatkan" perintah Ahmed.

__ADS_1


" Berikan pesangonnya!!" ucap Rayina.


Kepala bagian keuangan segera pergi dari ruangan itu. Dia segera menemui HRD terkait pemecatan itu.


" Maaf Nyonya muda, kenapa memecat dia? Saya pikir kinerjanya bagus di perusahaan ini!!" ucap Ahmed.


Rayina hanya menatap tajam wajah tua yang sudah mulai keriput di sudut matanya. Rayina merasa sangat jengkel dengan pikiran Ahmed.


" Mr.Ahmed... berapa lama anda bekerja dengan keluarga Papa?" tanya Rayina tegas.


" Embb... sudah sangat lama.Bahkan, sebelum tuan besar dan nyonya besar menikah" jawab Ahmed pasti.


" So, pengalaman anda harusnya jauh lebih jeli dibandingkan saya! Wanita itu yang menguras dan mengikis sedikit demi sedikit uang perusahaan!" ucap Rayina tegas.


" Lihatlah!!!" ucap Rayina.


Dilemparkannya ponsel Rayina yang sudah sengaja meretas semua data dan akses inti perusahaan. Jadi semua data sudah di dapatkannya secara rinci.


Alat ini sudah di pakai Rayina di perusahaan sebelumnya. Peretasan sistem yang masuk ke data perusahaan sudah di banned oleh sistem yang Rayina miliki.


" Whatttt!!!" pekik Ahmed.


" So, Ahmed... jangan remehkan menantuku. Perusahaanku di Malaysia yang ada di cabang sudah ditangani menantuku dengan sangat bagus dan teliti. Dia cukup mumpuni jika berada dalam situasi seperti ini"


" Jangan bertanya kenapa kami dari tadi diam saja. Kami sudah tahu, jika menantu kami melakukan suatu tindakan, pasti dia sudah punya alasan yang pasti"


" So, jangan coba - coba bermain dengan kami" tekan Irfan.


" Sebenarnya saya sudah mulai mencurigai tentang hal ini. Dulu pernah terjadi kebocoran data. Tapi sudah diperbaiki dan stabil. Dan untuk pengikisan dana sedikit demi sedikit itu, saya memang kurang teliti" ucap Ahmed menyesal.


" Waowww.... wanita ini memang berbeda. Pantas saja, tuan muda begitu mengejarnya!!" batin Ahmed.


" Ada rekomendasi lain?" tanya Ayden.


" Saat ini belum ada tuan muda" jawab Ahmed.


" Sayang... bisakah Rizky diberi kepercayaan??" tanya Ayden kepada Rayina.


" Mas... aku pikir jika menyangkut pekerjaan dia sangat bertanggung jawab. Dan bahkan usahanya sekarang sudah diambang kebangkrutan bukan? Atau sudah, aku tidak tahu jelas pastinya. So, semua tergantung Mas. Bagaimana hati mas berbicara" ucap Rayina.


" Aku pikir, ada baiknya membantunya. Mr. Ahmed... nanti akan saya hubungi anda. Jika orangnya bersedia" ucap Ayden.


" Baiklah tuan muda. Embb... maaf Nyonya muda, untuk sistem bagaimana jika saya meminta bantuan nyonya muda? Agar tidak terjadi hal - hal diluar kendali saya?" pinta Ahmed.


" Hahhhh... sudah kuduga!!! " jawab Rayina engap.


" Sayang..." hela Ayden lembut.


" Sistem sudah aku pasang. Tanpa anda meminta kepadaku. Aku sudah melindungi aset keluarga sendiri. Sistem aman dan dalam pantauanku!!" ucap Rayina jengkel.

__ADS_1


__ADS_2