
Di negara orang sesosok pria tampan nan mapan sudah bersiap take off kembali ke kampung halaman, ya Ayden. Dia sudah bersiap dengan hari ini.
Hari yang sangat dinantinya. Ayden segera duduk di tempatnya. Sudah 4 hari sampai hari ini dia tidak memberi kabar kepada Rayina. Bagaimana rasanya? Tentu saja orang yang sedang jatuh cinta sangatlah rindu menderu.
Sehari tiada kabar terasa setahun. Lebay bukan kalau orang jatuh cinta. Tapi memang kenyataannya begitu.
Pesawat segera akan terbang. Ayden sudah berdoa semoga selamat sampai tujuan.
" BISMILLAAHI TAWAKKALTU A’LALLAAHI WA LAA ‘HAULA WA LAA QUWWATTA ILLAA BILLAAH" dia memanjatkan doa.
Tak terasa sudah akan sampai ke negaranya berasal. Ayden segera bersiap. Dia sudah memberikan kabar kepada Mamanya bahwa hari ini dia sampai. Dan benar supir keluarganya sudah sampai di pintu kedatangan menunggunya.
Jamal :" Welcome boss ".
Ayden :" Mr. Jamal, you haven't changed. Come on".
Jamal :"Okay boss".
Mereka segera pulang kerumah. Ayden sudah tidak sabar bertemu dengan anak lelakinya. Pak Jamal adalah supir keluarga Ayden. Sudah 28 tahun bekerja dengan keluarganya. Sudah lama Bukan? Bahkan Ayden masih kecil, Pak Jamal bekerja kepada keluarganya.
Ayden sangat bahagia, terlihat dari pancaran sinar matanya. Pak Jamal memperhatikan kepulangan bos kecilnya itu. Terlihat berbeda dari kepulangan sebelumnya.
Terlihat sangat berseri, bahagia dan seperti menemukan kehidupan yang baru. Pak Jamal ikut tersenyum melihat Bos kecilnya bahagia. Pak Jamal masih menganggap Ayden adalah bos kecilnya. Karena dia dulu senang sekali dipanggil bos kecil.
Cita - cita Ayden dulu ingin seperti Papanya. seorang bossman yang sangat tangguh. Oh ya, orang tua Ayden adalah salah satu pemilik perusahaan ternama dan sangat besar di negaranya. Salah satu orang terkaya di negaranya. Dan dia termasuk keluarga Sultan.
Ayden :" Mr... How are you? And how with your wife?
Jamal :" Oh.. Fine bos.. and my wife fine too".
Ayden :" Oh.. Missed this country.. "
Jamal hanya tersenyum memperhatikan Ayden. Jamal sengaja tidak bertanya terlalu banyak, sepertinya Ayden masih menikmati perjalanannya. Setiap jengkal dia susuri, pandangan matanya tampak senang sekali. Tak terasa mobil yang dilajukan sudah sampau di depan rumah.
Rumah yang sangat besar, tergolong mewah. Dengan segala perabotan yang fantastis. Dengan berbagai ornamen yang sangat menawan.
Ayden segera masuk ke rumah. Belum sampai didepan pintu, semua pelayan sudah berjajar rapi menyambutnya.
Pelayan :" Welcome to home Mr." semua kompak menyapa Ayden.
Ayden :" Thank you. Get back to work".
__ADS_1
Semua pelayan segera berhamburan kembali ke pekerjaan masing - masing. Ayden tidak terlalu suka apabila pulang disambut sedemikian rupa. Ayden tidak suka menjadi bossman. Impian semasa kecilnya sudah pupus ketika dia merasa tidak nyaman dalam kungkungan bodyguard papanya.
Dia merasa kurang bebas. Dia lebih merasa hidup ketika menjadi orang biasa. Menjadi pilot and flight engineer. Karena sekarang pemikirannya sangat berbeda dengan impiannya sewaktu kecil. Apalagi setelah bertemu dan menikan dengan Ibu Ben.
Dulu pernikahannya ditentang oleh Papa Ayden karena Ibu Ben adalah anak rival bisnis papanya. Tapi mereka membuktikan dengan hidup mandiri. Ayden yang bekerja sebagai pilot and flight engineer itu menghidupi keluarga kecilnya tanpa bantuan dari orang tuanya. Bahkan mereka hidup jauh di negara orang.
Sekarang dia sudah menemukan tambatan hatinya. Apakah kali ini Rayina akan ditentang papanya atau akan mengantongi restu?
Wait and see ya... kelanjutannya...
Kembali ke Ayden. Mamanya segera menemui anaknya. Bercengkrama dan melepas kangen. Kemudian Ayden menuju kamar anak lelakinya.
Ternyata dia sudah tertidur. Karena terlalu lelah dengan kegiatan sekolahnya. Ayden memaklumi hal tersebut.
Ayden :" Ma,, I shower first lah.. and then I go to eat ya.. Where is papa ? ".
Mama :" Papa just got home. now still showering. he will follow afterwards".
Ayden :" Okey lah".
Mama Ayden kemudian segera menyuruh kepala koki menyiapkan makanan yang sudah dia masak. Mama Ayden sengaja masak kesukaan anak lelakinya itu.
Papa :" Where is my boy ma?".
Papa :" Hmm it's very delicious . You cooking this ma?".
Mama :" Of course pa..let's eat now".
Papa :" Waiting my boy lah ma.. and my baby boy where ma?".
Mama :" Oh.. His sleep now pa. Maybe tired after school pa".
Papa :" Hmm .. okey lah".
Mama dan Papa Ayden berbincang cukup banyak. Bahkan papanya mulai berkeluh kesah ingin pensiun dari perusahaan. Berharap Ayden menggantikan posisinya. Karena dia adalah anak lelaki satu - satunya.
Tetapi mama Ayden sangat paham dengan pendirian anaknya tersebut. Ayden sepertinya belum mau menggantikan papanya di kantor. Dia sangat menikmati pekerjaannya saat ini.
Walaupun gaji yang dia dapatkan jauh dari penghasilan seorang bos. Dia sudah membuktikan bekerja tanpa bayang - bayang orang tuanya.
Ayden yang sudah selesai mandi bersiap makan malam. Mama dan papanya sudah menunggunya di meja makan. Ayden kemudian menyapa papanya. Mencium dan memeluknya.
__ADS_1
Papa :" Oh.. my boy.. I missed you so much"
Ayden :" I miss you too pa. How are you pa? ".
Papa :" Fine.. alhamdulillah.. and you?".
Ayden :" I'm fine too.. Pa.. let's eat pa.. I'm hungry now lah.. mama apparently cooked my favorite looks very delicious".
Papa :" Of course, special for you lah".
Mama hanya bisa tersenyum senang dengan keakraban papa dan anaknya itu. Berharap jangan ada pertengkaran lagi yang terulang. Mama menyadari kepulangan Ayden ada maksud dan tujuannya. Mamanya sudah sangat cemas dengan hal itu.
Ayden :" Pa.. saya pulang kerumah saat ini ada maksud dan tujuan tertentu".
Bahasa indonesia aja ya.. biar cepet ngetiknya .. hahaha...
Papa :" Hmm.. apa itu?".
Papanya mulai dingin menjawab pernyataan Ayden.
Ayden :" Saya akan mengajak Ben ke Indonesia. Rencananya kami akan menemui seseorang".
Papa :" Girl or women".
Ayden :" Oh my God.. Papa langsung menebaknya ma.. ".
Mamanya merasa sangat cemas. Karena tatapan dingin papanya dan jawaban yang singkat . Tidak ada kehangatan jawaban seperti tadi saat menyapanya.
Papa :" Where her home? Apa statusnya? Bagaimana keluarganya?".
Ayden :" Maka dari itu pa, kami akan menemuninya. Memastikannya".
Papa :" Jangan pernah melakukan kesalahan lagi Boy. Papa tidak akan memafkanmu".
Ayden :" Come on papa. Saya sudah tua. Syaa bisa menentukan pasangan hidup saya yabg terbaik untuk kami".
Papa :" Papa akan setuju jika dia seorang yang baik".
Ayden :" Menurut papa apakah yang dulu tidak baik pa?".
Papa :" Bibit bebet dan bobotnya papa yang lihat. Kamu tahu dia anak dari rival bisnis papa. Orang tuanya sangat licik. Bagaimana dia bisa membunuh anaknya. Anak kandungnya".
__ADS_1
Ayden :" Stop pa.. I don't like it pa. Itu sudah berlalu. Dan mereka sudah meminta maaf bukan. Jangan jadi orang yang penuh dendam pa. Bukalah hati papa. Saya sudah mengikhlaskan semuanya pa. Please".