
Liona menjadi hacker yang sangat pintar. Tak dipungkiri kapasitas otaknya melebihi rata - rata. Pak Jo memandangi Liona dengan seksama. Gadis kecil yang umurnya sama dengan anaknya. Kini menjadi asisten pribadi atasannya.
Sedangkan atasannya adalah istri dari bos kecil yang dulu di asuhnya. Dan sekarang menjadi bos yang sesungguhnya di perusahaan itu.
Pak Jo juga tidak tahu, kenapa bosnya mempercayakan istrinya bekerja di perusahaannya saat ini. Apalagi minim bekal yang dipunya istrinya. Tapi, entah kenapa tadi dengan keputusan yang diucapkan istri bosnya itu membuah pikiran dan pertanyaan itu hilang.
Dua wanita kecil yang ternyata banyak sekali rahasia kepintarannya kini terpampang nyata. Kini dia paham bos kecilnya itu mempercayakan kepada istrinya.
" Lihatlah Pak Jo, banyak manipulasi data keuangan. Disini kan seharusnya ada laporan yang harus dipertanggung jawabkan. Tetapi laporan disini janggal" terang Liona.
" Siapa yang memegang keuangan Pak Jo?" tanya Rayina.
" Namanya Winda nyonya" ucap Pak Jo.
" Wanita? Berani main - main denganku rupanya. Liona, sadap! kita akan tahu kehiatannya" perintah Rayina.
" Pak Jo, belajarlah hacker dengan Liona. Pak Jo akan tahu cara menangani masing - masing oknum nakal di perusahaan ini" perintah Rayina.
" Kak, lihatlah.. dia mengirimkan pesan kepada..." ucap Liona menggantung.
" Xano???" pekik Liona.
Rayina segera mendekat dan melihat apa yang Liona katakan. Mendengar nama Xano membuat Rayina semakin penasaran. Pak Jo hanya bingung melihat pemandangan dua wanita kecil itu.
"Sebenarnya apa yang dikatakan mereka sih?" batin Pak Jo.
" Pak Jo... apakah anda tahu siapa CEO dari X - One corps?" tanya Rayina.
" No, nyonya. Yang saya tahu X - One corps tidak pernah mendatangkan CEO nya dalam setiap rapat atau pertemuan. Bahkan penandatanganan setiap kerja samanya itu dilakukan oleh asisten dan sekertarisnya" terang Pak Jo.
" Hmm.. ternyata dia main dibelakang" ucap Rayina.
" Xano ... adalah CEO X- One corps" terang Rayina.
" Xano?? akan saya ingat nyonya" jawab Pak Jo.
" Pak Jo tahu sepak terjang orang ini?" tanya Rayina.
" Selentingan terdengar bahwa Bos dari X- One corps adalah pemilik saham terbesar di perusahaan property di negara ini. Perusahaan kita masih dibawahnya. Perusahaan itu berada nomor satu. sedangkan kita di nomor tiga. Bosnya single dia belum menikah. Dan dia dikenal dengan bos dingin dan kejam" terang Pak Jo.
" Hmm.. begitu rupanya. Hanya itu yang Pak Jo tahu?" tanya Rayina.
" Ya nyonya. Karena semua data yang dimiliki bos itu sepertinya di tutupi. Mediapun tidak bisa menjamah informasi tentang CEO X- One corps" cerocos Pak Jo.
__ADS_1
" Dia seorang mafia Pak Jo. Dia juga mafia dari penjualan organ tubuh manusia ilegal" ucap Rayina.
" Astaghfirullahhaladzim " ucap Pak Jo dan sangat kaget.
" Fakta ini yang kami dapatkan saat ini. Hanya itu. Mungkin suatu saat akan banyak lagi yang kita dapatkan. Pak Jo, waspada" ucap Rayina.
" Liona kamu terus cari kejanghalan itu. Salin semua dan kita akan jadikan bukti. Sebenarnya keuangan kita tidak begitu mencolok ketimpangannya. Bukan begitu Pak Jo?" tanya Rayina.
" Ya nyonya, sebab Bos Dev jarang mendapatkan gaji. Karena untuk menutupi ketimpangan yang ada. Bos Dev tidak pernah menyampaikan kepada Tuan. Jadi selama ini mencari ketimpangan itu. Tetapi tidak pernah menemukan" ucap Pak Jo.
" Devran memang ..." ucap Liona.
" Ya sudah, kita bereskan saja Liona. Pelan tapi pasti" ucap Rayina.
Mereka kemudian bekerja sedemikian rupa. Rayina juga melihat laporan yang sudah masuk. Memeriksa semua kerja keras Devran selama ini. Bukan berarti mencari kesalahan kinerja Devran. Tetapi memcari kejanggalan dan ketimpangan yang ada.
Pak Jo kembali untuk menyelesaikan beberapa laporan dan tugas yang sudah ada. Dan segera menyiapkan keperluan pertemuan dengan X - One corps.
Mereka disibukkan dengan masing - masing pekerjaan. Rayina merasa hari pertamanya bekerja membuat dirinya lupa akan perutnya.
☎️ *Hubby call
" Assalamualaikum, ya sayang... Iya.. aku malah lupa. Iya nanti aku minta Pak Jo. Iya, sudah mulai terasa. Sayang, juga jangab lupa ya.. Love you too sayang. Waalaikumsalam" ucap Rayina membalas telepon*.
" Abang ya kak?" tanya Liona.
Rayina kemudian mendial nomor Pak Jo.
☎️ Mr. Jo
" Assalamualaikum Pak Jo, Bolehkah saya merepotkan bapak? Ya, saya mau pesan makan. Terserah apa saja. Yang penting bagus untuk Ibu hamil. Dan satu lagi buat Liona. Thank You Pak Jo" tutup Rayina.
Sembari menunggu Pak Jo mengantar pesanan makanannya Rayina bertanya kepada Liona.
" Liona... bagaimana dengan Rizky?" tanya Rayina langsung.
" Aku tidak mencintainya kak, tapi Rizky selalu berkata aku mirip dengan masa lalunya. Aku juga heran, kenapa dia bersikap begitu. Menyamakan diriku dengan masa lalunya" cerocos Liona.
" Kenapa tidak mencobanya?" ucap Rayina.
" No, kak. Aku tidak bergetar saat berdekatan dengan dia" ucap Liona.
" Apakah harus seprti itu? Apakah dia lebih baik dari Devran?" tanya Rayina menyelidik.
__ADS_1
" Sepertinya dia lelaki yang sangat baik. Dan aku rasa akan ada wanita lainnya yang akan bisa menerima dia. Kak... sungguh, saat ini aku mementingkan misi kita" dengus Liona.
" Okay.. okay.. Lion" ejek Rayina.
" Lionaaa kakak !!" gerutu Liona.
Tak terasa ada suara ketukan pintu dari luar. Rayina mempersilahkan masuk. Seperti dugaannya juga. Pak Jo datang dengan membawa dua paket makanan untuk dua wanita cantik yang sudah seperti anaknya ini..
" Pak Jo, kenapa hanya dua. Pak Jo tidak makan?" tanya Liona.
" Nanti saja nona. Sekarang ibu hamil yang terpenting. Itu pesan dari bos. Kalau tidak diperhatikan saya bisa celaka. Hahaha" terang Pak Jo.
" Saya akan memfoto nyonya jika sudah menerima paket makanan" ucap Pak Jo dengan konyolnya.
" Pak Jo mau foto aku lagi saat makan?" dengus Rayina.
" Abang memang bucin kak. Segitunya dia menjagamu. Memperhatikanmu. Beruntunglah kamu kak. Dulu saja dia tidak begitu. Upsss" ceplos Liona.
" Benarkah??" tanya Rayina menyelidik.
" Tidak kak.. hanya bercanda" ucap Liona kikuk.
" Pak Jo??" lirik Rayina.
" Saya tidak tahu nyonya" menjawab sambil berlalu keluar.
Pak Jo kemudian keluar dari ruangan Rayina. Pak Jo tidak habis pikir dengan tingkah nyonya bosnya.
" Kenapa dia lebih menyeramkan dari pada suaminya? Tatapannya seolah akan membunuhku. Oh.. Tuhan, kenapa aku dipertemukan dengan orang macam begini lagi" batin Pak Jo.
Kini Rayina menikmati makannya. Padahal ini baru jam sepuluh, tetapi perutnya tak bisa di ajak kompromi. Lapar? Tentu saja. Dia seolah monster yang rakus. Menghabiskan makanan tandas tak tersisa.
Liona melihat Rayina makan menjadi terbelalak. Tidak menyangka nafsu makan orang hamil menjadi dua kali lipat.
" Kak, masih lapar? Ini habiskan saja punyaku" ucap Liona.
Melihat Rayina yang nampaknya belum merasa kenyang. Liona memberikan jatah makannya kepada Rayina.
" Kamu tidak makan Liona?" tanya Rayina.
" Sudah, makanlah jika masih lapar. Kan sekarang kakak makan untuk bertiga" terang Rayina.
" Hehe.." kikuk Rayina.
__ADS_1
Sementara sang suami di kantor.
" Hueekkk... Huekk.."