Pilot Vs Teacher

Pilot Vs Teacher
26. Dinner


__ADS_3

Ayden segera mengemasi barang- barang dan segera check out dari hotel tempatnya menginap dan segera mencari hotel baru yang dekat dengan Rayina. Ternyata berbeda dengan Ben. Ben anak kecil yang ternyata berpikiran lebih dewasa dibandingkan usianya.


" Ayah, why don't buy a house near the Bunda's house? I saw a house for sale. Don't you have enough money to buy it?" tanya Ben dengan nada polosnya.


" Oh.. We can try it boy. But it was getting late. Tomorrow afternoon we will carry out our plan. So now we stay at a hotel near the bunda's house" jawab Ayden.


"Ah.. okay Ayah... " jawab Ben dengan santainya.


Mereka kemudian melajukan kendaraannya. Kemudian mengembalikan ke tempat sewa mobil. Mereka kemudian memesan taksi online untuk menuju hotel. Sebelumnya Ayden sudah searching hotel yang terdekat dengan rumah Rayina.


Taksi yang ditunggu sudah datang. Mereka segera naik dan menuju hotel. Sesampainya di hotel, mereka segera bersiap - siap untuk segera menuntaskan janji kepada orang terkasih.


" Boy, are you ready?" tanya Ayden.


" I'm ready Ayah. But we haven't car now, so we can going?" tanya Ben.


"Don't worry boy, The hotel provides vehicle rental services. So we can go and pick up bunda. Okay?" ucap Ayden.


" Alhamdulillah, Yeay" girangnya Ben.


Mereka kemudian segera bergegas menjemput wanita kesayangannya itu. Dua lelaki yang sangat kacak. Membuat tiap mata menatapnya. Bagai pinang di belah dua.


Mereka sudah sampai di rumah Rayina. Segera mereka berjalan masuk ke kediaman wanitanya itu. Setelah mengetuk pintu, ada seseorang dibalik pintu yang membukakannya.


Ya, Rayina.. mata Ayden tak berkedip sedetikpun. Ben yang menyaksikan Ayahnya terpana melihat Rayina segera menarik ujung baju Ayden. Seketika Ayden gelagapan dan salah tingkah.


"Are you ready sayang?" mencoba bertanya untuk menghilangkan rasa gugupnya.


" Ya , of course Ay, Sayang... come on.. kiss bunda " ucap Rayina.


Ben kemudian menyalami Rayina dan mengecup pipi mulus nan merona Rayina. Rayina yang menggunakan gamis berwarna pink dengan hijab yang sangat simpel, make up nya pun sangat tipis. Bahkan tidak seperti bermakeup. Bibir tipis nan merona bertengger indah. Membuat kekaguman mata yang melihatnya.


"Sayang, bisakah sayang memakai semua yang aku berikan? Bolehkah aku melihatnya?" pinta Ayden.

__ADS_1


" Iya Ay, sebentar ya. Tetapi saya harus memilih yang cocok dengan semuanya. Okay?" pinta Rayina juga.


" Okay sayang" Ayden menjawab dengan senyumnya.


Rayina kemudian masuk segera memakai semua pemberian Ayden. Gelang, cincin, jam tangan, tas, dan sepatu. Semua sangat pas dan cocok. Mbak keluar dengan Ganesha yang sudah sangat tampan. Dia kemudian berjalan menghampiri Ayden dan Ben.


Dia kemudian menyalami dan memeluk Ayden dan Ben. Mereka segera bersiap menuju cafe dekat danau. Tadi selama lewat di seberang danau.


Ayden sudah punya rencana yang sangat indah untuk wanitanya itu. Dia akan memberikan sebuah kalung berlian sebagai tanda keseriusannya meminang Rayina secara langsung.


Mereka segera menuju cafe seberang danau. Waktu yang ditempuh tidaklah lama, mungkin hanya sekitar lima menit.


Kendaraanpun segera dilajukan menuju cafe. Selama perjalanan banyak kelucuan yang terjadi antara Ben dan Ganesa. Mereka sangat bahagia. Tampak dari pancaran wajahnya. Momen tersebut tak luput dari colongan foto si mbak. Mbak selalu mengabadikan setiap kebahagiaan juragannya itu.


Ayden yang melirik menyaksikan mbak mengambil semua foto kebahagiaan itu ikut tersenyum. Dia juga kemudian tersenyum penuh arti.


' Mbak harus ikut andil nih kayanya' gumam Ayden.


" Ganesha, so cute.. muahh.. muahh.. abang love you so much" tanpa diperintah Ben melontarkan isi hatinya.


" Lop yu too abang.. muah" balas Ganesha.


Semua yang ada di dalam mobil tertawa sangat bahagia.


' Ya Allah, berikanlah kebahagiaan yang membuncah kepada Ibu. Dekatkanlah dengan orang - orang yang tulus kepada mereka' bathin Mbak.


Mereka sudah sampai di cafe yang dituju. Ayden segera menuju memarkirkan mobilnya. Mereka segera turun dan masuk.


Rayina yang masuk meminta resepsionis untuk memesan tempat untuk keluarga. Tetapi Ayden yang sudah sampai di resepsionis segera tahu dan mengantarkan mereka.


" Loh.. Ay.. you already booking this place?" tanya Rayina


" Heem" jawab Ayden dengan tersenyum.

__ADS_1


Mereka kemudian masuk kesebuah ruangan VVIP Family room. Dan sudah banyak makanan yang ia pesan. Rayina tidak menyangka, Ayden sudah lebih cepat bergerak sebelum dia meminta apapun. Sebelum dia melakukan apapun, Ayden sudah tahu apa yang harus dia lakukan.


Ayden memang lelaki yang selalu memberikan surprise. Dia lelaki romantis menurut Rayina.


" Sit down please my Queen" Ayden menyuruh Rayina duduk sambil menarik sebuah kursi.


"Thank you my King" jawab Rayina yang membuat wajah Ayden merah merona.


Mbak selalu nyolong foto mereka. Ketika momen bahagia selalu dia mengabadikannya. Ayden sudah tahu, bahwa Mbak adalah penguntit yang sangat baik. Ayden kemudian mempersilahkan semuanya duduk. Ben anak yang mandiri, dia bisa melakukannya sendiri. Tetapi Rayina membantunya.


Sedangkan Ganesha, dia selalu bersama Mbak. Dan Mbak sudah bersiap menjaga dua jagoan tuan dan nyonyanya itu. Mbak sudah menganggap Ben adalah Bos kecilnya juga. Karena memang Ben adalah anak yang humble da menggemaskan. Tidak susah untuk menjalin hubungan dengan orang yang baru dikenal.


Mereka kemudian segera menyantap makanan yang sudah dipesan Ayden. Sebenarnya Ayden hanya ingin mencicipi makanan khas Indonesia di cafe ini. Dia benar - benar memesan makanan lokal. Dan Rayina sangat suka masakan daerah. Karena memang cocok dilidahnya.


Ayden yang baru mencoba masakan Indonesia sangat exited. Dia sangat lahap menikmati makanannya. Ben tak kalah antusiasnya.


Mungkin karena masih serumpun jadi makanan yang mereka makan hampir sama rasa. Mungkin hanya beda nama. Rayina yang menyaksikan tiga lelakinya itu hanya tersenyum senang. Dia terasa kenyang melihat ketiganya menikmati makanannya.


Sesekali dia mengelap bibir Ben yang belepotan. Sedangkan Ganesha masih disuapi oleh Mbak. Dan Mbak sendiri masih bisa makan sendiri dan menyuapi Ganesha.


"Ay, slowly, no one's asking for your food" ucap Rayina halus dan lembut.


Ayden yang menyadari wanitanya memperhatikannya dia merasa malu dan hanya membalas senyuman.


" Very delicious sayang. I love very much. You can cooking same with it?" tanya Ayden.


" Of course Mr" belum sempat Rayina menjawab, Mbak bagai bajaj yang menyambar.


" Wow... when you cooking to we?" tanya Ayden.


" Tomorrow?" jawab Rayina.


" Waoooww amazing. Thank you sayang" ucap Ayden.

__ADS_1


" You're welcome" jawab Rayina.


Rayina segera menuangkan minuman untuk dua lelakinya yang sedang makan seperti singa mengamuk.


__ADS_2