
Terlihat nampak berpikir dengan kehati - hatiannya. Ayden masih meraba apa yang diinginkan Xano.
" Bagaimana Mr.? Apakah anda bersedia untuk hal ini? Saya rasa anda juga butuh kursi jabatan bukan?" ucap Xano remeh.
" Maaf Mr. Saya hanya pekerja kecil. Dan saya menolak untuk bekerja sama dengan anda. Satu hal lagi, saya tidak membutuhkan jabatan dalam pekerjaan saya. Karena saat ini saya sudah sangat bahagia dengan kehidupan yang saya jalani. Silahkan anda bisa meminta orang lain untuk bekerja sama. Dan lagi, saya juga tidak berminat untuk menghancurkan seseorang hanya karena seoranf wanita. Jika anda seorang gentleman maka hadapi didepan bukan dibelakang atau bahkan menusuknya" ucap Ayden tegas.
Kini rahang kokoh yang tergurat jelas di wajah xano telah nampak. Dia sangat marah dengan ucapan Ayden. Ternyata tawarannya ditolak mentah - mentah.
" Munafik !!!" teriak Xano.
" Hmmm... thank you. Permisi" jawab Ayden dengan sabar dan tidak goyah.
Setelah kepergian Ayden, Xano nampak terlihat sangat marah. Dia benar - benar kehabisan akal untuk mendapatkan Rayina. Xano hanya melihat percakapan antara Ayden dengan Antony bersama dengan Rayina. Dia tidak melihat antara Ayden dengan Rayina.
" Ternyata tujuan dia mendekati istriku selama ini hanya ingin mendapatkannya. Aku sekarang tahu, kenapa dia sangat bersikukuh menawarkan berbagai bisnis ke perusahaan. Sayang... aku harap kamu akan selalu setia kepadaku. Jangan pernah ragukan kesetiaanku kepadamu. Dan aku akan melindungimu dengan caraku. Bermainlah dengan cantik!!" batin Ayden.
☎️ Wifey
Assalamualaikum mas... maaf tadi masih bermain - main dengan boy. Ada tikus kecil yang menyelinap ke rumah. Mama dan Papa aku ungsikan ke hotel. Biarlah mereka beristirahat dan menikmati liburan. Aku masih mengajak boy bersenang - senang. Maaf ya, tidak meminta izin kepada mas.
☎️ Hubby
Waalaikumsalam sayang. It's okay sayang. Bersenang - senanglah. Ajari Boy cara bermain cantik dan elegan. Terus awasi dia dalam bermain. Dan jangan sampai tikus itu lolos. Aku mau sewaktu tiba dirumah sudah selesai bermain dengan tikus itu. Aku ingin bertemu dengan tikus itu. Bolehkah?
☎️ Wifey
Of course sayang. Aku tunggu mas sampai rumah. Hati - hati sayang. Xano sudah mulai mencurigaimu. Jaga dirimu baik - baik.
☎️ Hubby
Okay sayang. I know about it. Xano sudah menemuiku. Besok, mas akan ceritakan kepadamu. Okay? Take care ya.. and I love you sayang.. Assalamualaikum.
☎️ Wifey
__ADS_1
I Love you too sayang.. Waalaikumsalam.
Dan seperti itulah percakapan kedua insan yang selalu memberikan kabar jika sedang berjauhan. Di kepala Ayden sudah sangat banyak pertanyaan yang ingin dia lontarkan kepada istrinya. Rasanya dia ingin segera mendarat di rumahnya saat ini juga. Mengingat ini adalah bagian dari pekerjaannya, dia sangat menahan dirinya.
Sedangkan Rayina nampak berpikir dengan pernyataan suaminya. Xano menemui suaminya. Rayina masih dalam pikiran dan menerkanya. Sedangkan sintikus terus dalam permainan anak lelakinya.
" Bunda.. lihatlah dia seperti tikus got. Dan sepertinya dia nampak terus berusaha masuk bun. Bagaimana?" ucap Ben.
" Lakukan permainanmu sampai tuntas boy. Jangan separuh jalan. Lakukan apapun dengan maksimal" perintah Rayina.
" Baiklah bun. Lihatlah.." ucap Ben dengan menekan tombol remotenya.
Rayina menyaksikan si tikus yang terkena ranjau di kakinya karena menginjan kulit durian yang tajam. Alhasil si tikus tidak mampu berjalan karena kesakitan. Si tikus kemudian berteriak dan menggelinding.
Rayina kemudian memencet tombol "TURN" , akhirnya si tikus masuk ke dalam sebuah ruangan. Seperti di dalam sel, penjara. Dan disitu tidak ada pintu keluar dari celah manapun.
" Bunda, why? Selesai?" tanya Ben.
" Baiklah. Thank you bunda. Besok lagi diajak mainnya ya? Aku sangat menyukainya" ucap Ben dengan girang.
" Okay boy... " jawab Rayina singkat.
Rayina kemudian mendial nomor telepon seseorang. Dimintanya untuk mengurus tikus itu. Memberikannya obat, pakaian, dan makanan. Tak lupa dari itu semua, tikus itu kemudian ditempatkan di ruangan khusus yang tidak bisa dia berkutik sedikitpun.
Layaknya burung dalam sangkar. Dari luar ruangan itu bisa melihat yang berada di dalam ruangan, namun sebaliknya tidak bisa. Rayina sudah menyiapkan ruangan itu jika wanita yang bernama Aleena tertangkap. Ternyata dia menggunakan untuk tikus itu.
" Uji coba kelayakan" gumam Rayina.
Rayina kemudian menelpon Devran dan ingin mengetahui perkembangan di kantor. Dia juga memantau melalui ponselnya. Sedangkan Pak Jo sudah menghandle semua meeting hari ini dan semua pekerjaan hari ini.
" Liona... bagaimana?" tanya Rayina.
" Beres kak, di sini aman. Tidak ada pergerakan yang merugikan" jawab Liona singkat.
__ADS_1
" Tetap waspada. Jangan lengah!" perintah Rayina.
Rayina mengingat bahwa suaminya masoh berada dalam pengawasan Xano. Dia kemudian mengirimkan pesan kepada suaminya.
📨 Wifey
Assalamualaikum mas. Mas, bagaimana keadaanya? Are you okay? Xano dalam pergerakan yang tidak bisa dikendalikan. Sepertinya dia akan melakukan sesuatu. Mas, tolong berhati - hatilah. Jangan keluar deck ya?
📩 Hubby
Waalaikumsalam sayang. Mas okay sayang. Jangan khawatir. Tenanglah. Banyak orang - orangku juga di sekitarku. Mas sudah memperhitungkan itu. Kamu juga yang meminta Antony bukan?
📨 Wifey
Hehehe, iya mas. Maaf ya 🙏. Aku khawatir mas, untuk itu aku meminta bantuan Antony. So, sekarang tolong mas aktifkan aplikasi yang sudah aku siapkan di ponsel mas. Ada tanda ❤ tinggal mas pencet saja. Nanti mas pilih aktifkan.
📩 Hubby
Okay sayang. Wait ya...
Dan, Ayden segera memencet aplikasi ❤ dan memilih aktifkan. Alhasil aplikasi sudah aktif. Rayina pun tersenyum lega melihat pergerakan suaminya melalui ponselnya.
Ayden pun juga sudah bisa memantau kegiatan istrinya di rumah. Mereka saling tersenyum lega saat melihat posisi masing - masing.
Ayden kemudian melakukan panggilan vidio dari ponselnya. Dia melakukan di dalam kamarnya. Karena saat ini dia masih dalam jam istirahat.
Mereka saling ngobrol dan melihat muka masing - masing. Rasa rindu menyeruak di rongga dada sang lelaki. Diusapnya ponsel itu tepat di muka wanitanya.
Ayden hanya bercerita oleh - oleh untuk anak - anaknya. Dia tidak menyinggung pertemuannya dengan Xano. Dia berpikir itu adalah sebuah hal penting yang perlu dibicarakan secara langsung dan tanpa orang yang mendengar.
Ayden juga tidak menceritakan, bahwa dua jam yang akan datang dia akan segera bertolak dari Dubai menuju ke London. Karena memang sudah tidak ada kendala apapun. Dan semua sudah diatasi dengan sangat baik olehnya. Jadi dia bia kembali ke rumah dengan nyaman.
Rayina masih dalam mode magernya. Iyalah.. Mager ( Malas gerak) karena ditinggal suaminya bekerja. Dia akan menghabiskan malam panjangnya di ranjang super besarnya sendirian. Karena sang pemeluk tidur berada di negara lain.
__ADS_1