Pilot Vs Teacher

Pilot Vs Teacher
102.


__ADS_3

Liona tersentak kaget dengan pernyataan Ayden. Semua orang juga heran dengan apa yang dikatakan Ayden.


" Abang.. why me?" tanya Liona.


" Aku tahu kamu kompeten dalam hal ini. Jadilah asisten kakakmu. Aku percayakan kepadamu sepenuhnya. Kalian juga bisa menjadi duo bukan?" terang Ayden.


" Gunakan kemampuanmu singa kecil. Aku percayakan ini sepenuhnya kepadamu" pinta Ayden.


" Abaaangggg..." Liona merajuk.


" Hmm" jawab Ayden singkat dan masih menikmati sarapannya.


" Papa??" tanya Liona.


" Urusan Rony urusan Om. Kamu tidak perlu khawatir" ucap Irfan.


" Kamu dengar, kita sekarang partner. Bantu kakak ya" ucap Rayina senang.


" Baiklah kak.. kita saling belajar" ucap Liona.


Semua orang tersenyum melihat kekompakan dua wanita cantik itu. Ayden juga akhirnya lega dengan keputusannya. Setelah dia berpikir siapa yang akan mendampingi istrinya.


Melihat Liona penuh potensi, dan sepertinya Rayina cocok dengan singa kecil itu, Ayden segera mengambil kesimpulan. Liona juga mempunya ilmu bela diri yang mumpuni. Otak juga cukup cerdas. Dia juga tidak pernah gegabah saat mengerjakan sesuatu. Cocok dengan Rayina.


Setelah semua selesai sarapan, Mama dan Papa kembali melanjutkan aktifitas. Mama mengambil alih tugas Liona. Tugas dari Rayina yang di berikan kepada Liona, yaitu mengurus Aruni.


Mama dengan senang hati melakukan itu. Ada kegiatan selama di rumah ini. Tidak menjadi patung dan hanya mengunyah. Sesekali bermain dengan cucu - cucu.


Ben dan Ganesha adalah dua anak yang cukup mendiri. Tanpa diperintah mereka melakukan tugas dan kewajibannya tanpa menundanya.


Ben kembali ke sekolah diantar oleh Ayden. Dia sangat senang karena jarang sekali Ayahnya mengantarnya ke sekolah. Biasanya Farhan yang bertugas.


" Boy, hari ini berangkat sama Ayah. Nanti pulang sekolah Atuk yang akan jemput. Okay?" ucap Ayden.


" Okay Ayah. Dimana Uncle Farhan?" tanya Ben.


" Ijin untuk beberapa hari. Apakah kamu keberatan boy?" tanya Ayden.


" No Ayah. I'm happy. Thank you Ayah"ucap Ben.

__ADS_1


Ayden hanya menjawab dengan senyuman dan mengusap pucuk kepala anaknya itu. Ayden sekarang cukup jarang bersama dengan Ben. Karena beberapa masalah dan kendala yang harus segera di selesaikan.


Ben dan Ganesha di bawah pengawasa Rayina dengan ketat. Semua pnegawlan dan penjagaan untuk dua jagoannya sangat ketat. Semua dilakukan agar berjalan sebagaimana mestinya.


Rayina bersiap menuju kantor bersama Liona. Jantungnya terasa seperti berlari marathon. Rasanya gugup sekali. Sesekali Rayina meremas tangannya yang basah karena grogi.


" It's okay Kakak. Jangan gugup. Nanti kita ke rumahlu sebentar. Aku ganti baju dulu" ucap Liona.


" Apakah pakaian kakak salah?" tanya Rayina.


" No, it's perfect" jawab Liona.


Rayina melajukan mobilnya ke rumah Liona. Setelah sampai di rumah Liona, Rayina kaget. Karena letak rumahnya hanya berjarak tujuh mansion dari rumah Ayden.


" Liona, benarkah ini rumahmu?" tanya Rayina kaget.


" Ya, tentu saja. Ayo kakak masuklah" ucap Liona.


" Kakak kira rumah kamu jauh dari mansion kakak" ucap Rayina.


" No, kakak. Aku tinggal disini sementara. Semenjak aku akan melanjutkan studiku disini. Dan Papa juga menangani kantor dan bisnisnya disini. Om Irfan memberikan usul ada mansion dekat abang yang kosong. So, Papa langsung membelinya" terang Liona.


" Mintalah abang membantumu merenovasi rumah ini. Kamu bisa membuatnya lebih keren. Bukan begitu?" terang Rayina.


" Ide yang bagus. Baiklah kakak tunggu lah di sini. Jangan kemana - mana" pinta Liona.


Suara ketukan sepatu yang sepertinya semakin dekat ke arah Rayina. Rayina kemudian mengedarkan pandangannya dan tertuju pada seorang yang sudah tersenyum dan menghampiri.


Rayina dengan santun meraih tangan yang mulai keriput itu dan segera menciumnya dengan takdzim. Rayina kemudian tersenyum.


" Om,, selamat pagi. Sudah sarapan?" tanya Rayina.


" Harusnya om yang berkata demikian" ucap Rony.


" Alhamdulillah sudah om. Oh ya, hari ini Liona menjadi partnerku di kantor. Hari ini aku yang mulai memimpin perusahaan Mas Ayden. Bolehkah om?" pinta Rayina merajuk.


" Ah.. bagaimana tidak. Jika kamu memintanya begitu. Om tidak bisa menolak. Anak itu tidak pernah mau menjalankan bisnis Papanya. Tapi denganmu dia mau. Huft" gerutu Rony.


" Kapan - kapan kita akan bantu. Saat ini kami hanya sementara untuk mengungkap sesuatu" terang Rayina.

__ADS_1


" Hmm.. baiklah. Jika butuh apa - apa jangan sungkan. Mintalah segera. Dan jagalah singa kecilku" pinta Rony.


" Insyaallah om. Tapi sepertinya Devran yang butuh om. Karena Devran diminta Papa memegang kendali perusahaan Papa yang di Malaysia" ucap Rayina.


" Irfan sudah memberitahuku. Dan sepertinya perusahaan kakakku itu sydah berdiri sangat kokoh dan mengakar kuat. Jadi sepertinya Devran bisa dengan mudah mengatasinya" terang Rony.


" Tapi musuh kita terselubung Om. Disini anaknya yang bekerja. Dan di Malaysia sepertinya masih ada hubungannya. Dan sepertinya permasalahan oni sudah dari dulu" terang Rayina.


" Om, ingat tidak dengan Exel?" tanya Rayina antusias.


" Exel???" Rony bertanya dan seperti masih mengingat.


Karena banyak sekali kerja sama dengan perusahaannya dan banyak sekali orang yang sudah dia temui selama bergelut di bisnis. Tak terhitung juga nama Exel yang dia kenal. Dari berbagai negara dia banyak kenal orang.


" Exel, X-one papa" teriak Liona dari atas.


" Ooo.. ya, dia yang sangat tergila - gila dengan Kakak ipar. Mama mertuamu" ucap Rony.


" Ya, itu om. Masalahnya mungkin berawal dari situ. Dan sekarang anaknya yang balas dendam.


" Kok bisa??" tanya Rony heran.


" Papa pernah tidak kerja sama dengan Exel? " tanya Liona.


" Sepertinya pernah sayang. Kenapa?" tanya Rony.


" Om dan Papa bekerja sama dengan Exel. Tetapi Exel melakukan tindak kejahatan yang diluar prosedur bisnis. Dia melakukan bisnis ilegal. Dan kemudian Papa dan om menarik saham. Dan itu membuat kerugian yang sangat besar untuknya. Sehingga membuat perusahaannya terguncang" terang Rayina.


" Ohh.. iya, dan sepertinya perusahannya saat itu ambruk. Dia kemudian membuka bisnis baru. Tetapu dia juga mafia jual beli organ tubuh manusia" terang Rony.


" Whatt??" pekik Liona dan Rayina.


" Kakak, ini berita baru untuk kita" ucap Liona berbinar.


" Berhati - hatilah sayang. Mereka sangat licik. Dan sepertinya mereka sudah mulai menjalankan aksinya. Seperti yang terdi tempo hari. Dan Om yakin, anaknya akan mengguncang perusahaan Ayden. Dia hanya tau perusahaan itu bukan milik Ayden. Tetapi milim Devran" Terang Rony.


" Dan pernikahan kalian hanya keluarga dan Perusahaan Ayden bekerja sekarang. Di dunia bisnis pernikahan kalian belum terendus. Jadi bermainlah peran sebaik mungkin. Dan jangn lupa pengaman dan vitamin untuk anak yang ada di kandunganmu. Itu juga cucu om" terang Rony kembali.


" Iya Om. Doakan kami ya om" ucap Rayina.

__ADS_1


" Papa, minta uang saku" rengek Liona dengan sangat lucu.


__ADS_2