Pilot Vs Teacher

Pilot Vs Teacher
71.


__ADS_3

Mereka saling pandang dan tersenyum simpul. Sepertinya masing - masing pemikiran sama. Devran semakin bingung.


" Bang.. please" Devran memelas ingin mengetahui.


" Memang benar Dev, Rayina dulu adalah Guru sekolah dasar di negaranya. Tetapi dia punya bakat dan kelebihan yang lainnya. Akupun tahu setelah kita menikah. Terkejut?? itu yang aku rasakan dulu. Maybe, Papa dan Mama juga sama denganku" ujar Ayden.


" Ya.. benar" timpal Papa sedangkan Mama menganggukkan kepala tanda setuju.


" Dev, what do you want for me?" tanya Rayina ambigu.


" Who are you?" tanya Devran.


" Rayina Salsabila, dulu aku memang bekerja sebagai guru di salah satu sekolah dasar di negaraku. Sebelum aku di persunting abangmu, aku seorang janda beranak satu. Tidak ada yang spesial dalam hidupku. Aku ya aku. Aku yang seperti ini. Dari dulu hingga sekarang" terang Rayina.


" So, bagaimana tentang kakak ipar bisa membuat alat ini?" tanya Devran menyelidik.


" Sebenarnya ini alat yang sengaja aku buat. Belajar dari pengalaman, mendiang suamiku sedikit banyak mengajarkan tentang pembuatan alat. So, aku belajar membuat lat sederhana ini untuk anakku Ganesha. Alat ini sengaja aku pakaikan saat dia jauh dari jangkauanku. Agar aku bisa mendekteksi keberadaannya melalui ponselku. Dan kemarin aku berikan Ben alat ini. Dan... yah banyak insiden terjadi" papar Rayina


" Insiden? Aleena? or Thomas?" tanya Devran menyelidik.


" Sepertinya berkaitan Dev" jawab Ayden singkat.


" Lihatlah!" pinta Ayden dengan menunjukkan sepucuk surat.


" Ah.. ya, aku tahu. Dia menginginkan dirimu bang. Dan sepertinya Aleena dan Thomas bekerja sama. Dan kau disini daru dulu korbannya" tebak Devran.


" That's right boy. Youre briliant" jawab Papa antusias.


" Aku tidak menyalahkan kurang pekanya dirimu bang. Saat itu abang masih dalam perasaan yang dipikirnya cinta. So, dia menjalani dengan penuh tanggung jawab" timpa Devran.


" I think so boy. Dan Aleena juga sudah berhianat dengan Thomas. Kamu tahu itu bukan?" tanya Papa.


" Heem" jawab Devran singkat.


Rayina masih menyimak pembicaraan tiga pria dihadapannya. Matanya juga sesekali melihat monitor yang sudah ada di depannya CCTV nya bekerja dengan sangat baik. Sensornya merespon benda asing.


Bahkan, orang asing di sekitar rumah terespon dengan sangat baik. Tetapi benar yang dikatakan Devran. Pelacak otomatisnya belum ada. Perlu perbaikan lebih layak lagi.


" Dev, lihatlah! Thomas seperti mengambil sesuatu dari rumah ini" ucap Rayina yang membuyarkan percakapan tiga pria yang begitu serius.


Ketiga pria itu segera bangkin dan mendekat ke monitor yang ada di emja kerja Rayina. Rayina kemudian inisiatif untuk menampilkan ke layar monitor yang lebih besar.

__ADS_1


" Tidak usah mendekat, akan ku transfer ke monitor itu yang lebih besar" ucap Rayina dengan menunjuk monitor di depannya.


Mereka menyaksikan semua yang Thomas lakukan. Gerak- geriknya pun mereka pantau.


" Kakak ipar replay yang tadi" pinta Devran.


Tanpa berkata Rayina segera mereplay rekaman cctv yang sudah berlalu. Dan benar saja... Telah terjadi sesuatu.


******


" Sayang, kamu tahu apa yang dia ambil?" tanya Ayden.


" No, sayang. Aku tidak pernah meletakkan apapun di depan rumah" jawab Rayina tegas.


Ayden tanpa banyak bicara langsung merogoh ponselnya dan segera mendial nomor yang dituju.


" Farhan kedepan!! Periksa cepat!! Sepertinya ada yang akan bermain - main dengan seluruh penghuni rumah ini. Bawa alat deteksi nuklir dan bom!" perintah Ayden.


" Bom?????" semua terbelalak kaget dengan pernyataan Ayden.


" Ohhh... shit" sesal Devran.


" Mas, Farhan sudah terpantau. Dia sudah mulai membuka bungkusan itu" ucap Rayina.


" Farhan tahu kerja alat ini sayang?" tanya Ayden penasaran.


Rayina tidak menjawab pertanyaan suaminya. Dan membiarkan suaminya dalam pikirannya. Membuat Ayden semakin penasaran dengan jawabannya.


" Farhan, are you okay? Apa itu Farhan?" ucap Rayina.


Rayina berbicara dengan sebuah cincin kecil bermata berlian yang ternyata itu adalah alat pemantau cctv dan sensornya yang sudah terhubung dengan monitor dan ponsel canggihnya. Jadi Rayina bisa memantau walau sedang tidak di rumah.


Semua mata memandang dengan sangat terkejut. Mereka semua tidak menyangka seorang wanita dengan muka yang sangat polos, lembut dan keibuan ternyata tersimpan sisi mafia dalam dirinya. Atau lebih tepatnya bakat mafia.


" Kakak ipar??? Wowwww amazing!!!" teriak Devran.


" Kau akan cocok dengan wanita kecilku" ucap Devran lagi.


" Bawa dan buktikan kamu ada wanita!" gertak Rayina.


" Oh.. si kucing berubah menjadi rubah betina saat menjalankan aksinya. Abang, adakah yang seperti kakak ipar untukku?" pinta Devran.

__ADS_1


" Kamu pikir ada pabriknya. Istriku memang lemited edition. You're the best sayang" sanjung Ayden.


" Ini baru menantu kesayanganku, benar begitu Pa" ucap Mama.


"&**^*#^@&@,*@*@,@:" suara berisik microfone


" Nyonya, sepertinya akan ada yang berbuat jahil. Kokain nyonya. Saya belum menyentuhnya" terang Farhan.


Percakapan antara Farhan dan Rayina hanya Rayina yang mendengar karena hanya menggunakan teleconference yang sangat mini.


" Okay Farhan, jangan kamu sentuh sedikitpun. Ambil dengan alat dan amankan di sebuah tempat. Aku akan ke situ" perintah Rayina.


" Sayang, kamu sudah bekerja sama dengan Farhan?" tanya Ayden.


" Hmm.. dia patut diikutsertakan dalam keamanan rumah ini mas, jangan hanya kita saja. Right? Dia juga mempunyai kemampuan yang mumpuni. Kenapa kita tidak mengajarinya dengan ilmu tekhnologi yang sudah kita rancang. Untuk itu semua orang yang bekerja disini atas perintahku. Maaf mas, aku belum meminta ijinmu" papar Rayina.


" Jika untuk keselamatan kita semua tanpa kamu ijin kepadaku akan selalu !!mendukungmu sayang" timpal Ayden.


" Baiklah kita keluar. Lihat apa yang ada di sana. Kalian akan terkejut pastinya" ucap Rayina.


Semua kaki melangkah mengikuti nyonya bos rumah ini. Jangan di tanya lagi muka yang mereka pasang sangatlah tegang.


Rayina memberikan kejutan bertubi - tubi yang bahkan diluar jangkauan pikiran Ayden.


" Apalagi yang ada di otaknya. Dia benar - benar berbeda dengan wanita lain. Beruntungnya aku memilikinya. Dia wanita yang sangat cerdas" batin Ayden.


" Menantuku yang sangat istimewa. Otaknya melebohi rata - rata. Aku jadi penasaran berapa IQ yang dia punya" batin Irfan.


" Anak perempuanku yang tersayang. Wanita yang berbeda. Ibu yang luar biasa" batin Mama.


" Kakak ipaaaarrrrrrr oh... tidak bosa berkata apapun tentangmu. Aku semakin ngefans denganmu" batin Devran.


Kaki melangkah dengan pasti. Menuju titik yang dinanti. Semua mata beradu pandang dengan teliti.


Ambang pintu telah sampai, mereka semya menanti apa yang akan dilakukan wanita spesial itu.


" Farhan pakai sarung tanganmu!" perintah Rayina.


" Ready nyonya. Ini untuk nyonya" ucap Farhan.


" Thank you Farhan. Let's open it" perintah Rayina.

__ADS_1


" Wait Farhan, ambilkan bedak" pinta Rayina.


Semua kepala yang menyaksikanmasih berpikir keras. Apalagi yang akan dilakukan oleh nyonya rumah ini.


__ADS_2