
" Nona, silahkan kami antar ke toilet" ucap anak buah A.
" Ah.. apakah ada?" tanya Rayina berpura - pura.
" Hm" jawab anak buah B.
Mereka segera membawa Rayina kedalam gudang tua tersebut. Tak lupa Rayina menekan tombol hijau tanda bersiap untuk segera ke posisi yang sudah diatur sedemikian rupa.
" Tuan, kenapa rumah ini nampak seperti gudang?" tanya Rayina untuk mengalihkan anak buah itu.
" Ya. sudahlah jangan banyak bertanya!" hardik anak buah B.
" Baiklah. Maafkan saya" ucap Rayina.
Mata bulat nan idah itu kini mulai menyusuri seluruh ruangan. Dia melihat situasi dan kondisi. Sedangkan dia sendiri selalu waspada. Terlihat anak buah itu membawa senjata api yang di selipkan di pinggangnya.
" Masuklah nona. Ini toiletnya" ucap anak buah A tersenyum licik.
Rayina sudah melihat gelagat yang mencurigakan. Dia tahu akan di jebak. Dan dia sudah menyiapkan plan A.
Ayden yang menerima kode hijau dia segera menuju posisi. Tak lupa dia menyalakan ponselnya dan segera mengkoneksikan ke ponsel istrinya yang ada di dalam.
" Sayang semoga kamu ada kesempatan untuk mengoneksikan" gumam Ayden.
Didalam gudang.
" Tuan, saya takut jika sendirian. Tolong temani saya. Bisakah?" pinta Rayina memasang wajah memelas.
" Ahh... kamu memang !" ucap anak buah A.
" Udah sikat saja. Cobain sedikit" ucap anak buah B.
" Hm" jawab singkat anak buah A.
Anak buah B segera mengikuti Rayina dibelakangnya. Ruangan yang cukup besar untuk ukuran toilet. Dan itu membuat Rayina sedikit bernafas lega. Pergerakannya akan sedikit leluasa.
Sedangkan anak buah itu hanya berpikir akan mencicipi Rayina. Dia tidak waspada terhadap Rayina. Ketika masuk ke dalam ruangan tersebut, Rayina hanya bertanya dimana toiletnya.
Segera anak buah itu berjalan mendahului dan segera menunjukkan dimana letaknya. Tetapi belum sampai di pintu toilet Rayina sudah menembakkan jarum yang berisi obat bius.
Seketika anak buah itu pingsan tergeletak tak berdaya. Obat bius yang digunakannya adalah obat bius dosis tinggi. Yang jika di gunakan akan menidurkan seseorang sangat lama.
" Alhamdulillah... maaf ya pak. Hihi" bisik Rayina.
__ADS_1
" Aku harus segera menelusuri seluruh ruangan ini. Karena Liona berada di ruangan ini" gumam Rayina lirih.
Rayina segera keluar menuju pintu ruangan. Dia segera memeriksa anak buah B yang berjaga diluar. Dilihatnya anak buah tersebut sedang duduk menyalakan rokok.
Saat hisapan pertama, anak buah tidak melihat jika Rayina sudah menyelinap keluar. Dia merasa ada yang aneh. Di dalam ruangan itu tidak ada teriaka ataupun ocehan dan laon sebagainya.
" Hening!! Akan aku lihat " gumam anak buah B.
Ketika beranjak, Rayina segera memukul tengkuk anak buah itu dengan balok kayu. Setelah tidak sadarkan diri dia segera menyuntikkan lagi obat bius dosis tinggi.
" Alhamdulillah" ucapnya.
Sedangkan Ayden diluar menunggu sangat lama. Kenapa tidak ada pergerakan kembali. Tidak ada kode atau perintah lagi.
Ketika akan menghubungi Rayina dia memantau pergerakan istrinya sudah mulai bergerak.
" Masuk !! bergerak!! jangan timbulkan suara yang berarti!!" pesan Rayina
Ya, pesan singkat yang dikirimkan ke suami dan anak buah yang lain. Rayina segera berjalan menyusuru seluruh lorong gedung tersebut. Ketika akan membuka handle pintu yang dirasa cukup dicurigai. Ayden dengan cepat meraih tangan itu.
" No !!! lewat sini" perintah Ayden.
Rayina hanya mengikuti Ayden. Ayden menunjukkan pintu lainnya yang dirasa cukup aman dan tidak menimbulkan suara.
Anak buah segera bekerja dengan cekatan. Tanpa ada suara yang ditimbulkan. Musuh mulai gugur satu persatu. Yang berteriak dan melawan seketika akan dihabisi.
Sedangkan Rayina sudah mengintip celah pintu. Dia melihat Liona duduk santai berhadapan dengan seseorang.
" Ahhh !!!" pekik Rayina.
Ayden merasa kaget dan segera bergantian melihat apa yang dilihat istrinya itu.
" Brengsek !!! Akan aku habisi dia !!! Lihat saja !!" ucap Ayden dengan menggeretakkan giginya.
" Ayo mas !!" Rayina tak kalah emosinya.
Di dobrakknya pintu itu dan dua orang manusia itu tertawa lepas saat menyaksikan pemandangan itu.
" Hahaha... akhirnyaaa.." gelegar suara bariton.
" Mas, ubah rencana kita " ucap Rayina lirih.
" Sudah aku lakukan setelah melihat dari luar tadi. Kita akan gantian melakukannya " ucap Ayeen kembali.
__ADS_1
" Sudah puas bermain - main?" tanya Rayina.
" Bukan salahku kak. Semua ini ide dari Devran !!" sanggah Liona.
Ya, Liona dan Devran melakukan sekutu untuk mengerjai semua orang. Terutama Orang tua mereka. Dan Devran tidak menyangka yang akan menyerang adalah Ayden dan Rayina sendiri.
Semua berjalan dengan epik. Devran sudah mulai curiga dengan Papanya yang memerintahkan dengan tidak detil.
" Papa terlalu ceroboh. Papa menyuruhku menghadiri rapat tahunan. Sedangkan rapat itu biasanya bisa face live. Kenapa sekarang harus? Kedua, Liona memang sengaja memerankan penculikan. Karena dia tahu dan mencuri dengar tentang rencana kalian !" terang Devran.
" Baiklah. Semua bisa kembali bekerja ke tempat masing- masing !" perintah Rayina.
" Mas ayo kita pulang. Menghabiskan tenaga dan pikiran saja. Malas aku bermain dengan anak ingusan seperti mereka " cemooh Rayina.
" Tunggu kakak !! " teriak Devran.
" Apa kakak tidak akan melihat ini??" ucao Devran.
Rayina segera membalikkan badannya dan melihat seorang lelaki yang dia kenal sebelumnya. Tak luput dari pandangan, Ayden pun melihat sendiri.
" Ya, Dia !!" ucap Devran.
" Selama ini dia menguntit kita. Dia juga yang selalu menelponmu bukan? Bahkan dia juga yang memintamu untuk mendekatkan dengan Liona?" ucap Devran.
Devran membuka penyumpal mulutnya. Dia segera menanyakan hal tersebut. Apajah orang itu akan mengekuarkan suara.
" Maaf Rayi. Aku hanya ingin mengejar cintaku. Aku hanya ingin mendapatkan Liona. Apakah aku salah?" tanya Rizky.
" Kamu !!" hardik Ayden.
Rayina segera menepis tangan Ayden yang mulai mengepal dan segera meredakan amarah Ayden.
" Mass" ucap Rayina lirih dan menggeleng.
" Beri aku kesempatan" ucap Rayina kembali.
Mereka membiarkan Rayina mendekati Rizky. Dibukanya pengikat di tangannya dan disuruhnya duduk di kursi.
" Mas Rizky, janga pernah menyia - nyiakan masa depanmu. Aku tidak bisa membantumu karena adik suamiku sangat mencintai Liona. Dan sebaliknya Liona pun sangat mencintai Devran. Cinta mereka bukan tumbuh saat ini, tapi cinta mereka sedari kecil. Tanpa mereka sadari, mereka sudah sampai tahap ini" terang Rayina.
" Jangan mengejar yang sudah jauh berlari darimu mas. Cintailah dan sayangilah orang disekitarmu. Cobalah buka hatimu untuk orang lain. Aku tahu mas mengejar Liona karena memang dia memiliki persamaan sepertiku. Apakah tidak ada gambaran lainnya tentamg diriku mas? " ucap Rayina kembali.
" Kembalilah ke Negaramu mas. Kamu akan mendapatkan seseorang yang jauh lebih baik dari kami. Jangan sia - siakan masa depanmu. Jangan mencari yang 'seperti', tetapi cobalah berdamai dengan hati dan dirimu sendiri. Terimalah orang yang mencitaimu dengan tulus" terang Rayina.
__ADS_1
Semua orang yang menyaksikannya ikut terharu dengan apa yang dikatakan Rayina. Sangat tulus, penuh makna, dan dalam.