Pilot Vs Teacher

Pilot Vs Teacher
57.


__ADS_3

" Papa butuh penjelasan soal itu. Bisa kamu jelaskan?" pinta Irfan.


Tanpa angin tanpa hujan, sepertinya badai akan datang. Ombak nan besar kian datang menerpa biduk rumah tangganya. Jika seorang Irfan punya masalah yang sangat penting dia akan mengintimidasi sampai mendapatkan apa yang dia mau.


Ayden merasa ada masalah yang akan datang. Masalah yang istrinya buat. Entah disengaja atau tidak. Ayden mengernyitkan dahinya. Selama dan sejauh ini tidak ada yang Rayina sembunyikan dari dirinya.


" Sayang? Can you explain to we?" pinta Ayden lembut.


" Emmb... Sebelumnya saya minta maaf yang sebesar- besarnya kepada semuanya, terutama kepada Mas. Begini Mas, Pa, Ma... Saya memberikan sebuah jam tangan kepada Ben. Jam tangan khusus yang pernah saya buat untuk perlindungan kepada Ganesha. Jam tangan itu saya berikan ke Ganesha sebelum Ganesha dirawat oleh Mbak Rum. So, sekarang Ganesha sudah berada di tangan yang tepat dan jam itu tidak digunakan" terang Rayina.


" He em.. next" ucap Ayden.


" Setelah kemarin memutuskan Ben berada di sekolah itu. Saya memberikan jam itu kepadanya. Saya juga sudah menjelaskan fungsi dan kegunaan jam tangan itu. Dan dia paham kemudian menyetujuinya demi keselamatannya. Walaupun sekolah itu mempunyai keamanan yang super ketat. Tetapi apa salahnya jika kita melakukan hal yang diluar dari perkiraan orang lain. Saya tahu saya salah, terutama kepadamu Mas. Aku tidak meminta izin terlebih dahulu kepadamu. Maaf mas" Ucap Rayina penuh sesal.


" Sayang, berapa biaya yang kamu keluarkan untuk membuat jam tangan itu?" tanya Irfan.


" Dulu sekitar 7 juta rupiah Pa? Memang murah kok Pa, karena saya hanya mampu dengan biaya dan kapasitas kemampuan saya" jawab Rayina.


" Buatlah yang seperti itu. Berikan kepada anak - anak. Kembangkan bakatmu. Dan sudahkah terhubung dengan ponsel pintarmu? Boy, fasilitasi istrimu. Dia patut mendpatkannya. Dan ingat Boy, dia wanita yang cerdas" terang Irfan.


" Pa.. Are you sure about it?" tanya Ayden.


" Ya,,, Of course. Papa sudah mengecek dan melihatnya sendiri" papar Irfan.


" Sayang, aktifkan ponselmu. Minta suamimu membelikan nomor ponsel untukmu sekarang. Karena Ben pasti sudah menunggu approve dari ponselmu" perintah Irfan.


" Ready Papa.. Saya sudah mendapatkannya semalam. Ya.. walaupun saya harus bekerja keras untuk ucapan terimakasih itu " jawab Rayina sembari mencebik bibirnya.


Bibir itu, iya.. yang selalu membuat Ayden merasa ketagihan. Bibir ranum nan mempesona. Yang menuntun jalan menuju surga.. ya surga duniawi.


" Okay, So sekarang close kan? Jom Pa, nikmati kue buatan menantumu ini" perintah Mama.


" Oh waow... menantu lemited edition" teriak Irfan.


" Pa.. ini milikku!" ucap Ayden dengan memeluk pinggang ramping istrinya.


" Hahaha" tawa Mama dan Papa renyah.


Rayina tersenyum bahagia melihat air muka keluarga barunya. Keluarga yang baru seumur jagung dia rajut. Penuh kasih kehangatan yang terasa. Entah kapan gurun sahara itu terjadi. Sehingga tiada berpenghuni. Dan kini padang oase telah hadir menghilangkan dahaga sang pengembara.

__ADS_1


Rayina kemudian melihat kegiatan anak lelakinya selama jauh dari jangkauannya. Dan Ayden hanya mengamati dan memandangi istrinya. Betapa beruntungnya memiliki istri sesempurna dia. Ternyata, sang pemilik wajah mengetahui jika masih di perhatikan sepasang mata.


" Why mas? Any problem?" tanya Rayina lembut.


" Tiada kata yang mampu ku ucap untukmu. Hanya harap dan doa yang mampu kupanjatkan. Semoga dan disemogakan doaku" jawab Ayden.


" Apa doa itu?" tanya Rayina.


" Terima kasih sudah hadir kepada sang pengembara ini. Pengembara di padang gurun yang sangat gersang. Kamu hadie bak oase di tengah gurun" ucap Ayden.


Rayina yang mendengarkan hanya tersenyum. Suaminya kini yang selalu tegas, bisa berbicara lembut selembut kapas. Mendayu mengiringi telinga yang mendengarkan.


" Sayang, Bagaimana kamu dapat berpikir sejauh itu? dengan alat itu juga?" tanya Ayden tiba - tiba.


" Entahlah, Aku merasa harus melindungi sebisa mungkin. Walaupun aku harus melakukannya sebelum ijinmu" ucap Rayina.


" Sayang, do you know? kamu selalu memberikan kejutan - kejutan yang tidak terduga" ucap Ayden.


Rayina hanya mencebikkan bibirnya yang tipis. Bibir yang membuat Ayden candu. Bak MSG yang selalu memberikan penyedap setiap masakan.


" Kamu menggodaku sayang???" ucap Ayden dengan menoel bibir mungil istrinya.


" Sepertinya anak kita dalam masalah. Secepatnya kita ke sekolahnya?" ucap Rayina cepat dan nampak serius.


" Cepat mas, nanti aku jelaskan selama dijalan" ucap Rayina cepat dan menyambar tas dan ponselnya.


" Okay" tanpa membantah sedikitpun Ayden segera bergegas.


Pola pikir yang menjalar menyelimuti otaknya. Seakan akar telah menjalar ke syarafnya. Apa yang terjadi dengan anaknya itu. Hanya memburu waktu supaya tidak berlalu.


" Sayang??? Come on" ucap Ayden dari dalam mobil.


Rayina tidak pernah melihat mobil mewah suaminya ini. Di garasipun tidak nampak. Kenapa sekarang sudah ada? Sekaya apakah suaminya ini? Banyak sekali tabir rahasia yang di sembunyikan ternyata.


Canggih, mewah, nyaman, dan aman adalah sederet kualitas dari mobil produksi Rolls Royce. Ya, Rolls Royce Sweptail pernah dinobatkan sebagai mobil termahal di dunia, sebelum akhirnya rekornya dikalahkan oleh McLaren.


Mobil buatan Inggris ini dibanderol dengan harga 13 juta US dolar atau Rp180 miliar, dan hanya kolektor berkocek tebal saja yang bisa membuat mobil bermesin V12 6,75 liter ini masuk dalam garasi pribadinya.


Dengan kualitas Rolls Royce yang tak diragukan lagi, mobil ini diklaim sebagai mobil paling nyaman dan aman yang pernah dibuat oleh pabrikan asal Inggris tersebut.

__ADS_1


Bagaimana tidak menganga saat dia melihat mobil mewah dan mahal seperti ini. Selera suaminya memang tak main - main. Semua seperti sudah tertata dan terencana sedemikian rupa.


Sepersekian detik Rayina mengagumi mobil mewah itu. Ayden segera menyadarkan keterkejutan istrinya.


" Come on sayang, urgent right?" tanya Ayden.


" Okay mas.. let's go" ucap Rayina.


Saat ini hanya fokus kepada urgent yang di layangkan kepadanya. Anak lelakinya sudah menekan peringatan urgen di alat pelacaknya itu.


" Why sayang? singkat padat dan jelas.


" Wait mas, Siapa Aleena?" tanya Rayina..


*Deg


Deg


Deg*


Jantung berirama begitu cepat mendengar nama itu. Nama yang selama ini sudah dia lupakan kini muncul lagi. Bak menelan berjuta duri. Tenggorokan terasa tercekat dan sangat sulit untuk sekedar mengatakan sesuatu.


Ya, rasa sakit itu mulai terlintas kembali di otak yang sangat penuh itu. Masalah timbul tenggelam silih berganti. Bagaimana orang yang sangat dia cintai dapat memahami situasi ini? Bagaimana dia harus bersikap setelah ini?


Ayden tahu kedatangan Aleena saat ini. Dia pasti punya maksud dan tujuan tertentu. Setelah delapan tahun berlalu. Bahkan dia sangat tidak perduli dengan keadaan yang mendera keluarganya saat itu.


" Mas... siapa Aleena?" tanya rayina kembali yang membuyarkan pikiran Ayden.


_________________*******____________


Jangan lupa like, komen dan vote nya ya readers...


Thank you for reading ya...


love you all...


I will be back ....


❤❤❤❤❤❤❤❤❣❣❣❣❣❣

__ADS_1


__ADS_2