Pilot Vs Teacher

Pilot Vs Teacher
172.


__ADS_3

" Ah.. maaf membuatmu bersedih. Baiklah, pesan Mami jagalah pola makanmu dan jangan lupa vitamin yang harus rutin diminum. Selebihnya apapun makanan boleh dimakan asal sesuai dengan porsinya. Mengerti??" ucap Vero.


" Nanti aku akan bicarakan lebih lanjut dengan suamimu. Aku juga akan meresepkan vitamin lagi yang jauh lebih bagus dari sebelumnya. Supaya twins berkembang bebas. Dan ingat !!! jangan batasi makanmu. Jika ingin makan segeralah makan. No diet. Okay??" perintah Vero.


" Okey Mi. Thank's Mi" jawab Rayina.


Vero segera membuat resep untuk Rayina. Banyak sekali kandungan dan asupan yang kurang dari ibu hamil ini. Membuat Vero benar - benar heran. Karena ibu hamil harus dalam kondisi yang sehat, stabil dan selalu bahagia.


Jika kondisinya dalam tekanan ataupun stress yang berkepanjangan akan mengakibatkan hal pada janinnya. Entah perkembangan atau hal lain.


" Padahal keluarga ini sangat mampu untuk memberikan fasilitas apapun kepadanya. Tapi kenapa seperti ini hasilnya? Apa selama ini dia bekerja terlalu keras ataukah banyak tekanan atau dia ingin sesuatu tapi tak mampu mengatakan kepada suaminya? Nanti aku akan diskusikan dengan Ayden saja. Mungkin aku akan mendapatkan banyak informasi mengenai Rayina" batin Vero.


Irfan segera kembali ke dalam kamarnya disusul pula dengan Mama mertua Rayina. Irfan sudah menjalankan tugasnya dengan baik. Sedangkan Mama sudah menyiapkan bagian makanan untuk acara nanti malam.


" Oh.. Ma, sudah?" tanya Irfan.


" Sudah Pa, Papa sudah?" tanya Mama balik.


" Tentu saja sayang. Baiklah kita masuk " ucap Irfan.


Sesampainya di dalam kamar, nampak seorang wanita yang kini telah murung di atas bed king sizenya itu. Irfan dan istrinya nampak saling pandang.


Mata mereka bertemu untuk saling bertanya satu sama lain. Sebenarnya apa yang terjadi? Sepeninggal mereka Rayina masih dalam keadaan yang cukup ceria. Sekarang Rayina nampak murunh.


" Kenapa sayang? Apa yang terjadi? " tanya Irfan membuyarkan lamunan Rayina.


" Eh.. Papa, tidak mengapa Pa. Papa sudah selesai?" tanya Rayina keceplosan dan segera menutup mulutnya.


" Ya, tentu saja. Sudah selesai semuanya" jawab Irfan santai.


Mama melihat, Vero tengah sibuk dengan beberapa dokumen dan kertas dan dia nampak sibuk membolak balik kertas - kertas itu.


" Ada sesuatu yang belum aku ketahui Vero?" tanya Mama mendekati Vero.


" Ah.. kakak. Tidak ada, hanya sedikit kenakalan menantumu saja" ucao Vero.

__ADS_1


" Nakal??" tanya Mamam menyelidik.


" Selama menjadi menantuku, tak sedikitpun dia melakukan kesalahan atau nakal. Kenapa kamu mengatakan kalau Rayina nakal?" tanya Mama kembali.


" Ya, tentu saja. Anak perempuan kita yang satu ini nakal. Selalu melewatkan vitamin untuk ibu hamilnya. Tidak teratur jika meminunnya. Padahal penting untuk janinnya kakak ipar" terang Vero.


" Hmm... anak itu. Memang dia kurang suka dengan obat. Dan dia juga selalu dihaluskan terlebih dulu jika mau meminum obat" terang Mama.


" Begini saja Vero, kamu resepkan Vitamin yang baru, yang lebih bagus namun dalam wujud serbuk. Maksudku, sudah di haluskan. Jadi dia tinggal meminumnya saja" pinta Mama.


" Tidak bisa kakak ipar. Kita sendiri yang harus menghaluskannya. Aku sudah meresepkan vitamin terbagus dan dengan ukuran yang kecil. So, tidak perlu khawatir" ucap Vero.


" Baiklah, terserah padamu saja. Lakukan yang terbaik" ucap Mama kepada Vero.


Mereka melanjutkan percakapan seputaran kehamilan dan perkembangan bayi di dalam perut menantunya itu. Mereka berharap Rayina akan selalu bahagia karena itu berpengaruh dengan kehamilannya.


Dua lelaki tiba - tiba sudah masuk berada di dalam kamar. Ayden dengan heran melihat kemurungan istrinya. Matanyapun menyiratkan adanya kendala yang terjadi.


Dia kemudian mendekati Vero untuk menanyakan apa yang terjadi. Vero pun segera menjelaskan semuanya secara detil. Ayden segera menarik kesimpulan, mungkin gara - gara kepikiran akan ke Indonesia.


" Perjalanan?" tanya Mama dan Vero kompak.


" Sssstttt. Jangan terlalu keras. Ini bagian dari surprise ku untuk Rayina. Kami akan ke Indonesia. Mami persiapkan segala kebutuhannya. Besok kita akan berangkat dengan jet pribadi Om Rony. Dan.. aku mohon Rahasiakan ini darinya"


" Oh ya.. buatlah sekenario seolah - olah kita akan terbang untuk berobat dan emmm memeriksakan dia lebih lanjut. Atur semua sesuai prosedur. Nanti setelah itu tolong Mami buatlah dia tidur sampai di tempat tujuan. Okay?" ucap Ayden serius.


" Hmmm begitu. Jadi pikirannya selama ini sudah berada di negaranya. Karena hal ini dia jadi banyak pekiran yang tidak terucap" ucap Vero menyimpulkan.


" Kemungkinan begitu Mi. Kita lihat perkembangannya jika sudah di sana. Bagaimana?" tanya Ayden.


" Baiklah. Akan kusiapkan semuanya dengan benar. Ron, aku butuh bantuanmu!" pinta Vero.


" Ya, tentu saja. Untuk anakku dan cucuku kenapa tidak. Baiklah apa saja yang kau butuhkan? Buatlah daftarnya, aku akam segera memerintahkan orang" jawab Rony santai.


" Oh... ya, nanti malam kita akan makan malam keluarga. Kalian ikut. Rony dan tentu saja kau, Vero. Acara jam 7 malam. Di rumah ini" ucap Mama.

__ADS_1


" Formal atau tidak kakak ipar?" tanya Vero.


" Ayden?" timpal Mama.


" Untuk para wanita berdandalah secantik mungkin. Formal ataupun tidak semua wajib berdandan dengan cantik. Untukmu juga sayang, aku sudah memesankan baju terbaik " ucap Ayden.


" Mas..." pekik Rayina yang mendengar teriakan suaminya.


" Kenapa sayang? Apa yang terjadi?" tanya Ayden khawatir.


" Kaget saja mas. Mas berbicara terlalu keras. Perutku terasa berdenyut!!" ucap Rayina.


" Mi.. berdenyut??" tanya Ayden kepada Vero.


Vero segera beranjak dan memeriksa perut Rayina. Ternyata sudah sedikit membaik dari sebelumnya. Setelah Vero memberikan oksigen kepada Rayina.


" Semua baik - baik saja. Hanya mereka memeperlihatkan eksistensinya di perut Bundanya" ucap Vero dengan mengelus perut Rayina yang mulai membuncit.


" Mas, bolehkah aku makan itu?" tanya Rayina dengan melihat tayangan televisi.


" Of course, tentu saja. Pedas atau tidak?" tanya Ayden.


" Sedikit pedas dan jangan gunakan bawang bombay. Itu tidaklah enak. Mas aku mau dua" pinta Rayina.


" Baiklah, karena anak kita di sini ana dua jadi kamu minta dua bukan?" tanya Ayden dengan menunjuk perut istrinya.


" Hehehe. Thank you Mas" ucap Rayina.


" Sudah lama, aku tidak memperbolehkan dia makan itu Mi. Bukankah Fastfood tidak bagus untum ibu hami?" tanya Ayden kepada Vero.


" Berikan saja, selama tidak berbahaya. Hanya sebuah burger. Tidak akan membahayakan keduanya. Hanya membuat sedikit chubby" ucap Vero.


" Tuh kan mas.. boleh" ucap Rayina menimpali.


Ayden segera memesankan beberapa burger untuk istrinya dirinya anaknya dan orang - orang yang berada disitu. Jika Rayina dalam kondisi yang fit pasti dia akan menyiapkan semuanya sendiri dan segera memsaknya untuk semua orang.

__ADS_1


" Aku rindu kamu yang seperti biasanya sayang, cepatlah pulih. Dan maaf aku sedikit memberi tekanan kepadamu" batin Ayden.


__ADS_2