Pilot Vs Teacher

Pilot Vs Teacher
177.


__ADS_3

Setelah menikmati sarapan paginya di balkon. Mereka segera mandi, untuk acara susu hangat pagi ini ditiadakan. Karena pabrik susunya tutup. Sekian dan terima kasih.


Rayina segera mandi dan berpakaian santai. Acara hari ini sepertinya dia ingin menikmati jajan di pinggir danau.


" Mas, ayo kita ke danau. Apakah masih sama seperti dulu?" pinta Rayina.


" Hmmm nanti malam saja sayang. Biar lebih romantis. Hari ini kamu bersiaplah. Aku akan mengajakmu ke perusahaan. Bersama Papa dan Mama" ucap Ayden.


" Perusahaan?" tanya Rayina mengernyit.


" Hm... sepertinya aku melewatkan ini kepadamu sayang" ucap Ayden sedikit lupa.


" Emm.... sebenarnya aku punya perusahaan di sini. Dan Papa akan menyidak beberapa bagian. Karena mendapatkan laporan dibagian itu yang tidak berjalan sebagaimana mestinya. Perusahaan ini memang dulu punya Papa. Tapi sekarang sudah milikku" ucap Ayden bangga.


" Yah... kasian Papa dong mas. Papa jadi miskin" ucap Rayina sedikit bercanda.


" Tidak apa sayang. Biar Papa tahu bagaimana rasanya tinggal dirumah saja tanpa melakukan banyak pekerjaan. Sudah tua juga, tidak tahu umur. Memaksakan kerja terus " ucap Ayden menimpali.


" Hmmm kalian membicarakan aku?" tiba - tiba suara bariton terdengar dari belakang mereka.


Ayden dan Rayina kompak menoleh kr belakang. Dan mereka berdua tertawa terbahak - bahak.


" Apa yang kalian tertawakan?" tanya Irfan menelisik.


" Pa, perusahaan Papa dikasih ke Mas?" tanya Rayina.


" Yang di Indonesia memang benar adanya. Dan kemungkinan semuanya akan aku serahkan kepadanya" ucap Irfan yakin.


" Yah... berati Papa sekarang miskin dong. Kalau aku minta jajan sama Papa nggak bisa dong ya kan?" ledek Rayina.


" Hahaha... untuk anak dan cucu Papa pasti akan Papa usahakan bagaimana caranya. Mengerti?" ucap Irfan.


" Hahaha.. just kidding Pa. Jangan dipikirkan" ucap Rayina berikutnya.


" Boy, sudah bersiap? Mama akan segera kemari. Sayang, bersiaplah. Kita akan berangkat" pinta Irfan.


" Iya Pa. Papa duduklah, aku akan segera kembali. Tapi sebelumnya akau akan melihat anak - anak terlebih dahulu" ucap Rayina.


Rayina kemudian melangkahkan kakinya menuju halaman belakang. Terdengar teriakan dan candaan riuh dari halaman belakang. Ya, kedua anaknya sedang berada di halaman belakang.


" Sepertinya mereka berenang" gumam Rayina lirih.


Terlihat dua anak lelaki tampan yang sedang bercanda di dalam kolam renang. Rayina sangat bahagia melihat pemandangan itu. Dia langsung mengabadikan dan membidik dengan kamera ponselnya.


" Sayang... my boys" teriak Rayina.


"Bundaaaa" teriak mereka antusias.


" Stoppp!!" teriak Rayina tak kalah serunya.

__ADS_1


" Kalian basah. Bunda sudah mandi, sudah cantik. No, basah - basah" ucapnya.


" Ahhhh... nooo... " teriak Ganesha.


Keisengan mereka berdua segera muncul. Ditariknya tangan Rayina untuk segera ikut bergabung ke kolam renang. Dan...


byuuuurrrr


Dress yang dikenakannya menjadi menggelembung basah di dalam air. Dan itu memperlihatkan dalaman Rayina. Rayina segera menenggelamkan dress bagian bawahnya.


" Maassss.... Masss" teriak Rayina.


" Ah... Bunda nggak seru nih.. Panggil pertolongan" ucap Ben.


" Biarin.." ucap Rayina.


Ayden yang mendengar teriakan istrinya segera berlalu menghampiri suara itu. Diikuti dengan Papa Irfan dan Mama yang baru saja selesai berdandan.


Ayden terbelalak melihat istrinya sudah berada di dalam kolam renang dan basah kuyup.


" Massss.... help me please" rengek Rayina.


" Sayang, kenapa kamu berenang dengan menggunakan dress seperti itu?" ucap Ayden dengan menahan tawa.


Dia tahu ulah kedua jagoannya yang membuat bundanya basah kuyup seperti ini. Ayden segera membantu istrinya dan mengangkatnya ala bridal style.


Irfan yang melihat anak dan menantunya hanya geleng - geleng kepala.


" Abang... so scarry" Ucap Ganesha.


" Aishhhh... shut up!!! Akupun sama" ucap Ben kemudian.


" Bang, ayo kita segera mandi dan ganti baju. Kita segera minta maaf dama bunda" ucap Ganesha yang kini sudah sangat pintar berbicara.


" Good idea boy!!" ucap Ben dengan mengacak rambut Ganesha.


Mereka berdua segera mandi dan berganti pakaian. Setelah itu mereka berencana akan meminta maaf kepada bundanya.


Sementara Rayina segera berganti baju dan segera berdandan. Dibantu Ayden untuk merapikan dan mengeringkan rambutnya agar segera selesai.


Setelah kering barulah Rayina mengenakan Maxi dress berwana peach dengan hijab yang senada. Membuat aura cantiknya keluar sempurna.


" Sudah lama tidak melihat istriku berdandan secantik ini" ucap Ayden dengan mengelus pipi istrinya.


" Oohh.. jadi, biasanya tidak cantik Mas?" tanya Rayina menyelidik.


" Bukan begitu sayang. Setiap hari cantik. Tapi, kali ini sangat cantik dan memukau " pujinya kemudian.


" Isshhh Mas gombal!!" ucap Rayina.

__ADS_1


" Finish?? Ayo keluar. Papa dan Mama sudah menunggu" ucap Ayden kemudian.


Rayina hanya menjawab dengan mengangguk dan segera keluar kamar mengekori suaminya. Ketika akan membuka pintu terdapat dua makhluk kecil sedang berada di depan pintu.


" Aisshhh" ucap Ayden kaget.


" Kenapa Mas?" tanya Rayina yang juga heran.


" Apa yang terjadi?" tanya Ayden kepada kedua anaknya.


" Dimana bunda, Yah?" tanya Ben kepada Ayden.


" Kenapa Mas? " tanya Rayina kemudian tatapannya berpaling ke dua bocah dihadapannya.


" Bunda... " ucap mereka berdua kompak.


" Hmmm kenapa? " tanya Rayina.


" Bunda... kami minta maaf. I'm So sorry" ucap mereka tulus.


" Baiklah, bunda memafkan. Tapi nanti setelah bunda pulang. Kalian tetap mendapat hukumannya ya. Jangan lupa itu!" ucap Rayina.


" Ahh... baiklah" jawab Mereka lemah.


" Okay boy, Ayah dan bunda akan ke kantor. Kalian dirumah saja. Ada Oma Vera, dan beberapa orang lainnya yang menjaga rumah ini. So, jangan nakal. Jangan jahil. Jaga diri kalian baik - baik. Mengerti??" pesan Ayden panjang lebar.


Akhirnya Ayden dan Rayina segera berlalu. Mereka segera masuk kedalam mobil dan melaju ke perusahaan.


Perusahaan milik suaminya yang cukup maju di Indonesia. Dengan beberapa bidang bisnis yang digelutinya.


" Sayang, kenapa kamu menghukum mereka? Bukankah kamu sudah memberikan maaf kepada mereka?" tanya Ayden memecah keheningan.


"Bukankah Mas sudah meneyerahkan cara mendidik mereka dengan caraku?" Rayina balik betanya.


" Upsss!!! Okay..Okay.. So, hukuman apa yang akan kamu berikan untuk mereka?" tanya Ayden kepo.


" Paa...Apa pa??" tanya Rayina.


" Kepo!!" ucap Irfan dan Mama bersamaan.


" Hahahaha" tawa mereka pecah.


" Mas, yakinlah. Aku melakukan ini hanya untuk membuatnya jera. Ya kan Pa? Tidak ada seorang Ibu yang kejam terhadap anaknya sendiri. Jika iya, itu memang seorang Ibu yang tidak mempunyai hati" ucap Rayina menenangkan.


" Baiklah... baiklah... kamu memang benar" ucap Ayden kemudian.


Sesampainya di perusahaan.


Mereka segera masuk melalui lift utama. Semua karyawan memandang dengan keheranan. Siapa mereka? Apa mereka orang penting? Ataukah tamu penting?

__ADS_1


Semua karyawan di perusahaan itu hanya mengetahui Mr. Ahmed adalah pemilik perusahaan.


__ADS_2