Pilot Vs Teacher

Pilot Vs Teacher
180.


__ADS_3

Sementara itu seorang wanita tengah sibuk dengan berbagai barang - barang. Hingga tak disadari ruangan itu penuh dengan barang berantakan di sana - sini.


Si lelaki hanya diam karena masih memandangi ponsel pintarnya. Menggeser dan mengulir semua yang ada di dalamnya. Hingga tak disadarinya, ruangan itu bak kapal pecah.


" Sayang....what happend??" tanya Ayden dengan heran.


" Apaa??" teriak Rayina dari ruangan wardrobe.


" Apa yang kamu lakukan? Ini kenapa jadi berantakan semua sayang?" teriak Ayden kembali.


" Aku masih menyiapkan keperluan yang akan kita bawa" jawab Rayina mendekat.


" What??" pekik Ayden.


" Sudahlah, tidak perlu dipikirkan sayang masalah itu. Kemarilah!" pinta Ayden lembut.


" Tapi mas..." jawab Rayina lesu.


Ayden segera memencet tombol di ponselnya. Tak lama ada suara ketukan pintu dari luar.


Tok


Tok


Tok


" Masuk saja " teriak Ayden.


" Kemarilah sayang!" pinta Ayden kembali.


" Maaf Pak... ada yang bisa saya bantu?" tanya Bude.


" Bude, tolong bereskan semua ini. Istri saya baru saja ngamuk!" selengek Ayden.


Dengan terkikik geli melihat wajah istrinya yang terbengong-bengong dengan pernyataannya.


" Mas !!" ucap Rayina jengkel.


" Hahaha, lihatlah... Gemasnya" ucap Ayden kembali.


" Bude, tolong bantu susun kembali ke ruang wardrobe ya, ini tadi saya mau beres - beres barang yang mau saya bawa besok" ucap Rayina menjelaskan.


" Loh, Ibu hanya sebentar di sini?" tanya Bude dengan segera membereskan semua barang - barang.


" Iya Bude, besok kami akan ke kampung saya. Dan ini mau siapkan semua yang kita butuhkan" terang Rayina.


" Loh, Bapak ndak cerita to?" ucap Bude.


" Cerita apa?" tanya Rayina penasaran.


" Lah itu, tadi ada mobil box datang. Terus Pak Darso yang nerima. Lah, Pak Bos bilangnya antar ke daerah puncak. Gitu" terang Bude.


Rayina kemudian meninggalkan ruang wardrobe menemui suaminya yang masih sibuk diatas tempat tidurnya.


" Mas, benar begitu?" tanya Rayina.


" Apa? " tanya balik Ayden.


" Mobil box?" tanya Rayina kembali.

__ADS_1


" Oh... hmm" jawab Ayden singkat.


" Emangnya apa isinya Mas?" tanya Rayina penasaran.


" Kamu bereskan semua yang kamu berantakin dulu. Nanti Mas ceritakan. Dan kamu tidak perlu lagi kemas - kemas barang yang akan dibawa" ucap Ayden.


" Baiklah" jawab Rayina lesu.


Rayina kemudian kembali ke ruang wardrobe untuk membereskan semua barangnya.


" Bude, tolong kembalikan semua barang ya. Maaf jika merepotkan" ucap Rayina.


" Lah, Ibu.. ini memang tugas saya. Tentu saja saya kerjakan" jawab Bude.


" Ibu, kok sebentar disini? Terus saya bagaimana? Apa saya masih bekerja disini kalau Bapak dan Ibu pergi?" tanya Bude lesu.


" Tenang aja Bude, Mama sama Pap masih disini. Bude masih kerja kok. Sepertinya Mama sama Papa agak lama disini karena masih ngurus perusahaan. Nanti juga akan ada adiknya suami saya" jawab Rayina dengan mengusap tangan Bude.


" Dannn.. jikapun kami semua tidak ada di rumah ini, Bude sama Pak Darso tetap bekerja di sini, kerja sama kami. Jadi Bude sama Pak Darso tidak perlu risau masalah pekerjaan. Kami masih butuh kalian" jawab Rayina diakhiri dengan senyuman.


" Makasih ya Bu" jawab Bude.


" Iya Bude sama - sama" jawab Eayina lembut.


Mereka segera berkemas dengan cepat. Sesekali dengan canda tawa dan cerita - cerita yang sangat seru.


" Dia, memang bisa menempatkan diri dimanapun berada. Hmmm.. istriku" gumam Ayden dengan tersenyum.


Setelah selesai merapikan barang - barang, Bude segera pamit keluar. Sementara Rayina masuk kamar mandi dan segera membersihkan diri. Ayden mendengar suara gemericik ari dari kamar mandi.


Ceklek


Suara pintu terbuka. Tanda seseorang membuka pintu. Tak lama muncullah seorang wanita yang tengah mengenakan bathrobenya.


" Hmmm.. gerah dan lengket. Bau asem juga Mas.. Hihihi" jawab Rayina.


Rayina kemudian masuk ke ruang wardrobe ganti pakaian yang nyaman untuk ibu hamil. Dia kemudian mengeringkan rambutnya di meja rias dan mengoleskan sedikit pelembab ke mukanya agar tidak kering.


" Sudah? Kemarilah!!" ucap Ayden.


Rayina hanya mengangguk dan mendekat duduk disamping suaminya.


" Jelaskan kepadaku tentang box itu!" ucap Rayina.


" Ah... baiklah, sebelumnya berikan kecupan manis untuk suamimu ini dulu sayang " pinta Ayden manja.


cup


Satu kecupan di bibir suaminya telah mendarat dengan sempurna. Ayden kemudian membalas dengan bertubi - tubi.


" Mobil box itu adalah keperluan kita saat kita di sana. Tapi Mas menaruhnya di villa puncak. Jarak rumah Bapak dengan villa puncak tidaklah jauh bukan?" tanya Ayden.


Rayina hanya menganggukkan kepalanya.


" Mas, jadi kita tidak menginap di rumah Bapak dan Ibu?" tanya Rayina lesu.


" Hmm... Bapak dan Ibu yang akan kita bawa ke villa" ucap Ayden.


" Oh... aku kangen desa mas!" rengek Rayina.

__ADS_1


" Nanti kita mampir di rumah Bapak dan Ibu. Maka dari itu kita berangkat dari sini malam hari. Nanti sampai sana pagi buta bukan? Setelah itu sorenya kita bisa ke villa. Bagaimana?" tanya Ayden.


" Hmm baiklah" jawab Rayina setuju.


" Masih jam dua siang sayang. Tidurlah sebentar, capek bukan?" ucap Ayden.


" Hmm.. baiklah. Mas, tadi mas seperti mengerjakan sesuatu!" tanya Rayina penasaran.


" Hmm... oh ya.. kemarilah" ucap Ayden dengan menunjukkan ponsel pintarnya.


" Lihatlah" pinta Ayden.


Rayina masih melihat apa yang ditunjukkan suaminya. Diapndangi dan sesekali menscroll ponsel itu.


" Mas, sebaiknya... laporkan tikus ini!!" ucap Rayina santai.


" Kamu tahu dimana salahnya?" tanya Ayden.


" Hmmm.. Jika tidak jeli dalam mengamati, ini akan menjadi kerugian yang sangat besar. Memang tidak akan menjadi gulung tikar. Tapi jika terjadi tidak hanya sekali bahkan berkali - kali, maka akibatnya akan fatal!" jelas Rayina.


" Dimana kamu melihat data yang salah?" tanya Ayden kembali.


" Ini" tunjuk Rayina.


" Good!!" jawab Ayden.


" So, bagaimana penyelesaiannya sayang?" tanya Ayden kembali.


" Sebaiknya laporkan data itu kembali Mas. Diskusikan adanya kesalahan itu! Emb... itu perusahaan mana mas?" tanya Rayina penasaran.


" Lihatlah!!" Ayden menunjukkan sebuah data kembali.


" Whatt???" ucap Rayina kaget.


" Ini?? Bukankah perusahaan penerbangan yang sekarang Mas bekerja?" tanya Rayina yang kaget.


" Yes... Of course" ucap Ayden dengan senyuman.


" Wait... wait... Jangan bilang, Mas punya saham di situ" ucap Rayina kembali.


" Hmmm" jawab Ayden santai.


" Whattt??? " pekik Rayina.


" Suamiku sekaya apa sebenarnya kamu?? Hahaha" kelakar Rayina.


" Hahaha... " Ayden mengikuti taw istrinya.


" Berapa persen saham yang Mas punya di sana?" tanya Rayina.


" Tidak banyak hanya empat puluh delapan persen saja" jawab Ayden santai.


" Whattt??" pekik Rayina kembali.


" Ini gilaaa" ucap Rayina kembali.


" Apa Antony tahu?" tanya Rayina.


" No...dia hanya tahu aku kapten dari teknisi pesawat itu sendiri" jawab Ayden.

__ADS_1


" Sudah dapat gaji bekerja, eh.. itu juga dapat keuntungan dari pendapatan perusahaan. Bukan main pintarnya suamiku. Hahaha" kelakar Rayina.


" Hahaha, bisa saja istriku ini" ucap Ayden dengan memeluk dan menciumi istrinya yang menggrmaskan.


__ADS_2