Pilot Vs Teacher

Pilot Vs Teacher
170.


__ADS_3

Setibanya di kamar super megah yang kini disulap menjadi ruangan seperti rumah sakit, banyak mata yang sudah menunggu kedatangannya.


" Bagaimana Om? Apakah ada kendala yang berarti? Bagaimana perjalanannya? Apa ada sesuatu yang membuat Om sedikit terlambat datang?" tanya Ayden mengejek.


" Ishhhh kau ... Bahkan kau sudah tahu. Siapa mereka?" tanya Rony tanpa basa basi.


" Sepertinya Xano Pa, karena baru saja ada penyusup!" terang Rayina sedikit kesal.


" Hei.. hei... Ibu hamil kenapa ini? Kok sedikit agak marah? What happend with you?" tanya Rony.


" It's okay Pa. Mungkin karena faktor hormon kehamilan yang naik turun. Dan mungkin sedang ingin aja. Hehe" jawab Rayina santai.


" Sayang, sepertinya akan ada lanjutan penyusup berikutnya" ucap Ayden sembari mengerlingkan mata.


" Ya, kita lihat saja. Penyusupnya berani atau tidak. Bukan begitu Papa Rony?" tanya Rayina sedikit penyindir.


Semua yang ada diruangan itu terlihat nampak ingin tertawa. Tetapi semua menahan tawanya agar tidak membuat suasana antara kedua insan saling menyusup terlihat semakin gugup.


" Apaaa ini? Jadi hanya untuk jadi bahan pembicaraan kalian semua aku disuruh kemari? Ayden??" tanya Rony.


" Haha, Merajuk lah nampaknye. Tak elok lah..." canda Ayden.


" Issshhh kau ni. Tak tau macam mane Om nak kemari kan? Panuh perjuangan asal kau tau" ucap Rony kesal.


" Oke.. oke.. baiklah. Begini Om, sebenarnya ada sesuatu yang sangat penting di bahas. Tapi apakah Om bersedia kami semua disini? Tanpa ada seseorang yang pergi dan beranjak dari sini?" tanya Ayden.


" Oke.. tak masalah" jawab Rony singkat.


" Rony, ada seseorang yang menunggu pertanyaanmu secara langsung. Dan orang itu akan memberikan jawaban saat ini juga. Dan tidak ada penolakan dari masing - masing!" ucap Irfan tegas.


" Siapa yang akan melanjutkan? Kamu atau Papa?" tanya Irfan kepada Ayden.


" Papa saja, yang lebih tua. Dan pastinya Papa tahu yang terbaik untuk semuanya" jawab Ayden bijak.


" Oke, baiklah. Rony !! " ucap Irfan sedikit menegaskan pembicaraan.


" Apa ada wanita lain selain Vero?" tanya Irfan tegas.


" Dihatiku hanya ada almarhum istriku bang" jawab Rony menunduk.


" Ron.." ucap Irfan terjeda.


" Tapi, bukankah yang sudah meninggal sudah tenang di alamnya. Dan kehidupan kita akan berlanjut? Dan saat ini aku sudah ada tambatan hati. Jika diijinkan oleh abang aku akan melamarnya sekarang" jawab Rony yakin.


" Lamarlah secepatnya!!" jawab Irfan.

__ADS_1


" Ya bang, nunggu waktu yang tepat" jawab Rony.


" *Maksud Papa Rony itu apa ya? Kenapa tunggu waktu yang tepat? Bukankah sekarang waktu yang tepat? banyak orang yang menyaksikan? " batin Rayina.


" Om Rony dasar aneh !!! kenapa tidak sekarang melamarnya. Sudah ada orangnya" batin Ayden*.


Sedangkan Rayina mengotak atik ponselnya dan segera menghubungi Liona.


📨 Liona


Liona, segera cari cincin yang paling bagus. Belikan untuk ukuran Mami Vero. Saat ini ada misi yang harus kita jalankan. Kamu mengerti?


Send


Sementara di dalam mobil mewah dua pasang insan yang masih berkutat dengan hiruk pikuknya keramaian kota. Terdengar ponsel dari salah sati berbunyi.


" Kakak" ucap Liona.


📩 Kakak


Liona, segera cari cincin yang paling bagus. Belikan untuk ukuran Mami Vero. Saat ini ada misi yang harus kita jalankan. Kamu mengerti?


📨 Kakak


Oke Kak !! Aku sangat menegerti.


Rayina yang menerima balasan dari Liona sedikit menerbitkan senyumannya. Kemudian Rayina memberikan ponselnya ke arah Ayde . Ayden menerima dan segera melihat apa yang ditunjukka istrinya.


Dibacanya pesan itu, dan dia sudah sangat paham apa maksudnya. Ayden segera mengambil kendali pembicaraan antara Papa dan Om Rony.


" Maaf Pa, apakah introgasinya cukup?" tanya Ayden kepada Irfan.


" Ah.. kamu lagi. Lihatlah Om kamu. sangat Stupid. Dia tidak paham Boy.." keluh Irfan.


" Pa, Rayina membutuhkanmu. Aku akan mendiskusikan masalah pekerjaan dengan Om Rony. Dan ini sangat penting. Mengingat kondisi Rayina saat ini belum stabil untuk bekerja Pa" ucap Ayden memberika alasan.


" Ah... baiklah Princessku memanggil. Ayo Ma, kita ke princess. Kamu Vero, minumlah teh ini. Agar tidak mudah masuk angin!!" perintah Irfan.


Irfan segera menyongsong kakinya menuju tempat tidur menantu kesayangannya. Di belainya dengan lembut pucuk kepalanya. Sedangkan sang istri berada di samping menantunya dan seraya membelai lembut tangannya.


" Kenapa sayang?" tanya Irfan.


" Pa, Ma.. Lihatlah.. Sssttt" ucap Rayina berbisik.


Irfan dan Istrinya segera melihat dan membaca pesan antara kedua menantunya itu. Seketika Irfan tersenyum penuh arti. Paham akan maksud dan tujuannya.

__ADS_1


" Ah... nakal kamu ya sayang. Papa tidak diberi tahu ide jahil kalian!" ucao Irfan berbisik.


" Heheh. Pa, kasian Mami Vero. Sendirian. Pasti masih memikirkan ucapan Papa Rony. Ya kan Ma?" ucap Rayina tulus.


" Iya sayang, tapi kan kamu sudah mempunyai ide brilliant bukan?" tanya Mama.


" Semoga saja terlaksana dan lancar Ma. Doakan saja" ucap Rayina.


📩 Liona


Kak, Devran mengirimkan orang untuk menyiapkan makan malam di samping kolam renang. Tolong siaokan orang untuk mengawasi.


📨 Liona


Oke, Kaka akan minta Farhan sebentar. Sama Mbak.


" Kenapa Sayang?" tanya Irfan yang memperhatika menantunya tengah sibuk dengan ponselnya.


" Ini" ucap Rayina dengan menunjukkan pesan.


" Oh.. baiklah, Papa yang akan turun. Ma, tunggulah menantu kita. Okey?" pinta Papa santai.


" Okey Pa" jawab Mama santai.


Setelah kepergian Papa Irfan, Rayina dan Mama segera menyalakan televisi yang super besar. Dicarinya channel drama korea yang sangat disuka Rayina.


Dan tentu saja, Mama mertuanya juga ikut menyaksikan itu. Bak virus yang menular. Mama berada dalam satu tempat tidur dengan menantunya.


Pemandangan yang cukup indah. Seperti bukan dengan menantu, melainkan dengan anak perempuannya. Tidak ada jarak dan tidak ada rasa segan satu sama lain.


Vero yang menyaksikan itu sedikit terharu. Dia juga sebenarnya menginginkan hangatnya keluarga. Dan dia juga ingin menjadi sahabat untuk anak dan menantunya kelak.


Hai.. hai... maaf ya baru Up...


Dikarenakan adanya sedikit cidera di tangan dan tentu saja membuat gangguan kecil karena tidak dapat Up episode baru.


Sekarang tangan author sudah sedikit bisa untuk bekerja. Semua berkat doa kalian. Thak you ya readers...


So jangan kemana - mana Author akan segera kembali.


Jangan lupa like, komen dan vote ya...


Thank you...


Happy reading ya...

__ADS_1


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


__ADS_2