Pilot Vs Teacher

Pilot Vs Teacher
27. Next


__ADS_3

Setelah mereka selesai dinner, segera Ayden mengantarkan pulang Rayina. Di perjalanan Ayden sempat menanyakan pemilik rumah sebelah rumahnya. Dan kenapa rumah itu dijual.


Rayina hanya mengatakan kalau pemilik rumah sudah pindah ke Australia mengikuti suaminya yang bekerja disana. Jadi rumah itu tidak ada yang menempati dan dijual. Kemungkinan harga rumah itu 2 M. Karena memang rumah itu cukup luas. Dan menurut Rayina rumah itu didesign dengan cukup cantik.


Ayden hanya mendengarkan cerita dari Rayina tentang rumah itu. Senyuman penuh arti antara Ben dan Ayden.


Setelah mengantarkan Rayina sampai rumah, mereka segera kembali ke hotel. Disepanjang jalan mereka merencanakan berbagai macam.


" Ayah, save this phone number" perintah Ben.


Ayden tidak bertanya perihal nomor siapa. Karena dia sudah paham dan mengerti pikiran anaknya itu. Dan tidak salah lagi tertera pemilik nomor itu.


" Thank you sayang, brillian" ucap Ayden.


Ayden kemudian sempat berhenti dan memfoto sebuah rumah. Difoto juga tentang informasi rumah tersebut. Selama diperjalanan mereka mempunyai ide yang gila. Dasar anak dan Ayah sama saja.


" Ayah, how much money? You can buy this house?" tanya Ben dengan kepolosannya.


" I think... emmmm... " jawab Ayden nampak berpikir.


Tetapi Ayden sudah menyiapkan segalanya. Dia sudah mempunyai cukup tabungan untuk masalah ini. Karena memang dia sudah sangat mengidamkan keluarga kecilnya kembali utuh.


Setelah sampai di hotel mereka segera membersihkan diri dan segera merebahkan badan. Sembari berbincang mereka banyak sekali harapan yang digantungkan kepada Rayina.


" Do you know Ayah, I love her so much. And I want her to my mom. And I love his too. What your plan about this ?" tanya Ben bak orang dewasa.


" Ohhh no.. my little boy is very smart. Wait and see lah boy" senyum penuh arti Ayden kepada Ben.


" Come on Ayah, What other secrets again?" tanya Ben menyelidik.

__ADS_1


" First plan Ayah was to buy a car. If we come back the car can be used your Bunda. Cause your bunda must go by motorbike. Both Ayah have contacted the owner of the house. they sell it cheaper than bunda talking about. because they currently need a lot of money. And Ayah already paid for it. This morning we can occupy the house. How your think now?" papar Ayden.


" Oh.. thank you Ayah.. this good ideas. I love you so much Ayah" ucap Ben dengan berkaca - kaca.


" Okay, we should sleep now. cause already night also. Good night sayang.. Nice dream. I love you so much" ucap Ayden penuh cinta.


" Good night too Ayah. Love you too. Nice dream too " balas Ben.


Mereka kemudian segera menarik selimut dan segera tertidur. Membawa impiannya kedalam mimpi. Dengan segala harapannya. Keduanya sangat kompak dengan hal ini.


Ayden merasa sangat bahagia, mempunyai seorang anak yang sangat mandiri dan berpikiran kedepan. Orang tuanya selalu menanamkan jiwa seperti itu. Ya, walaupun menjadi dewasa sebelum waktunya. Tetapi itulah cara orang tua Ayden mendidiknya.


Sebab mereka hanya berjaga jika ada pesaing bisnis yang akan berbuat jahat. Mereka sudah cukup membekali ilmu itu Sehingga bisa mengatasi sebelum terjadi yang lebih parah lagi.


Disebuah rumah sederhana. Rayina hanya bisa mengucapkan syukur dipertemukan dengan seorang lelaki yang sangat dewasa dan penyayang. Bersikap lembut dan romantis. Semua membuat kenangan di hati Rayina. Sudah terstempel hatinya. Tetapi apakah Ayden benar akan mempertahankan hubungan mereka. Karena Rayina sepertinya masih berpikir ulang dengan hubungannya.


" Apakah akan berlanjut ke tahap serius ya? Jarak dan waktu tentunya menjadi penghalang. Apakah dia sanggup menjalaninya?" gumam Rayina.


Pagi hari telah menyapa. Sinar mentari menerbitkan cahaya terangnya. Rayina yang sudah bersiap seperti biasa akan pergi kerja. Karena hari ini hari sabtu. Hari dimana biasanya hanya waktu Rayina dengan Ganesha.


Tetapi hari ini sangatlah berbeda. Seseorang sudah menjemputnya untuk mengantarkan bekerja. Ya, siapa lagi kalau bukan Ayden.


Ayden sudah datang sejak pagi bersama Ben. Mereka sangat antusias menjemput Rayina. Hingga lupa untuk sarapan terlebih dahulu. Rayina kemudian mempersilahkan masuk untuk sarapan dahulu.


Mbak sangat bahagia melihat pemandangan pagi hari ini. Tidak biasanya ada pemandangan sebagus dan seindah ini. Seperti keluarga kecil yang sangat bahagia.


Rayina :" Pelan... sayang.. Bunda tidak akan mengambil makananmu".


Ben :" Okay bunda.. don't worry".

__ADS_1


Ayden : " Boy, how? Delicous ya?"


Ben :" Of course Ayah.. Bunda.. can I take you home to Malaysia?.


Rayina dan Ayden hanya saling memandang dan serempak tertawa. Pernyataan anak lelaki ini sangat lucu. Sudah tidak sabar rupanya ingin selalu bersama Rayina.


Padahal pagi itu hanya dengan sarapan nasi goreng dengan toping ayam dan bakso. Sederhana bukan? Tetapi menurut mereka sangat lezat.


Rayina tahu, Ayden pernah cerita jika mereka sangat menyukai bakso. Mereka berdua selalu makan bakso. Entah kenapa Rayina pagi ini merasa akan ada yang bergabung ikut sarapan. Dan ternyata benar. Rayina juga menambahkan toping kesukaan mereka.


Setelah mereka selesai sarapan, aydrn segera bergegas menuju mobil. Untuk mengantarkan Rayina ke kantor. Ben tak mau ketinggalan. Dia segera ikut masuk mobil. Seperti biasa, Rayina berpamitan dulu dengan anaknya dan juga Mbak.


Setelah itu Rayina menuju mobil dan segera mengarahkan kemana arah dan tujuan yang harus di jalani.


Setelah sampai di sekolah tempat Rayina mengajar, Ayden melihat- lihat sekitar sekolah. Ayden tersenyum melihat sekitar sekolah.


'Disini tempatmu bekerja rupanya' batin Ayden.


" Sayang, if you off to work, you can call me ya? I will pick you up soon. okay?" ucap Ayden.


" Okay. Take care ya. Thank you Ay.. " jawab Rayina.


" Sayang... Love you so much" teriak Ayden.


" Love you more" jawab Rayina dan memberikan kiss bay.


Ternyata ada sepasang mata yang menyaksikannya. Terlihat sangat marah, sakit dan yang pasti terlihat bulir air akan jatuh dari ujung mata itu. Rasa cemburu yang besar sudah tercermin di mata itu.


Ternyata orang itu memang sengaja memantau Rayina. Selama beberapa hari sudah tahu tentang keadaan ini. Dan hanya bisa menahan, karena sebuah keputusan.

__ADS_1


" Jika cinta tak dapat memiliki, tetapi hanya bisa di pandang. Cukuplah aku hanya bisa melihat kebahagiaan dari kejauhan" ungkap Rizky.


Ayden yang sudah tahu ada seseorang yang memata- matai dari rumah Rayina kemarin terlihat sangat santai. Karena tidak ada pergerakan yang kemungkinan menyakiti orang - orang yang disayang.


__ADS_2