Pilot Vs Teacher

Pilot Vs Teacher
131.


__ADS_3

Pertanyaan yang akan dia lontarkan ketika itu. Rayina sudah tidak sabar ingin mengetahuinya. Ketika dia akan mengucap tiba - tiba suaminya mengatakan.


" Mual dan muntah sayang" jawab Ayden singkat.


" Oh.. Maaf jika suami saya merepotkan kalian. Dan terimakasih sudah banyak membantu suami saya" ucap Rayina lembut.


Semua anak buah dan rekan kerjanya memandang istrinya tak berkedip. Mata nan indah yang sejuk mendamaikan hati jika melihatnya. Kulit putih bersih, wajah nan ayu lembut. Tutur kata yang lemah lembut dan suara yang mendayu - dayu membuat semua terpana.


" Okay, kembalilah ke tempat. Sayang... segeralah pulang, jangan kemanapun. Okay? Disini banyak buaya yang sepertinya akan melahapmu sampai habis. Hahaha" ucap Ayden bercanda.


Tiba - tiba seseorang menyapa Ayden dan menanyakan kesiapannya untuk segera terbang menuju jadwal tujuan. Dan tak lain itu adalah kepala divisinya.


" Bagaimana Mr. ayden?" tanya Kepala divisi.


" Oh.. okay Mr. Saya sudah siap. semua persiapan juga saya sudah memeriksanya. Tapi untuk memastikannya lagi saya akan memeriksa ulang kembali agar semua berjalan lancar dan tanpa hambatan apapun" terang Ayden.


" Sorry Mr.... " ucap Rayina lirih.


" Emb... you!" seru kepala divisi Ayden.


Ayden yang bingung hanya masih menatap kedua insan yang berinteraksi. Sepertinya masing - masing masih dalam pikirannya dan masih menerka - nerka sesuatu.


" You !!!" seru Rayina.


" Yeahh... Bagaimana kabarmu Rayina?" tanya atasan itu.


Seketika Rayina menyadari bahwa dia adalah atasan suaminya dan dia langsung menoleh ke arah suaminya.


" Sayang, ini adalah temanku saat di kampung. Dia memang tinggal di kamping, di negaraku dulu bersama dengan kakek dan neneknya. Dia teman SMPku dulu. SMP is Junior high school di kampung. Antony right?" ucap Rayina menjelaskan.


" Oh.. God. Dunia sungguh sempit. Bagaimana bisa?" ucap Ayden yang tidak kalah terheran - heran.


" Dan.. Mr. Ayden. Bagaimana bisa anda menikah dengan bintang kelas dan kembang desa ini?" ucap Antony.


" Haha.. ceritanya panjang Mr. Baiklah, aku mengerti sekarang kenapa semua mata lelaki memandang ke istriku" ucap Ayden.


Semua orang saling pandang menunggu kelanjutan ucapan Ayden.

__ADS_1


" Karena dia kembang desa. Right?" tanya Ayden.


" Right " jawab Antony dengan tersenyum.


" Bagaimana kabarmu Rayina? Dan itukn anak - anak kalian? Oh.. sungguh lucu mereka. Dan mereka semua handsome. Like you Mr. Ayden" puji Antony.


" Thank you Mr. " jawab Ayden dan Rayina bersamaan.


Tiba - tiba dua makhluk kecil berlari mendekati Antony dan mencium tangan sebagai bentuk kesopanan mereka. Antony yang mendapatkan perlakuan tersebut merasa senang.


" Kamu tidak pernah lupa akan budaya negaramu Rayina. Kamu tanamkan itu kepada kedua jagoan kecil ini. Dan aku suka akan hal itu. Jadilah anak yang baik" ucap Antony.


Rayina hanya tersenyum, semua melihat Rayina dengan penuh takjub. Bagaimana tidak. Mereka semua sudah mengenal Ayden sejak lama. Dia tidak pernah menggubris sedikitpun wanita setelah kepergian istrinya dulu. Dan kini sudah bertekuk lutut di hadapan wanita ini.


Wanita kampung dengan paras ayunya mampu menghipnotis seluruh keluarganya. Bahkan Ayden tidak dapat berpaling darinya. Overposesif itu akan selalu dilakukannya.


" Baiklah, segeralah pulang sayang. Jangan mampir kemanapun! ingat pesanku. Istirahatlah. Serahkan semua kepada Devran. Aku akan membantu sedikit selepas mendarat nanti. okay?" pinta Ayden.


" Baiklah mas. Hati - hati. Jangan lupa makan. Jaga kesehatan. Vitamin sudah aku siapkan di box vitamin. Dan ini bekal yang mas inginkan. Love you mas ❤" pesang Rayina.


" I love you more sayang " balas Ayden dengan mengecup kening istrinya.


" Ayah, aku mau mainan ya? Bolehkah?" pinta Ben.


" Of course sayang. Nanti Ayah belikan. Nanti Ayah kirim foto mainannya. Abang bisa pilih" ucap Ayden.


" Adek mau tidak?" tawar Ben.


" Ainan abang?" tanya Ganesha.


" Ya.." jawab Ben singkat.


" Emb.. selah abang aja. Adek itut aja. anti isa main cama - cama abang" jawab Ganesha dengan logat cadelnya.


Ayden tersenyum melihat kedua bocah itu. Mereka tumbuh dengan kedewasaan dalam berpikir. Dan mereka sangat mandiri. Rasa bangga menyeruak keseluruh rongga dadanya. Istrinya mendidik dua malaikat kecilnya dengan sangat baik. Dan bahkan Ben yang awalnya sangat menyukai mainan, dia selalu minta dibelikan dalam jumlah banyak jika Ayahnya pergi ke suatu negara.


Tetapi kali ini dia hanya akan memilih sakah satu dari tawaran yang diberikan Ayden. Ayden merasa heran dengan pemikiran anaknya itu.

__ADS_1


" Nanti Ayah belikan yang banyak. Kalian bisa main bersama" ucap Ayden mengujinya.


" No, Ayah. Kata bunda itu mubadzir. Lebih baik uangnya bisa kita sumbangkan ke orang yang lebih membutuhkan. Lagia kata Bunda lebih baik membeli hal yang dibutuhkan. Karena mainanku sudah sangat banyak dan masih bagus. Lagian aku juga sudah tidak terlalu tertarik mainan" terang Ben.


" Why? Apa yang membuatmu tidak tertarik?" tanya Ayden penasaran.


" Aku mau belajar dengan Bunda menjadi hacker" ucap Ben berbisik.


Rayina hanya tersenyum melihat dua lelakinya sedang berdiskusi. Dia juga tahu apa keinginan Ben saat ini. Ayden hanya tersenyum dan mengerlingkan mata kepada istrinya.


Dia tahu apa yang ada dipikiran istrinya. Dia akan memberitahukannya melalui chat. Ayden dengan bahagia memeluk dua jagoan kecilnya dan memberikan kecupan hangat kepada mereka.


" Jaga bunda, jangan biarkan bunda bekerja dan kelelahan ya" pesan Ayden kepada kedua anak lelakinya itu.


" Siap kapten!!" teriak Ben dan Ganesha dengan gerakan hormat.


Semua tertawa melihat tingkah kedua bocah itu. Bocah itu tersenyum senang mengikuti semua orang yang tertawa.


" Baiklah.. kalian hati - hati. Farhan jangan ngebut. Kamu bertanggung jawab atas mereka. Keselamatan mereka yaang paling utama bagiku" perintah Ayden.


" Okay Bos.." jawab Farhan tegas.


" Baiklah, saya akan langsung memeriksa keperluan penerbangan. Mari Mr." Ijin Ayden.


" Baiklah Mr. Ayden. Saya juga hanya memastikan semua berjalan sebagaimana mestinya. Dan saya ingin mendapatkan laporan dengan hasil yang terbaik. Silahkan. Semoga sukses" ucap Antony.


" Thank you Mr." jawab Ayden.


Ayden segera bergegas menuju ruangan kerjanya. Segera menuntaskan tugas dalam meneliti keperluan denga sangat intens. Sementara sang pujaan hatinya kini beranjak pulang menyusuri kota ini.


Sepanjang jalan yang ada dipikiran Rayina hanya "Kantor". Dia sedang menduga akan ada sesuatu yang terjadi.


" Sepertinya mas sudah menghandle semua ini. Bahkan akses yang sudah aku buat dia sudah menguncinya. Dan, aku tidak menduga kalau Devran dan Liona sudah stand by" gumam Rayina lirih.


Farhan yang mendengarnya sangat penasan. Sebenarnya masalah apa yang terjadi sehingga nyonyanya dari tadi diam dan hanya mengotak - atik ponselnya dengan serius.


" Emb.. Farhan, aku ingin besok Aruni segera terapi kakinya. Aku sudah mempersiapkan dokter syaraf terbaik untuknya. Kamu besok mulai menemaninya untuk terapi. Dokter akan kerumah" terang Rayina.

__ADS_1


Farhan hanya bingung dengan perintah nyonyanya itu. Karena beberapa hari nyonyanya tidak mengunjungi Aruni bahkan bertanya tentang Aruni. Kenapa sekarang meminta terapi?


" Tapi... nyonya" ucap Farhan menggantung.


__ADS_2