
" Untuk mansion ini sudah ada yang bekerja untuk mengurusinya. Jika Ibu dan Bapak ingin berkunjung ke sini. Sudilah kiranya tinggal disini. Papa and mama too ya. Rumah ini memang saya beli untuk keluarga besar. Silahkan siapa yang berkunjug tinggalah disini " terang Ayden.
" When you think about all?" tanya Mama.
" When I met her. I am so confident in my choice and position. Instantly I thought far ahead to design our life. So I prepared everything (Ketika saya bertemu dengannya. Saya begitu yakin dengan pilihan dan pendirian saya. Seketika saya berpikiran jauh kedepan untuk merancang hidup kami. Jadi saya mempersiapkan semuanya)" terang Ayden dengan menatap mesra manik mata istri cantiknya itu.
Rayina yang mendengar penjelasan suaminya sangat terharu dan hampir menitikkan air mata. Seketika dia hanya tersenyum menyambut usapan lembut tangan suaminya.
"Ibu, kenapa anak perempuan Ibu ini sangat banyak yang dia sembunyikan? Apa saja yang bisa dilakukan oleh anak cantik Ibu ini?" tanya Ayden.
Pertanyaan itu membuat terhenyak sang empunya yang di sebut Dia kemudian menatap lekat suaminya. Dengan nada bercandanya tetapi serius sangat menarik semua mata. Mereka langsung menatap Ayden.
" Banyak nak. Anak perempuanku yang sangat lembut ketika dihadapkan dengan banyak masalah. Selalu sigap saat bahaya datang. Selalu siaga dalam mengurus rumah dan buah hatinya. Selalu tabaj dalam setiap cobaan yang menderanya. Dan dia selalu menjadi dirinya sendiri" terang Ibu dengan mengusap lembut pipi anaknya.
" Hmm.. pantas saja, dia seperti wonder women hahaha" kelakar Ayden.
Papa Ayden hanya tersenyum bahagia mendengar keterangan Ibu Rayina. Orang suruhannya bekerja dengan sangat baik dalam memberikan informasi.
Dia hanya manggut - manggut mendengar penjelasan Ibu Rayina. Mama pun merasa makin penasaran dengan sosok menantunya itu. Seperti tidak ingin kehilangan dan tidak ingin berjauhan. Tetapi Rayina sudah menjadi hak nya Ayden.
" Be patient ma" Papa mengusap punggung tangan mama untuk menenangkan. Seperti tahu apa yang dipikirkan istrinya.
" Next time we can go to london ( lain waktu kita bisa pergi ke london)" ucap papa lagi.
" Okay lah pa" jawab Mama singkat dengan bersandar di bahu papa.
Ayden melihat hal tersebut dengan cepat berdiri kemudian berlutut dihadapan mamanya.
__ADS_1
" Mama, we will definitely visit you too. or you can go to london ( kita juga pasti akan mengunjungimu. Atau kalian bisa ke london)" terang Ayden untuk menenangkan mamanya.
" Okay sayang" jawab mama dengan memeluk anaknya.
Rayina tersenyum menyaksikan drama keluarga ini. Suaminya yang keras itu ternyata bisa melunak. Rayina hanya bisa berdoa dalam hatinya ' Ya Allah, jadikanlah dia imam yang sholeh untukku agar aku bisa lebih bertaqwa bersujud kepadaMu'.
Rayina kemudian berjalan dan menghampiri mama. Dia juga berjongkok kemudian meraih tangan mama.
" Mama, even though we're far away in someone's country. But we are in mama's heart We will always miss you. You are our family. I really love you ( Mama, meski kita jauh di negara orang. Tapi kami ada di hati mama. Kami akan selalu merindukanmu. Anda adalah keluarga kami. Saya sangat mencintai kalian)" ucap Rayina dengan mengecup punggung tangan Mama dengan hikmad.
Setelah cukup bercengkrama, semua merasa sangat lelah dengan hari ini. Semua orang masuk kamar satu persatu. Tak lakn dengan pengantin baru. Mereka juga langsung masuk ke kamarnya.
Rayina dengan rutinitas biasanya. Sebelum tidur dia melaksanakan sholat isya dulu dan melakukan treatment untuk mukanya. Rayina sangat menjaga kesehatan kulitnya. Jadi kulitnya terlihat sangat glowing.
Ayden tidak kaget akan hal itu. Kebiasaan wanita memang seperti itu. Dulu mendiang istrinya juga seperti itu. Apa lagi dengan skincare yang dipakai mendiang istrinya. Tentu saja berkelas, bermerek, dan dengan harga yang fantastis.
" Apakah kamu tidak mau beralih dengan skincare kamu?" tanya Ayden.
" Kenapa?" tanya balik Rayina.
" Di london tidak ada " jawab Ayden singkat.
" Ay, ini biasa aku beli di outlet, bahkan di mall juga ada. Skincare ini tidak mahal juga. Banyak yang meneyediakan. Dan yang terpenting kulitku cocok" terang Rayina cuek.
" Oh.. mulai besok searching untuk di london. Saya yakin itu produk lokal. Di sana tidak ada" terang Ayden.
" Baiklah" jawab Rayina cuek.
__ADS_1
Ayden sudah punya rencana akan mengajaknya ke tempat klinik kecantikan di london setibanya disana. Supaya istrinya bisa memilih skincare yang cocok. Tujuannya agar istrinya tetap cantik dan istrinya juga bisa memanjakan diri.
Setelah Rayina selesai dengan mengoleskan skincare ke mukanya sekarang dia memakai lotion badan dengan aroma lemon yang sangat segar. Membuat rileks urat yang tegang.
" Sayang, I want it" celetuk Ayden.
Karena menghirup aroma wangi yang sangat menenangkan. Ayden dengan cepat meminta untuk mengoleskan lotion tersebut. Tetapi ditanggapi salah oleh Rayina.
Didalam pikiran Rayina, karena dia memakai lotion yang membuatnya bergairah. Jadi Ayden menginginkan haknya. Permintaan yang salah kaprah.
Rayina hanya berkata untuk menunggu sebentar. Dia kemudian kembali ke clothing room mengganti bajunua dengan lingerie berwarna ungu tua yang membuat kulit rayina yang putih makin terlihat. Dia kemudian mengenakan luaran piyama. Tetapi karena piyama sangat tipis, lingerie yang dia pakai tercetak jelas.
Rayina kemudian keluar dari clothing room. Dia berjalan menuju tempat tidur dan kemudian mematikan lampu kamarnya. Ayden yang melihat istrinya keluar dari kamar ganti merasa tertegun.
Untuk menelan salivanya sangat susah. ' Kenapa dia sesexy ini sih?' batin Ayden. Rayina kemudian duduk di pinggir tempat tidurnya. Dia kemudian membuka piyamanya, yang tersisa hanya lingerie ungu yang sexy. Hal itu membuat Ayden terbangun kelelakiannya.
Ayden kemudian mengecup keningnya dan segera membaca doa. Dia menyambut service an istrinya itu. Dan terjadilah hal - hal yang diinginkan.
Kesalah pahaman yang berujung kenikmatan. Permintaan olesan lotion menjadi olesan cinta.
Entah berapa lama dan berapa kali mereka melakukannya. Yang jelas sudaj sangat lama mereka merasakan itu. Ayden dalam hatinya berkata ' Kenapa dia berbeda denga Ibu Ben ya? Janda rasa gadis. Sedangkan Ibu Ben gadis rasa janda'
'Ah, sudahlah. Semoga dia tenang di sana' batin Ayden.
Rayina yang sudah sangat lelah kemudian terlelap dalam dekapan suaminya. Mereka berdua tidur dengan sangat romantis. Harapan mereka segera akan ada benih kecebong yang segera launching.
Ayden sudah sangat menantikan tangis bayi dirumahnya. Jika diijabah dia menginginkan seorang bayi perempuan. Karena mereka sudah mempunya dua jagoan yang bisa menjaganya. Ayden selalu memimpikan hal itu. Semoga rumah tangganya bisa langgeng.
__ADS_1